Artroskopi Bahu: Fungsi, Prosedur dan Risikonya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Fungsi Artroskopi Bahu

atroskopi bahu
sumber gambar: adam com

Artroskopi bahu adalah prosedur bedah yang dilakukan oleh dokter ortopedi untuk memeriksa, mendiagnosis, dan menangani masalah pada sendi bahu.[1]

Pada prosedur artroskopi bahu, dokter akan memasukkan alat yang disebut artroskop, tabung kecil yang berisi serat optik dan kamera ke dalam bahu pasien. Kamera akan menampilkan gambar kondisi sendi bahu melalui monitor. Dokter menggunakan gambar tersebut untuk memandu artroskop ke lokasi sendi yang bermasalah.[2]

Dokter bedah hanya memerlukan sayatan kecil untuk melakukan artroskopi bahu. Hal ini mengurangi rasa sakit pada pasien dan mempersingkat waktu prosedur.[2]

Fungsi lain dari artroskopi bahu selain untuk membantu diagnosis masalah pada sendi bahu yaitu:[1]

  • Memperbaiki ligamen
  • Mengangkat jaringan yang meradang atau tulang rawan yang kendur
  • Memperbaiki dislokasi bahu
  • Pelepasan saraf dan perbaikan patah tulang

Dokter akan merekomendasikan artroskopi bahu jika pasien memiliki masalah bahu seperti berikut:[3]

  • Robeknya labrum, tulang rawan yang melapisi sendi bahu atau ligamen
  • Ketidakstabilan bahu, di mana sendi bahu kendur atau terkilir
  • Robek atau rusaknya tendon bisep
  • Robeknya manset rotator, peradangan pada tendon di bahu
  • Taji tulang atau peradangan di sekitar manset rotator
  • Peradangan atau kerusakan di lapisan sendi, sering kali disebabkan oleh penyakit, seperti rheumatoid arthritis
  • Peradangan sendi pada ujung klavikula (tulang selangka)
  • Adanya jaringan kendur yang perlu dihilangkan
  • Sindrom pelampiasan bahu, kondisi dimana bahu terasa nyeri, lemah, dan tidak mampu digerakkan

Persiapan Artroskopi Bahu

Setelah sepakat untuk menjalani artroskopi bahu, pasien wajib memberitahu dokter mengenai suplemen, obat, atau vitamin yang sedang dikonsumsi.

Selain itu, beberapa persiapan yang dapat pasien lakukan selama 2 minggu sebelum menjalani prosedur meliputi:[3]

  • Pasien dilarang mengonsumsi obat pengencer darah, seperti aspirin, ibuprofen, naproxen dan sejenisnya
  • Jika pasien memiliki penyakit diabetes, hati, atau kondisi medis lainnya, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter spesialis penyakit tersebut
  • Beritahu dokter apabila pasien gemar minum alkohol
  • Pasien dilarang merokok selama jangka waktu ini karena rokok dapat memperlambat penyembuhan luka dan tulang
  • Beritahu dokter apabila pasien terserang penyakit flu, demam, herpes, atau penyakit lainnya sebelum menjalani prosedur

Sementara persiapan yang perlu dilakukan pada hari dilaksanakannya prosedur adalah:[3]

  • Ikuti anjuran dokter untuk berhenti makan dan minum beberapa jam sebelum operasi
  • Minum obat yang dianjurkan dengan seteguk air
  • Pastikan pasien datang tepat waktu

Prosedur Artroskopi Bahu

Pada prosedur artroskopi bahu, ada dua jenis anestesi yang digunakan yaitu anestesi umum dan anestesi regional. Pada anestesi umum, pasien akan dibuat tertidur selama prosedur dan tidak dapat merasakan apapun di sekujur tubuhnya.

Sementara, pada anestesi regional, lengan dan bahu pasien akan dibuat mati rasa. Pasien juga diberikan obat khusus membuatnya tertidur.[3]

Secara umum rangkaian prosedur dari artroskopi bahu yaitu: [2,3]

  • Dokter akan membuat sayatan di sekitar bahu untuk memasukkan artroskop ke dalamnya. Instrumen ini telah terhubung ke monitor.
  • Dokter menggunakan gambar yang muncul di monitor untuk memeriksa semua jaringan sendi bahu dan area di atas sendi. Jaringan yang diperiksa termasuk tulang rawan, tulang, tendon, dan ligamen.
  • Dokter mungkin akan memasukkan cairan antiseptik agar penampakan sendi bahu lebih mudah dilihat.
  • Jika ditemukan sobekan pada otot, tendon, atau tulang rawan, dokter akan membuat 1-3 sayatan lagi untuk memasukkan instrumen lain guna memperbaiki kerusakan tersebut.
  • Dokter juga mengangkat jaringan-jaringan yang rusak.

Dokter bedah dapat melakukan satu atau lebih prosedur selama operasi berlangsung, seperti:[2,3]

  • Perbaikan manset rotator: memperbaiki robekan di tendon dan menghilangkan pertumbuhan tulang yang berlebih
  • Operasi untuk sindrom pelampiasan bahu: membersihkan jaringan yang lunak dan meradang serta menghilangkan pertumbuhan tulang yang berlebih.
  • Operasi untuk ketidakstabilan bahu: memperbaiki tepi sendi bahu, labrum yang sobek, dan jaringan yang menempel pada area ini.

Di akhir prosedur, instrumen akan dikeluarkan dari bahu dan bekas sayatan akan ditutup dengan jahitan. Dokter akan melepas jahitan saat pasien telah benar-benar pulih.[3]

Setelah selesai pasien akan dibawa ke ruang perawatan untuk diawasi sementara efek dari anestesi menghilang. Selanjutnya, dokter akan memberikan obat untuk mengurangi rasa sakit.[2]

Pasien mungkin dianjurkan untuk menggunakan penyangga bahu selama satu minggu atau lebih untuk mengurangi risiko setelah operasi.[2]

Waktu yang dibutuhkan untuk benar-benar pulih setelah menjalani tindakan medis ini adalah 1-6 bulan, tergantung dari hasil operasi dan tingkat kerusakan sendi bahu. Tanyakan pada dokter perawatan apa saja yang perlu dilakukan di rumah.[2]

Risiko Artroskopi Bahu

Prosedur artroskopi bahu dianggap aman. Namun, seperti tindakan medis lainnya, prosedur ini juga memiliki risiko. Beberapa risiko yang mungkin terjadi adalah:[3]

  • Alergi terhadap obat yang diberikan
  • Masalah pernapasan
  • Pendarahan, pembekuan darah, infeksi
  • Bahu kaku
  • Kegagalan operasi untuk meredakan gejala
  • Bahu menjadi lemah
  • Cedera pembuluh darah atau saraf
  • Kerusakan tulang rawan bahu (kondrolisis)

Hasil Artroskopi Bahu

Pembedahan untuk memperbaiki robekan tulang rawan biasanya dilakukan untuk membuat bahu lebih stabil. Banyak pasien yang sembuh total dan bahu menjadi lebih stabil. [3]

Tetapi beberapa pasien mungkin masih mengalami ketidakstabilan bahu setelah melakukan artroskopi bahu.[3]

Artroskopi bahu efektif untuk mengurangi rasa sakit dan kekakuan. Tingkat keberhasilan artroskopi bahu untuk memperbaiki manset rotator adalah 93-95%.[4]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment