Limfoma Burkitt : Penyebab – Gejala dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Limfoma Burkitt adalah bagian dari limfoma non-Hodgkin dimana kanker menyerang sel imun yang disebut dengan sel B. Gejala pada limfoma Burkitt bergantung pada jenis limfoma tersebut. Ada yang dimulai... sebagai tumor pada area wajah, saluran pencernaan, ovarium, sistem saraf, hati, limpa, atau sumsum tulang. Gejala lain termasuk penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, kelemahan, keringat malam hari, dan demam yang tidak dapat dijelaskan. Diagnosis limfoma Burkitt ditegakkan dengan biopsi, dimana sampel jaringan diambil dan diperiksa dibawah mikroskop. Pemeriksaan lain seperti CT scan, X-ray, PET scan, biopsi sumsum tulang, dan pemeriksaan darah juga mungkin diperlukan. Read more

Apa Itu Limfoma Burkitt?

Limfoma Burkitt adalah limfoma sel-B non-Hodgkin yang bersifat agresif di mana pertumbuhannya sangat cepat [1,2,3,4,5,7,13,17].

Kondisi ini diketahui memiliki hubungan erat dengan sistem imunitas (daya tahan tubuh) yang mengalami gangguan [1,8,17].

Karena pertumbuhannya yang agresif dan begitu cepat, penyebaran sel kanker dapat mencapai seluruh organ dan jaringan tubuh, tak terkecuali sumsum tulang belakang dan otak [1,2,5,6,7,17].

Tinjauan
Limfoma Burkitt merupakan limfoma non-Hodgkin sel-B yang tumbuh dengan cepat dan agresif di dalam tubuh penderitanya; terutama bila penderita memiliki gangguan sistem imun.

Fakta Tentang Limfoma Burkitt

  1. Prevalensi limfoma Burkitt dari seluruh kasus limfoma non-Hodgkin adalah 1-5% [1].
  2. Orang-orang keturunan Asia dan Afrika memiliki tingkat kerentanan lebih rendah untuk menderita limfoma Burkitt dibandingkan orang keturunan Kaukasia [1].
  3. Limfoma Burkitt adalah jenis limfoma non-Hodgkin yang lebih berpotensi menyerang laki-laki daripada perempuan dengan rasio 3-4:1 [1].
  4. Prevalensi limfoma Burkitt pada anak usia di bawah 18 tahun adalah 3-6 per 100.000 anak per tahun [1].
  5. Di Amerika Serikat untuk prevalensi limfoma Burkitt terkait imunodefisiensi, diketahui kasus mencapai 22 per 100.000 penduduk [1].
  6. Untuk limfoma Burkitt sporadis, kondisi ini lebih banyak dijumpai di Eropa dan Amerika Utara dengan rata-rata usia pasien 45 tahun [1].
  7. Prevalensi tahunan limfoma Burkitt sporadis adalah 4 per 1 juta anak dengan usia di bawah 16 tahun, 2,5 per 1 juta orang dewasa, dan umumnya usia anak penderita jenis limfoma Burkitt sporadis adalah antara 3-12 tahun [1].
  8. Limfoma non-Hodgkin umumnya terjadi di negara-negara yang lebih maju, maka dari itu sebagai bagian dari negara di Asia, prevalensi limfoma Burkitt di Indonesia tergolong rendah walau tidak diketahui secara spesifik [3,4].

Jenis-jenis Limfoma Burkitt

Limfoma Burkitt terdiri dari tiga jenis kondisi berbeda, yaitu sporadic Burkitt lymphoma, endemic Burkitt lymphoma, dan immunodeficiency-related lymphoma.

Sporadic Burkitt Lymphoma (Limfoma Burkitt Sporadis)

Jenis limfoma Burkitt ini lebih banyak dijumpai kasusnya di luar wilayah Afrika dan berkaitan dengan infeksi EBV (Epstein-Barr virus) [1,2,3,4,5].

Saluran pencernaan bagian bawah merupakan organ tubuh yang umumnya terserang limfoma Burkitt sporadik [5].

Saluran pencernaan bagian bawah yang dimaksud adalah usus halus bagian akhir serta usus besar bagian awal [5].

Umumnya, limfoma Burkitt sporadis ditandai dengan beberapa kondisi, seperti [6,7] :

  • Pembengkakan di bagian perut
  • Keringat berlebih khususnya di malam hari
  • Pembesaran tonsil
  • Pembesaran tiroid
  • Gangguan pencernaan
  • Gangguan pada tulang wajah

Endemic Burkitt Lymphoma (Limfoma Burkitt Endemik)

Jenis limfoma Burkitt satu ini merupakan sebuah kondisi yang lebih banyak dijumpai di Afrika dan kerap dikaitkan dengan infeksi EBV serta penyakit malaria kronis [1,2,4,5,6,7,8].

Tulang wajah dan rahang adalah yang paling terpengaruh oleh jenis limfoma Burkitt endemik ini [9].

Hanya saja pada sebagian kasus lainnya, payudara, ovarium, ginjal serta usus dapat terserang [10].

Tanda utama pada jenis limfoma Burkitt endemik adalah tumbuhnya tumor yang sangat cepat dan bahkan hanya dalam waktu 18 jam, pertumbuhan ukuran bisa dua kali lipat.

Immunodeficiency-related Lymphoma (Limfoma Terkait Imunodefisiensi)

Pada jenis limfoma Burkitt satu ini, kaitannya dengan sistem imun yang melemah sangat kuat [1,7].

Penyebab kondisi ini dapat berupa kelainan bawaan atau penggunaan obat imunosupresan [7].

Tanda utama limfoma Burkitt jenis ini mirip dengan limfoma Burkitt sporadis [7].

Tinjauan
Terdapat tiga jenis kondisi limfoma Burkitt, yaitu meliputi limfoma Burkitt sporadis, limfoma Burkitt endemik, dan limfoma Burkitt terkait imunodefisiensi.

Penyebab Limfoma Burkitt

Penyebab pasti limfoma Burkitt belum diketahui pasti hingga kini, namun infeksi HIV (human immunodeficiency virus) dan EBV (Epstein-Barr virus) dianggap sebagai penyebabnya [1,2,4,6,7].

Kedua infeksi virus tersebut kerap dihubungkan dengan limfoma Burkitt.

Meski demikian, beberapa faktor berikut juga kerap dianggap sebagai faktor yang mampu meningkatkan risiko limfoma Burkitt [11,12].

  • Penyakit autoimun, seperti penyakit Celiac, penyakit Lupus, atau rheumatoid arthritis.
  • Tindakan medis tertentu yang menyebabkan sistem daya tahan tubuh melemah, seperti radioterapi dan kemoterapi.
  • Penyakit lambung yang diakibatkan oleh infeksi Helicobacter pylori.

Limfoma Burkitt juga tidak berkaitan dengan faktor genetik ataupun herediter.

Jika seseorang mengalami penyakit ini, maka kondisi bukan sesuatu yang ia warisi dari orang tuanya.

Tinjauan
Meski belum diketahui secara jelas faktor penyebab limfoma Burkitt, infeksi HIV (human immunodeficiency virus) dan EBV (Epstein-Barr virus) disebut sebagai penyebab utamanya.

Gejala Limfoma Burkitt

Limfoma Burkitt dapat menyebabkan gejala yang berbeda-beda pada penderitanya, tergantung jenis kondisinya.

Pada kasus limfoma Burkitt sporadis dan limfoma yang berkaitan dengan defisiensi imun, biasanya hal ini ditandai dengan pembesaran kelenjar getah bening [13].

Pembesaran kelenjar getah bening ini berawal dari usus, lalu ke testis dan ovarium, dan meluas hingga sumsum tulang belakang, limpa dan organ hati.

Sedangkan pada kasus limfoma Burkitt endemik, kondisi ini ditandai dengan kelenjar getah bening yang juga membesar [7,8].

Benjolan akan tampak pada tulang wajah, khususnya rahang, lalu penyebaran pun terjadi sampai pada sistem saraf pusat [7,8,9,10].

Selain kondisi-kondisi gejala tersebut, terdapat sejumlah gejala lainnya yang juga berpotensi ditimbulkan oleh limfoma Burkitt, yaitu [1,14] :

  • Pembengkakan perut
  • Berat badan turun
  • Selera makan hilang
  • Lebih banyak berkeringat di malam hari
  • Demam di mana suhu tubuh tak kunjung reda
  • Tubuh lebih mudah lelah yang bahkan tak begitu jelas apa yang menyebabkannya

Kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter?

Jika mengalami serangkaian gejala yang telah disebutkan di atas, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendeteksi penyebabnya.

Terutama apabila benjolan timbul di area perut, leher, rahang, atau wajah, hal ini menandakan adanya keberadaan tumor atau pembesaran kelenjar getah bening [7,8,9,10].

Untuk memastikan penyebab kondisi dan segera mendapatkan penanganan, memeriksakan diri ke dokter sedini mungkin sangat dianjurkan.

Selain itu, segera ke dokter jika merasa mempunyai kondisi yang memengaruhi sistem kekebalan tubuuh karena mengidap infeksi virus tertentu (HIV/AIDS) serta penyakit autoimun [1,2,4,6,7].

Alangkah baiknya jika pengecekan kesehatan dilakukan rutin agar kondisi tubuh dapat terpantau oleh tenaga medis.

Bila penderita gejala telah positif terdiagnosa limfoma Burkitt, jalani pemeriksaan sesuai yang telah dijadwalkan oleh dokter.

Pengobatan pun perlu ditempuh pasien hingga dokter benar-benar menyatakan selesai dan pasien sudah pulih benar.

Tinjauan
Pembengkakan kelenjar getah bening menjadi tanda utama limfoma Burkitt dengan lokasi pembengkakan sesuai dengan area tubuh yang terpengaruh. Namun, gejala-gejala lain seperti demam, cepat lelah, keringat berlebih di malam hari, nafsu makan turun, dan penurunan berat badan dapat turut menyertai.

Pemeriksaan Limfoma Burkitt

Ketika memeriksakan diri ke dokter, beberapa metode diagnosa yang dokter biasanya terapkan antara lain adalah :

  • Pemeriksaan Fisik

Dokter mengawali pemeriksaan dengan mengecek kondisi fisik pasien lebih dulu.

Dokter akan mencari tahu kondisi area leher, kepala, hingga perut pasien, terutama apakah ada pembengkakan kelenjar getah bening [1,6].

Pembengkakan akan ditandai dengan adanya benjolan di area-area tubuh tersebut.

  • Pemeriksaan Riwayat Kesehatan

Dokter perlu juga mengetahui riwayat gejala pasien, yaitu dengan bertanya sejak kapan gejala dirasakan dan apa saja gejala yang selama ini cukup mengganggu [1,6].

Dokter akan menanyakan riwayat medis dan riwayat pengobatan yang pernah atau sedang dijalani oleh pasien.

Jika diperlukan, informasi riwayat kesehatan keluarga pasien kemungkinan juga akan dokter kumpulkan.

  • Tes Darah

Selain pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan pasien, dokter akan meminta pasien untuk menempuh tes darah [1,2,6,7].

Tes darah di sini merupakan metode tes penunjang yang akan membantu dokter dalam mengetahui jumlah sel-sel darah dalam tubuh pasien.

Tak hanya itu, pemeriksaan darah juga dapat menunjukkan seberapa baik dan normal fungsi organ hati pasien.

Untuk mengetahui apakah pasien mengalami kondisi infeksi HIV, biasanya dokter akan merekomendasikan tes HIV [1].

Tes HIV biasanya meliputi tes kombinasi antibodi-antigen, tes PCR, dan tes antibodi.

  • Tes Pemindaian

Tes penunjang lainnya yang akan membantu dokter dalam menegakkan diagnosa limfoma Burkitt adalah tes pemindaian.

Rangkaian tes pemindaian yang perlu pasien tempuh antara lain USG, MRI scan, rontgen, PET scan, dan CT scan [1,2,6,7].

Tujuan dari tes pemindaian utamanya untuk mendeteksi ukuran limfoma, letak pasti limfoma di dalam tubuh pasien, serta sudah sejauh mana penyebarannya.

Tes pengambilan sampel jaringan ini dilakukan oleh dengan dengan mengambil sampel jaringan kelenjar getah bening pasien [1,2,4,6,7].

Sampel kemudian dokter analisa di laboratorium untuk mendeteksi jenis sel yang pertumbuhannya terjadi di kelenjar getah bening tersebut.

  • Aspirasi Sumsum Tulang

Metode lainnya yang kemungkinan dokter rekomendasikan adalah aspirasi sumsum tulang [1,6].

Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk dokter dapat melihat penyebaran sel kanker di sumsum tulang pasien.

Tinjauan
Pemeriksaan fisik, pemeriksaan riwayat kesehatan, tes darah, tes HIV, tes pemindaian, biopsi, dan aspirasi sumsum tulang belakang merupakan metode-metode diagnosa yang diterapkan dokter untuk pasien dengan gejala limfoma Burkitt.

Pengobatan Limfoma Burkitt

Ketika dokter telah dapat memastikan bahwa gejala yang pasien alami adalah limfoma Burkitt, berikut ini adalah beberapa jenis pengobatan yang umumnya perlu pasien tempuh.

  • Terapi Obat

Dokter dalam mengatasi kondisi gejala limfoma Burkitt biasanya meresepkan obat golongan antibodi monoklonal.

Rituximab adalah salah satu obat yang dimaksud yang kegunaannya adalah sebagai pendorong sistem daya tahan tubuh agar bekerja dengan maksimal [1,2,3,7].

Ketika sistem imun berfungsi lebih baik, sel-sel kanker di dalam tubuh pasien akan dihancurkan dengan lebih efektif.

  • Radioterapi

Terapi radiasi atau radioterapi merupakan bentuk penanganan umum untuk kasus kanker [1,2,6,7].

Metode ini pun dapat digunakan untuk mengatasi limfoma Burkitt.

Pada prosedur ini, dokter memanfaatkan sinar-X untuk melawan dan membunuh sel-sel kanker di dalam tubuh pasien.

  • Kemoterapi

Kemoterapi merupakan terapi obat antikanker yang diberikan secara oral maupun injeksi/suntikan.

Tujuan penempuhan kemoterapi adalah untuk membasmi sel-sel kanker melalui obat-obatan yang diberikan [1,2,3,4,5,6,7].

Beberapa obat yang umumnya diresepkan pada prosedur kemoterapi ini adalah vincristine, metrotrexate, doxorubicin, dan cyclophosphamide [15].

Kemoterapi dapat berjalan sendiri maupun dikombinasikan bersama dengan radioterapi untuk tingkat efektivitas lebih tinggi.

  • Operasi Pengangkatan Tumor/Organ

Jika tingkat keganasan dan penyebaran limfoma Burkitt tergolong sangat serius, maka biasanya dokter akan merekomendasikan prosedur bedah [1,2,4,7].

Biasanya, operasi dilakukan untuk mengangkat tumor yang pecah atau mengangkat organ yang terpengaruh dan sudah tak dapat diselamatkan dengan pemberian obat.

Seperti misalnya pengangkatan bagian usus yang mengalami sumbatan karena limfoma Burkitt.

  • Transplantasi Sumsum Tulang

Prosedur transplantasi sumsum tulang (sel punca) kemungkinan direkomendasikan oleh dokter apabila kerusakan jaringan sumsum tulang terjadi pada pasien [1,2,4,5].

Jaringan yang rusak tersebut perlu segera diganti dengan jaringan sehat dari pendonor agar pasien bisa segera pulih.

Prognosis Limfoma Burkitt

Prognosis limfoma Burkitt tergantung dari tingkat keparahan kondisi yang dialami penderita.

Selain itu, usia juga turut menentukan seberapa besar peluang pasien untuk sembuh dan pulih dengan baik.

Umumnya, pasien usia muda memiliki prognosis yang lebih baik, seperti pasien anak-anak karena tingkat kemampuan tubuh dalam menoleransi kemoterapi secara intens jauh lebih tinggi [1].

Tinjauan
Metode pengobatan untuk kasus limfoma Burkitt umumnya meliputi terapi obat, radioterapi, kemoterapi, operasi pengangkatan tumor/organ tertentu yang sudah parah, serta operasi transplantasi sumsum tulang.

Komplikasi Limfoma Burkitt

Limfoma Burkitt yang tidak segera mendapatkan penanganan dapat meningkatkan risiko-risiko komplikasi berikut pada penderitanya [1,16] :

  • Sindrom tumor lisis
  • Obstruksi usus
  • Metastasis (penyebaran) sel kanker secara luas hingga mencapai organ-organ dan jaringan tubuh yang letaknya sangat jauh.
  • Gangguan fungsi hati
  • Infertilitas

Pencegahan Limfoma Burkitt

Tidak terdapat cara untuk mencegah limfoma Burkitt, hanya saja beberapa upaya berikut bisa dilakukan sebagai cara meminimalisir risikonya [17] :

  • Memeriksakan kesehatan secara rutin ke dokter, terutama bila merupakan seorang penderita penyakit autoimun.
  • Bagi penderita penyakit autoimun, penting juga untuk mengonsumsi rutin obat imunosupresan dari dokter dalam jangka panjang.
  • Menerapkan hubungan seksual secara aman untuk menghindari infeksi HIV/AIDS.
  • Menghindari pengunaan NAPZA yang juga dapat menurunkan risiko penularan HIV/AIDS.
Tinjauan
Limfoma Burkitt tak dapat dicegah, namun sebagai upaya meminimalisir penyakit ini, rutin memeriksakan diri ke dokter, menerapkan hubungan seksual yang aman, serta menghindari NAPZA dapat dilakukan.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment