Epidural Hematoma: Gejala – Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Apa Itu Epidural Hematoma?

Epidural hematoma adalah perdarahan yang terjadi di antara bagian dalam tengkorak dan selubung luar otak (disebut dura) [1].

Epidural hematoma merupakan salah satu kondisi yang mengancam jiwa, yang mungkin memerlukan intervensi segera [2].

Epidural hematoma ini juga dapat dikaitkan dengan morbiditas dan mortalitas yang signifikan jika tidak segera ditangani dengan tepat [2].

Oleh karena itu, mengetahui gejala, penyebab hingga pencegahannya menjadi penting. Simak penjelasannya dibawah ini.

Fakta Epidural Hematoma

Berikut ini merupakan beberapa fakta terkait dengan epidural hematoma yang perlu untuk diketahui [6]:

  • Epidural hematoma terjadi sekitar 2% dari semua kasus cedera kepala
  • Epidural hematoma terjadi sekitar 15% dari semua kasus trauma kepala yang fatal atau parah
  • Laki laki lebih sering terkena epidural hematoma dibandingkan perempuan
  • Usia rata rata pasien epidural hematoma yaitu sekitar 20 hingga 30 tahun
  • Dalam epidural hematoma, presentasi tipikal atau hilangnya kesadaran awal setelah trauma terjadi sekitar 14 hingga 21% pada pasien
  • Epidural hematoma fossa posterior merupakan kejadian langka
  • Epidural hematoma fossa posterior menyebabkan sekitar 15 % dari semua lesi massa intracranial pasca trauma

Gejala Epidural Hematoma

Gejala epidural hematoma diketahui berbeda beda bergantung pada tingkat keparahannya [3].

Gejala epidural hematoma ini waktu kemunculannya beragam, dapat langsung muncul beberapa menit setelah cedera atau bahkan baru muncul setelah beberapa jam mengalami cedera kepala [3].

Adapun gejala gejala umum dari epidural hematoma antara lain [1, 3] :

  • Merasa kebingungan yang datang tiba tiba
  • Merasa pusing yang tidak dapat dijelaskan alasannya
  • Merasa mengantuk atau mengalami penurunan kewaspadaan
  • Merasakan sakit kepala yang parah
  • Merasa mual yang tidak dapat dijelaskan alasannya
  • Muntah
  • Mengalami kejang
  • Pupil membesar hanya di salah satu mata
  • Mengalami kehilangan penglihatan di satu sisi
  • Mengalami kelemahan di satu bagian tubuh, umumnya terjadi disisi yang berlawanan dengan pupil yang membesar
  • Mengalami sesak napas atau perubahan lain dalam pola pernapasan

Gejala epidural hematoma yang parah bahkan dapat menyebabkan [3] :

  • Kehilangan kesadaran atau pingsan yang berulang (pingsan sebentar, kemudian bangun, kemudian pingsan kembali)
  • Koma

Penyebab Epidural Hematoma

Epidural hematoma sering kali disebabkan oleh patah tulang tengkorak selama masa kanak-kanak atau remaja [1].

Di mana, membran yang menutupi otak tidak melekat erat ke tengkorak seperti pada orang tua dan anak-anak di bawah 2 tahun [1].

Patah tulang tengkorak ini dapat mengakibatkan pecahnya pembuluh darah arteri yang kemudian mengeluarkan darah ke ruang antara dura dan tengkorak [1].

Selain pendarahan arteri, pendarahan vena juga dapat menjadi penyebab timbulnya epidural hematoma [4].

Pendarahan ini kemudian menyebabkan mengumpulnya darah yang menekan otak (tekanan intraktinal) yang meningkat dengan cepat [1].

Patah tulang tengkorak ini umumnya terjadi karena kecelakaan sepeda motor, sepeda, skateboard, papan seluncur salju, atau kecelakaan mobil [1].

Adapun faktor risiko atau orang orang yang memiliki risiko lebih tinggi terkena epidural hematoma antara lain [3, 4] :

  • Orang dewasa yang lebih tua
  • Orang yang mengalami kesulitan berjalan tanpa jatuh
  • Orang yang pernah mengalami trauma di kepala sebelumnya
  • Minum alkohol, yang meningkatkan risiko jatuh dan kecelakaan lainnya
  • Orang-orang yang pekerjaannya melibatkan risiko jatuh
  • Atlet dalam olahraga kontak atau olahraga dengan risiko jatuh, seperti senam
  • Orang yang bersepeda tanpa memakai helm
  • Orang yang memakai obat pengencer darah
  • Orang yang tidak memakai sabuk pengaman di dalam kendaraan

Kapan Harus Kedokter

Segera periksakan diri kedokter jika mengalami gejala berikut ini [1] :

  • Kehilangan memori atau ingatan
  • Mengalami masalah kesulitan untuk fokus
  • Mengalami pusing
  • Mengalami sakit kepala
  • Kegelisahan
  • Mengalami masalah bicara
  • Mengalami kesusahan atau tidak bisa menggerakan di bagian tubuh
  • Kesulitan bernapas
  • Kejang
  • Pupil mata membesar atau pupil ukurannya tidak sama
  • Responsivitas menurun
  • Mengalami hilang kesadaran

Lebih dari itu, epidural hematoma adalah cedera kepala yang berpotensi mengancam jiwa jika tidak ditangani, karena menimbulkan konsekuensi serius, termasuk kematian [5].

Untuk itu, jika mengalami cedera kepala maka sangat disarankan segera memeriksakan diri kedokter untuk mengurangi risiko komplikasi jangka panjang [5].

Semakin cepat epidural hematoma diketahui maka akan semakin baik untuk mencegah keparahan dan komplikasi jangka panjang yang mungkin ditimbulkan.

Komplikasi Epidural Hematoma

Berikut ini merupakan beberapa komplikasi yang mungkin dapat ditimbulkan oleh penyakit epidural hematoma [1] :

  • Cedera otak permanen juga dapat terjadi bersama dengan gejala kejang yang bertahan selama beberapa bulan
  • Herniasi otak dan koma permanen
  • Hidrosefalus tekanan normal, yang dapat menyebabkan kelemahan, sakit kepala, inkontinensia, dan kesulitan berjalan
  • Kelumpuhan atau hilangnya kemampuan merasa (yang dimulai saat cedera)

Pengobatan Epidural Hematoma

Jika dokter mencurigai seseorang menderita hematoma epidural, maka hal pertama yang akan dilakukan yaitu tes pencitraan, seperti CT scan, MRI, atau elektroensefalogram [4].

Dengan melakukan tes tersebut maka hasil pemindaiannya akan membantu dokter melihat adanya perdarahan di otak [4].

Dari hasil penglihatan tersebut, akan diketahui tingkat pendarahan di otak atau keparahan epidural hematoma.

Tingkat keparahan kondisi dan gejala epidural hematoma umumnya akan dijadikan patokan dalam penentuan pengobatan dan perawatan yang direkomendasikan [3].

Selain itu, cedera atau kondisi kesehatan lain juga dapat mempengaruhi pengobatan epidural hematomanya [3].

Adapun, pengobatan yang dilakukan untuk epidural hematoma secara umum antara lain :

  • Operasi

Operasi merupakan salah satu metode pengobatan yang umumnya akan direkomendasikan dalam kebanyakan kasus oleh dokter [3].

Adapun tujuan dari operasi ini adalah untuk mengangkat epidural hematoma yang umumnya juga melibatkan kraniotomi [3].

Dalam proses pembedahannya, sebagian tengkorak akan dibuka agar dapat menghilangkan hematoma dan mengurangi tekanan pada otak [3].

Namun, untuk epidural hematoma yang hematoma sangat kecil dan tidak menimbulkan penekanan pada otak, maka dapat dilakukan prosedur penyedotan hematoma melalui lubang kecil di tengkorak [3].

  • Penggunaan Obat Obatan Medis

Sebelum kraniotomi atau aspirasi, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengurangi peradangan dan tekanan intracranial, seperti agen hiperosmotik atau obat pengurang pembengkakan seperti mannitol, gliserol dan larutan garam hipertonik [3, 5].

Selain itu, dokter mungkin meresepkan atau merekomendasikan obat pereda nyeri atau obat anti inflamasi untuk memudahkan pemulihan seseorang [5].

Setelah hematoma dihilangkan, dokter mungkin akan meresepkan obat anti kejang, untuk mencegah komplikasi dari cedera kepala [3].

Penggunaan obat dalam perawatan epidural hematoma ini mungkin perlu diminum selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun [3].

  • Terapi Rehabilitasi

Pengobatan epidural hematoma diketahui juga dapat dilakukan dengan menggunakan terapi rehabilitasi [3].

Baik dalam bentuk terapi fisik, terapis okupasi, atau terapis lain yang dapat membantu mengelola gejala dan kecacatan yang disebabkan oleh epidural hematoma, seperti [3, 5]:

  1. Inkontinensia
  2. Kesulitan berjalan
  3. Kelumpuhan atau kehilangan sensasi
  4. Kendali kandung kemih
  5. Keterampilan bicara yang hilang

Dalam terapi rehabilitasi ini umumnya akan merekomendasikan latihan untuk meningkatkan kemampuan fisik, bersama dengan strategi penanggulangan lainnya [3].

  • Perawatan Rumahan

Proses pemulihan epidural hematoma ini diketahui membutuhkan waktu setidaknya selama enam bulan pertama setelah pengobatan dilakukan atau bahkan hingga dua tahun [3].

Untuk membantu proses pemulihan tersebut, maka dokter umumnya akan merekomendasikan untuk melakukan perawatan rumahan seperti [3]:

  1. Ikuti rencana perawatan yang direkomendasikan
  2. Beristirahatlah saat merasa lelah
  3. Usahakan untuk cukup tidur di malam hari
  4. Tingkatkan tingkat aktivitas secara bertahap
  5. Hindari olahraga kontak
  6. Hindari alkohol

Pencegahan Epidural Hematoma

Untuk mencegah terjadinya epidural hematoma maka yang perlu dilakukan adalah dengan mencegah cedera dikepala [2].

Cedera dikepala ini umumnya dapat terjadi sebagai akibat dari kecelakaan baik karena aktivitas harian, olahraga maupun kendaraan bermotor.

Namun, untuk menghindari terjadinya kecelakaan diketahui tidak selalu mungkin dapat dilakukan [3].

Meskipun demikian, walaupun tidak selalu mungkin dihindari menurunkan risiko cedera dengan melakukan beberapa tindakan pencegahan keamanan sederhana tetap dapat dilakukan [3].

Adapun tindakan pencegahan keamaan sederhana yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko cedera antara lain [1, 2, 3] :

  • Selalu mengunakan sabuk pengaman saat bepergian dengan kendaraan bermotor
  • Selalu menggunakan helm yang dipasang dengan benar saat bersepeda, bermain olahraga kontak, atau berpartisipasi dalam aktivitas santai atau kerja lainnya dengan risiko tinggi cedera kepala
  • Pastikan juga helm yang digunakan telah memenuhi standar keamanan yang berlaku
  • Gunakan sabuk pengaman setiap kali mengemudi atau mengendarai kendaraan bermotor dengan baik dan benar
  • Pastikan kursi mobil atau motor dipasang dengan benar
  • Jaga rumah, pekarangan, dan tempat kerja dalam kondisi baik untuk meminimalkan bahaya tersandung dan menurunkan risiko jatuh
  • Ikuti tindakan pencegahan keselamatan ditempat kerja dan dalam lingkungan olahraga atau rekreasi

Tindakan pencegahan dasar ini jika dilakukan dapat membantu melindungi kepala dan otak dari cedera [3].

Dengan risiko cedera kepala dan otak yang menurun maka diharapkan epidural hematoma yang disebabkan cedera kepala dan otak dapat dicegah.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment