10 Makanan Penyebab Kolesterol yang Perlu Dihindari

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tentang Kolesterol

Kolesterol zat yang dibutuhkan tubuh untuk kesehatan yang baik, dengan jumlah atau kadar yang tepat [1].

Kadar kolesterol yang tidak tepat dapat mengakibatkan efek kondisi yang disebut kolesterol darah tinggi [1].

Kandungan yang tidak tepat tersebut merupakan suatu kondisi di mana kadar kolesterol darah LDL (Low Density Lipoprotein) yang tinggi dengan HDL (High Density Lipoprotein) yang sangat rendah dalam pembuluh darah [1].

Oleh karena itu, LDL sendiri banyak disebut sebagai kolesterol jahat, sedangkan HDL adalah kolesterol baik.

Efek Negatif Kolesterol

Kolesterol yang tinggi dapat menjadi pemicu risiko terjadinya penyakit penyakit yang lebih berbahaya seperti  [1] :

10 Makanan Penyebab Kolesterol

Kolesterol diketahui dapat diturunkan dari orang tua kepada anaknya untuk beberapa orang [1].

Namun, kolesterol umumnya lebih banyak disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat, salah satunya yaitu konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang tinggi [1].

Lebih lanjut diketahui bahwa, bahan makanan yang mengandung sumber kolesterol tinggi ada yang menyebabkan kolesterol memburuk dan ada juga yang tidak [5].

Adapun berikut ini merupakan beberapa bahan makanan yang dapat menyebabkan kolesterol tinggi :

  • Daging Berwarna Merah dan Putih

Daging putih (unggas) sama saja dapat meningkatan kadar kolesterol darah sebagaimana daging merah (sapi dan lain lain) [2].

Kandungan lemak jenuh yang tinggi baik dalam daging berwarna putih maupun merah dapat meningkatkan jumlah partikel LDL dalam darah [2].

Oleh karena itu, risiko terkena kolesterol lebih tinggi terjadi pada orang yang mengkonsumsi daging merah dan daging putih yang mengandung lemak jenuh [2].

  • Produk Susu dan Turunannya

Produk susu dan turunannya umumnya dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan termasuk meningkatnya risiko kolesterol [3].

Hal ini tidak terlepas dari kandungan asam lemak jenuh didalamnya yang dapat menyebabkan peningkatan kadar LDL Kolesterol, lipoprotein dan trigliserida dalam darah [3].

Produk susu murni dan mentega telah terbukti mampu meningkatkan LDL Kolesterol dalam darah, lebih tinggi dari pada konsumsi keju [3].

  • Palm Oil

Palm oil diketahui mengandung beberapa jenis asam lemak jenuh berupa asam lauric dan myristic [4].

Kedua asam lemak jenuh tersebut memiliki kemungkinan yang potensial untuk meningkatkan kadar total kolesterol dan LDL Kolesterol dalam darah [4].

  •  Makanan yang Digoreng (Gorengan)

Makanan yang digoreng dengan minyak atau biasa disebut juga sebagai gorengan seperti daging goring maupun cheese sticks diketahui mengandung kolesterol yang tinggi [5].

Oleh karena itu tingginya konsumsi makanan yang digoreng kaya akan lemak trans dapat memperburuk kolesterol bahkan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, obesitas dan diabetes [5].

Menghindari makanan yang digoreng memang susah dan bahkan agak sedikit tidak mungkin, namun bisa diselingi dengan alternatif seperti mengkukus.

  • Fast Food

Fast Food merupakan salah satu jenis makanan yang banyak digemari saat ini. Namun, tahukah bahwa Fast Food ini umumnya dapat mengakibatkan efek negatif pada kesehatan.

Fast Food atau makanan cepat saji tidak hanya mengandung kolesterol yang tinggi melainkan juga mengandung lebih banyak lemak perut [5].

Konsumsi Fast Food yang berlebihan dapat meningkatkan risiko yang buruk untuk kolesterol dalam darah [5].

Selain itu, konsumsi Fast Food yang berlebihan juga cenderung berhubungan dengan meningkatnya risiko beberapa penyakit kronis seperti penyakit jantung, obesitas, diabetes bahkan kanker [5].

  • Telur

Telur merupakan salah satu bahan makanan yang banyak dijadikan sebagai pilihan utama lauk karena mudah untuk dimasak.

Untuk itu perlu diketahui bahwa telur ini termasuk dalam salah satu bahan makanan yang mengandung kolesterol yang tinggi yaitu sekitar 211 mg kolesterol dalam satu butirnya [5].

Meskipun kandungan kolesterol tinggi, konsumsi telur tidak serta merta menimbulkan efek negatif pada kolesterol, dengan catatan dikonsumsi pada batas aman yaitu 1-3 telur saja per hari [5].

Adapun konsumsi telur juga dianjurkan, mengingat telur juga mengandung sumber protein, vitamin B, selenium dan vitamin A yang bermanfaat untuk tubuh [5].

  • Es Krim dan Permen

Es krim dan permen ini umumnya sangat disukai oleh anak anak, namun tidak sedikit juga orang dewasa mengkonsumsinya.

Namun, tahukah jika cookies berupa kue, es krim maupun permen yang manis umumnya cenderung mengandung kolesterol yang tinggi dengan gula dan lemak tidak sehat [5].

Konsumsi makanan manis tersebut secara berlebihan dapat meningkatkan risiko memperburuk kolesterol dalam darah [5].

Selain itu, makanan makanan ringan tersebut umumnya tidak mengandung zat zat yang dibutuhkan oleh tubuh seperti vitamin, mineral, protein dan lemak sehat [5].

Sehingga konsumsinya cenderung lebih berdampak negatif pada kesehatan tubuh [5].

Lemak babi merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung banyak asam lemak jenuh sehingga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah [6].

Selain itu, lemak babi diketahui juga dapat menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah [6].

Adapun asam lemak jenuh dalam lemak babi ini cenderung untuk menginstruksikan hati memproduksi kolesterol yang buruk [6].

Oleh karena itu, konsumsi makanan seperti lemak babi umumnya lebih baik dihindari.

  • Produk yang Mengandung Minyak Nabati Terhidrogenasi

Produk yang mengandung minyak nabati yang terhidrogenasi baik secara parsial maupun secara penuh diketahui mengandung lemak trans [6].

Lemak trans ini diketahui dapat menyebabkan meningkatnya kolesterol buruk dan menurunkan kolesterol baik [6].

Oleh karena itu, Negara seperti Amerika telah memberikan peraturan untuk tidak lagi menggunakan minyak terhidrogenasi parsial [6].

Mengingat, lemak trans yang terkandung didalamnya erat kaitannya dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner [6].

  • Jeroan

Jeroan atau daging organ dalam seperti ginjal dan hati hewan umumnya mengandung kolesterol yang tinggi [6].

Konsumsi jeroan secara berlebihan tidak menutup kemungkinan dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam darah.

Oleh karena itu, menghindari konsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi secara berlebihan mungkin lebih disarankan [6].

Kolesterol jahat yang tinggi dalam darah umumnya tidak menimbulkan gejala, sehingga setiap orang diharapkan untuk melakukan kunjungan rutin kedokter untuk memeriksakan [1].

Mengingat, kolesterol tinggi dapat menyebabkan masalah yang lebih serius, seperti serangan jantung dan stroke [1].

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment