6 Efek Samping Terlalu Sering Minum Air Hangat

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Minum air secara umum sangat penting untuk kesehatan. Air putih dapat mencegah dehidrasi, yaitu suatu kondisi yang dapat menyebabkan pikiran tidak jernih, mengakibatkan perubahan suasana hati, menyebabkan tubuh terlalu panas dan menyebabkan konstipasi dan batu ginjal [1]. Menurut penelitian minum air secara cukup juga dapat membantu meningkatkan metabolisme dan membantu menurunkan berat badan [2].

Air hangat dianggap memberikan manfaat kesehatan tambahan dari air putih suhu normal. Minum air hangat bermanfaat untuk pencernaan, membantu memecah makanan lebih cepat dari air dingin, mengurangi resiko konstipasi dan melancarkan buang air besar. Selain itu minum air panas atau hangat membantu detoksifikasi tubuh dan meningkatkan sirkulasi aliran darah lebih banyak ke otot dan organ tubuh [3].

Minum air hangat dapat melonggarkan sinus yang tersumbat serta meredakan sakit kepala saat hidung tersumbat ketika pilek. Pada saat tubuh dalam kondisi tubuh kedinginan dan menggigil, minum air hangat dapat mengurangi menggigil. Selain itu, minum air hangat juga dapat mengurangi rasa cemas dan memberikan efek menenangkan. Minum air hangat dapat membantu penderita akalasia mencerna makanan lebih nyaman {4].

Air hangat memang memiliki segudang manfaat namun ada efek samping terlalu sering minum air hangat. Berikut efek samping terlalu sering minum air hangat :

1.Menyebabkan lidah melepuh

Terkadang ketika ingin meminum air hangat, suhu air masih terlalu panas belum hangat hingga menyebabkan lidah melepuh. Saat meminum air disarankan suhu optimal antara 54 derajat dan 71 derajat celcius. Suhu diatas rekomendasi tersebut dapat menyebabkan lidah melepuh[3].

Usahakan untuk meminum perlahan atau satu teguk terlebih dahulu untuk memastikan air memang benar-benar sudah hangat [4]. Air yang hangat ketika disentuh jari belum tentu sudah hangat atau masih bisa membuat lidah melepuh dan langit-lanit mulut merasa tidak nyaman [3].

2. Tenggorokan sakit

Dalam sebuah penelitian, ditemukan efek dari meminum air yang panas yaitu cedera pada kerongkongan. Cedera termal reversibel pada kerongkongan dan rongga mulut, pernah dilaporkan karena meminum teh panas. Disarankan untuk meminum air hangat yaitu bukan air suhu mendidih dan lebih hangat dari air suhu ruangan [5]. Minum air pada suhu 57,8 derajat celcius dapat menghindari risiko cedera pada tenggorokan [3].

Dalam sebuah penelitian ditemukan hubungan antara minum minuman panas dengan risiko kanker kerongkongan. Dianjurkan untuk menghindari minum air yang masih panas yaitu diatas 60 derajat celcius dan menunggunya hingga hangat atau dingin [6]

3. Keringat berlebihan

Setelah minum air hangat, tubuh akan menjadi hangat dan berkeringat. Hal ini diebabkan karena temperature tubu naik dan menyebabkan berkeringat. Terlalu sering minum air hangat dapat menyebabkan ketidaknyamanan, pusing dan merasa mual[7].

Menurut penelitian yang dilakukan dengan meneliti efek minuman yang berbeda suhunya, suhu air diatas 58 derajat celcius membuat seseorang berkeringat lebih banyak. Jumlah keringat meningkat secara signifikan setelah 3 menit pertama setelah minum air panas atau hangat[7].

Dalam penelitian ini disebutkan bahwa suhu air hangat adalah sekitar 38 derajat celcius dan air suhu ruangan yaitu berkisar pada suhu 26 derajat celcius [7].

4. Merusak enamel gigi

Terlalu sering minum air hangat dapat menyebabkan erosi enamel gigi. Enamel gigi yang terkikis menyebabkan gigi sensitif ketika mengonsumsi makanan dingin atau panas. Minum air hangat dengan sedotan dapat mengurangi efek pada kerusakan enamel gigi. Minum air panas bahkan dapat menyebabkan retakan mikro pada email gigi. Hal tersebut dapat membuat sakit gigi jika tidak ditangani dengan benar [8].

Beberapa orang merasakan nyeri gigi dan ketidaknyamanan setelah meminum air panas. Sensitivitas gigi setelah minum air panas biasanya berlangsung selama kurang dari 15 detik. Sensitivitas gigi terhadap suhu terjadi ketika sel-sel di dalam dentin gigi atau saraf gigi dirangsang oleh minuman panas atau dingin . Terlalu sering makan makanan asam juga menyebabkan kepekaan terhadap minuman panas atau hangat [9].

5. Menyebabkan sering buang air kecil dan menganggu pola tidur

Secara umum ketika minum air terlalu banyak, tubuh akan mengeluarkan dalam bentuk urin atau keringat. Minum air hangat terlalu banyak menyebabkan sering buang air kecil dan menyebabkan ketidaknyamanan. Minum air panas atau hangat sebelum tidur juga meningkatkan potensi terbangun di tidur malam. Sebaiknya minum air hangat atau air suhu ruangan 2 jam sebelum tidur [10].

6. Tidak merasa haus

Minum air hangat atau panas terlalu sering menyebabkan jarang merasa haus. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi karena tubuh merasa tidak haus sesering yang seharusnya [11].

Tips minum air hangat yang bagus untuk kesehatan

Secara umum kebutuhan air setiap hari berkisar 2,3 liter untuk wanita dan 3,3 liter untuk pria [3]. Menurut pendapat lain, laki-laki usia 19 tahun keatas direkomendasikan 3,7 liter per hari dan perempuan usia 19 tahun ke atas 2,7 liter per hari [11].

Minum air pada suhu yang tepat sangat penting. Minum air hangat tidak akan menyebabkan masalah asalkan air yang diminum benar-benar air hangat bukan air panas. Seringkali air yang disentuh jari sudah terasa hangat namun masih tergolong panas untuk lidah, langit-langit mulut dan tenggorokan[3].

Suhu air yang tepat adalah 57,8 derajat celcius [3]. Selain itu lebih baik air hangat diminum secara perlahan. Minum air hangat di pagi hari sebelum makan juga dapat mengurangi asam pada lambung.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment