Ensefalitis: Penyebab – Gejala dan Cara Pengobatannya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Ensefalitis adalah istilah untuk kondisi terjadinya peradangan otak. Penyebab tersering dari ensefalitis adalah infeksi virus. Gejala pada ensefalitis dapat bervariasi, dari tanpa gejala sama sekali, gejala... yang mirip flu seperti demam dan sakit kepala, hingga menyebabkan kebingungan, kejang, atau gangguan penginderaan seperti penglihatan dan pendengaran. Pada bayi dan anak kecil, gejala dapat berupa adanya tonjolan pada fontanel bayi, mual muntah, badan kaku, dan bayi yang tidak mau makan atau cenderung terus tidur. Peradangan pada otak dapat merusak otak, menyebabkan koma atau kematian. Komplikasi lain juga dapat bertahan berbulan-bulan atau bahkan permanen. Hindari infeksi virus dengan dengan cara mempraktikkan kebersihan tangan, mengajarkan anak cara mencuci tangan dan jangan berbagi alat makan dengan orang lain, serta mendapatkan vaksinasi. Read more

Apa itu Ensefalitis?

Ensefalitis merupakan peradangan otak. Ada beberapa penyebab namun yang paling sering terjadi karena infeksi virus. [1]

Ensafilitis seringkali hanya menyebabkan tanda dan gejala yang mirip flu ringan seperti halnya demam atau sakit kepala atau tidak adanya gejala sama sekali. [1]

Terkadang, gejala mirip flu dalam kondisi lebih parah. Ensafilitis juga dapat menyebabkan kebingngan berpikir, kejang atau masalah dengan gerakan atau indra seperti penglihatan atau pendengaran. [1]

Dalam beberapa kasus, ensefalitis dapat mengancam jiwa. Diagnosis dan pengobatan yang tepat waktu sangat penting karena sulit untuk memprediksi bagaimana ensefalitis akan mempengaruhi kesehatan individu. [1]

Ensefealitis kebanyakan disebabkan oleh virus atau sistem kekebalan tubuh yang keliru dan menyerang jaringan otak. Sekitar 15 persen kasus ensefalitis terjadi pada populasi orang yang terinfeksi HIV. [3]

Fakta Ensefalitis

Berikut adalah beberapa fakta penting tentang ensefalitis yang dapat Anda ketahui: [2]

  • Gejala awalnya adalah demam, fotofobia, dan sakit kepala.
  • Ensefalitis jarang yang mengancam jiwa.
  • Ensefalitis paling sering menyerang anak-anak, orang dewasa, dan orang dengan sistem imun yang lemah.
  • Hanya sedikit obat antivirus yang dapat membantu mengobati ensefalitis.
  • Komplikasi ensefalitis bisa termasuk epilepsy dan kehilangan ingatan dalam jangka waktu tertentu.

Penyebab Ensefalitis

Penyebab pasti dari ensefalitis seringkali belum diketahui. Tetapi ketika penyebabnya diketahui yang paling umum diakibatkan oleh infeksi virus. Infeksi bakteri dan kondisi peradangan tidak menular tidak menular juga dapat menjadi penyebab dari ensefalitis. [1]

Banyak virus yang berbeda dapat menyebabkan ensefalitis. Mengkategorikan penyebab potensial menjadi tiga kelompok yaitu virus umum, virus anak-anak, dan arbovirus yang sering membantu virus lainnya. [2]

Ensefalitis primer (menular) dapat dibagi menjadi tiga kategori utama virus: [3]

  • Virus umum termasuk HSV dan EBV.
  • Virus anak-anak termasuk campak dan gondongan.
  • Arbovirus (disebarkan oleh nyamuk, kutu, dan serangga lainnya) termasuk ensefalitis Jepang, ensefalitis West Nile dan ensefalitis tick borne.

Ensefaltis sekunder dapat disebabkan oleh komplikasi infeksi virus. Gejala mulai muncul berhari-hari bahkan berminggu-minggu setelah infeksi awal. Sistem kekebalan pasien memperlakukan sel otak yang sehat sebagai organism easing dan menyerangnya. Penyebab sistem kekebalan tidak berfungsi secara benar masih belum diketahui. [3]

Kelompok yang paling berisiko terkena ensafalitis yaitu: [3]

  • Orang tua.
  • Anak di bawah 1 tahun.
  • Orang dengan sistem kekebalan rendah.

Anda juga memilik risiko terkena ensafalitis lebih tinggi apabila tinggal di daerah dengan nyamuk dan kutu yang banyak. Nyamuk dan kutu dapat membawa virus yang menyebabkan ensefalitis. Anda lebih mungkin terkena ensafalitis di musim panas atau musin gugut saat serangga ini mulai aktif. [3]

Gejala Ensefalitis

Kebanyakan orang dengan ensafalitis virus memiliki gejala mirip flu ringan seperti: [1]

  • Sakit kepala.
  • Demam.
  • Sakit pada otot atau persendian.
  • Kelelahan atau kelemahan.

Terkadang tanda dan gejala yang lebih parah dan mungkin yaitu: [1]

  • Kebingungan, agitasi atau halusinasi.
  • Kejang.
  • Kehilangan sensasi atau kelumpuhan di area tertentu pada wajah.
  • Kelemahan otot.
  • Masalah dengan ucapan atau pendengaran.
  • Kehilangan kesadaran.

Pada bayi dan anak kecil, tanda dan gejala yang mungkin terjadi yaitu: [1]

  • Tonjolan di bintik lunak (ubun-ubun) tengkorak bayi.
  • Mual dan muntah.
  • Kekakuan tubuh.
  • Pemberian makan yang buruk.
  • Sifat yang lekas marah.

Anda harus segera mendapatkan perawatan ketika gejala tersebut muncul ataupun gejala yang lebih parah terkait dengan ensefalitis. Sakit kepala parah, demam, dan kesadaran yang berubah membutuhkan perawatan segera. Bayi dan anak kecil dengan gejala atau tanda ensefalitis harus mendapatkan perawatan segera. [1]

Jenis Ensefalitis

Jenis ensafalitis yang berbeda memiliki penyebab yang berbeda pula seperti: [3]

  • Ensefalitis Jepang disebarkan oleh nyamuk.
  • Ensafalitis yang ditularkan melalui kutu dan disebarkan oleh kutu.
  • Raies dapat ditularkan melalui gigitan mamalia.

Ada juga ensefalitis primer atau sekunder. Ensefaltis primer atau infeksius dapat terjadi jika jamur, virus atau bakteri menginfeksi otak. [3]

Ensefalitis sekunder atau pasca infeksi adalah ketika sistem kekebalan merespon infeksi sebelumnya dan secara keliru menyerang pada otak. [3]

Komplikasi Ensefalitis

Komplikasi ensefalitis berbeda-beda tergantung faktor lain seperti: [1]

  • Usia.
  • Penyebab infeksi.
  • Tingkat keparahan penyakit awal.
  • Waktu dari awal penyakit hingga pengobatan.

Orang dengan penyakti yang reatif ringan biasanya akan sembuh dalam waktu beberapa minggu tanpa adanya komplikasi jangka panjang. Komplikasi penyakit parah peradangan bisa melukai otak. Peradangan tersebut kemungkinan akan menyebabkan koma. [1]

Komplikasi lain yang sangat bervariasi dalam tingkat keparahan dapat bertahan selama berbulan-bulan atau permanen. Komplikasi ini biasanya meliputi: [1]

  • Kelelahan terus menerus.
  • Lemah atau kurangnya koordinasi otot.
  • Kepribadian berubah.
  • Masalah memori.
  • Kelumpuhan.
  • Cacat pendengaran atau penglihatan..
  • Gangguan bicara.

Diagnosis Ensefalitis

Dokter akan bertanya terlebih dahulu tentang gejala yang muncul pada Anda. Selanjutnya, akan diberikan beberapa tes apabila dicurigai menjadi gejala ensefalitis. [2]

Tusukan pada tulang belakang dengan memasukkan jarum ke punggung bawah untuk mengambil sampel cairan tulang belakang. sampel tersebut kemudian diuji untuk mengetahui adanya tanda-tanda infeksi. Pencitraan otak dengan CT scan atau MRI. [2]

CT scan dan MRI mendeteksi perubahan struktur otak. Dokter akan mengesampingkan kemungkinan gejala lain seperti tumor atau stroke. Virus tertentu memiliki kecenderungan untuk menyerang area otak tertentu. Melihat bagian otak mana yang terpengaruh dapat membantu menentukan jenis virus yang dimiliki. [2]

Elektroensefalograf (EEG)  menggunakan elektroda yang dipasang pada kulit kepala untuk merekam aktivitas otak. EEG akan mendeteksi virus yang menyebabkan ensefalitis, tetapi pola tertentu pada EEG dapat mengingatkan ahli saraf tentang infeksi yang terjadi. Ensefalitis dapat menyebabkan koma dan kejang pada tahap selanjutnya. [2]

Tes lain yang juga sering dilakukan yaitu tes darah yang dapat mengungkapkan tanda-tanda virus dan juga tes biopsi untuk menguji jaringan kecil otak. [2]

Pengobatan Ensefalitis

Obat antivirus dapat membantu mengobati ensefaltiis herpes. Namun, obat ini tidak efektid dalam mengobati ensefalitis. Sebaliknya, pengobatan sering kali berfokus pada meredakan gejala. Perawatan yang sering dilakukan yaitu; [2]

  • Beristirahat.
  • Pereda nyeri.
  • Kortikosteroid (untuk mengurangi peradangan otak).
  • Ventilasi mekanis (untuk membantu pernapasan).
  • Mandi spons air hangat.
  • Antikonvulsan.
  • Obat penenang.
  • Cairan seperti halnya infus.

Anda mungkin perlu berada di rumah sakit selama masa perawatan, terutama dengan pembengkakan otak dan kejang. [2]

Pencegahan Ensefalitis

Cara terbaik untuk mencegah ensefalitis virus yaitu dengan melakukan pencegahan agar tidak terpapar virus yang dapat menimbulkan penyakit ini. Beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu: [1]

  • Selalu mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh dengan sabun dan air, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum sesudah makan.
  • Jangan berbagi peralatan dengan orang lain.
  • Ajari anak untuk hidup dengan kebiasaan baik. Ajarkan untuk dapat menjaga kebersihan dengan baik dan hindari berbagi peralatan disekolah.
  • Dapatkan vaksinasi. Vaksinasi anak dan Anda sendiri sebelum bepergian dan mendatangi dokter untuk menanyakan vaksin yang cocok.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment