Ageusia: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Apa Itu Ageusia ?

Ageusia merupakan suatu kondisi langka di mana fungsi pengecapan dari lidah tidak berjalan sebagaimana mestinya, atau bisa dikatakan hilang fungsi pengecapan sepenuhnya [1, 2].

Ageusia ini bukan merupakan suatu kondisi yang membahayakan nyawa penderitanya, tetapi jelas akan membuat penderitanya tidak nyaman karena tidak dapat mendeteksi rasa apapun [1, 2].

Mengingat, jika fungsi pengecapan hilang, seseorang mungkin saja akan kehilangan nafsu makannya bahkan penurunan berat badan pun dapat terjadi karenanya [1].

Gejala Ageusia

Berikut ini merupakan beberapa gejala yang mungkin dapat terjadi pada seseorang yang menderita Ageusia [3]:

  • Kehilangan selera makan
  • Malnutrisi (kekurangan asupan nutrisi)
  • Penurunan berat badan
  • Kebutuhan untuk menghentikan obat-obatan tertentu
  • Sistem kekebalan tubuh menjadi rusak
  • Depresi (dalam kasus yang parah)

Penyebab Ageusia

Fungsi pengecapan ini banyak dipengaruhi oleh berbagai macam kondisi, termasuk [4]:

  • Flu
  • Infeksi sinus atau sinusitis
  • Infeksi tenggorokan, seperti radang tenggorokan dan faringitis
  • Infeksi kelenjar ludah
  • Merokok
  • Radang gusi, seperti gingivitis atau penyakit periodontal
  • Obat-obatan, termasuk lithium, obat tiroid, dan perawatan kanker
  • Sindrom sjogren, penyakit autoimun yang menyebabkan mulut kering dan mata kering
  • Cedera kepala atau telinga
  • Kekurangan nutrisi, terutama vitamin B-12 dan mineral seng

Selain itu, Ageusia ini diketahui juga merupakan salah satu bentuk gejala yang mungkin terjadi jika seseorang positif COVID-19 [5].

Berapa Lama Ageusia Berlangsung ?

Jika ditanyakan tentang berapa lama Ageusia ini dapat berlangsung maka jawabannya tentu tergantung dari keparahan dan penyebab yang mendasarinya [5].

Umumnya, Ageusia ini akan terjadi sampai kondisi yang menjadi penyebabnya benar-benar telah diobati. Untuk kasus Ageusia sebagai gejala dari COVID-19 mungkin akan berlangsung selama satu hingga tiga minggu [5].

Perlu juga diketahui bahwa, Ageusia sebagai bentuk dari gejala COVID-19 mungkin juga akan disertai dengan hilangnya fungsi indera penciuman atau disebut juga sebagai anosmia [5].

Perbedaan Antara Ageusia Dan Dysgeusia

Ageusia ini bukan satu-satunya gangguan yang mempengaruhi fungsi pengecapan, melainkan ada juga yang disebut dengan Disgeusia. Kedua kondisi ini meskipun sama-sama mengganggu fungsi pengecapan, ternyata berbeda satu sama lainnya [2].

Disgeusia sendiri masih memungkinkan penderitanya untuk mendeteksi satu rasa, sehingga semua makanan akan terasa sama rasanya. Namun, penderita Ageusia sama sekali tidak bisa mendeteksi rasa apapun [2].

Mengingat, Disgeusia ini disebabkan oleh rasa persisten di mulut, di mana satu rasa dapat menutupi rasa lainnya hingga makanan menjadi terasa sama saja [2].

Penderita Disgeusia mungkin akan dapat mendeteksi salah satu karakteristik rasa berikut ini [2]:

  • Busuk
  • Tengik
  • Kecut
  • Asin
  • Metalik

Diagnosis Ageusia

Dalam melakukan diagnosis terhadap Ageusia, dokter mungkin akan melakukan beberapa hal berikut ini [3]:

  • Mengidentifikas riwayat kesehatan
  • Melakukan pemeriksaan fisik
  • Melakukan tes kekuatan bahan kimia terendah yang dapat dicicipi
  • Membandingkan rasa bahan kimia yang berbeda
  • Melakukan tes gores dan tes hirup
  • Melakukan tes menyesap, meludah dengan menerapkan bahan kimia tertentu di area lidah
  • Melakukan tes stadium (stadium 3 berarti hilang fungsi pengecap secara total)

Pengobatan Ageusia

Gangguan fungsi pengecapan seperti Ageusia ini ada yang membutuhkan pengobatan khusus, ada juga yang tidak membutuhkan pengobatan. Mengingat, beberapa kasus gangguan fungsi pengecapan mungkin juga dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun [1].

Pengobatan Ageusia ini mungkin akan difokuskan pada faktor maupun penyebab yang mendasari. Bahkan, gangguan seperti Ageusia ini hingga kini masih belum memiliki terapi khusus untuk pengobatannya [1].

Jika Ageusia disebabkan oleh kondisi medis tertentu, atau konsumsi obat-obatan medis tertentu maka pengobatannya mungkin akan mencakup pemberhentian konsumsi obat (jika memungkinkan) [1, 3].

Dalam hal ini, dokter akan melihat kondisi pasien tersebut, jika konsumsi obat tidak memungkinkan untuk dihentikan karena kondisi medis dapat memburuk, maka mungkin dokter akan memberikan rekomendasi lain [1].

Hal ini mungkin akan terjadi pada pasien yang memiliki kondisi medis seperti kanker, diabetes mellitus, dan infeksi yang tidak terkontrol [1].

Rekomendasi dokter mungkin akan mencakup penggunaan suplemen seperti seng glukonat atau asam alfa-lipoat untuk memulihkan rasa [1, 3].

Hal ini lebih mungkin direkomendasikan pada pasien yang memiliki kondisi medis atau menjalani radioterapi maupun kemoterapi [1].

Suplemen tersebut mungkin akan dikonsumsi dalam dosis tertentu selama beberapa bulan sesuai dengan yang direkomendasikan oleh dokter [1].

Selain itu, dokter juga akan memberikan perawatan yang tepat pada kondisi medis yang menyebabkan Ageusia [3].

Jika Ageusia disebabkan oleh flu maka konsumsi antihistamin atau dekongestan mungkin akan membantu. Jika disebabkan oleh infeksi maka penggunaan antibiotik mungkin akan disarankan oleh dokter [5].

Namun, pengobatan yang dilakukan ada kemungkinan tidak dapat menyembuhkan Ageusia secara total [3].

Dalam arti bahwa, sesorang mungkin masih memiliki Ageusia dalam stadium yang lebih baik setelah pengobatan. Untuk itu, dokter mungkin akan merujuk pasien tersebut kepada ahli untuk memperbaiki kualitas hidup pasien [3].

Dengan demikian, meskipun Ageusia tidak benar-benar hilang, namun pasien masih dapat menjalani hidupnya dengan lebih baik daripada sebelum menjalani pengobatan [3].

Ada juga yang mengatakan bahwa, Ageusia ini dapat diatasi dengan memperbaiki kebiasaan gaya hidup seperti berhenti merokok maupun meningkatkan kebersihan mulut serta menangani penyakit gusi [5].

Pencegahan Ageusia

Pencegahan dari Ageusia ini mungkin termasuk hal yang sulit untuk dilakukan. Mengingat, banyak hal dan konsisi medis yang dapat menjadi penyebabnya [5].

Namun, risiko terkena Ageusia mungkin dapat diturunkan dengan melakukan beberapa hal berikut ini [5]:

  • Berhenti Merokok

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang dapat menyebabkan banyak dampak negatif pada tubuh manusia, baik dirinya sendiri maupun orang-orang disekitarnya.

Oleh karena itu, berhenti merokok dan berhenti mengonsumsi produk tembakau lain tidak hanya dapat menghindarkan seseorang dari Ageusia melainkan dari banyak penyakit lain juga.

  • Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi juga akan sangat membantu menghindarkan dari berbagai macam gangguan fungsi tubuh. Caranya, cukup dengan mengonsumsi air sejumlah yang direkomendasikan dokter maupun ahli kesehatan.

  • Jaga Kebersihan Tangan

Kebersihan tangan sangat penting dijaga agar tubuh kita juga terhindari dari berbagai infeksi apapun yang menyerang. Caranya, cukup dengan mempraktikkan cuci tangan yang benar.

  • Jaga Kerbersigan Gigi dan Mulut

Kebersihan gigi dan mulut juga harus dijaga, agar permalahan mulut termasuk lidah dapat dicegah. Memeriksakan diri kedokter gigi secara teratur mungkin akan sangat membantu.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment