Jamur Chanterelle: Manfaat – Efek Samping dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Sekilas Tentang Jamur Chanterelle

Jamur chanterelle merupakan jenis yang termasuk kedalam golongan basidiomycota dan berada di dalam keluarga chantarellaceae. Jamur chanterelle memiliki nama latin Chantharellus cibarius.

Jamur chanterelle mudah ditemui di berbagai belahan dunia, seperti Eropa, Amerika dan Asia. Selain itu, jamur chanterelle memiliki beberapa nama dari setiap daerahnya, yaitu jamur emas atau jamur terompet.

Di Eropa dan Amerika jamur chanterelle memiliki harga ekonomi yang sangat tinggi dan sering kali digunakan dalam berbagai macam campuran masakan, seperti saus krim putih [1,2].

Karakteristik Jamur Chantharelle

Jamur chantharelle memiliki beberapa karakteristik yang mudah dikenali apabila kita teliti. Beberapa karakteristik itu, seperti tudung yang memiliki warna kuning keemasan dan berbentuk corong yang hampir menyerupai terompet dengan batang yang sedikit besar.

Jamur Chanterelle

Selain itu, jamur chanterelle memiliki bagian berlipat dibawah tudung yang menyerupai sebuah gelombang. Jamur chanterelle juga memiliki bau seperti buah segar atau lebih mirip dengan bau buah aprikot.

Kemudian pada segi rasa, jamur chanterelle memiliki rasa yang sedikit pedas dan pada segi tekstur jamur chanterelle memiliki tekstur yang lumayan kenyal [1,3]

Perbedaan Jamur Chanterelle dan Jamur False Chanterelle

Terkadang beberapa orang sangat senang ketika menemukan jamur chanterelle karena rasa dan harganya yang mahal. Namun, ketika diamati lebih teliti jamur tersebut bukanlah jamur chanterelle melainkan Hygrophoropsis aurantiaca.

Hygrophoropsis aurantiaca (false chanterelle)

Hygrophoropsis aurantiaca memiliki perbedaan dengan jamur chantarelle, yaitu pada warnanya dimana jamur chantarelle memiliki warna kuning keemasan yang merata, sedangkan hygrophoropsis memiliki gradasi atau perubahan warna dari kuning pada bagian luar dan menjadi oranye pada bagian dalam.

Selain itu, ukuran jamur chanterelle juga lebih kecil dari jamur hygrophoropsis. Dan satu hal lagi yang membedakan adalah jika jamur chanterelle memiliki bau seperti buah aprikot, sedangkan jamur hygrophoropsis tidak memiliki bau [1,2,3]

Kandungan Gizi Pada Jamur Chanterelle

Berikut kandungan gizi pada 100 gram jamur chantarelle mentah :

NamaJumlahUnit
Energi160kJ
Karbohidrat6.86g
Gula1.16g
Lemak0.53g
Protein1.49g
Riboflavin0.215mg
Niasin4.085mg
Asam Pantotenat1.075mg
Vitamin B-60.044mg
Vitamin D5.3μg
Kalsium15mg
Zat Besi3.47mg
Magnesium13mg
Manganese0.286mg
Fosfor57mg
Kalium506mg
Sodium9mg
Zinc0.71mg
Air90g

Jamur chanterelle memiliki kandungan kalium yang tinggi didalamnya yang dapat berfungsi dalam mengatasi berbagai macam penyakit kardiovaskular di dalam tubuh [9].

Kandungan Senyawa Pada Jamur Chantarelle

Jamur chanterelle memiliki berbagai macam senyawa di dalamnya yang menjadikan jamur ini memiliki harga yang lumayan tinggi. Salah satu senyawa yang ada di dalam jamur chanterelle adalah kalsium.

Senyawa kalsium memiliki peranan yang sangat kompleks di dalam tubuh, terutama yang berkaitan dengan tulang. Kalsium memiliki peranan dalam pertumbuhan dan perkembang pada tulang.

Selain itu, jamur chanterelle juga memiliki beberapa senyawa antioksidan di dalamnya. Senyawa antioksidan yang ada di dalam jamur chanterelle memiliki fungsi dalam mencegah efek radikal bebas dan mencegah terjadinya penyakit kanker.

Jamur chanterelle memiliki senyawa yang dapat menunjang kesehatan bagi tubuh.

Manfaat Jamur Chantarelle Untuk Kesehatan

Selain karena rasanya yang nikmat dan dihargai dengan harga yang sangat tinggi, jamur chanterelle juga memiliki berbagai macam kandungan gizi yang dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.

Berikut ini beberapa manfaat pada jamur chantarelle :

  • Antibakteri

Jamur chanterelle memiliki senyawa yang tidak dimiliki oleh jenis jamur yang lainnya. Senyawa tersebut merupakan senyawa yang dapat membunuh hewan namun sangat berguna bagi kesehatan tubuh, senyawa itu adalah insektisida.

Jamur chanterelle memiliki senyawa insektisida di dalamnya yang berguna sebagai pelindung pada jamur chanterelle dari serangga. Namun, senyawa ini justru tidak berbahaya bagi manusia bahkan senyawa ini memberikan manfaat bagi tubuh untuk melawan bakteri yang ada di dalam tubuh [2,3]

  • Anti-Kanker

Satu lagi kandungan khas dari semua jenis jamur juga terdapat pada jamur chantarelle, yaitu senyawa D-fraction. D-fraction merupakan senyawa yang dapat melawan sel kanker dengan beberapa cara.

Salah satu cara senyawa D-fraction dalam menghadapi sel kanker adalah dengan memberikan rangsangan awal pada sistem pertahanan tubuh mengenai sel yang mengalami perkembangan tidak normal.

Selain itu, D-fraction juga dapat mencegah terjadinya kanker payudara dengan cara mengurangi kadar hormon esterogen pada perempuan yang telah mengalami masa monopause [8].

D-fraction adalah senyawa khas yang dimiliki oleh semua jenis jamur dengan kadar yang berbeda-beda.

Jamur chantarelle juga diketahui dapat menjaga kesehatan jantung dengan kandungan senyawa beta-glukannya. Beta-glukan merupakan senyawa yang dapat larut di dalam air dan merupakan senyawa khas pada jamur.

Beta-glukan diketahui dapat mengurangi kadar kolesterol di dalam tubuh, sehingga dapat mencegah terjadinya penumpukan kolesterol yang menempel pada organ jantung ataupun pada dinding pembuluh darah yang dapat memperberat kinerja jantung [3,7,8]

  • Sumber Vitamin B

Jamur chantarelle merupakan jenis jamur yang kaya akan berbagai macam jenis vitamin B di dalamnya, sebut saja senyawa seperti niasin, asam pantotenat, riboflavin, dan vitamin-B6 yang merupakan jenis-jenis dari vitamin B.

Vitamin B memiliki berbagai macam manfaat untuk menunjang kesehatan tubuh, contohnya seperti riboflavin yang merupakan salah satu senyawa yang dapat mengkonversi karbohidrat, protein dan gula menjadi energi yang kemudian di salurkan keseluruh sel-sel tubuh [3,7].

Vitamin B merupakan jenis vitamin yang memiliki berbagai macam jenis dan jamur chanterelle memiliki beberapa jenis dari vitamin B tersebut.
  • Meningkatkan Kinerja Otak

Mengonsumsi jamur chantarelle memang nikmat dan juga lezat, namun bukan hanya itu saja yang di dapatkan. Mengonsumsi jamur chanterelle dapat memberikan asupan yang baik bagi otak sehingga dapat meningkatkan kinerja otak.

Beberapa senyawa yang diketahui dapat meningkatkan kinerja otak pada jamur chantarelle adalah vitamin-B6, asam pantotenat dan juga fosfor. Asam pantotenat dan fosfor merupakan senyawa yang dapat menambah dan menguatkan fungsi kognitif otak dalam hal mengingat.

Sedangkan vitamin B6 merupakan senyawa yang dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk neurotransmitter. Neurotransmiter merupakan senyawa kimia yang membawa sinyal dari satu sel ke sel yang lainnya.

Senyawa neurotransmiter ini dibutuhkan oleh tubuh untuk memproses daya ingat dan juga digunakan dalam meningkatkan kinerja otak [2,3]

Mengonsumsi jamur chanterelle selain nikmat dan lezat juga dapat memberikan manfaat kesehatan yang baik untuk kesehatan.

Efek Samping Jamur Chantarelle

Jamur chantarelle yang dikenal dengan jamur mahal dengan rasa yang nikmat dan kandungan gizi yang menyehatkan di dalamnya, bukan berarti tidak dapat menimbulkan efek samping bagi tubuh. Jamur chanterelle juga memiliki beberapa efek samping apabila dikonsumsi terlalu berlebihan.

Berikut ini beberapa efek samping yang ditimbulkan jamur chantarelle pada tubuh :

Jamur chantarelle memang nikmat dan menyehatkan, namun tidak menutup kemungkinan beberapa orang tidak dapat mengonsumsinya dikarenakan alergi pada jamur.

Hal ini dikarenakan jamur chantarelle memiliki spora yang terdapat dibawah tudungnya. Spora-spora ini terkadang dapat menimbulkan beberapa gejala alergi, seperti sesak nafas atau asma, gatal-gatal atau bahkan gangguan pada paru-paru.

Apabila mengalami reaksi alergi pada tubuh ketika mengonsumsi jamur chantarelle akan lebih baik jika menghentikan pengomsumsianya untuk sementara dan konsultasikan hal ini kepada dokter.

  • Rematik

Mengonsumsi jamur chanterelle secara berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek sasmping seperti rematik. Rematik adalah kondisi dimana bagian sendi pada tubuh mengalami rasa nyeri dan tidak dapat bergerak leluasa.

Hal ini disebabkan karena kandungan beta glukan yang terlalu banyak di dalam tubuh. Senyawa beta-glukan yang terlalu banyak ini akan menyebabkan bagian sendi tubuh mengalami peradangan dan memunculkan rasas nyeri pada sendi.

Pada dasarnya mengonsumsi sesuatu berlebihan memang dapat mendatangkan beberapa masalah pada kesehatan tubuh, tak terkecuali mengonsumsi jamur chanterelle.

Tips Menyimpan Jamur Chanterelle

Dikarenakan jamur chanterelle yang memiliki harga ekonomi yang tinggi maka pada saat melakukan penyimpanan harus benar-benar tepat agar jamur chanterelle tidak mudah membusuk dan layu.

Berikut ini tips-tips dalam menyimpan jamur chanterelle :

  • Bersihkan Jamur Chanterelle

Jamur chanterelle yang akan disimpan akan lebih baik jika di bersihkan terlebih dahulu. Namun pembersihan jamur chanterelle tidak perlu menggunakan air.

Membersihkan jamur menggunakan air hanya akan mengakibatkan jamur chanterelle mengalami perubahan tekstur dan bahkan dapat menghancurkan tekstur jamur.

Cukup bersihkan jamur chanterelle menggunakan tisu dan pisau dari kotoran yang melekat pada jamur atau potong bagian jamur yang tidak dapat dibersihkan dengan pisau [1].

  • Bungkus Jamur Dengan Kertas

Sebelum menyimpannya di dalam kulkas pada rak khusus sayuran, akan lebih baik jika jamur chanterelle disimpan dalam keadaan terbungkus dengan kertas.

Hal ini bertujuan untuk menyerap embun yang dihasilkan ketika jamur disimpan di dalam kulkas. Embun-embun ini apabila dibiarkan melekat pada jamur chanterelle akan menyebabkan jamur chanterelle karena air tersebut akan diserap di dalam jamur dan menyebabkan pembusukan [4,6].

  • Jangan Membekukan Jamur Chanterelle

Jamur chanterelle memang baik disimpan di dalam kulkas, namun bukan disimpan di dalam freezer dan membekukannya. Jamur chanterelle yang dibekukan dapat membuat rasa pada chanterelle menjadi pahit dan tidak enak.

Selain itu, tekstur pada jamur chanterelle juga dapat berubah menjadi sedikit lembek dan tidak kenyal akibat dibekukan. Daripada, membekukan jamur chanterelle akan lebih baik jika jamur chanterelle dikeringkan [3].

Untuk menyimpan jamur chanterelle diperlukan cara yang sedikit berbeda dengan jamur lainnya, seperti tidak boleh membekukan jamur chanterelle.

Tips Konsumsi Jamur Chanterelle

Karena rasa dan tekstur jamur chanterelle yang begitu nikmat, jamur ini sering kali digunakan sebagai masakan di restoran-restoran terkenal di Eropa dan Amerika.

Berikut ini kandungan gizi pada jamu chanterelle:

Sup Krim Jamur Chanterelle

  • Siapkan jamur chanterelle yang akan digunakan
  • Bersihkan jamur chanterelle menggunakan tisu atau pisau.
  • Potong-potong jamur menjadi beberapa bagian.
  • Siapkan bahan lain, seperti krim soup base yang tersedia di supermarket, bawang putih, bawang merah, bawang bombai, garam, gula, pasterseli dan sedikit penyedap.
  • Masukkan krim soup base ke dalam air dan aduk sampai tercampur rata.
  • Potong- potong bawang merah, bawang putih dan bawang bombay.
  • Kemudian tumis semua bawang dan jamur hingga harum.
  • Sebelumnya siapkan jamur chanterelle yang telah dihaluskan dengan blender.
  • Setelah itu, masukkan adonan krim soup base ke dalamnya dan aduk sampai rata dan tambahkan juga jamur chanterelle yang telah dihaluskan.
  • Tambahkan gula, garam dan penyedap sesuai selera dan masak hingga jamur sedikit mulai layu.
  • Setelah matang tiriskan pada piring dan taburkan pasterseli diatasnya.
  • Sup krim jamur chanterelle siap dinikmati [3,6].

Telur Dadar Chanterelle

  • Siapkan jamur chanterelle yang akan digunakan.
  • Bersihkan jamur chanterelle menggunakan tisu dan juga pisau agar kotoran yang menempel dapat hilang.
  • Potong-potong jamur chanterelle menjadi potongan yang kecil.
  • Siapkan juga bahan lain, seperti telur, daun bawang, cabai, bawang bombai, garam, gula, dan merica bubuk.
  • Pecahkan telur dan taruh pada mangko lalu kocok sampai bagian kuning dan putih tercampur.
  • Potong-potong daun bawang, cabai rawit, dan bawang bombay menjadi irisan yang tipis.
  • Masukkan potongan daun bawang, jamur chanterelle, cabai rawit dan bawang bombay pada adonan telur.
  • Tambahkan juga garam, gula, merica bubuk dan penyedap pada telur dan aduk sampai semuanya tercampur.
  • Siapkan penggorengan dan tambahkan minyak.
  • Masukkan adonan dan goreng hingga matang.
  • Setelah matang pindahkan pada piring dan telur dadar chanterelle siap dihidangkan [3,6]
Jamur chanterelle dapat diolah menjadi berbagai macam masakan yang nikmat sekaligus bergizi yang dapat mendatangkan manfaat baik bagi kesehatan
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment