7 Cara Mencegah Kemandulan Pria Sejak Dini

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Agar kehamilan bisa terjadi, harus ada peran sistem reproduksi yang sehat dari pihak wanita maupun pria. Sayangnya, tidak semua pasangan memiliki kondisi kesehatan reproduksi yang sama yang mengarah pada ketidaksuburan atau kemandulan.

Pada pria, kemandulan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari gangguan kesehatan hingga pola hidup tidak sehat. Hal-hal tersebut tidak seluruhnya bisa dicegah, misalnya pada kasus kelainan kromosom, tetapi kesehatan reproduksi pria bisa dijaga sejak dini melalui cara-cara berikut:

Menjaga berat badan

Sama seperti wanita yang memiliki masalah kesuburan karena kekurangan atau kelebihan berat badan, pria juga bisa mengalami hal yang serupa.

Kondisi semen yang tidak normal, misalnya hanya mengandung sedikit sperma atau pergerakan sperma lambat, diketahui meningkat risikonya bersamaan dengan pertambahan berat badan yang tidak sehat. Pria yang kelebihan berat badan didapati memiliki kadar testosterone yang rendah namun kadar estrogennya meningkat. [1, 2, 3]

Kondisi seperti ini bisa mengganggu sinyal dari otak yang bertugas mengatur pertumbuhan sperma.

Pria yang kelebihan berat badan juga berisiko mengalami gangguan spermatogenesis, suatu proses pembentukan sperma, akibat meningkatnya suhu skrotum.

Menjaga pola makan yang sehat dengan gizi seimbang serta rutin berolahraga adalah cara untuk mencegah risiko potensial ini.

Berhenti merokok

Merokok bisa menyebabkan menurunnya tiga faktor utama yang menentukan kualitas sperma seorang pria, yaitu jumlah, pergerakan, serta bentuk sperma. [1, 2, 3, 4]

Studi menunjukkan bahwa kerusakan pada sperma akibat merokok tidak selalu bersifat permanen dan bisa dipengaruhi oleh jumlah rokok yang dihisap dalam sehari serta sudah berapa lama menjadi perokok.

Tingkat kesuburan pria bisa kembali normal sepenuhnya dalam waktu satu tahun setelah berhenti merokok. [2]

Mengurangi atau berhenti mengonsumsi alkohol

Pria yang mengonsumsi alkohol diketahui kesuburannya terdampak, menurut beberapa penelitian. Pria yang mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak (lima gelas atau lebih dalam sehari) bisa memiliki kadar testosterone yang rendah serta mengalami penurunan kualitas serta jumlah sperma. [1, 3]

Alkohol juga berkaitan dengan impotensi pada pria.

Mengurangi konsumsi alkohol atau berhenti samasekali bisa segera mengembalikan efek samping terhadap sperma yang telah disebutkan tadi.

Menjaga testis tetap sejuk

Jumlah dan kualitas sperma bisa dipengaruhi oleh kebiasaan menggunakan sauna atau berendam di air panas. Paparan panas ini memang tidak memiliki efek permanen terhadap sperma, dan sperma akan kembali ke jumlah dan kualitas normal dalam beberapa bulan setelah berhenti menggunakan sauna.

Selain itu, pria juga harus berhati-hati dengan kebiasaan sehari-hari yang bisa meningkatkan suhu testis, misalnya memangku laptop tanpa cooling pad atau memakai celana yang terlalu ketat.

Menjaga asupan nutrisi

Makanan yang mengandung antioksidan tinggi sangat bermanfaat bagi kesehatan reproduksi pria.

Jenis-jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi termasuk yang mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin E, lemak omega 3, serta asam folat. [1]

Almond dan kacang kenari adalah pilihan camilan yang bagus, seperti juga kacang dan biji-bijian lainnya, karena mengandung selenium, zinc dan copper yang bisa membantu menjaga jumlah sperma. Bahkan, sebuah studi menemukan bahwa pria yang makan sekitar 2.5 ons walnut setiap hari memiliki kualitas sperma yang lebih baik. [3]

Kurangi makanan yang mengandung lemak jenuh dan pengawet, serta yang bisa menyebabkan risiko gangguan penyakit seperti diabetes atau obesitas.

Hindari hubungan seksual yang tidak aman

Penyakit menular seksual, misalnya chlamydia dan gonorrhea, adalah beberapa penyebab kemandulan. Baik pria maupun wanita sebaiknya menghindari hubungan seksual berisiko seperti ini karena penyakit yang ditularkan secara seksual bisa menyebabkan prostatitis atau peradangan prostat pada pria. [1, 3]

Kendalikan dan hindari stres

Pria yang terus menerus mengalami stres atau kurang tidur bisa mengalami gangguan pada kelenjar adrenal-nya, yang kemudian akan mempengaruhi produksi sperma.

Luangkan waktu untuk bersantai, tidur cukup selama 7 hingga 8 jam setiap hari, serta melakukan hobi yang menyenangkan.

Meskipun ada banyak faktor penyebab ketidaksuburan pria yang tidak bisa dicegah atau diketahui dengan pasti, namun perubahan pola hidup seperti yang telah dipaparkan diatas telah diketahui bisa memberikan perubahan besar pada pria yang kebiasaan-kebiasaan tidak sehatnya mempengaruhi kesuburan.

Penting bagi semua pria yang berencana untuk memiliki keturunan untuk menjaga pola hidup yang sehat sejak awal.
Sperma membutuhkan sekitar 74 hari untuk menjadi matang, yang artinya pria yang melakukan perubahan pada pola hidupnya hanya perlu menunggu tiga bulan untuk mulai merasakan perbaikan pada kualitas spermanya. [3]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment