Fakoemulsifikasi: Fungsi, Prosedur dan Risikonya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Fungsi Fakoemulsifikasi

Fakoemulsifikasi adalah prosedur di mana perangkat ultrasonik digunakan untuk memisahkan dan kemudian mengeluarkan katarak, dari mata untuk memperbaiki penglihatan penglihatan.[1]

Pada awalnya, katarak hanya menutupi sebagian kecil lensa yaitu bagian mata yang berfungsi untuk memfokuskan cahaya ke retina. Namun, seiring pertumbuhannya, katarak dapat menutupi sebagian besar lensa sehingga penglihatan pasien menjadi sangat keruh. Pada kondisi seperti ini, dokter akan merekomendasikan fakoemulsifikasi untuk mengatasinya.[1]

Bukan hanya pada penderita katarak, dokter juga akan merekomendasikan prosedur ini pada seseorang ketajaman penglihatannya berhubungan dengan profesi seperti pengemudi, pilot, atau pengoperasi mesin dan peralatan. [2]

Fakoemulsifikasi aman dan dapat dilakukan pada pasien dari segala usia, termasuk bayi dengan katarak bawaan dan orang yang lebih tua.[2]

Pasien yang berisiko lebih tinggi terkena katarak juga dapat mempertimbangkan prosedur ini. Ini termasuk pasien diabetes, hipertensi, dan obesitas serta mereka yang mengalami cedera dan trauma pada mata yang mengakibatkan penglihatan keruh atau kabur.[2]

Persiapan Fakoemulsifikasi

Sebelum menjalani prosedur, ada beberapa persiapan yang perlu pasien lakukan yaitu:[3]

  • Dokter akan melakukan pemeriksaan mata lengkap pada pasien seperti memeriksa bagian luar mata, seperti kelopak mata, kornea, pupil, dan lensa.
  • Memberitahu dokter mengenai riwayat kesehatan dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
  • Pasien dengan diabetes, retinopati diabetik, penyakit autoimun, glaukoma, penyakit kornea, dan degenerasi makula terkait usia mungkin memerlukan diskusi khusus.
  • Jika pasien menggunakan lensa kontak, pasien harus melepasnya selama 7 hari sebelum prosedur.
  • Sebaiknya pasien membawa kaca mata hitam untuk berjaga-jaga.
  • Pastikan ada kerabat atau keluarga yang menemani selama dan setelah prosedur.

Prosedur Fakoemulsifikasi

Secara umum, rangkaian prosedur fakoemulsifikasi adalah:[2]

  • Dokter akan memberikan anestesi lokal untuk pasien dewasa dan anestesi umum untuk pasien anak.
  • Kemudian dengan menggunakan mikroskop, dokter membuat sayatan kecil di mata, pada sisi kornea. Cairan viskoelastik lalu disuntikkan untuk melindungi jaringan intraokular dan mengurangi syok.
  • Sayatan lain dibuat di selaput yang mengelilingi katarak sehingga dengan mudah dapat dipisahkan dari korteks menggunakan aliran air
  • Jarum titanium yang disebut probe phaco kemudian dimasukkan ke dalam kornea dan diarahkan ke inti pusat katarak di tempat yang paling padat. Alat ini bergetar dengan kecepatan tinggi untuk memecah katarak menjadi potongan-potongan kecil, yang kemudian disedot oleh lubang kecil di ujung probe.
  • Saat inti pusat katarak dihilangkan, probe bergerak ke bagian perifer lensa, selanjutnya bagian depan kapsul lensa dan sebagian kecil lensa mata juga akan dihilangkan.
  • Selanjutnya, lensa introkular (IOL) atau buatan dipasang pada kapsul lensa menggunakan injektor. Implan permanen ini akan menggantikan bagian depan lensa mata, sedangkan bagian belakang lensa yang tersisa akan menahan implan lensa.
  • Dokter lalu mengeluarkan cairan iskoelastik yang dimasukkan pada awal prosedur.
  • Terakhir, sayatan ditutup dengan jahitan.
  • Pasien hanya bisa menjalani operasi ini untuk satu mata. Jika kedua mata pasien mengalami katarak maka membutuhkan selang waktu 2 minggu untuk melakukan operasi lagi.

Setelah selesai prosedur, dokter akan meresepkan tetes mata yang terdiri dari antibiotik, steroid, dan obat antiinflamasi non steroid. Tetes mata ini mampu mengurangi peradangan dan mencegah infeksi. Antibiotik biasanya dihentikan dalam 7-10 hari.

Anti-inflamasi steroid dan non-steroid diteteskan selama 3-6 minggu tergantung pada pembedahan. Penglihatan pasien cenderung membaik selama 4-5 minggu.[4]

Risiko Fakoemulsifikasi

Beberapa risiko yang mungkin terjadi akibat fakoemulsifikasi adalah:[1]

  • Pendarahan
  • Penglihatan ganda
  • Ablasi retina, yaitu retina yang terlepas saat prosedur
  • Endophthalmitis, infeksi pada bola mata
  • Glaukoma, saraf mata rusak akibat tingginya tekanan pada bola mata
  • Dalam kasus yang sangat jarang, prosedur ini dapat menyebabkan kebutaan

Hasil Fakoemulsifikasi

Hasil yang normal berdampak positif terhadap pasien seperti:[1]

  • Tidak perlunya mengenakan kaca mata atau kontak lensa lagi
  • Meningkatkan ketajaman penglihatan
  • Dapat membuat pasien melanjutkan aktivitas normal yang mungkin terhenti karena gangguan penglihatan akibat katarak, seperti mengemudi, membaca, atau olahraga.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment