Hipertensi pada Ibu Hamil: Gejala – Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene
Hipertensi merupakah salah satu penyakit tersering yang ditemukan dalam masa kehamilan. Ada beberapa jenis hipertensi dalam kehamilan, dan hal ini ditentukan berdasarkan kapan saat pertama kali hipertensi... didiagnosis dan apakah hipertensi masih ditemukan bahkan setelah melahirkan. Hipertensi dalam kehamilan berisiko bagi ibu maupun janin. Tekanan darah yang terlalu tinggu dapat berisiko lepasnya plasenta dan gangguan pembekuan darah bagi ibu. Sedangkan bagi janin, hipertensi dapat menyebabkan terganggunya pertumbuhan janin di dalam rahim hingga kematian janin. Penting untuk mengetahui adanya hipertensi dalam kehamilan pada seorang calon ibu. Sehingga disarankan untuk setiap ibu hamil memeriksaan kandungannya secara teratur agak tatalaksana pun dapat diberikan sedini mungkin. Read more

Hipertensi adalah masalah kesehatan yang mendunia dimana mempengaruhi sekitar 25-40% individu. Hipertensi adalah memiliki faktor resiko kardiovaskular mayor dan berasosiasi dengan banyak komplikasi kardiovaskular lainnya. [1]

Hipertensi atau tingginya tekanan darah dapat didefinisikan sebagai tekanan darah yang lebih atau sama dengan 130/80 mmHg. Kondisi ini adalah hal yang serius pada beberapa wanita. [2]

Jika tidak tertangani, tekanan darah tinggi dapat mengarah ke kondisi komplikasi kesehatan yang serius baik untuk ibu, janin, ataupun keduanya. [3]

Jenis Hipertensi pada Ibu Hamil

Hipertensi pada ibu hamil dapat dibagi menjadi beberapa kondisi tergandung dari waktu saat diagnosis pertama dari hipertensi ini dan juga kekuatan dari tekanan darah setelah melahirkan. [1]

  • Hipertensi Kronik

Terkadang beberapa wanita sudah memiliki hipertensi sebelum mengandung. Hal ini dapat dikategorikan sebagai hipertensi kronik, dan umumnya diobati dengan medikasi tekanan darah tinggi. [2]

Dokter juga akan mempertimbangkan hipertensi yang terjadi pada 20 minggu pertama dari kehamilan menjadi hipertensi kronik. [2]

  • Hipertensi Gestasional

Hipertensi gestasional terbentuk setelah minggu ke 20 dari kehamilan. Hal ini terselesaikan setelah melahirkan. Saat terdiagnosa hipertensi gestasional sebelum minggu ke 30, ada kemungkinan besar hal ini akan menjadi preeklamsia. [2]

  • Hipertensi Kronik Dengan Ditumpangi Preeklamsia

Kondisi ini terjadi pada wanita dengan hipertensi kronis sebelum hamil dimana mengalami pemburukan tekanan darah dan protein di urin atau komplikasi lainnya saat kehamilan. [3]

  • Preeklamsia

Preeklamsia adalah kondisi tekanan darah tinggi yang dapat dialami wanita selama kehamilan atau setelah melahirkan. Hal ini termasuk kondisi yang serius dimana berkonsekuensi berat. Preeklamsia umumnya terjadi pada trimester ketiga, jarang sekali terjadi setelah melahirkan, namun mungkin saja terjadi. [3]

Dokter akan mendiagnosa preeklamsia setelah mengukur tekanan darah, pemeriksaan sampel darah, serta pemeriksaan sampel urin. Wanita yang memiliki preeklamsia ringan mungkin tidak merasakan gejala apapun. [3]

Gejala Hipertensi pada Ibu Hamil

Asosiasi Jantung Amerika (AHA) menyebutkan bahwa tekanan darah tinggi adalah pembunuh diam-diam, karena banyak orang yang memiliki hipertensi namun tidak menimbulkan gejala apapun. Hal ini berarti orang tersebut memiliki hipertensi tanpa mengetahuinya. [3]

Memantau tekanan darah adalah bagian terpenting dari perawatan sebelum lahiran. Hal ini penting untuk mengingatkan para wanita bahwa tekanan darah tinggi dapat terjadi sebelum, selama, ataupun setelah kehamilan. [3]

Penting sekali bagi wanita hamil untuk datang ke pemeriksaan sebelum melahirkan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa tekanan darah dan tanda vital lainnya dalam keadaan normal ataupun membutuhkan penanganan. [3]

Tekanan darah dapat mengalami fluktuasi sebagai respon dari perubahan kecil pada manusia, seperti [3] :

  • Stres
  • Makanan
  • Aktivitas
  • Kualitas tidur

Penyebab Hipertensi pada Ibu Hamil

Ada beberapa penyebab yang mungkin terjadi, diantaranya [2] :

  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Tidak mendapatkan aktivitas fisik yang cukup
  • Merokok
  • Mengkonsumsi alkohol
  • Kehamilan pertama
  • Memiliki riwayat keluarga hipertensi
  • Mengandung lebih dari satu janin
  • Usia (diatas 35 tahun)
  • Bantuan sentuhan dari teknologi reproduksi (seperti fertilitasi in vitro atau IVF)
  • Memiliki diabetes atau penyakit autoimun tertentu.

Amankah Minum Obat Hipertensi Saat Hamil?

Beberapa obat hipertensi tergolong aman digunakan selama kehamilan. Obat hipertensi yang dilarang digunakan saat kehamilan adalah [5] :

  • Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor
  • Angiotensin II receptor blockers
  • Renin Inhibitor

Pengobatan adalah penting dilakukan. Tekanan darah tinggi dapat memicu anda mengalami serangan jantung, stroke dan komplikasi mayor lainnya. Hal ini juga dapat berbahaya bagi bayi anda. [5]

Jika anda membutuhkan medikasi untuk mengontrol tekanan darah anda selama kehamilan, dokter anda akan menulis resep teraman dengan dosis yang sesuai. Konsumsi obat tersebut sesuai dengan yang diresepkan. Jangan berhenti minum obat atau mengatur dosisnya sendiri. [5]

Amankah Menyusui Bayi Saya?

Ya, aman! Menyusui memiliki banyak keuntungan kesehatan untuk anda serta bayi anda, bahkan saat anda memiliki tekanan darah tinggi. Menyusui tidak akan membuat kondisi anda memburuk, dan tidak mungkin meningkat di kemudian hari. American Academy of Pediatrics merekomendasikan asi eksklusif untuk 6 bulan pertama untuk bayi anda. [4]

Hampir seluruh obat tekanan darah tinggi memiliki kemampuan mengalir melalui asi yang kecil. Kebanyakan obat yang digunakan untuk hipertensi saat hamil tergolong aman. [4]

Jika anda memiliki tekanan darah tinggi sebelum hamil, anda mungkin membutuhkan medikasi untuk penanganannya. Namun apa yang terbaik untuk kesehatan anda belum tentu baik untuk bayi anda. Diskusikan keuntungan dan resiko menyusui dan pemberian susu formula dengan dokter anda untuk menemukan opsi terbaik. [4]

Cara Mengurangi Komplikasi yang Mungkin Terjadi

Menjaga diri anda sendiri adalah penanganan terbaik untuk bayi anda, misalnya [5] :

  • Hadiri pemeriksaan kehamilan anda menurut jadwal yang dijanjikan.
  • Konsumsi obat hipertensi anda sesuai dengan yang diresepkan.
  • Tetaplah aktif! Ikuti saran dari dokter anda untuk jenis aktivitas fisiknya.
  • Konsumsi makanan yang sehat, anda dapat konsultasi dengan nutrisionis bila diperlukan.
  • Kenali batas diri anda sendiri
  • Hindari merokok, alkohol, dan obat-obat terlarang.

Cara Mengatasi Hipertensi Pada Ibu Hamil

Wanita dengan hipertensi kronis harus melanjutkan konsumsi anti-hipertensinya selama kehamilan. Walau demikian, beberapa anti-hipertensi yang digunakan tidak sesuai untuk ibu hamil. Pastikan anda sudah mengkomunikasikannya dengan dokter anda. [3]

Jika hipertensi gestasional yang dialami berat, atau kemungkinan preeklamsia atau eklamsia, dokter akan meresepkan obat tertentu untuk mengurangi tekanan darah anda serta membantu janin anda tumbuh sempurna. Anda juga mungkin akan rawat inap untuk monitornya. [3]

Dokter dapat merekomendasikan obat antikonvulsif, seperti magnesium sulfat, untuk mencegah kejang pada penderita eklamsia atau preeklamsia. [3]

Pada beberapa kasus, dokter dapat memberikan saran untuk fase melahirkan sebagai salah satu penanganan. Waktu melahirkan akan disarankan dengan seberapa parah kondisi ibu saat itu dengan usia kandungan. [3]

Cara Mencegah Hipertensi Pada Ibu Hamil

Melakukan perubahan kecil, seperti melakukan beberapa olahraga dan mengkonsumsi makanan seimbang, dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi. [3]

Penting untuk diingat bahwa beberapa faktor resiko, seperti riwayat keluarga, ras, dan riwayat kehamilan sebelumnya, tidak dapat di kontrol. Untuk alasan ini, tidak semua penyebab hipertensi pada ibu hamil dapat dicegah. [3]

Beberapa cara untuk mengurangi tekanan darah tinggi pada kehamilan termasuk [3] :

  • Mengurangi asupan garam
  • Tetap terhidrasi dengan baik
  • Mengkonsumsi makanan yang seimbang, kaya akan sayuran, dan menghindari makanan olahan
  • Melakukan olahraga yang rutin
  • Melakukan pengecekan kehamilan secara reguler
  • Hindari merokok dan minum alkohol

Pengobatan profesional cenderung untuk merekomendasi penderita hipertensi untuk melakukan pengecekan, terutama saat penderita memiliki faktor resiko yang besar, sehingga hipertensi dapat di tangani segera. [3]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment