Penyebab Benjolan di Vagina dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Benjolan pada vagina merupakan hal yang umum, terutama pada usia subur. Penyebab benjolan ini bervariasi, dari yang ringan dan dapat hilang sendiri dengan perawatan di rumah, sampai yang membutuhkan perawatan... oleh dokter. Benjolan ini dapat disebabkan oleh kista, folikulitis, atau penyakit menular seperti herpes. Konsultasikan kepada dokter jika Anda menemukan benjolan pada area kelamin Anda dan tidak yakin apa penyebab benjolan tersebut. Waspadai tanda-tanda seperti benjolan yang mengeluarkan darah atau nanah, demam, benjolan yang malah menjadi luka yang tidak kunjung sembuh, rasa nyeri atau terbakar, atau benjolan yang malah semakin membesar. Jika benjolan disebabkan oleh penyakit yang serius, maka pengobatan sedini mungkin diperlukan untuk mengurangi risiko adanya komplikasi. Read more

Tubuh manusia tidaklah mulus sempurna. Tubuh sangat rentan untuk membentuk bervariasi benjolan. Benjolan ini umumnya tidaklah berbahaya. [1]

Terkadang, benjolan dapat muncul di vagina. Benjolan ini dapat terjadi karena beragam hal dan dapat menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan. [4]

Jika anda bertanya-tanya apakah benjolan dan perubahan warna di vagina normal atau tidak, anda tidaklah sendirian. Benjolan di vagina adalah hal yang umum terjadi, terutama selama masa subur atau karena pertambahan usia. [2]

Penyebab Benjolan di Vagina

Benjolan di vagina dan vulva bisa dikatakan normal maupun tanda dari sebuah kondisi yang memerlukan perhatian medis. Dibawah ini adalah 10 penyebab yang mungkin terjadi. [2]

  • Kista Vulva

Vulva (bibir vagina) memiliki beberapa glandula atau kelenjar, termasuk kelenjar minyak, kelenjar Bartholin, dan kelenjar Skene. Kista dapat terbentuk jika kelenjar ini tersumbat. [2]

Ukuran dari kista dapat bervariasi, tapi kebanyakan berukuran kecil dan keras. Kista umumnya tidak terasa sakit kecuali bila terinfeksi. [2]

Kista normalnya akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Jika kista menjadi terinfeksi, dokter anda dapat mengempeskan kista tersebut dan meresepkan antibiotik jika ada tanda infeksi. [2]

  • Kista Vaginal

Ada beberapa tipe kista vagina. Kista vagina berbentuk benjolan keras pada dinding vagina. Ukuran kista vagina normalnya seukuran kacang atau bahkan lebih kecil. [2]

Kista inklusi vagina adalah tipe kista vagina yang umum terjadi. Kista tipe ini terkadang terbentuk setelah melahirkan atau karena adanya luka di vagina. [2]

  • Bintik Fordise

Bintik fordise, atau kelenjar minyak, adalah benjolan berwarna putih atau putih kekuningan di dalam vagina. Bintik atau titik ini juga dapat ditemukan pada area bibir dan pipi. [2]

Bintik fordise pertama kali muncul saat masa pubertas, dan anda akan menjadi semakin banyak seiring bertambahnya usia. Bintik fordise tidak sakit dan tidak membahayakan. [2]

  • Varikositis

Varikositis adalah pembengkakan vena yang terjadi di vulva. Kejadian ini terjadi sekitar 10% dari kehamilan atau karena penuaan. Varikositis muncul seperti benjolan kebiruan atau vena bengkak yang membulat di sekitar labia minor atau mayor. [2]

Anda mungkin tidak merasakan sakit, namun terkadang varikositis dapat terasa berat, gatal, atau bahkan berdarah. [2]

Tidak ada pengobatan untuk wanita hamil dengan varikositis karena varikositis akan menyusut dengan sendirinya sekitar 6 bulan setelah melahirkan. Varikositis sering terulang kembali pada kehamilan selanjutnya. [2]

Empat persen dari seluruh wanita dapat mengalami varikositas. Untuk wanita yang tidak hamil mungkin dapat merasa malu atau merasa tidak nyaman saat berhubungan atau saat haid masa panjang. Dokter spesialis operasi vena dapat membantu menangani kondisi ini. [2]

  • Rambut yang Tumbuh Kedalam

Mencukur, waxing, atau mencabut rambut kelamin meningkatkan resiko terhadap tumbuhnya rambut kearah dalam. Kondisi ini dapat menyebabkan benjolan kecil, bundar, terkadang terasa sakit atau gatal. Benjolan dapat terisi nanah, dan kulit disekitar benjolan dapat berwarna lebih gelap. [2]

Jangan mencoba untuk memecahkan benjolan akibat pertumbuhan rambut kedalam ini sendiri, karena hal ini dapat mengarah ke infeksi. Pada kebanyakan kasus, kondisi ini dapat sembuh tanpa penanganan. [2]

  • Skin Tag Vagina

Skin tag adalah lipatan kulit yang kecil dan menonjol. Skin tag tidak berbahaya dan tidak menyebabkan ketidaknyamanan, kecuali jika tergaruk atau tergesek sesuatu dan menjadi iritasi. [2]

Jika skin tag vagina anda mengganggu anda, anda dapat menghilangkannya dengan operasi atau laser. [2]

Lichen sclerosus adalah kondisi kulit yant jarang terjadi, umumnya menyerang wanita yang menopause. Kondisi ini sering terjadi pada vulva dan disekitar anus. [2]

Gejala lain pada lichen sclerosus termasuk rasa gatal, kulit yang tipis, bintik putih dan mengkerut, perdarahan atau memar, lecet, serta nyeri saat urinasi atau saat berhubungan seksual. [2]

Lichen sclerosus umumnya ditangani dengan krim atau salep kortikosteroid. Lichen sclerosus dapat kembali lagi setelah pengobatan. Wanita dengan kondisi ini membuat resiko terhadap kanker vulva meningkat. [2]

Herpes kelamin adalah infeksi yang disebabkan karena virus hespes simplek. Herpes dapat menular melalui hubungan seksual melalui vagina, mulur, ataupun anal. [2]

Satu dari lima penduduk Amerika memiliki herpes kelamin. Terkadang, gejala lain sangatlah minim sehingga penderita herpes tidak sadar akan kondisinya sendiri. [2]

Wabah herpes pertama dapat memunculkan gejala seperti flu, misalnya demam, pembengkakan glandula, luka yang besar, dan rasa nyeri di kelamin, kaki, dan bagian bawah lainnya. [2]

Gejala susulan dari hespes genital adalah rasa kesemutan atau gatal pada kelamin, beberapa benjolan merah yang menjadi jerawat nyeri dan lecet, serta luka (ulser). [2]

Jika anda memiliki rasa nyeri yang jelas, dokter anda dapat mendiagnosa kondisi dengan melihat benjolan secara langsung atau dengan mengambil cairan dalam benjolan dan mengujinya di laboratorium. [2]

Tidak ada obat untuk menyembuhkan herpes kelamin, namun keparahan dan durasi gejala dapat dikontrol dengan medikasi anti-virus. Anda tidak diperkenankan berhubungan seksual selama nyeri herpes terasa. [2]

Kutil genital dapat disebabkan karena infeksi human papillomavirus (HPV). Virus ini menyebar melalui hubungan seksual via vagina, anal, ataupun mulut. [2]

Banyak orang memiliki kutil kelamin dan tidak menyadarinya. Gejala yang mungkin muncul adalah timbulnya benjolan kecil yang bergerombol, bercak kasar dekat kutil seperti kembang kol, serta rasa gatal dan terbakar. [2]

Kutil kelamin dapat tumbuh pada vulva, anus, ataupun vagina. Tidak ada obat untuk kutil kelamin, tapi kutil ini dapat dihilangkan dengan krim resep dokter, laser, atau operasi. [2]

Beberapa tipe HPV dapat meningkatkan resiko kanker serviks. Jika anda memiliki kutil kelamin, penting sekali untuk mengunjungi dokter anda untuk pemeriksaan pap. [2]

  • Kanker

Kanker vulva memanglah jarang, dan kanker vagina lebih tidak sering lagi. Gejala dari kondisi pra-kanker dan kanker diantaranya adalah ada benjolan di vulva, kulit sekitar benjolan lebih gelap atau lebih terang, kulit menebal, rasa gatal, terbakar, nyeri yang tidak hilang dalam seminggu, ataupun perdarahan yang tidak seharusnya. [2]

Kanker vulva lebih umum terjadi pada wanita yang lebih tua dan wanita yang merokok. Resiko kanker vulva juga semakin besar bila anda terinfeksi virus HPV. [2]

Kapan Harus ke dokter?

Jika anda mengetahui ada perubahan pada area vagina anda, salah satunya adalah benjolan, anda harus pergi ke dokter. [4]

Pergi ke dokter semakin penting pada kasus benjolan vagina apabila [4]:

  • Terjadi perdarahan
  • Menyebabkan perubahan bau yang tidak enak
  • Rasa nyeri atau sakit

Kebanyakan benjolan di vagina tidak membutuhkan penanganan khusus. Dokter dapat mengevaluasi benjolan vagina terlebih dahulu untuk menentukan apakah diperlukannya penanganan atau tidak. [4]

Pengobatan Benjolan di Vagina

Jika kista vagina anda menjadi infeksi, dokter dapat meresepkan antibiotik untuk mengurangi efek dari infeksi. Doktet juga akan menyarankan pengobatan dirumah dan perubahan gaya hidup, seperti [4] :

  • Mandi sitz, termasuk didalamnya adalah duduk dalam air hangat dengan kedalaman beberapa inci. Anda dapat juga duduk di air dangkal pada bathtub atau membeli tipe sitz tertentu yang muat dalam kamar mandi.
  • Menggunakan obat di apotek, termasuk ibuprofen dan acetaminophen.
  • Menghindari pakaian ketat. Gunakan pakaian dalam dengan bahan katun yang natural.
  • Menghindari berhubungan seksual dan tampon. Saat seseorang terkena kista vagina, memasukkan tampon atau berhubungan seksual dapat memperburuk gejala dan mengganggu proses kesembuhan

Pada kasus HPV, dokter tidak dapat menyembuhkan infeksi HPV, namun dokter dapat menghilangkannya. Pengobatan termasuk pembekuan atau menggunakan operasi laser untuk menghilangkan kutilnya. [4]

Pada kasus kanker vagina, ada berbagai cara penanganan yang dapat dilakukan, tergantung pada seberapa parah kanker tersebut.

Penanganan kanker vagina dapat termasuk [4] :

  • Terapi radiasi
  • Kemoterapi
  • Medikasi untuk menhindari penyebaran kanker
  • Dokter juga dapat merekomendasikan pengobatan virtual sesuai dengan kondisi yang mendasari benjolan di vagina

Pencegahan Benjolan di Vagina

Mencegah bisul vagina tidak selalu mungkin, namun ada beberapa tips untuk mengurangi resiko anda terhadap bisul vagina atau benjolan vagina [3] :

  • Mengganti Pisau Cukur Secara Teratur.

Pisau cukur yang tumpul dapat meningkatkan kemungkinan tumbuhnya rambut kearah dalam. Ganti pisau cukur anda setiap 3 sampai 4 minggu.

  • Jangan Meminjamkan Pisau Cukur

Bakteri yang terdapat pada pisau cukur dapat tersebar dengan mudah. Pastikan pisau cukur anda bersih, kering, dan disimpan dari orang lain.

  • Bercukur Saat Mandi

Jangan mencukur jika area kelamin anda kering. Anda dapat menggunakan losion atau krim untuk mengurangi friksi rambut saat mencukur saat mandi.

  • Mencukur Searah Pertumbuhan Rambut

Mencukur searah pertumbuhan rambut dapat mengurangi kemungkinan tumbuh rambut kedalam.

  • Melakukan Eksfoliasi Lembut pada Area Kelamin

Jika anda mencukur area kelamin anda, anda dapat mengurangi kemungkinan pertumbuhan rambut kearah dalam dengan melakukan eksfoliasi dua kali seminggu. Eksfoliasi dapat membantu membuka folikel rambut yang tersumbat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment