Bolehkah Penderita Diabetes Makan Santan?

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Penderita diabetes harus pandai memilih makanan yang tepat untuk dirinya. Manajemen kesehatan, terutama kadar gula darah, dapat membantu menjaga diabetes agar tidak semakin buruk. [1]

Pada kebanyakan waktu, beberapa makanan dan minuman umum dapat menjadi musuh terbesar bagi penderita diabetes. Untuk menjaga kondisi tubuh, penderita diabetes harus memperhatikan dengan baik mengenai makanan dan minuman yang dikonsumsinya. [1]

Pada artikel ini, akan dibahas lebih lanjut mengenai santan dan diabetes. [1]

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Santan?

Satu buah kelapa utuh sebenarnya adalah makanan yang bagus untuk penderita diabetes. Kelapa mengandung banyak manfaat. Namun, saat hanya membahas santan, hal ini dapat sedikit berbeda. [1]

Santan adalah makanan yang rumit untuk penderita diabetes. Santan sendiri sebenarnya mengandung banyak nutrisi yang sama seperti daging kelapa. Santan segar (langsung dari kelapa) kaya akan serat, dimana dapat membantu tubuh penderita diabetes untuk memperlambat absorbsi gula dan tetap membantu kadar gula darah dalam kontrol. [1,3]

Walaupun santan terlihat menyehatkan, santan mengandung kadar lemak dan indeks glikemik yang tinggi. Penderita diabetes hanya boleh mengkonsumsi santan dalam jumlah yang terbatas. Hal ini disebabkan karena efek lemak tersebut dapat memperparah kadar gula dalam tubuh. [1]

Lemak yang berlebih dapat menyebabkan penumpukan di dalam tubuh yang mengarah kepada peningkatan kolesterol. Kombinasi kolesterol tinggi dan diabetes dapat menyebabkan risiko kesehatan lain yang lebih parah. [1]

Berapa Indeks Glikemik dan Beban Glikemik Santan

Ukuran seberapa besar pengaruh makanan terhadap kadar gula tubuh ditinjau dari kadar glikemik dalam makanan tersebut. Indeks glikemik dapat bervariasi pada setiap makanan, mulai dari 0 hingga 100. Angka ini menunjukkan seberapa besar kenaikan kadar gula darah anda setelah mengkonsumsi makanan ini. [1]

Indeks glikemik tergolong dalam 3 kategori menurut angkanya [1] :

  • Indeks glikemik rendah = 0 – 55
  • Indeks glikemik medium = 56 – 69
  • Indeks glikemik tinggi = 70 – 100

Menurut penggolongan indeks glikemik tersebut, santan tergolong dalam indeks glikemik tinggi. Santan memiliki kadar indeks glikemik sebesar 97. Angka ini sangat tinggi dan dapat mengarah kepada kadar gula yang tinggi juga. Jika santan dibandingkan dengan susu sapi (indeks glikemik = 47), maka susu sapi memiliki kadar indeks glikemik yang jauh lebih rendah. [1]

Indeks glikemil berbeda dengan beban glikemik. Beban glikemik makanan diukur dan diurutkan menurut angkanya dalam tiga kategori. Beban glikemik menotasikan bagaimana sebuah makanan dan porsi yang dikonsumsi dapat mempengaruhi kadar gula darah, [1]

Porsi sangat berpengaruh pada sebuah makanan. Walaupun sebuah makanan sangat tidak direkomendasikan untuk penderita diabetes, jika anda dapat memanipulasi porsinya, maka makanan tersebut dapat dikonsumsi setiap hari. Oleh sebab itu, beban glikemik adalah acuan yang lebih baik untuk mengindikasi apakah sebuah makanan aman atau tidak untuk dikonsumsi penderita diabetes. [1]

Tiga kategori dari beban glikemik adalah [1] :

  • Beban glikemik rendah = 0 – 10
  • Beban glikemik medium = 11 – 19
  • Beban glikemik tinggi = 20 atau lebih

Beban glikemik santan tergolong dalam kategori rendah, yaitu hanya 4,81. Angka ini cukup kecil dan dapat mengindikasi bahwa kadar gula dapat naik dengan kecepatan pelan. [1]

Beberapa eksperimen di laboratoratorium telah menyatakan bahwa efek santan pada kadar gula darah penderita diabetes tergolong sangat aman dan efisien. Santan tidak menaikan kadar gula darah dengan cepat. [1]

Batas Konsumsi Santan Untuk Penderita Diabetes

Asupan santan dalam jumlah sedang untuk penderita diabetes adalah hanya 2 gelas per hari. Porsi ini termasuk aman dan cukup untuk memenuhi mangkuk makanan anda. [1]

Jika memungkinkan, akan lebih baik jika seorang penderita diabetes untuk tidak mengkonsumsi santan setiap hari. Makan makanan bersantan sebanyak 2 sampai 3 kali per minggu adalah frekuensi yang baik. [1]

Manfaat Santan

  • Membantu Menghilangkan Lemak

Santan dapat tergolong dalam makanan-makanan yang baik untuk mengatur berat badan dan mengembalikan berat badan yang berlebih. Santan mengandung trigliserida rantai sedang, dimana berguna untuk tetap menjaga berat badan. [1]

  • Meningkatkan Sensitivitas Tubuh Terhadap Insulin

Adanya trigliserida rantai sedang dalam santan juga berguna untuk meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan fungsi insulin dan pengaturan kadar glukosa dalam tubuh. [1]

  • Baik Untuk Jantung

Santan juga dapat memberikan keuntungan untuk kesehatan jantung. Santan tidak membantu dalam penurunan kadar kolesterol dalam tubuh, tapi santan dapat membantu menjaga kadar kolesterol dalam tubuh jika santan dikonsumsi dengan jumlah yang aman. [1]

  • Mendorong Kerja Sistem Imun

Santan mengandung banyak nutrisi dan mineral untuk tubuh. Santan juga dapat mendorong kerja sistem imun dan membantu menjaga tubuh dari serangan berbagai penyakit. [1]

  • Menutrisi Kulit dan Rambut

Santan juga digunakan dalam Ayuverda (pengobatan tradisional Hindu) dan kosmetik untuk menutrisi kulit dan rambut. Santan juga memiliki manfaat hidrasi kulit yang baik. [1]

Efek Samping Santan

Santan memang memiliki banyak manfaat, namun mengkonsumsi santan terlalu banyak juga dapat menyebabkan masalah. Santan mengandung kalori dan lemak yang tinggi. Mengkonsumsi santan terlalu banyak disertai dengan makanan berkarbohidrat tinggi dapat menyebabkan peningkatan berat badan. [2]

Santan juga mengandung karbohidrat yang dapat terfermentasi. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare atau konstipasi pada penderita sindrom iritasi usus. [2]

Alergi kelapa sangat jarang ditemukan. Siapapun yang alergi terhadap kelapa tidak boleh mengkonsumsi santan. Gejala dari alergi kelapa mirip dengan alergi makanan lainnya, yaitu [2] :

  • Sakit perut
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Gatal atau iritasi di mulut, tenggorokan, mata, atau kulit
  • Anafilaksis, sebuah gejala berat dan mengancam nyawa yang dapat menyebabkan bengkak, suara wengi, dan gatal-gatal.

Tips Mengonsumsi Santan

  • Pilih Santan yang Tawar

Santan yang terjual bebas di toko mengandung kalori yang tinggi serta adanya penambahan gula. Santan di toko memiliki rasa yang lebih manis dan lebih creamy. Kondisi ini dapat menyebabkan kadar gula darah menjadi tidak seimbang. Berikut adalah tabel perbedaan nutrisi santan tawar dan santan dengan tambahan gula [3] :

NutrisiSantan ManisSantan Tawar
Kalori80 kalori45 kalori
Lemak5 gram4,5 gram
Lemak Jenuh5 gram4 gram
Protein< 1 gram0 gram
Gula6 gram0 gram
Kalsium45%45%
Tabel perbandingan santan manis dengan santan tawar. [3]
  • Memasak Bubur Dengan Santan

Bubur yang dibuat dengan santan memiliki indeks glikemik dan beban glikemik yang rendah. Bubur santan memiliki indeks glikemik 30 sampai 35. Angka ini termasuk aman dan rendah dibandingkan jika anda menggunakan santan dalam sereal, cemilan, atau makanan yang berat. [1]

  • Memperhatikan Label Kemasan Santan

Jika anda membeli santan instan di toko, pilihlah santan dengan sedikit bahan tambahan. Perhatikan label kemasan santan, terutama mengenai gula tambahan, bahan pengawet, dan bahan pengental buatan seperti karet. [2]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment