3 Jenis Olahraga Untuk Disfungsi Ereksi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Disfungsi ereksi adalah suatu kondisi gangguan kesehatan yang terjadi pada pria ketika tidak dapat mempertahankan atau mencapai ereksi setiap berhubungan intim [1].

Disfungsi ereksi ditandai dengan beberapa kondisi, seperti [1] :

  • Tidak setiap kali berhubungan intim pria akan ereksi (ereksi hanya kadang-kadang).
  • Tidak mampu atau mengalami ereksi sama sekali setiap berhubungan intim.
  • Mengalami ereksi namun tidak mencapai kepuasan (ereksi tidak bertahan lama).
  • Ejakulasi dini.
  • Gairah/libido mengalami penurunan.

Kondisi disfungsi ereksi sendiri lebih berisiko terjadi ketika pria memiliki kebiasaan merokok, jarang olahraga, mengalami obesitas dan memiliki beberapa masalah kesehatan kronis [1,2].

Stroke, kanker prostat, dan penyakit kardiovaskular (masalah jantung adalah beberapa faktor peningkat risiko disfungsi ereksi pada pria [1,2].

Namun, penderita gejala disfungsi ereksi dapat mengatasi kondisi ini dengan berolahraga, sebab sejumlah jenis olahraga mampu memperkuat otot-otot dasar panggul [1,2,3].

Berikut ini adalah jenis olahraga untuk disfungsi ereksi yang dimaksud.

1. Aerobik

Menurut sebuah hasil studi tahun 2018, aktivitas fisik mampu berpengaruh positif terhadap kondisi penderita disfungsi ereksi [4,5].

Salah satu aktivitas fisik yang dimaksud adalah olahraga aerobik yang dapat dilakukan 40 menit setidaknya 4 kali dalam seminggu [4].

Beberapa jenis olahraga aerobik yang dapat coba dilakukan agar disfungsi ereksi dapat pulih dengan baik adalah [2,4,6] :

  • Lari
  • Bersepeda
  • Mendayung
  • Boxing

Melakukan beberapa olahraga aerobik tersebut secara rutin dalam 6 bulan berturut-turut mampu menunjukkan adanya kemajuan bagi gejala disfungsi ereksi [3].

2. Senam Kegel

Selain aerobik, jenis olahraga lain yang mudah dilakukan dengan manfaat besar bagi pria berdisfungsi ereksi adalah senam kegel [2,4,6].

Senam kegel adalah jenis latihan fisik yang berfokus pada dasar panggul sehingga mampu memulihkan kondisi disfungsi ereksi [2,4,6].

Ketika otot dasar panggul melemah, aliran darah menuju penis yang ereksi akan terhambat [2,4].

Oleh sebab itu, dibutuhkan beberapa latihan kegel seperti berikut untuk mengaktifkan otot dasar panggul [2,4].

  • Ambil posisi berbaring dengan kedua lutut ditekuk, kedua lengan masing-masing di sisi tubuh dan telapak kaki menapak permukaan lantai.
  • Angkat bokong setinggi mungkin dengan kedua lengan dan kaki sebagai penumpu dan pendorong tubuh.
  • Terjadi kontraksi pada area panggul, bokong maupun perut dan tungkai.

Melakukan senam kegel secara rutin 3 kali sehari mampu memberikan efek baik bagi dasar panggul dan mendukung pemulihan disfungsi ereksi lebih cepat [2].

3. Pilates

Pria pun dapat melakukan pilates, bahkan terdapat beberapa gerakan yang bermanfaat untuk mengatasi disfungsi ereksi [2,4].

Terdapat sejumlah gerakan pilates yang dapat dilakukan di rumah selama masa pemulihan disfungsi ereksi, dan yang pertama adalah knee fallouts [2].

  • Ambil posisi berbaring dengan kedua lutut ditekuk dan telapak kaki menapak lantai, sementara itu kedua lengan masing-masing lurus di sisi tubuh.
  • Posisi punggung atau tulang belakang netral dengan memberi sedikit ruang antara bagian punggung tengah dengan permukaan lantai/matras.
  • Embuskan nafas dan lutut kanan dapat diturunkan ke samping kanan hingga menyentuh lantai/matras.
  • Ambil nafas dan kembalikan lutut ke posisi semula, ulangi gerakan yang sama pada kaki sebelah kiri.
  • Lakukan dengan hitungan 4-5 kali repetisi atau bahkan bisa sampai 10 kali.

Gerakan pilates lainnya adalah supine foot raises dengan cara [2,4] :

  • Ambil posisi berbaring seperti awal melakukan knee fallouts, lengan masing-masing di kedua sisi tubuh dan kedua lutut ditekuk di mana telapak kaki menapak pada lantai/matras.
  • Embuskan nafas, lalu angkat kaki kanan dalam kondisi diluruskan ke depan.
  • Ambil nafas, lalu turunkan perlahan kaki kanan kembali pada posisi lutut ditekuk.
  • Ulangi gerakan yang sama pada kaki kiri dan lakukan beberapa hitungan dalam beberapa set.

Selain olahraga, apa yang perlu dilakukan untuk mengatasi disfungsi ereksi?

Penting untuk memerhatikan pola diet bagi penderita disfungsi ereksi, termasuk diet menurunkan berat badan [2].

Ini karena para pria penderita disfungsi ereksi rata-rata tidak sekadar jarang olahraga, tapi juga kurang menjaga asupan makan serta mengalami kelebihan berat badan [7].

Pada beberapa kasus, pria penderita disfungsi ereksi pun memiliki kebiasaan minum minuman beralkohol secara berlebihan [2,4,6].

Seperti yang diketahuim, asupan alkohol menjadi salah satu faktor risiko disfungsi ereksi dan termasuk pula dalam pola diet yang buruk [2].

Kesimpulan

Disfungsi ereksi tidak harus selalu diatasi dengan penanganan medis maupun dengan konsumsi obat-obatan kimia.

Melalui perubahan pola hidup seperti menurunkan berat badan, makan makanan bergizi, menjaga berat badan dan menghindari asupan alkohol berlebih adalah yang terbaik.

Selain itu, penanganan mandiri disfungsi ereksi paling tepat adalah dengan melakukan rangkaian olahraga di atas, terutama senam kegel.

Gerakan-gerakan sederhana yang dilakukan rutin berbulan-bulan pasti akan membuahkan hasil karena senam Kegel sendiri bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa peralatan yang terlalu banyak atau ribet.

Aerobik dan pilates pun bisa dilakukan sebagai selingan dari senam Kegel yang juga akan bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskular.

Saat sistem kardiovaskular sehat, hal ini turut berpengaruh baik bagi disfungsi ereksi.

Buat jurnal agar olahraga rutin selama beberapa bulan bisa terpantau dengan baik; untuk lebih amannya, konsultasikan dengan dokter mengenai olahraga apa yang paling aman dan sesuai dengan riwayat kesehatan.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment