12 Cara Mengatasi Batuk Berdahak dan Sakit Dada

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tubuh secara alami membuat lendir setiap hari dan kehadirannya tidak selalu memberi tanda sesuatu yang tidak sehat. Lendir juga dikenal sebagai dahak ketika diproduksi oleh sistem pernapasan, akan melapisi jaringan tubuh seperti hidung, mulut, tenggorokan dan paru-paru dan membantu melindungi diri dari infeksi.[1]

Dalam sehari tubuh akan menghasilkan satu liter lendir. Namun, terlalu banyak lendir terutama di satu tempat seperti paru-paru dapat mengganggu dan mungkin merupakan tanda masalah kesehatan.[1] Nyeri dada dan batuk dapat terjadi dengan kondisi yang mempengaruhi penyakit paru-paru, seperti bronkitis akut dan pneumonia.[2]

Berikut beberapa cara untuk mengatasi batuk berdahak dan sakit dada baik itu secara alami dan medis, diantaranya :

1. Cairan Hangat

Untuk mengencerkan lendir dan membuatnya lebih mudah dikeluarkan dengan batuk haruslah tetap terhidrasi.[3] Cairan hangat dapat menenangkan tenggorokan dan saluran bronkial, sehingga meredakan batuk yang terjadi terus-menerus.[2]

Menurut penelitian minuman panas dapat memberi kelegaan segera dan berkelanjutan dari kemacetan gejala yang menyertainya seperti bersin, batuk yang mengganggu, tenggorokan yang sakit dan kedinginan.[4] Contohnya adalah kaldu, teh herbal, teh hitam atau teh hijau tanpa kafein dan udara hangat.[3]

2. Melacak Reaksi Makanan

Beberapa makanan dapat menyebabkan reaksi yang menyerupai alergi musiman. Sehingga dapat menyebabkan hidung meler da tenggorokan gatal, sehingga menghasilkan lendir yang berlebih. Oleh karena itu, perlu untuk mengetahui atau mencatat makanan apa saja yang memicu peningkatan dahak atau lendir.[5]

Selain itu, sangat penting juga untuk menghindari makanan yang menyebabkan refluks asam. Hal ini disebabkan refluks asam dapat menyebabkan peningkatan dahak dan lendir.[5] Oleh karena itu, hindari makanan yang menjadi pemicu dan bertanya kepada dokter terkait manajemen yang tepat.

3. Menjaga Kelembapan Udara

Udara kering dapat mengiritasi hidung dan tenggorokan, sehingga menyebabkan lebih banyak lendir terbentuk sebagai pelumas.[5] Oleh karena itu, penting untuk menjaga kelembapan udara dapat melonggarkan lendir dan mengurangi hidung tersumbat dan batuk.[3] Misalnya untuk meningkatkan kualitas tidur, menjaga kebersihan hidung dan mencegah sakit tenggorokan dapat menempatkan humidifier di dalam kamar tidur.[5]

Selain itu dapat juga dengan menghirup uap dan mandi air panas. Menghirup uap ini dapat dilakukan dengan cara mengisi mangkuk besar dengan air panas. Kemudian bersandarlah pada meja dan gantungkan handuk di atas kepala untuk mendahan aliran udara. Tarik napas perlahan untuk melonggarkan lendir. Lalu jika mandi air panas maka akan membantu meringankan gejala dengan uap yang memenuhi ruangan.[3]

4. Menghindari Alkohol dan Kafein

Saat batuk terbahak dan sakit dada maka harus menghindari alkohol dan kafein. Hal ini disebabkan kedua zat tersebut dapat menyebabkan dehidrasi jika dikonsumsi secara berlebihan. Sehingga ketika lendir dan dahak menjadi masalah, hindari alkohol serta kafein dan minumlah banyak cairan hangat.[5]

5. Berkumur Air Asin

Berkumur dengan campuran garam dan air hangat dapat menghilangkan dahak dan lendir dari bagian belakang tenggorokan sehingga meredakan gejala. Campurakan setengah sendok teh garam ke dalam secangkir air hangat, lalu aduk hingga garam larut. Berkumurlah dengan campuran tersebut.[3]

6. Tidak Merokok dan Menghindari Asap Rokok

Merokok dan asap rokok dapat menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak dahak dan lendir. Paparan asap dan polutan udara lainnya juga dapat memperburuk batuk dan meningkatkan nyeri dada.[5] Cobalah untuk menghindari perokok pasif, dan jika saat ini merokok maka bicarakan dengan dokter terkait program untuk dapat membantu berhenti merokok.[2]

7. Madu

Dalam sebuah penelitian yang menguji efek madu soba pada infeksi soba pada infeksi saluran pernapasan atas pada anak-anak. Hasilnya dibandingkan dengan pengobatan standar atau tanpa pengobatan, orang tua yang secara konsisten melaporkan bahwa madu memberikan bantuan terbaik dari gejala yang ditimbulkan.[6]

Namun penelitian lain menyimpulkan bahwa madu mengobati batuk akut pada anak-anak kurang efektif daripada obat-obatan.[7] Madu tidak cocok untuk bayi di bawah 12 bulan. Jika ingin mencoba, seseorang dapat mengonsumsi 1 sendok makan madu setiap 3 sampai 4 jam, sampai gejalanya mereda.[3]

8. Minyak Essensial

Beberapa minyak essensial dapat meredakan dan melonggarkan lendir di dada. Bahkan beberapa dapat mengakibatkan pertumbuhan bakteri yang menginfeksi saluran pernapasan. Beberapa minyak essensial adalah seperti kemangi, kulit kayu manis, kayu putih, peppermint, dan rosemary.[3]

Jika seseorang menggunakan minyak essensial untuk pertama kali,maka harus menguji kulit. Oleskan sedikit minyak ke sepetak kulit 1 inci di lengan bagian dalam. Jika tidak ada reaksi yang terjadi setelah 24 jam. minyak dapat digunakan lebih bebas.[3]

9. Tidak Menekan Batuk

Ketika mengalami batuk berdahak yang membuat nyeri dada. maka tergoda untuk menggunakan penekan saat mengalami batuk berdahak yang mengganggu. Padahal batuk adalah cara tubuh menjaga sekresi luar dari paru-paru dan tenggorokan. Oleh karena itu jangan ditekan atau ditahan saat batuk.[5]

10. Menjaga Kepala Tetap Tinggi

Ketika pemupukan lendir sangat mengganggu, untuk membantu tidur mungkin dengan bersandar pada beberapa bantal atau kursi malas. Berbaring datar dapat meningkatkan ketidaknyamanan, karena mungkin terasa seolah-olah lendir tertumpuk di bagian belakang tenggorokan.[5] Sehingga dengan peninggian ini dapat mengurangi batuk dan lendir.[3]

11. N-asetilsistein (NAC)

NAC adalah suplemen yang dapat digunakan untuk mengencerkan lendir di saluran pernapasan dan mengurangi frekuensi keparahan batuk. Dalam sebuah studi menemukan bahwa orang dengan bronkitis kronis dapat memperoleh manfaat dari mengonsumsi 600 mg NAC setiap hari jika tidak ada obstruksi jalan napas. Jika mengalami obstruksi tahan napas mungkin perlu mengonsumsi 1.200 mg setiap hari.[3]

12. Dekongestan

Dekongestan dapat mengurangi lendir di dada. Dekongestan juga tersedia dalam bentuk cairan, tablet atau semprotan.[3] Sementara dekongestan dapat mengeringkan sekresi dan dapat menghilangkan hidung meler. Namun dapat membuat lebih sulit untuk menghilangkan dahak dan lendir.[5] Oleh karena itu sebaiknya, konsumsi dengan resep dokter.

Kapan Harus Ke Dokter?

Batuk yang mengganggu mungkin tidak perlu dikhawatirkan. Sejumlah kondisi dapat memicu batuk yang disertai nyeri dada, sehingga sulit untuk menentukan penyebab yang mendasarinya. Sebaiknya sebelum mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas dikonsultasikan dengan dokter. Apalagi jika batuk yang dirasakan tidak dapat dijelaskan dan tidak membaik. Terutama jika disertai nyeri dada dan gejala lain seperti demam lebih tinggi dari 390 C, sakit kaki atau bengkak, sesak napas, pusing dan kelelahan.[2]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment