7 Penyebab Kepala Sering Gatal dan Penanganannya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Kepala adalah salah satu bagian tubuh yang tergolong paling sering mengalami rasa gatal.

Kulit kepala gatal terasa sudah biasa, namun bisa jadi penyebabnya kurang biasa.

Sebagian orang mengeluhkan kepala yang sering gatal walau mungkin sudah menjaga kebersihannya.

Untuk itu, kenali segala kemungkinan penyebab kepala sering gatal berikut ini untuk menemukan solusinya.

1. Kutu

Kutu rambut dapat menjadi alasan yang cukup umum dijumpai sebagai penyebab kepala sering gatal [1,2,3].

Keberadaan kutu bisa membuat kulit kepala sangat gatal dan ketika menggaruknya maka rasa gatal semakin bertambah [2,3].

Kutu juga bisa bertelur  di kulit kepala yang bentuknya menyerupai butiran nasi atau gandum [2].

Telur kutu juga bisa terlihat pada helaian rambut apabila mencoba melihatnya dari dekat [2].

Penanganan : Gunakan sampo khusus pengusir dan pembunuh kutu; bisa dibeli secara langsung di apotek terdekat atau dengan memeriksakan diri dulu ke dokter sehingga membeli sampo dengan resep dokter [2,3].

2. Ketombe

Ketombe (salah satu jenis dermatitis seboroik ringan) adalah faktor lain penyebab kepala sering gatal dan hal ini pun tergolong paling umum terjadi [1,2,4].

Rasa gatal di kulit kepala yang kemudian saat digaruk menghasilkan kelupasan kulit kepala kering berwarna putih, ini disebut dengan ketombe [2,4].

Kulit kepala berminyak, efek penumpukan sisa-sisa bahan kimia dari produk perawatan rambut (termasuk sampo), pengaruh jamur, atau penumpukan sel-sel kulit mati dapat menjadi sebab ketombe [2,4].

Penanganan : Cuci rambut dengan benar dan seksama, yakni menggosok-gosok sekaligus memijat-mijat kulit kepala saat keramas agar penumpukan sisa produk kimia perawatan rambut bisa terangkat [2].

Agar sampo juga tidak tertinggal di sela-sela rambut atau kulit kepala, bilas menggunakan air sampai bersih [2].

Gunakan sampo mengandung asam salisilat atau zinc untuk mengusir jamur penyebab ketombe, menghilangkan minyak berlebih, dan mengangkat penumpukan bahan kimia lain pada kulit kepala [2,5].

3. Reaksi Alergi

Kulit kepala sering gatal juga dapat disebabkan oleh reaksi alergi terhadap bahan kimia tertentu, khususnya yang berasal dari beberapa produk perawatan rambut [1,2].

Kulit kepala tidak hanya akan terasa gatal saat reaksi alergi terjadi, tapi juga bisa berminyak berlebihan atau kering berlebihan [2].

Alergen juga bisa berupa produk pelembap (propylene glycol) maupun berpewangi/mengandung parfum [2,6].

Penanganan : Bila reaksi alergi diduga kuat menjadi sebab munculnya rasa gatal di kepala yang sering terjadi, coba hentikan penggunaan produk perawatan rambut tertentu selama kurang lebih 1 minggu [2].

Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui apakah rasa gatal akan hilang ketika produk tidak lagi digunakan [2].

Jika cara tersebut berhasil, tandanya perlu segera mengganti produk rambut dengan kandungan yang lebih aman dan ramah untuk kulit kepala [2].

Atau jika produk kimia sekiranya kurang cocok untuk merawat rambut serta kulit kepala, coba gunakan dari bahan-bahan alami, seperti lemon hingga minyak zaitun [2].

4. Ruam Merah

Ruam kemerahan juga menjadi salah satu penyebab umum kepala sering gatal dengan tanda bintik-bintik kemerahan di kulit kepala [1,2].

Ruam bisa terjadi karena iritasi atau disebabkan oleh reaksi alergi terhadap faktor tertentu [2].

Ketidakcocokan terhadap produk perawatan rambut tertentu adalah salah satu contohnya [2].

Penanganan : Bila disebabkan oleh ruam sebagai akibat dari reaksi alergi, maka penderita perlu mengonsumsi obat antihistamin [2].

Sekalipun ruam terjadi di kulit kepala, obat antihistamin dalam bentuk topikal atau oles tidak boleh digunakan [2].

Obat antihistamin topikal tidak dianjurkan karena berisiko memperburuk kondisi ruam pada kulit kepala [2].

5. Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik juga dapat menjadi penyebab kepala sering gatal, terutama jika disertai pula dengan ruam kemerahan [2,7].

Biasanya, dermatitis atopik lebih umum juga timbul pada punggung lutut, bagian dalam siku, dan area tertutup dan rentan lembap lainnya [2,7].

Meski demikian, dermatitis atopik bersifat genetik, maka seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat dermatitis atopik akan berisiko lebih tinggi mengalaminya [2].

Penanganan : Karena pemicu dermatitis atopik beragam, cek kembali apakah sampo yang digunakan mengandung bahan kimia abrasif atau keras [2].

Jika ya, segera ganti dengan sampo berbahan kimia ringan, termasuk kondisioner yang aman bagi kulit kepala [2].

6. Psoriasis

Psoriasis jenis yang timbul di kulit kepala bisa menimbulkan rasa gatal yang berlebihan [1,2,8].

Meski mirip ketombe, psoriasis menyebabkan kerak atau plak tebal yang memenuhi kulit kepala [1,2,8].

Psoriasis baik yang timbul di kulit kepala maupun bagian tubuh lain masih tergolong sebagai penyakit autoimun [2,8].

Penanganan : Pemicu psoriasis bermacam-macam, bisa dikarenakan cuaca, efek obat tertentu, infeksi hingga stres [2,8].

Maka penanganan baru bisa ditentukan setelah menemukan pemicunya agar dapat menangani sesuai penyebab psoriasis [2,8].

7. Gangguan Saraf

Terdapat kemungkinan lain yang menyebabkan kepala sering gatal, yakni masalah saraf [2,9].

Gatal pada kepala karena gangguan saraf biasanya tidak akan menampakkan gejala apapun yang bisa terlihat pada kulit kepala [2,9].

Jika tidak terdapat ruam, luka, atau reaksi pada kulit kepala, terdapat potensi bahwa penderita mengalami neuropati [2,9].

Penanganan : Jika terjadi berulang tanpa adanya tanda fisik pada kulit kepala, segera ke dokter ahli saraf [2].

Periksakan diri untuk mengidentifikasi penyebab gatal tersebut sehingga dokter bisa segera memberi penanganan yang sesuai [2].

Terdapat berbagai penyebab kepala sering gatal yang umum terjadi, seperti contoh di atas; jika tidak dapat menangani sendiri, segera ke dokter untuk penanganan medis yang tepat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment