Antihistamin dan Dekongestan Hidung : Manfaat – Cara Kerja, dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Pembengkakan yang terjadi di dalam hidung disebut dengan rinitis alergi atau hay fever. Pembengkakan ini merupakan reaksi alergen terhadap udara[1].

Alergen yang menyerang bisa apa saja, seperti terhadap gulma, rumput, pohon, atau jamur yang sering sekali menyebabkan rinitis alergi musiman. Penyebab lainnya juga meliputi debu, tungau, kecoak, bulu hewan peliharaan atau jamur yang terdapat didalam ruangan.

Fungsi Antihistamin dan Dekongestan Hidung

Antihistamin dan dekongestan hidung merupakan sekelompok obat yang digunakan untuk meredakan gejala seperti bersin, pilek , atau postnasal drip. Obat ini mengandung antihistamin atau dekongestan, yang cocok untuk penggunaan pada hidung[2,3,6].

Antihistamin hidung meredakan gejala seperti bersin, pilek , atau postnasal drip. Sedangkan dekongestan hidung akan membuat pembuluh darah yang membesar di hidung menyempit, untuk mengurangi pembengkakan yang akan membuat udara mengalir dengan sangat bebas, sehingga dapat mengurangi gejala hidung tersumbat.

Kegunaan lainnya untuk antihistamin dan dekongestan hidung yaitu:

  • Untuk mengatasi sumbatan pada saluran yang mengalirkan cairan dari telinga bagian dalam, yang disebut saluran eustachius.
  • Untuk meredakan sementara hidung tersumbat yang disebabkan oleh alergi serbuk bunga.

Penyakit yang Diatasi dengan Antihistamin dan Dekongestan Hidung

Terdapat beberapa penyakit yang diatasi dengan antihistamin dan dekongestan hidung. Antihistamin dan Dekongestan Hidung diberikan untuk[2]:

  • Rinitis Alergi
  • Gejala Pilek
  • Hidung tersumbat
  • Rhinorrhea

Cara Kerja Antihistamin dan Dekongestan Hidung

Antihistamin memblokir aksi histamin yang dilepaskan oleh sel sebagai respons terhadap alergen. Sedangkan dekongestan hidung akan membuat pembuluh darah yang membesar di dalam hidung menyempit[2,7].

Dengan obat oxymetazoline sebagai amina simpatomimetik yang langsung bekerja dengan merangsang reseptro alfa adrenergik di dalam pembuluh darah mukosa pada hidung supaya dapat menghasilkan vasokonstriksi dan dekongesti lokal. Hal ini juga akan mengurangi eritema melalui vasokonstriksi langsung, bila digunakan secara topikal.

Penyerapan obat ini di lakukan dengan cepat dari jaringan intranasal. Di distribusikan oleh pengikat protein plasma antara 56,7-57,5%. Obat ini di metabolisme dihati oleh enzim mikrosom. Dikeluarkan melalui urin kisaran 30% dan yang melalui feses kira-kira 10%. Dengan waktu paruh antara 5-8 hari.

Contoh Obat Antihistamin dan Dekongestan Hidung

Antihistamin dan dekongestan hidung tersedia dalam bentuk inhaler, obat tetes hidung, semprotan hidung dan larutan hidung. Beberapa jenis obat ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter, sementara yang lainnya dijual bebas di apotek.

Beberapa contoh antihistamin dan dekongestan hidung yang dijual bebas dan dengan resep dokter termasuk[2]:

Efek Samping Antihistamin dan Dekongestan Hidung

Antihistamin dan dekongestan hidung dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak di inginkan. Beberapa efek samping umum dari antihistamin dan dekongestan hidung termasuk[3,4,5,6]:

  • Bersin sementara
  • Rasa terbakar ringan, kekeringan, perasaan dingin, atau iritasi di dalam hidung
  • Sakit kepala, pusing, lemah
  • Merasa bersemangat atau gelisah (terutama pada anak-anak)
  • Masalah tidur ringan
  • Pilek, bersin
  • Hidung, mulut, atau tenggorokan kering
  • Mimisan ringan
  • Sakit tenggorokan
  • Penglihatan kabur
  • Rasa yang tidak biasa atau tidak enak di mulut
  • Kantuk, kelelahan
  • Mual , mulut kering
  • Penambahan berat badan
  • Kehilangan selera makan
  • Iritasi pada mata
  • Dysgeusia
  • Epistaksis

Ikuti semua petunjuk pada label yang terdapat pada obat, jangan menggunakan obat lebih atau kurang dari yang sudah diresepkan oleh dokter Anda[3].

Phenylephrine nasal digunakan setiap 4 jam, menggunakan obat ini terlalu lama menyebabkan lapisan saluran hidung rusak dan hidung tersumbat kronis[3].

Juga jangan berikan fenilefrin nasal pada anak di bawah usia 4 tahun. Penyalahgunaan obat batuk dan pilek pada anak yang masih kecil akan menyebabkan kematian. Jangan pernah berhenti bertanya pada dokter Anda sebelum memberikan obat batuk dan pilek pada anak Anda[3].

Apabila Anda menyusui pada saat menggunakan azelastine nasal, perhatikan bayi Anda apakah tidak mau menyusu juga. Karena azelastine nasal akan membuat ASI terasa pahit[6].

Beritahu dokter Anda jika Anda sedang hamil atau menyusui sebelum menggunakan obat ini.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment