Pengangkatan Lesi Kulit Jinak: Fungsi – Prosedur dan Risiko

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Lesi kulit jinak adalah adalah istilah umum untuk benjolan kecil yang ditemukan di bawah kulit Anda. [1, 2]

Contoh lesi kulit adalah tahi lalat, kapalan, keratosis, kista, atau kutil.

Gejala lesi kulit jinak dapat berupa kulit menjadi tidak sedap dipandang, gatal, dalam kasus yang parah dapat menyebabkan terbatasnya gerakan. [1]

Meski sebagian besar lesi kulit tidak menyebabkan masalah serius dan tidak perlu dihilangkan. Tetapi, Anda disarankan untuk melakukan pengangkatan lesi kulit jinak jika mengganggu kehidupan sehari-hari Anda atau menjadi kanker. [1, 5]

Fungsi Pengangkatan Lesi Kulit Jinak

Pengangkatan lesi kulit jinak adalah tindakan medis untuk menghilangkan tahi lalat, kutil, atau pertumbuhan kulit (lesi) lainnya. [5]

Pengangkatan lesi kulit jinak melibatkan berbagai cara termasuk mencukur, memotong, membekukan, dan mengangkat dengan sendok kuret. Jenis tindakan medis ini akan tergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi kulit Anda. [2, 5]

Dokter akan merekomendasikan untuk pengangkatan lesi kulit jinak jika Anda memiliki lesi kulit yang menunjukkan tanda-tanda berubah menjadi kanker (misalnya, tahi lalat yang telah berubah bentuk atau warna). Jaringan yang diangkat akan dikirim ke laboratorium untuk memeriksa jenis sel dan menentukan apakah lesi tersebut jinak atau bersifat kanker. [5]

Selain itu, Anda juga dapat melakukan pengangkatan lesi kulit jinak karena tidak menyukai  tampilannya. Pengangkatan untuk alasan kosmetik biasanya biaya ditanggung secara prinbadi. [5]

Tinjauan
Pengangkatan lesi kulit jinak adalah tindakan medis untuk menghilangkan benjolan atau lesi pada kulit.

Persiapan Pengangkatan Lesi Kulit Jinak

Pengangkatan lesi kulit jinak biasanya dilakukan dengan prosedur rawat jalan. Itu berarti Anda dapat pulang pada hari yang sama dengan operasi Anda. Pengangkatan lesi kulit jinak biasanya dilakukan dengan anestesi lokal atau sedasi ringan. Anda akan tetap sadar selama operasi, tetapi tidak merasakan rasa sakit pada area yang diangkat. [4]

Dokter kulit Anda akan mendiskusikan dengan Anda apa yang akan terjadi sebelum, selama dan setelah prosedur Anda, dan rasa sakit yang mungkin Anda alami. [4]

Pada kesempatan ini Anda dapat mengajukan sejumlah pertanyaan tentang risiko, manfaat, dan alternatif apa pun untuk prosedur ini kepada dokter Anda untuk memahami apa yang akan terjadi, dan Anda dapat membantu diri Anda sendiri. [4]

Kemudian Anda akan diminta untuk menandatangani formulir persetujuan sebagai tanda bahwa Anda sepakat untuk melakukan pengangkatan lesi kulit jinak.

Penting untuk mendiskusikan prosedur dengan dokter kulit Anda sehingga Anda tahu hasil seperti apa yang diinginkan. [4]

Prosedur Pengangkatan Lesi Kulit Jinak

Tehnik operasi untuk mengangkat lesi kulit jinak akan tergantung pada jenis, ukuran, dan letak lesi di tubuh Anda. Dokter umum atau dokter kulit Anda akan memberitahu Anda teknik mana yang paling sesuai untuk Anda. [2]

Operasi pengangkatan lesi kulit jinak biasanya memakan waktu 15 hingga 25 menit. [3]

Berikut ini adalah teknik-teknik prosedur pengangkatan lesi kulit jinak: [2]

  • Pengangkatan sebagian (biopsi cukur)

Lesi yang menonjol dari kulit Anda ‘dicukur’ sehingga memiliki tingkat yang sama dengan kulit di sekitarnya. Teknik ini sering dikombinasikan dengan kauter yang menggunakan panas untuk menutup kulit dan pendarahan. Teknik ini digunakan untuk lesi seperti kutil, keratosis dan tahi lalat dangkal.

  • Pengangkatan total (biopsi eksisi)

Seluruh lesi kulit Anda akan dipotong dan diangkat melalui pembedahan. Dokter bedah Anda akan mengangkat lesi dan beberapa jaringan kulit di sekitarnya. Kemudian luka akan ditutup dengan lem, strip perekat atau jahitan. Teknik ini digunakan untuk tahi lalat yang lebih besar atau tahi lalat yang diduga bersifat kanker.

Pada teknik ini, lesi Anda akan dibekukan menggunakan nitrogen cair. Nitrogen cair dioleskan ke lesi Anda selama sekitar sepuluh detik, menggunakan kapas atau semprotan. Lepuh kemudian akan terbentuk setelah perawatan dan akan hilang setelah satu atau dua minggu. Teknik ini digunakan untuk kutil, kutil dan keratosis.

Pada teknik ini, lesi Anda akan diangkat dengan lembut menggunakan sendok kuret. Teknik ini sering dikombinasikan dengan cryotherapy atau kauter. Teknik ini digunakan untuk kutil dan keratosis. [2]

Setelah operasi selesai, Anda bisa pulang segera setelah Anda merasa siap atau setelah prosedur Anda. Anda dapat meminta bantuan orang terdekat Anda seperti keluarga atau teman Anda untuk mengantar Anda pulang. Dokter atau perawat Anda akan memberi Anda beberapa nasihat tentang merawat luka penyembuhan Anda sebelum Anda pulang. Dokter juga akan memberikan jadwal untuk janji temu lanjutan dan melepas jahitan. [4]

Luka Anda biasanya membutuhkan satu hingga dua minggu untuk sembuh tergantung pada letaknya di tubuh Anda dan usia serta kesehatan Anda secara umum. Jahitan yang bisa larut akan hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar 7 hingga 10 hari. Jahitan yang tidak dapat larut dilepas dalam waktu sekitar 8 hingga 16 hari setelah operasi. [4]

Berikut ini beberapa hal yang dapat disarankan oleh dokter kepada Anda: [3]

  • Minum obat pereda nyeri seperti parasetamol jika Anda merasakan nyeri.
  • Hindari meregangkan area yang terkena dan jangan berenang.
  • Anda harus selalu berhati-hati agar tidak membenturkan luka yang sembuh.
  • Jaga luka tetap kering selama 24 jam dan bersihkan dengan lembut jika balutan menjadi basah atau kotor.
  • Usahakan untuk menghindari merokok sampai jahitan Anda dilepas karena memperlambat penyembuhan.

Apakah Ada Alternatif Lain Selain Operasi?

Pembedahan atau operasi adalah satu-satunya cara yang dapat diandalkan untuk menghilangkan lesi kulit jinak tetapi Anda dapat membiarkannya begitu saja. [3]

Komplikasi Pengangkatan Lesi Kulit Jinak

Komplikasi bisa terjadi selama atau setelah prosedur. Komplikasi ini biasanya jarang terjadi. Berikut ini adalah komplikasi yang bisa terjadi pada pengangkatan lesi kulit jinak: [1, 5]

  • Infeksi: Anda dapat mengalami infeksi setelah banyak prosedur pengangkatan lesi kulit, termasuk biopsi, kuretase, cryotherapy, dan terapi fotodinamik. Tanda-tanda infeksi termasuk area yang terkena menjadi semakin nyeri, merah atau sakit. Anda mungkin juga melihat keluarnya cairan atau nanah. Jika luka Anda terinfeksi, hubungi dokter kulit Anda. Dokter Anda akan meresepkan obat antibiotik untuk mengobati infeksi tersebut.
  • Perubahan sensasi kulit Anda: perubahan ini termasuk  mati rasa, atau sensasi terbakar. Kondisi ini bisa terjadi jika saraf di permukaan kulit Anda rusak, tetapi biasanya hanya bersifat sementara.
  • Kulit Anda terlihat lebih cerah (hipopigmentasi) atau lebih gelap (hiperpigmentasi): kondisi ini dapat terjadi akibat cryosurgery atau jenis operasi lainnya. Area kulit yang terkena akan lebih rentan terbakar sinar matahari, dan Anda perlu menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit Anda. Kulit Anda juga kemungkinan akan menjadi lebih gelap atau lebih terang setelah terapi fotodinamik.
  • Bekas luka merah atau timbul yang tidak biasa (keloid): kondisi ini dapat membuat kulit Anda tidak sedap dipandang dan sulit diobati. 
  • Pendarahan yang berlebihan: jika Anda menjalani biopsi, biasanya luka mengeluarkan sedikit darah setelah operasi, tetapi terkadang bisa lebih parah. Jika ini terjadi, ada sejumlah teknik yang akan digunakan dokter Anda untuk menghentikan pendarahan. Ini termasuk memberikan tekanan kuat pada luka, menyuntikkan zat khusus ke dalam luka untuk menghentikan pendarahan, dan menjahit pembuluh darah apa pun.

Jika Anda mengalami komplikasi seperti yang telah disebutkan di atas segeralah hubungi dokter atau rumah sakit untuk dilakukan perawatan medis darurat.

Efek Samping Pengangkatan lesi Kulit Jinak

Efek samping adalah efek yang tidak diinginkan tetapi sebagian besar bersifat sementara. Anda dapat mengalaminya setelah lesi kulit Anda dihilangkan. Efek samping yang mungkin Anda alami akan tergantung pada jenis perawatan yang Anda terapkan, tetapi biasanya timbul rasa sakit dan pembengkakan setelah banyak perawatan dan prosedur. [5]

Umumnya, semua prosedur operasi pengangkatan lesi kulit jinak, baik itu biopsi atau kuret, akan meninggalkan bekas luka pada kulit Anda. Seberapa besar dan seberapa mencolok bekas luka Anda tergantung pada jenis prosedur yang Anda lakukan dan seberapa banyak kulit Anda yang diangkat. [5]

Tanyakan kepada dokter Anda tentang berapa banyak jaringan parut yang diharapkan setelah perawatan. Bekas luka Anda cenderung menjadi merah dan timbul pada awalnya, tetapi sebagian besar menjadi lebih kecil dan menghilang secara signifikan selama beberapa bulan. [5]

Beberapa jenis krim dan gel dapat menyebabkan kulit Anda terasa perih atau terbakar, gatal, kemerahan dan nyeri saat diaplikasikan ke kulit. Efek samping ini sering kali merupakan efek yang diharapkan dari perawatan ini. Karena hal tersebut menunjukkan bahwa kulit Anda merespons pengobatan. Peradangan akan mereda setelah Anda menghentikan pengobatan. [5]

Hasil Pengangkatan Lesi Kulit Jinak

Area kulit yang dirawat kemungkinan akan mengalami kemerahan dan terkelupas untuk sementara waktu. Jika Anda memiliki jahitan, dokter akan memberitahu Anda kapan harus kembali untuk melepasnya. Jahitan yang dapat larut biasanya akan hilang antara 10 hingga 14 hari setelah operasi. Nyeri biasanya ringan dan dapat diobati dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas. [1]

Tergantung pada jenis lesi yang telah diangkat dan lokasinya di tubuh Anda, dokter bedah Anda dapat menyarankan Anda untuk menghindari peregangan kulit di area tempat pembedahan dilakukan saat Anda masih memiliki jahitan. [1]

Selama 48 jam setelah operasi Anda perlu menjaga luka Anda tetap kering. Anda juga harus membersihkannya dengan lembut setiap hari. Jaga pula area kulit yang dirawat dari sinar matahari. Jaringan parut akan menghilang secara signifikan setelah tiga bulan. [1]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment