Berikut 8 Tanda Janin Sehat dalam Kandungan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Bagi Ibu hamil, kesehatan bayi dalam kandungan adalah hal yang utama. Menjadi sehat selama masa kehamilan merupakan hal yang penting.

Maka tak heran jika setiap Ibu hamil selalu berusaha untuk menjaga kondisi bayi dalam kandungannya. Dengan olahraga ringan, istirahat yang cukup, pola makan yang teratur, asupan vitamin dan lain sebagainya.

Rutin menjalani pemeriksaan ke dokter juga merupakan upaya untuk menjaga kondisi bayi tetap sehat dalam kandungan. Hal ini karena jika kita tidak menjaga kesehatan kita selama proses kehamilan, ditakutkan akan ada hal yang tidak diinginkan pada bayi kita nantinya.

Agar kita tak mudah khawatir dan dapat dengan tanggap memahami situasi yang terjadi, sebagai Ibu hamil kita harus tahu kondisi kehamilan seperti apa yang dapat dikatakan sehat.

Sangat penting bagi setiap Ibu hamil untuk dapat membedakan tanda-tanda antara bayi yang sehat atau tidak. Karena beberapa gejala jika tidak diobati akan menyebabka komplikas parah atau bahkan keguguran.

Tentu saja cara pertama untuk mengetahui apakah bayi yang ada dalam kandungan kita sehat atau tidak adalah dengan mengetahui kondisi kesehatan kita sendiri. Jika kita ingin bayi kita sehat, maka kita pun harus menjaga kesehatan diri kita sendiri.

Selain melihat kondisi kesehatan diri sendiri, masih banyak lagi tanda-tanda yang menandakan bahwa bayi dalam kandungan itu sehat, diantaranya ialah:

  • Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi

Jika janin mengalami pertumbuhan dengan benar, maka akan terlihat dari penambahan berat badan Ibu hamil atau melalui USG. Umumnya, janin tumbuh dua inci setiap bulannya. Maka, pada bulan ketujuh panjang bayi harus 14 inci.

Pada trimester ketiga bayi yang sehat tumbuh lebih berat 700 gram setiap minggu. Umumnya pada akhir sembilan bulan, berat bayi sekitar 3 kilogram dengan panjang 18-20 inci. Menurut nhs.uk bayi berusia 32 minggu dalam kandungan akan memiliki panjang sekitar 42,4 cm dari kepala hingga tumit dan beratnya sekitar 1,7 kg [1,2, 3, 4, 6].

  • Pergerakkan Bayu

Pergerakkan bayi merupakan indikator bayi menerima jumlah oksigen yang optimal. Bayi mulai bergerak setelah lima bulan usia kandungan. Setelah usia enam bulan, bayi mulai merespon suara dengan gerakan [2].

Setelah tujuh bulan bayi merespon rangsangan seperti rasa sakit dan cahaya. Pada minggu ke 29-34 gerakan bayi lebih bervariasi dan dapat bergerak bergantian antar keadaan istirahat dan gerakan aktif. Pada akhir delapan bulan bayi mulai menendang lebih sering [1, 2, 4].

  • Berat Badan Ibu Hamil

Kenaikan berat badan saat kehamilan merupakan tanda kehamilan yang sehat. Kenaikan berat badan selama kehamilan umumnya sekitar 13 hingga 15 kilogram. Ibu hamil dapat berkonsultasi pada dokter untuk memeriksa berat badannya secara teratur juga berkonsultasi jika ada yang memiliki berat bedan berlebih saat proses kehamilan [4].

  • Detak Jantung

Jantung bayi mulai berdetak sekitar minggu kelima usia kehamilan. Detak jantung bayi yang sehat adalah antara 110 hingga 160 permenit. Detak jantung bayi dalam kandungan akan berubah setiap saat [4].

Sekitar minggu kelima atau keenam, saat pertama kali terdeteksi detak jantung bayi sekitar 110 denyut permenit (bpm). Kemudian melonjak menjadi 170 bpm di minggu ke 9-10. Kemudian akan melambat menjadi sekitar 140 bpm dan terus menjaid sekitar 130 bpm saat lahir. Hal ini karena jantung bayi masih sangat kecil sehingga tidak dapat memompa terlalu banyak darah [2, 4].

  • Tekanan Darah dan Gula Darah

Pemeriksaan tekanan darah dan gula darah penting untuk dilakukan di setiap trimester. Hal ini karena selama kehamilan tekanan darah ataupun gula darah itu berfluktuasi. Sangat umum bagi Ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi saat hamil [1].

Namun, jika lonjakan kadarnya terjadi secara tiba-tiba dan sangat tinggi dapat menyebabkan kondisi yang disebut preeclampsia. Jika kondisi parah bukan tidak mungkin untuk melakukan persalinan prematur [1].

Selama proses kehamilan juga seringkali setiap ibu hamil merasakan kondisi yang tidak mengenakan, seperti mual, nyeri di bagian tubuh tertentu dan lain sebagainya. Menurut Yvonne Bohn, M.D., salah satu penulis The Mommy Docs’ Ultimate Guide to Pregnancy and Birth bahwa kabar baiknya efek samping yang berat tersebut sebenarnya menandakan bahwa kehamilan anda berkembang baik [5].

Kondisi ini terjadi di awal trimester pertama. Lonjakan hormon dapat membuat dada terasa berat dan sakit, tetapi itu juga merupakan indikasi tubuh kita beradaptasi dengan baik dengan kehamilan [5].

Penyebab keputihan biasanya karena peningkatan hormon estrogen. Selain sebagai tanda kehamilan yang sehat, keputihan juga diduga dapat membantu membersihkan vagina dan mencegah infeksi masuk ke dalam rahim [5]. Namun, ibu hamil juga harus waspada akan ciri keputihan yang berbahaya saat hamil.

  • Morning Sickness

Kondisi ini biasa terjadi di trimester pertama. Meskipun menghadapi mual selama berminggu-minggu bisa sangat melemahkan, namun mual di pagi hari dianggap sebagai bagian yang sehat.

Para ahli percaya bahwa peningkatan pesat hormon hCG bisa menjadi penyebabnya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa calon ibu yang mengalami mual di pagi hari cenderung tidak mengalami keguguran atau melahirkan sebelum waktunya [5].

Itulah beberapa tanda-tanda yang bisa menjadi acuan kondisi bayi dalam kandungan sehat atau tidak. Mengetahui tanda-tanda tersebut amat penting agar kita terus menjaga kesehatan kita demi kesehatan bayi dalam kandungan kita juga.

Namun, perlu diingat jika sesuatu hal serius yang tidak kita tahu terjadi di luar kendali kita, segera hubungi dokter ataupun tenaga medis lainnya untuk meminta bantuan dan mengatasi masalah tersebut.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment