7 Cara Merawat Payudara Pada Usia Remaja agar Tetap Sehat

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Masa pubertas membawa berbagai perubahan bagi anak usia remaja, baik secara fisik maupun psikologis. Pubertas ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi secara cepat, terutama akibat perubahan hormonal[1].

Salah satu tanda pubertas pada anak perempuan ialah perkembangan payudara. Perubahan kadar hormon estrogen di masa pubertas membuat payudara mengalami perkembangan pesat dan tampak[1].

Biasanya perkembangan payudara mulai sekitar 2 hingga 3 tahun sebelum menstruasi pertama. Pada awalnya, payudara berkembang membentuk kerucut hingga kemudian bentuknya berubah lebih bulat. Payudara akan terus berkembang dan bertambah ukuran hingga benar-benar matang[1].

Selama perkembangan berlangsung, payudara memerlukan perawatan yang berbeda dari sebelumnya. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat payudara untuk remaja:

1. Memahami bahwa perkembangan payudara setiap orang berbeda

Pubertas adalah masa penting yang ditandai dengan pertumbuhan dan perkembangan cepat. Pubertas juga meliputi perkembangan payudara yang mengarah pada berubahnya bentuk dan ukuran payudara[1].

Ukuran dan bentuk payudara setiap orang berbeda-beda. Selain itu, sangat umum terjadi perkembangan salah satu payudara lebih cepat daripada yang lain[1, 2].

Ukuran payudara terutama bergantung pada genetik, sehingga anak perempuan yang anggota keluarganya memiliki payudara berukuran besar kemungkinan besar akan memiliki payudara yang berukuran besar juga nantinya[1, 2].

Anak perempuan dengan payudara berukuran besar dapat merasa kesulitan untuk membiasakan diri dengan payudaranya yang berkembang. Sementara anak perempuan dengan payudara berukuran kecil dapat mempertanyakan adanya faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mereka[1].

Perlu diingat bahwa perkembangan payudara selama pubertas merupakan proses alami dan kita tidak dapat mempengaruhinya. Selain itu, laju perkembangan setiap orang berbeda sehingga tidak perlu mengkhawatirkan ukuran payudara yang lebih kecil ataupun lebih besar dibandingkan teman-teman sebaya lain[1].

2. Memilih bra yang tepat

Salah satu langkah perawatan payudara ialah memilih bra yang nyaman dan memberikan sokongan yang diperlukan. Hal ini terutama penting bagi mereka yang memiliki payudara berukuran sedang hingga besar atau orang yang melakukan olahraga[2].

Bra pertama bagi remaja sering kali disebut training bra. Bra jenis ini dapat meringankan rasa sakit yang berkaitan dengan perkembangan payudara dan membantu membuat remaja merasa lebih nyaman. Bra olahraga (sport bra) biasanya terbuat dari katun halus tanpa cup dan sangat mudah untuk dipakai[1].

Setelah bra berkembang lebih matang, anak perempuan dapat mulai mempertimbangkan menggunakan bra dengan cup lembut. Bra jenis ini mirip dengan bra sport tapi memiliki cup lembut untuk menahan payudara tetap di posisinya[1].

Penggunaan bra berkawat dan jenis bra rumit lainnya tidak dianjurkan untuk remaja. Sebaiknya memilih bra yang nyaman dikenakan dan tidak memperburuk rasa sakit akibat perkembangan payudara[1, 2].

Saat memilih bra, sebaiknya memastikan ukurannya pas dengan payudara. Bra dengan ukuran terlalu kecil akan mengencangkan dada dan menghambat perkembangan payudara yang selayaknya. Sedangkan, bra yang berukuran terlalu besar akan menyebabkan ketidaknyamanan ketika dikenakan[1].

Anak perempuan remaja dapat berbelanja bersama ibu atau perempuan dewasa lain yang dekat sehingga dapat membantu dalam memilih bra yang tepat. Berbelanja bersama juga dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan[2].

3. Menerapkan gaya hidup sehat

Sebagaimana bagian tubuh yang lain, payudara memerlukan perawatan seimbang dan latihan rutin untuk menjaga kesehatan. Melakukan olahraga rutin tidak akan berdampak pada perkembangan payudara, namun bisa meningkatkan kesehatan tubuh[1, 3].

Sedangkan peningkatan atau penurunan berat badan kadang dapat mempengaruhi ukuran payudara. Payudara terutama tersusun atas jaringan lemak, sehingga peningkatan berat badan dapat membuat ukuran payudara bertambah dan penurunan berat badan juga dapat membuat payudara sedikit mengecil[1].

Bagi anak perempuan usia pubertas, mengalami peningkatan berat badan adalah hal yang normal terjadi. Terutama bagi mereka yang mengalami PMS dengan gejala peningkatan nafsu makan menjelang periode menstruasi[1, 3].

Menjaga diet dan berat badan sehat akan menjaga payudara dan tubuh secara umum. Memiliki berat badan berlebihan dapat membuat diri sendiri dan dokter lebih sulit untuk menentukan tingkat kesehatan payudara. Berat badan berlebih juga berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara[2].

Untuk menjaga berat badan sehat, dianjurkan untuk mengkonsumsi diet sehat seimbang yang mengandung protein, lemak sehat, dan makanan kaya nutrisi. Diet sehat juga termasuk membatasi konsumsi makanan cepat saji yang tinggi kandungan lemak jenuh dan lemak trans[3].

Melakukan olahraga rutin juga termasuk langkah yang perlu dilakukan dalam menjaga berat badan sehat. Selain untuk menjaga berat badan, olahraga dapat menurunkan risiko kanker payudara. Peningkatan aktivitas fisik seperti berolahraga dapat menurunkan risiko kanker payudara hingga 10-30%[3].

Studi pada Cancer, Epidemiology, Biomarkers & Prevention menunjukkan bahwa olahraga aerobik tingkat sedang selama 150 menit seminggu (lima kali olahraga 30 menit) cukup untuk mengurangi biomarker, yang merupakan substansi di dalam tubuh yang mengindikasikan risiko lebih tinggi mengalami kanker payudara[4].

Gaya hidup sehat yang perlu diterapkan termasuk menghindari penggunaan rokok, alkohol, dan obat-obatan ilegal. Hal-hal tersebut mungkin tidak terlihat berkaitan dengan kesehatan payudara, namun sebenarnya mempengaruhi[2].

Penelitian menunjukkan bahwa perkembangan payudara pada anak perempuan yang merokok atau minum alkohol mengalami keterlambatan signifikan[2].

4. Merawat kulit payudara

Perawatan payudara sering kali hanya difokuskan pada perkembangan jaringan di dalam payudara. Padahal sebenarnya kulit di bagian luar payudara juga memerlukan perawatan[4].

Kulit payudara dapat menjadi kering dan gatal, sebagaimana kulit pada bagian tubuh kita yang lain. Terlebih lagi, kulit payudara lebih tipis dan lebih sensitif daripada kulit pada bagian tubuh lain, sehingga lebih rentan terhadap kerutan dan kekeruhan[3, 4].

Untuk menjaga kelembutan kulit, sebaiknya diaplikasikan pelembap pada payudara setiap hari. Dianjurkan untuk menggunakan krim kental yang tidak mengandung senyawa kimia yang menyebabkan iritasi untuk mencegah daerah di sekitar dada menjadi kering[3, 4].

Jika terlihat adanya kemerahan atau ruam di sekitar daerah dada, maka kemungkinan kulit bereaksi pada serat sintetik pada pakaian atau senyawa kimia dalam pelembap. Untuk mengatasinya, sebaiknya menggunakan pakaian yang berbahan 100% katun dan memakai krim kulit alami untuk mencegah iritasi bertambah buruk[3].

5. Mengenali karakteristik payudara

Mengetahui bagaimana payudara normalnya terlihat dan terasa termasuk hal penting untuk memantau kesehatan payudara. Dengan mengenal baik karakter payudara sendiri, maka dapat segera mengetahui jika terjadi masalah pada payudara[2].

Selama perkembangan di masa pubertas, normal untuk payudara terlihat membesar atau terasa sakit, terutama di bagian puting. Rasa sakit tersebut merupakan bagian dari perkembangan payudara dan dapat diatasi dengan mengenakan bra yang tepat[1].

Bagi remaja perempuan ada baiknya untuk bertanya pada orang yang lebih berpengalaman untuk memilih bra yang tepat, misalnya pada ibu atau kakak. Terutama bagi mereka yang merasa sakit saat memakai bra, maka penggunaan bra yang tepat menjadi sangat penting[1].

6. Mengenali masalah payudara dan kapan perlu ke dokter

Anak perempuan usia remaja normal mengalami payudara yang bengkak atau sakit, terutama pada bagian puting. Perempuan dianjurkan melakukan pemeriksaan payudara sendiri satu bulan sekali untuk mengecek ada tidaknya perubahan tidak biasa pada payudara[2].

Pemeriksaan payudara sendiri dapat membantu mencari tahu apakah perubahan tersebut bagian dari perkembangan payudara atau kondisi yang perlu penanganan medis[2].

Cara melakukan pemeriksaan payudara sendiri dapat dilihat pada gambar di bawah ini[3]:

Sumber: AmaElla

Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk diperiksakan ke dokter[2]:

  • Benjolan

Beberapa perempuan memiliki benjolan pada waktu-waktu tertentu selama siklus menstruasi, dan benjolan tersebut akan hilang dengan sendirinya. Sebaiknya periksakan ke dokter jika memiliki benjolan yang tumbuh atau terasa sakit.

  • Kemerahan

Kulit payudara yang kemerahan (terutama jika disertai rasa panas ketika disentuh) dapat menjadi tanda terjadinya infeksi. Sebaiknya segera diperiksakan ke dokter untuk mendapat penanganan.

  • Pembengkakan

Pada beberapa perempuan, ukuran payudara menjadi lebih besar sebelum periode menstruasi dan nantinya akan kembali normal dengan sendirinya. Akan tetapi, pembengkakan tidak biasa pada waktu yang tidak terduga selama siklus menstruasi dapat mengindikasikan adanya masalah yang perlu penanganan medis.

  • Keluar cairan dari puting

Keluarnya cairan dari puting payudara dapat disebabkan oleh banyak faktor yang kebanyakan perlu ditangani oleh dokter.

  • Perubahan kulit

Sebaiknya periksakan ke dokter jika kulit pada payudara mengalami perubahan seperti tahi lalat berdarah, tumbuh rambut, atau muncul petak-petak pada kulit.

7. Jangan mudah tergiur pada obat atau prosedur untuk memperbesar payudara

Banyak produk berupa pil dan krim yang mengklaim dapat membuat ukuran payudara lebih besar atau lebih kecil. Akan tetapi, klaim tersebut tidak nyata, bahkan penggunaan obat dapat membahayakan bagi kesehatan tubuh[1].

Pil dan krim yang tidak disetujui oleh badan pengawas obat dapat mengandung senyawa kimia yang tidak aman bagi kulit atau kesehatan secara umum. Oleh karena itu, penggunaannya sangat tidak dianjurkan[1].

Menjalani prosedur tertentu seperti operasi untuk mengubah ukuran atau bentuk payudara bukan pilihan yang baik untuk dilakukan oleh remaja di bawah umur. Menurut Food and Drug Administration (FDA), operasi pembesaran payudara tidak dianjurkan sebelum usia 18 tahun dan implan payudara memiliki usia minimum yang sesuai 22 tahun[1].

Mengubah bentuk atau ukuran payudara sebaiknya tidak dilakukan oleh remaja karena dapat berdampak buruk bagi payudara yang masih dalam tahap perkembangan. Kesehatan payudara meliputi jauh lebih banyak hal selain ukuran. Untuk menjaga kesehatan payudara sebaiknya menerapkan gaya hidup sehat dan lakukan perawatan payudara seperlunya[2].

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment