Bolehkah Langsung Merokok Saat Buka Puasa? – Fakta dan Bahayanya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Berpuasa di bulan Ramadhan tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi juga amarah serta kebiasaan buruk lainnya.

Kebiasaan buruk yang dimaksud salah satunya adalah merokok yang bisa sangat merugikan bagi tubuh [1,2].

Selama berpuasa, baik pria maupun wanita tidak merokok, namun ketika sudah waktunya berbuka apakah sah-sah saja jika langsung merokok?

Ketahui seberapa aman atau bahayanya merokok saat buka puasa terutama ketika tubuh belum terisi makanan atau minuman apapun.

Bolehkah langsung merokok saat buka puasa?

Langsung merokok saat buka puasa boleh-boleh saja, selama perokok mengetahui apa konsekuensinya.

Tidak terdapat larangan untuk merokok saat buka puasa, namun langsung merokok saat waktunya berbuka ketika tubuh lebih memerlukan asupan cairan dan makanan tentu tidak dianjurkan [3,4].

Banyak perokok sendiri sudah memahami bahaya kandungan rokok, namun kebiasaan tidak dapat diubah begitu saja.

Langsung merokok saat buka puasa tidak dianjurkan walau tidak dilarang, hal ini dikarenakan kandungan bahan kimia berbahaya di dalam rokok yang memengaruhi kesehatan tubuh secara negatif [3,4].

Bila dalam perut kosong belum terisi apapun justru memilih merokok, bahan-bahan kimia ini bisa berefek jauh lebih mengancam bagi tubuh [3,4].

1. Nikotin

Merokok tanpa mengisi perut lebih dulu setelah berpuasa sepanjang hari bukan ide yang bagus [3,4].

Di dalam rokok terkandung bahan kimia yang disebut dengan nikotin di mana penyerapan bahan kimia ini justru bisa lebih cepat ke dalam tubuh apabila perut dalam keadaan kosong [3,4].

Karena nikotin adalah bahan kimia yang bisa memicu kanker paru-paru, maka dengan terserapnya nikotin secara lebih cepat, risiko terkena kanker paru-paru juga jauh lebih tinggi [5].

Nikotin juga bisa menimbulkan berbagai bahaya lain bagi kesehatan, seperti [3,4,5,6] :

Zat nikotin di dalam rokok merupakan zat adiktif sehingga hal ini yang kerap kali membuat para perokok tidak mudah berhenti merokok [7].

Nikotin adalah salah satu faktor utama ketergantungan terhadap rokok dan zat ini pun bisa bertahan di dalam tubuh sekitar 6-8 jam lamanya [7].

Bila nikotin bisa tinggal di dalam tubuh selama itu, maka semakin sering merokok, nikotin yang ada di dalam tubuh pun cenderung semakin tinggi kadarnya [7].

Ketika seseorang merokok tepat saat buka puasa tanpa minum atau makan sesuatu lebih dulu, racun masuk ke dalam darah lebih mudah dan terserap ke dalam tubuh secara lebih cepat [3,4].

Hal ini kemudian bisa berlanjut pada timbulnya beberapa gejala, batuk-batuk hingga sesak nafas karena saluran pernafasan mengalami iritasi [8].

Tenggorokan yang masih dalam kondisi kering karena menahan dahaga sepanjang hari langsung terkena zat dari rokok tentu kemudian membuat saluran nafas teriritasi [8].

Selain itu, nikotin yang masuk ke tubuh setelah sepanjang hari tubuh tidak kemasukan apapun bisa jadi memicu zat ini melaju ke otak karena reseptornya [8].

Merokok berlebihan saat buka puasa bukan hal baik karena ini sama dengan memasukkan nikotin dengan sengaja ke dalam tubuh terlalu banyak dalam waktu singkat.

Sebagai efeknya, tidak hanya batuk, perokok kemudian bisa mengalami sakit kepala hingga rasa mual [9].

2. Karbon Monoksida

Setelah berpuasa kurang lebih 13 jam sehari, penting untuk segera minum minuman segar atau manis seperti air putih, teh atau lainnya saat sudah berbuka [10].

Merokok sebagai hal pertama kali yang dilakukan saat buka puasa tidak cukup dibenarkan karena tubuh bukan membutuhkan zat racun, melainkan membutuhkan cairan dan nutrisi sebagai pengganti tenaga yang sudah hilang [3,4].

Selain nikotin, zat racun lainnya yang bisa menyebabkan pusing, mual, dan muntah ketika merokok pada waktu perut belum terisi apapun adalah karbon monoksida [3].

Pada asap rokok terdapat kandungan karbon monoksida yang juga dianggap sebagai bahan kimia berbahaya [3].

Karbon monoksida ini berpotensi masuk lebih cepat ke peredaran darah ketika merokok sebelum makan dan minum apapun [3].

Zat ini berisiko membuat kadar oksigen dalam darah menurun yang kemudian menyebabkan sel-sel dan jaringan tubuh tidak memperoleh oksigen secara cukup [11].

Akibatnya, tubuh pun menjadi mudah lelah dan pusing karena kadar oksigen rendah di dalam tubuh [11].

Terlalu sering melakukan hal ini juga tidak baik untuk kesehatan otot maupun jantung [3,11].

Karbon monoksida bisa menumpuk di dalam tubuh yang kemudian membuat fungsi otot serta jantung tidak maksimal [3,11].

Risiko karbon monoksida yang juga masuk ke dalam darah bisa berakibat pada penyakit stroke dan jantung [3,11].

Ini karena karbon monoksida menjadi faktor peningkat risiko kolesterol tinggi dan penumpukan plak di pembuluh darah sehingga jika dibiarkan bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius [12].

Kesimpulan

Langsung merokok saat buka puasa tanpa mengisi perut dengan air minum maupun makanan tidak dianjurkan.

Merokok setelah tenggorokan dalam keadaan kering selama 13 jam atau sepanjang hari justru bisa memicu berbagai gangguan kesehatan.

Justru sebaiknya, selama bulan puasa menjadi kesempatan untuk menahan dan melatih diri agar tidak merokok.

Kurangi jumlah rokok secara perlahan selama bulan puasa sampai kebiasaan ini hilang sama sekali.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment