Benjolan Payudara : Penyebab – Gejala dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Apa Itu Benjolan Payudara?

Benjolan payudara merupakan suatu kondisi tumbuhnya benjolan pada area payudara di mana benjolan ini adalah jaringan lain yang terbentuk di dalam payudara [2,4,5,6].

Benjolan ini dapat timbul dalam tekstur yang berbeda, ada yang berisi cairan sehingga saat disentuh lembut dan empuk, namun ada pula yang padat.

Benjolan pada payudara umumnya bersifat non-kanker atau bersifat jinak, hanya saja pada beberapa kasus benjolan ini perlu diwaspadai sebagai gejala kanker payudara.

Hal ini menjadi pertanda penting bagi pemilik benjolan di payudaranya untuk segera ke dokter dan memeriksakan diri.

Tinjauan
Benjolan payudara adalah benjolan yang tumbuh pada area payudara, dapat bersifat jinak namun dapat pula bersifat kanker.

Penyebab Benjolan Payudara

Ada berbagai kondisi yang dapat menjadi penyebab munculnya benjolan di area payudara.

Berikut ini merupakan jenis sekaligus penyebab yang perlu diwaspadai baik oleh wanita maupun pria [1,2,3,4,6].

Lipoma merupakan kondisi pertumbuhan lemak di bawah kulit yang jika membesar maka akan membentuk benjolan.

Tak hanya payudara, bagian tubuh lain seperti perut, bahu, punggung dan leher pun biasanya menjadi lokasi umum dijumpainya keberadaan lipoma.

Meski bersifat jinak, benjolan lemak ini cukup mengganggu penampilan dan aktivitas bila ukurannya besar, sehingga penderita dapat memutuskan untuk mengangkatnya.

Lipoma mudah dialami seseorang bila anggota keluarganya memiliki riwayat ini.

Hanya saja, orang-orang dengan usia 40-60 tahun jauh lebih berpotensi mengalami lipoma walau segala usia dapat menderitanya.

Mastitis merupakan kondisi ketika jaringan payudara mengalami radang yang bahkan dapat juga mengalami infeksi di waktu bersamaan.

Benjolan payudara dapat disebabkan mastitis karena mastitis memicu pembentukan kumpulan nanah yang disebut abses di jaringan payudara.

Bakteri adalah penyebab utama mastitis di mana bakteri memasuki lapisan kulit bagian dalam dan menyebabkan infeksi jaringan payudara.

Umumnya mastitis dialami oleh para ibu menyusui, namun payudara pria pun tak menutup kemungkinan dapat terserang.

Pada ibu menyusui, saluran kelenjar payudara yang membawa ASI keluar dari puting mengalami penyumbatan sehingga mastitis terjadi.

Pengendapan ASI dapat terjadi dan memicu penyumbatan yang berakibat pada radang dan juga infeksi.

  • Nekrosis Lemak

Nekrosis lemak merupakan suatu kondisi ketika kelenjar lemak pada bagian payudara mengalami masalah atau kerusakan.

Biasanya, masalah terjadi karena kelenjar lemak mengalami cedera, efek operasi, atau dampak dari paparan terapi radiasi di bagian tersebut.

  • Fibroadenoma

Fibroadenoma adalah tumor yang tumbuh pada payudara namun bersifat non-kanker atau jinak.

Umumnya, wanita usia antara 20-30 tahun yang paling berpotensi mengalaminya dan tumor jinak ini dapat muncul pada salah satu atau kedua sisi payudara.

Meski begitu, fibroadenoma ada pula yang berpotensi berkembang menjadi kanker payudara, yaitu complex fibroadenoma sehingga biasanya dokter akan menyarankan untuk mengangkatnya melalui prosedur bedah.

Sedangkan bagi kasus fibroadenoma yang tak berbahaya, kondisi ini disebut dengan istilah simple fibroadenoma.

  • Kista

Benjolan pada payudara kerap diduga sebagai kista atau benjolan yang di dalamnya terdapat cairan.

Kista bersifat lunak namun juga terkadang padat bila disentuh di mana keberadaannya bisa dijumpai pada salah satu maupun kedua payudara.

Bila pada kelenjar payudara menjadi tempat akumulasi cairan, kista pun terbentuk, namun penyebab pastinya belum diketahui hingga kini.

Hanya saja, rata-rata wanita mengalami kista diduga sebagai efek dari hormon saat datang bulan yang berubah.

  • Papiloma Intraduktal

Kondisi ini pun merupakan tumor yang terdapat pada duktus dan bersifat jinak.

Duktus adalah saluran yang mengeluarkan susu melalui puting payudara dari lobulus atau kelenjar susu.

Pembentukan tumor terjadi pada kelenjar, jaringan fibrosa serta pembuluh darah di mana kondisi ini paling berisiko terjadi pada wanita usia 35-55 tahun.

Penyebab timbulnya tumor itu sendiri belum jelas diketahui, namun tumor yang terdapat pada area dekat puting ini biasanya tidak berbahaya.

Meski begitu, para wanita tetap harus waspada terhadap multiple papilloma atau banyaknya tumor yang tumbuh dan berpotensi bersifat kanker.

  • Fibrokistik Payudara

Jaringan fibrosa abnormal yang kemudian menjadi lebih nampak atau menonjol daripada jaringan lemak disebut juga dengan fibrokistik payudara.

Siapa saja bisa mengalami kondisi ini, namun risiko lebih besar pada wanita usia 30-50 tahun.

Pembentukan jaringan ikat dan jaringan parut serta penyusunan ligamen dalam tubuh sehingga antar tulang dapat terhubung semuanya adalah tugas utama jaringan fibrosa.

Tinjauan
Berbagai faktor dapat mendasari timbulnya benjolan pada payudara, baik pada payudara wanita maupun pria. Faktor penyebab pada umumnya antara lain adalah fibrokistik payudara, papiloma intraduktal, kista, fibroadenoma, nekrosis lemak, mastitis, atau lipoma.

Gejala Benjolan Payudara

Gejala benjolan pada payudara setiap penderita dapat berbeda-beda karena tekstur dan ukurannya yang bervariasi [1,2,3,4,5,6].

  • Ukuran benjolan biasanya sekitar 5 cm, bisa lebih besar atau bisa lebih kecil.
  • Benjolan berpotensi tumbuh makin besar.
  • Saat disentuh, benjolan dapat terasa padat, kenyal atau bahkan lunak.
  • Jumlah benjolan berpotensi hanya satu, namun juga dapat lebih banyak di satu atau kedua payudara.
  • Sensitivitas puting payudara meningkat.
  • Puting payudara terasa gatal.
  • Benjolan saat diraba dan ditekan bergerak.
  • Bagian payudara saat disentuh terasa keras.
  • Bentuk benjolan nampak lonjong atua bulat.
  • Sebelum haid, benjolan membesar, namun setelah haid selesai biasanya ukuran kembali normal.
  • Pembengkakan pada payudara.
  • Bentuk payudara berubah.
  • Cairan berwarna keruh ataupun bening tampak keluar dari puting payudara.
  • Tubuh terasa lemas.
  • Demam

Kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter?

Pemeriksaan mandiri dengan mengecek area payudara memang perlu dilakukan baik oleh wanita maupun pria.

Namun bila beberapa gejala berikut ini mulai dialami, pastikan untuk segera memeriksakannya ke dokter.

  • Posisi puting tidak wajar dan cenderung masuk ke dalam.
  • Benjolan semakin besar.
  • Timbul benjolan baru.
  • Setelah lebih dari 4-6 minggu haid selesai benjolan tidak kunjung hilang.
  • Benjolan muncul di ketiak.
  • Timbul memar yang tidak normal tanpa penyebab yang jelas pada payudara.
  • Kulit payudara mengerut menyerupai kulit jeruk.
  • Kulit payudara mengeras dan kemerahan.
  • Saat diraba, benjolan tak bergeser dan teksturnya terasa padat.
Tinjauan
Benjolan payudara biasanya tidak bersifat kanker dan dalam beberapa hari akan mengempis sendiri. Namun pada beberapa kasus, benjolan tersebut dapat menjadi tanda bahaya pada kesehatan, seperti benjolan yang bertambah banyak, benjolan yang bertambah besar, benjolan dan area payudara terasa nyeri, hingga keluarnya cairan dari puting.

Pemeriksaan Benjolan Payudara

Untuk memastikan penyebab benjolan payudara dan menentukan tingkat keparahannya, dokter perlu menerapkan beberapa metode pemeriksaan berikut [1,3,4,6].

  • Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan

Pemeriksaan selalu diawali dengan dokter menanyakan seputar gejala apa saja yang dialami pasien serta sejak kapan dan sudah berapa lama gejala tersebut terjadi.

Hal ini kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, yaitu mengecek langsung payudara pasien untuk mengetahui kondisi benjolan.

Lokasi benjolan dapat terdeteksi melalui pemeriksaan fisik dan dari hasil pemeriksaan fisik ini jugalah dokter baru dapat menentukan pemeriksaan penunjang yang pasien harus tempuh.

Pertanyaan seputar riwayat kesehatan pasien pun biasanya diajukan oleh dokter sebagai upaya mendalami kondisi pasien.

USG atau ultrasonografi merupakan metode pemeriksaan penunjang yang akan menghasilkan gambar jaringan payudara.

Melalui pemanfaatan gelombang suara, hasil pemeriksaan dalam bentuk gambar akan menunjukkan perbedaan antara benjolan lunak berisi cairan dengan benjolan yang terasa padat.

  • Mammografi

Metode pemeriksaan ini juga dikenal sebagai langkah rontgen payudara.

Dalam prosedurnya, gambar jaringan payudara dapat nampak lebih jelas ketika payudara pasien ditekan lebih dulu.

Guna pemeriksaan ini adalah agar dokter dapat mengetahui apakah benjolan tersebut tergolong jaringan padat, efek akumulasi kalsium, atau tumor pada payudara.

Dokter akan mengambil sampel benjolan yang kemudian dianalisa lebih dulu di laboratorium.

Prosedur biopsi dapat dilakukan dalam beberapa cara, seperti biopsi jarum inti, biopsi bedah, aspirasi jarum halus, atau justru biopsi dengan memanfaatkan vakum.

  • Duktografi

Prosedur pemeriksaan ini diawali dengan pemberian suntikan kontras pada puting oleh dokter.

Prosesnya pun sebenarnya dalam bentuk rontgen, yaitu dilakukan dengan mengambil gambar kelenjar payudara.

Melalui prosedur tes ini, penyebab gejala keluarnya cairan dari puting dapat segera diketahui.

Tes pemindaian ini dokter perlukan untuk mendapatkan hasil gambar bagian dalam tubuh pasien melalui pemanfaatan gelombang suara dan medan magnet.

Bila metode USG dan mammografi kurang menghasilkan gambar yang jelas, maka metode MRI akan dokter gunakan supaya benjolan dapat diidentifikasi lebih optimal.

Tinjauan
Metode pemeriksaan benjolan payudara oleh dokter pada umumnya meliputi pemeriksaan fisik, pemeriksaan riwayat gejala dan kesehatan, ultrasonografi, mammografi, MRI scan, biopsi, dan duktografi.

Pengobatan Benjolan Payudara

Benjolan payudara sepintas terdengar atau kelihatan mengkhawatirkan karena banyak orang mengira bahwa benjolan payudara selalu awal dari kanker.

Rupanya, kebanyakan kasus benjolan payudara bersifat jinak atau non-kanker. Bahkan tanpa penanganan medis secara khusus, benjolan rata-rata akan hilang sendiri tanpa membahayakan penderitanya.

Namun bila benjolan tampak semakin besar dan terus membesar seiring waktu ditambah dengan nyeri tak tertahankan, tindakan medis perlu pasien tempuh [1,3,5,6].

  • Pemberian obat

Bila timbulnya benjolan pada payudara berkaitan dengan perubahan hormone estrogen, maka dokter biasanya akan memberikan obat penurun hormon estrogen.

Obat yang dimaksud dapat berupa pil KB yang akan menyeimbangkan kembali kadar hormon dalam tubuh pasien.

Selain pil KB, obat antibiotik dan pereda nyeri diresepkan oleh dokter untuk kasus benjolan yang timbul karena mastitis.

Biasanya, ibuprofen atau paracetamol adalah jenis antibiotik yang diresepkan oleh dokter kepada pasien yang tengah proses menyusui.

Meski begitu, ibu menyusui dapat tetap melanjutkan proses menyusui selama penggunaan obat ini untuk mengobati mastitis tanpa berdampak buruk bagi bayi yang tengah menyusu.

  • Aspirasi Jarum Halus

Aspirasi jarum halus adalah suatu tindakan medis yang dilakukan dokter untuk membuang cairan dari benjolan payudara pasien.

Dokter akan menggunakan USG untuk menempatkan jarum secara tepat pada targetnya, yaitu benjolan pada payudara pasien yang kemudian dilanjutkan dengan proses pengeluaran cairan.

Terapi beku atau krioterapi adalah tindakan medis yang bertujuan utama membasmi sel abnormal sampai hancur dengan membekukannya lebih dulu.

Dokter akan memasukkan langsung jarum khusus ke area tumor baru kemudian dokter lanjut memberikan nitrogen cair melalui suntikan supaya tumor beku.

  • Lumpektomi

Lumpektomi merupakan tindakan medis di mana dokter membuat sayatan pada area tumor serta jaringan di sekitarnya setelah memberikan obat bius lokal.

Hanya saja, prosedur ini tidak untuk semua pasien benjolan payudara sebab umumnya lumpektomi direkomendasikan bagi pasien wanita dengan satu benjolan di payudaranya.

Prosedur ini pun jauh lebih efektif dalam mengatasi benjolan yang memiliki diameter tidak lebih dari 5 cm.

  • Pembedahan, Kemoterapi, Radioterapi dan/atau Terapi Hormon

Prosedur bedah pada kasus benjolan payudara karena kanker biasanya disertai dengan kemoterapi, radioterapi dan/atau terapi hormon.

Kombinasi seluruh tindakan medis itu pun sangat memungkinkan bila dokter merasa bahwa pasien perlu menempuhnya sesuai dengan tingkat keparahan kondisi.

Kombinasi prosedur medis tersebut akan ditentukan oleh stadium kanker, ukuran kanker, kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh, serta usia pasien.

Dokter akan mempertimbangkan banyak hal lebih dulu sebelum merekomendasikan kombinasi pengobatan.

Tinjauan
Pada benjolan payudara yang ringan dan tidak berbahaya, biasanya akan sembuh dengan sendirinya. Namun bila diduga berbahaya, umumnya dokter akan meresepkan obat (pil KB atau pereda nyeri), merekomendasikan tindakan medis seperti aspirasi jarum halus, krioterapi, lumpektomi, dan kombinasi antara pembedahan, kemoterapi, radioterapi, serta terapi hormon.

Pencegahan Benjolan Payudara

Banyak kasus benjolan payudara tak disadari oleh penderitanya sehingga hampir tak memungkinkan untuk melakukan tindakan pencegahan [5].

Beberapa diantara kasus ini pun disebabkan oleh hormon yang berubah di mana faktor ini tentu tak dapat dikendalikan.

Meski begitu, para wanita dan pria tetap harus waspada dan mengenal betul kondisi payudaranya dengan mengeceknya rutin.

Hanya diri sendiri yang mampu mengenali perubahan pada payudara sehingga bila menjumpai adanya perubahan segera periksakan diri ke dokter.

Para wanita lebih dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri 7-10 hari setelah haid hari pertama setiap 1 bulan.

  • Kedua tangan diangkat tinggi dan lanjutkan dengan menekuk siku lalu memosisikan tangan tepat di belakang tengkuk.
  • Selanjutnya, pastikan mendorong siku ke arah depan dan belakang sambil pandangan terus mengamati ukuran dan bentuk payudara untuk melihat apakah terdapat perbedaan.
  • Sentuh dan raba bagian payudara dengan jari telunjuk, jari tengah dan jari manis secara bersamaan (rapatkan ketiga jari).
  • Beri tekanan lembut pada area payudara, lanjutkan dengan menggerakkan ketiga jari tadi memutar dari sisi luar ke sisi dalam payudara hingga sampai pada puting. Rasakan apakah terdapat tekstur yang lebih tebal atau terdapat benjolan di sana.
  • Pada waktu berbaring, tangan kiri diangkat dan letakkan di bawah kepala, dengan tangan kanan periksalah payudara sebelah kiri, begitu juga sebaliknya secara bergantian.
  • Pada bagian puting, tekan dan pencetlah, fokus pada adanya cairan yang keluar dari sana secara abnormal.
  • Pada waktu mandi, tangan kanan angkat dan tekuk atau taruh di belakang kepala supaya tangan kiri bisa memeriksa area payudara sebelah kiri sebelum menggunakan sabun.
  • Lakukan gerakan melingkar dari area dalam payudara (sekitar puting) menuju sisi luar dan kemudian secara bergantian periksa payudara sebelah kanan.
Tinjauan
Benjolan pada payudara hampir tidak mungkin untuk dicegah pertumbuhannya, namun untuk mencegahnya menjadi lebih serius, pengecekan mandiri dapat dilakukan. Mengecek area payudara, khususnya pada wanita, paling dianjurkan pada waktu usai haid.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment