Bolehkah Minum Kopi Saat Migrain? – Fakta dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Migrain adalah jenis sakit kepala yang tergolong umum, yakni nyeri berdenyut yang hanya terjadi di satu sisi kepala, entah itu bagian kiri atau kanan [1,2].

Walau biasanya migrain bisa berlangsung sebentar dan akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun, terkadang migrain dapat berlangsung berjam-jam hingga berhari-hari [1,2].

Baik usia muda hingga tua dapat mengalami migrain yang bahkan berpotensi berkembang menjadi lebih buruk [1,2].

Ketika migrain sering kambuh, maka biasanya akan ada pemicu yang perlu dihindari sebagai upaya mencegah migrain timbul berulang.

Walau tampak seperti tidak ada pantangan tertentu, para penggemar kopi dan kafein perlu mengetahui apakah kopi aman dikonsumsi saat migrain, atau justru memperburuknya.

Bolehkah minum kopi saat migrain?

Bisa boleh dan bisa tidak, sebab kopi mengandung kafein yang bisa menjadi solusi untuk meredakan migrain tapi juga menjadi pemicu migrain lebih parah [3].

Untuk kebanyakan kasus sakit kepala, tak terkecuali pada penderita migrain, seringkali kafein adalah salah satu yang diandalkan karena mampu mengobati secara efektif [3].

Walau kafein pada sebagian penderita sakit kepala sangat ampuh dalam menjadi peredanya, sebagian orang lainnya justru bisa mengalami migrain atau memperburuk migrain dengan mengonsumsi kafein [3].

Efek kafein tidak selalu sama untuk setiap orang, maka tidak bisa dikatakan bahwa minum kopi saat migrain diperbolehkan [3].

Menurut The American Migraine Foundation (AMF), minum kopi bukan solusi paling tepat sebagai pereda migrain terlepas dari fakta bahwa beberapa kasus menunjukkan cara ini efektif [4].

Kafein memberikan efek berbeda-beda terhadap otak; hal ini tergantung dari bagaimana seseorang memanfaatkan kafein [3,4].

Pada orang-orang yang suka mengonsumsi kopi setiap hari atau hampir setiap hari, tingkat toleransi terhadap kafein otomatis sangat tinggi [3,4].

Jika migrain terjadi pada orang-orang tersebut, minum kopi dengan dosis biasanya atau lebih rendah tidak menunjukkan hasil yang diharapkan [3,4].

Penderita migrain kemungkinan memerlukan dosis kafein lebih tinggi dengan meminum kopi lebih banyak agar efek pusing dari migrain mereda [3].

Sementara itu, bagi pengonsumsi kopi yang jarang, sekali minum kopi saat migrain melanda dapat membantu meredakan migrain walau efeknya sesaat [3].

Mengapa minum kopi berpotensi memicu atau memperburuk migrain?

Ya, menurut sebuah hasil studi tahun 2020, sejumlah orang mengalami migrain justru setelah minum kopi atau minuman berkafein lainnya [5].

Ketika mengonsumsi kopi tidak dibarengi dengan pemenuhan cairan tubuh yang baik, dehidrasi dapat terjadi sebagai akibatnya [3,5].

Dehidrasi dan berkurangnya kadar mineral magnesium di dalam tubuh karena terus keluar bersama urine saat buang air kecil dapat menyebabkan migrain [3,5].

Kopi mengandung kafein yang jika dikonsumsi terlalu banyak maka tubuh dapat merasakan efek diuretiknya [3,5].

Efek diuretik dari kafein memicu sering buang air kecil; bila tidak menghidrasi tubuh dengan baik, tubuh bisa kekurangan cairan sekaligus mineral magnesium [3,5].

Jadi saat mengonsumsi kopi dan kafein berlebihan, hal ini sama dengan meningkatkan risiko sakit kepala migrain episodik hingga kronik [3].

Tidak hanya minum kopi dan kafein dalam jumlah banyak yang berpeluang memicu migrain [3].

Orang-orang yang semula mengalami kecanduan kafein dikarenakan setiap harinya mengonsumsi kopi lebih dari takaran seharusnya lalu memutuskan tidak mengonsumsi sama sekali, migrain berisiko timbul [3].

Migrain juga bisa timbul karena penarikan diri dari kafein (efek samping tidak lagi minum kopi setelah sebelum-sebelumnya tidak bisa hidup tanpa kopi) [3].

Terdapat 2% sampai 30% laporan mengenai efek kafein maupun efek berhenti konsumsi kafein yang memicu migrain [5].

Oleh sebab itu, minum kopi tidak selalu efektif bagi penderita migrain untuk menghilangkan nyeri kepala [3].

Para penderita migrain pun perlu waspada terhadap seberapa banyak kafein yang diasup per harinya [3,5].

Sangat dianjurkan bagi penderita migrain untuk hanya minum minuman berkafein maksimal 200 mg per hari [5].

Jadi baik itu kopi saja atau kopi dengan minuman kafein lainnya, pastikan total asupan kafein setiap hari adalah 200 mg saja [5].

Tips Konsumsi Kopi saat Migrain

Ketika ingin mengonsumsi kopi sewaktu migrain, beberapa hal ini dapat diperhatikan [3,6].

  • Pastikan asupan kafein tidak lebih dari 200 mg per hari, takar agar tidak berlebihan, terutama jika mengonsumsinya setiap hari.
  • Pastikan total kafein tidak lebih dari 200 mg, termasuk kopi, minuman berenergi, obat mengandung kafein, minuman ringan, serta teh.
  • Konsumsi kafein dengan takaran yang sama secara konsisten setiap hari.

Agar migrain tidak menjadi lebih buruk, perhatikan juga makanan dan minuman apa saja yang perlu dihindari dan dibatasi [6].

Cokelat, kacang dan biji-bijian mengandung tyramine, daging olahan, makanan beragi, makanan ber-MSG, makanan dan minuman berpemanis buatan, buah-buahan sitrus, serta makanan fermentasi sebaiknya tidak dikonsumsi selama masih migrain [6].

Apakah minum kopi decaf saat migrain lebih aman?

Belum tentu, sebab kopi decaf (decaffeinated coffee) tidak menghilangkan seluruh kafein yang terkandung [3,4].

Kopi decaf diproduksi dengan menghilangkan sekitar 97-98% kafein yang terkandung di dalamnya, maka akan tetap terdapat kafein sekalipun berkadar rendah [3,4].

Kopi decaf yang kini tergolong populer memang menjadi solusi bagi penyuka kopi namun memiliki sensitivitas tinggi terhadap kafein [3].

Meski demikian, tetap hati-hati dan waspadai efek kafein yang masih tersisa pada kopi decaf sewaktu tetap ingin meminumnya [3,4].

Kesimpulan

Minum kopi saat migrain berisiko pada meredanya migrain atau justru membuat migrain lebih buruk.

Agar tidak memperburuk gejala, penderita dapat mencoba mengonsumsi kopi decaf.

Namun, sangat dianjurkan untuk tidak mengonsumsi kopi serta minuman berkafein lainnya selama migrain masih dialami.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment