17 Cara Menjaga Kebersihan Vagina dengan Efektif

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Banyak wanita mengalami infeksi vagina dan keputihan. Hal-hal seperti ini sebetulnya tanda kondisi kesehatan vagina sedang terganggu. Sebab utamanya karena kebersihan yang kurang terjaga [1].

Supaya terhindar dari masalah kesehatan vagina, berikut cara menjaga kebersihan vagina yang dapat dilakukan sendiri di rumah.  

1. Gunakan Moisturizer

Pelembab vagina bisa digunakan untuk mengatasi kekeringan. Tujuannya supaya vagina tidak mudah terluka. Penggunaan pelembab dilakukan setelah vagina bersih. Berikut contoh produk-produk moisturizer berbasis air yang aman untuk vagina [1]:

  • Replens
  • Gyne-Moistrin
  • Astroglide® (Astro-Lube, Inc.)
  • Lubrin® Vaginal Suppository (Upsher-Smith Laboratories, Inc.)
  • Kondom-Mate® Supositoria Vagina (Upsher-Smith)
  • K-Y Liquid® (Johnson dan Johnson)
  • Emolien (produk seperti Petroleum jelly)

2. Jaga Kesehatan Tubuh dengan Benar

Kebersihan vagina tergantung pada cara kita jaga kesehatan. Cara jaga kesehatan yang benar antara lain konsumsi makanan sehat, dan olahraga teratur. Keduanya akan berdampak baik untuk organ seksual [2].

Kondisi kronis juga meningkatkan resiko kebersihan vagina memburuk. Penyakit kronis yang bisa berpengaruh pada kebersihan vagina contohnya diabetes. Penyakit ini bisa jadi penyebab infeksi jamur di alat kelamin [2].

3. Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Lakukan pemeriksaan kesehatan dan temui ginekolog untuk mendapatkan perawatan rutin. Interval skrining untuk pap smear harus dilakukan setiap tahun. Untuk wanita muda, vaksinasi HPV sangat penting untuk menjaga kebersihan vagina dan mengurangi risiko kanker serviks [2].

4. Gunakan Kondom Saat Berhubungan Seksual

Sangat penting untuk melindungi diri dari penyakit menular seksual. Gunakan kondom untuk mencegah penyebaran bakteri berbahaya di vagina.

Kondom dapat membantu menjaga tingkat pH vagina tetap stabil. Tingkat pH Vagina yang stabil sangat penting untuk membantu mencegah infeksi jamur, ISK, dan vaginosis bakteri setelah berhubungan seks [2,3].

5. Gunakan Air Bersih

Syarat utama menjaga vagina tetap bersih ialah membersihkannya dengan air bersih. Sangat dianjurkan untuk tidak menggunakan bahan kimia dalam membersihkan vagin karena kulit vagina merupakan lapisan kulit yang sangat sensitif [2].

6. Kenakan Celana dalam Katun

Saat memilih pakaian dalam, pilih yang berbahan katun. Katun memungkinkan udara masuk dan menyerap kelembaban. Dengan demikian bakteri dan jamur jahat tidak mudah berkembang di area sekitar vagina [3].

7. Jangan Terlalu Sering Menggunakan Antibiotik

Antibiotik bertujuan membunuh bakteri, tapi memiliki dampak buruk juga karena antibiotik dapat membunuh bakteri baik. Hal itu bisa menyebabkan jamur tumbuh di sekitar vagina. Bila harus minum antibiotik untuk melawan infeksi, konsumsilah antibiotik yang diresepkan oleh dokter [3].

8. Jangan Pakai Sabun Beraroma

Sabun mandi beraroma tidak cocok untuk alat kelamin. Vagina tidak seperti kulit tubuh. Vagina tidak memiliki lapisan pelindung ekstra. Agar vagina senantiasa bersih dan kesat, hanya perlu dibilas dengan air hangat [3].

9. Lakukan Latihan Kegel

Senam kegel membantu memperkuat otot dasar panggul dan mengurangi ketegangan pada organ panggul. Senam kegel bermanfaat menurunkan gejala inkontinensia urine yang bisa memperburuk pertumbuhan bakteri jahat pada vagina [3].

10. Gunakan Mainan Seks yang Bersih dan Aman

Tidak semua sex toys aman. Kalau menggunakan sex toys, gunakan yang bersih dan aman [4].

Sex toys yang terbuat dari bahan silikon, besi tahan karat, sejenis plastik yang disebut ABS relatif aman. Pilih sex toys yang tidak beresiko [4].

11. Lakukan Praktik Seks yang Aman

Melakukan seks yang aman juga jadi cara penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan vagina. Gunakan perlindungan berupa kondom, dental dam, atau sarung tangan.

Mempraktikkan seks yang aman berarti juga menghindari sex toys, oral, dan BDSM. Lakukanlah praktik seks yang wajar dan normal [4].

12. Perhatikan Urutan Kegiatan Seks dengan Pasangan

Beralih gaya saat berhubungan seksual bisa meningkatkan kemungkinan bahaya kebersihan pada vagina. Hal ini juga bisa meningkatkan resiko infeksi pada vagina [4].

Hal utama yang harus diperhatikan sebelum melakukan hubungan seks: pastikan bahan kondom aman dan bersih. Hindari bahan kondom yang mengandung spermisida [4].

Spermisida dapat membunuh bakteri baik di area vagina. Gunakan bentuk kontrasepsi lain jika tersedia untuk membuat vagina tetap sehat dan aman dari bakteri [4].

13. Hindari Celana Dalam Bahan Satin

Hindari celana dalam bahan satin. Satin dapat mengurangi aliran udara di area vagina. Satin berpotensi menciptakan iritasi dan meningkatkan pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab infeksi di vagina [5].

14. Gunakan Handuk Bersih

Cuci dan ganti handuk dan waslap setelah digunakan mengelap area vagina. Menggunakan handuk dua kali sebelum dicuci bersih bisa meningkatkan resiko bakteri menempel di vagina [5].

15. Hindari Penggunaan Antiseptik untuk Membersihkan Vagina

Jangan menggunakan sabun, gel, dan antiseptik yang mengandung pewangi untuk mencuci vagina. Hal itu bisa mempengaruhi keseimbangan bakteri dan tingkat pH di vagina [6].

Vagina akan membersihkan dirinya sendiri dengan sekresi alami vagina. Antiseptik tidak diperlukan [6].

16. Jangan Masukkan Yogurt ke Vagina

Dalam rangka perawatan vagina jangan ikuti mitos yogurt baik untuk vagina. Gula dalam yogurt dapat memicu infeksi parah karena mendorong pertumbuhan jamur [8].

17. Temui Dokter Saat Ada Masalah Keputihan Berlebih dan Berbau Tak Sedap

Produk pewangi pada tisu dan deodoran mengganggu keseimbangan alami vagina. Mencuci dengan air biasa adalah satu-satunya cara terbaik untuk menjaga kebersihan vagina [6].

Vagina memiliki aroma yang normal. Bau vagina dapat berubah pada waktu yang berbeda dalam siklus reproduksi dan tidak berarti sebagai tanda infeksi atau penyakit [6].

Jika khawatir bau vagina tidak sedap, temui dokter dan minta saran darinya. Bau tak sedap biasanya ditimbulkan oleh keputihan yang tidak biasa [6].

Penyebabnya vaginosis bakterial. Masalah ini mudah diobati dengan antibiotik, jadi temui dokter untuk mendapatkan antibiotik yang tepat [6].

Mengapa Sangat Penting Menjaga Kebersihan Vagina?

Kebersihan vagina berhubungan erat dengan kesehatan reproduksi wanita. Kesehatan reproduksi merupakan bagian dari kehormatan dan martabat wanita.

Sehubungan dengan itu, vagina harus bersih setiap saat yang akan mencegah infeksi. Vagina yang bersih membuat wanita percaya diri untuk bersosialisasi dan berhubungan seks dengan pasangan [8].

Vagina adalah aspek penting dari reproduksi dan kehidupan seks wanita. Usaha menjaga kebersihan vagina bukan konsep tabu melainkan bagian penting dari perawatan tubuh wanita [8]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment