13 Gejala Penyakit Paru-Paru Basah

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Penyakit paru-paru basah atau pneumonia ini disebabkan oleh adanya infeksi yang terjadi pada saluran pernapasan dengan ditandai adanya gejala pernapasan, khususnya batuk[1] . Di negara Amerika Serikat setiap tahun nya terdapat 800.000 pasien rawat inap yang menderita penyakit Pneumonia[2].

Penyakit Pneumonia dapat menjangkit semua usia termasuk bayi dan anak – anak tetapi yang paling beresiko jika terjangkit penyakit Pneumonia ini adalah bayi, anak – anak , usia lanjut, orang dengan kekebalan imun yang lemah[4].

Penyebab dari penyakit Paru – Paru Basah atau Penyakit Pneumonia ini dapat berasal dari berbagai macam organisme termasuk Bakteri, jamur, dan virus yang menginfeksi saluran pernafasan[4]. Organisme tersebut menginfeksi paru-paru sehingga kantung paru-paru terisi oleh cairan nanah yang menyebabkan penderita pneumonia sulit untuk menghirup napas[4].

Berikut ini beberapa gejala paru-paru basah yang wajib untuk diketahui agar dapat ditangani secara langsung.

1. Batuk

Batuk merupakan sebuah refleks bawaan primitive untuk melindungi tubuh kita dari benda asing yang bisa saja masuk ke dalam tubuh. Jadi, batuk ini merupakan refleks tubuh yang berguna untuk mengeluarkan benda asing yang tidak sengaja masuk ke dalam tubuh[8]. Batuk ini merupakan salah satu gejala yang akan dialami oleh penderita Penyakit Pneumonia[5].

Batuk pada penderita Penyakit Pneumonia dapat berupa batuk kering dan batuk berdahak. Dimana  batuk berdahak ini daapt disertai dengan keluarnya dahak atau lendir yang berwarna kuning , hijau, bahkan coklat. Tidak hanya itu pada penderita penyakit Pneumonia bisa juga disertai dengan batuk yang mengeluarkan darah atau Hemoptisis[5].

2. Dyspnea

Dyspnea atau secara umum lebih dikenal dengan sesak napas[1]. Sesak napas adalah gejala paling umum yang dialami oleh penderita penyakit salulran pernapasan salah satu nya yaitu penyakit Pneumonia ini. Sesak napas ini merupakan ketidakmampuan sesorang dalam menghirup nafas dalam – dalam[7].

Dimana penderita Penyakit Pneumonia ini mengalami sesak napas tidak hanya pada waktu beraktivitas saja tetapi, juga pada saat waktu beristirahat. Sehingga waktu beristirahat pun bisa saja penderita Penyakit Pneumonia mengalami kesulitan bernapas yang menjadikan ritme pernapasan lebih cepat dan lebih pendek dari biasanya[5].

3. Nyeri dada

Nyeri dada adalah gejala yang selanjutnya dialami oleh penderita penyalkit Pneumonia. Nyeri pada dada ini timbul dapat dikarenakan masalah pada kerongkongan, tulang rusuk, atau paru – paru[9]. Nyeri pada dada ini bisa saja meningkat Ketika kita batuk atau bahkan saat kita mengambil napas[5]. Sehingga saat bernaaps atau saat sedang batuk dada kita terasa nyeri seperti ditusuk[6].

4. Suhu tubuh menurun

Suhu tubuh manusia normal berkisar antara 36,7-36,8 derajat Celcius tetapi, untuk penderita penyakit Pneumonia atau penyakit paru – paru basah ini dapat mengalami penurunan suhu tubuh. Untuk penderita penyakit Pneumonia yang mengalami penurunan suhu tubuh ini biasanya adalah penderita pada usia lanjut yang memiliki usia diatas 65 tahun, penderita yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, penderiat yang memiliki penyakit bawaan[5].

5. Demam

Demam merupakan meningkatnya suhu tubuh manusia yang disebabkan oleh aksi pirogen termoregulasi pada hipotalamus; misalnya, dalam kondisi sepsis dan inflamasi atau yang disebut peradangan[10]. Pirogen ini merupakan senyawa atau organisme yang memiliki suatu zat sitokin yang bertanggung jawab dalam terjadinya demam[11].

Demam ini juga tidak hanya dipenagruhi oleh aksi pirogen atau organisme seperti bakteri, virus, dan jamur dapat deamam yang terjadi dipengaruhi oleh aksi non pirogen seperti heatstroke klasik dan aktivitas, dan penyakit terkait obat (misalnya, hipertermia maligna dan sindrom neuroleptic)[10].

Demam pada penderita Penyakit Pneumonia ini terjadi Ketika memiliki suhu tubuh diatas suhu tubuh manusia normal yaitu di angka 38,3 derajat celcius atau lebih.

6. Mual dan Muntah

Mual dan muntah ini merupakan suatu gejala penyakit yang disebabkan oleh suatu infeksi. Mual dan muntah ini juga merupakan gejala dari keracunan makanan, mabuk perjalanan, makan berlebihan, usus tersumbat, penyakit, gegar otak atau cedera otak, radang usus buntu dan migrain[11].

Bisa juga mual dan muntah merupakan gejala penyakit yang serius seperti penyakit jantung, penyakit Pneumonia, gangguan ginjal atau hati, gangguan sistem saraf pusat, tumor otak, dan beberapa jenis kanker[11].

7. Diare

Diare merupakan suatu kondisi dimana Ketika konsistensi tinja kita tidak padat tetapi, cenderung cair. Dan frekuensi dari BAB kita bisa dikatakan sering dalam hitungan 1x 24 jam. Jadi, bisa dikatakan kita BAB 3 hingga 4 kali dalam jangka waktu 1x 24 jam. Dampak buruk dari diare yang terus menerus dapat mengakibatkan dehidrasi pada tubuh sehingga, tubuh menjadi lemas[12].

8. Kebingungan akut

Kebingungan akut juga dapat diidentifikasikan ke daalm gejala penyakit Pneumonia atau penyakit Paru – paru basah[6]. Kebingungan akut ini dapat timbul pada penderita penyakit Pneumonia terutama pada penderita lanjut usia[13].

Kebingungan akut atau yang lebih dikenal secara medis dengan nama Delirium ini merupakan sindrom klinis yang biasanya terjadi atau berkembang pada orang tua. Delirium atau kebingungan akut ini dapat ditandai dengan perubahan kesadaran dan kognisi dengan berkurangnya kemampuan untuk fokus. Kebingungan akut ini dapat disebabkan oleh kondisi medis, keracunan zat, atau efek samping obat[13].

9. Darah Rendah

Darah rendah merupakan penurunan tekanan darah manusia secara sistematik dibawah tekanan darah normal. Penderita penyakit Paru-Paru Basah ini bisa saja mengalami tekanan darah rendah yang berkisar dibawah angka 90/60 mm Hg[14].

Jika sudah mengalami darah rendah akut bisa saja tekanan darah beroksigen tidak sampai pada organ – organ penting dalam tubuh maka, tubuh akan kekurangan darah yang mengandung oksigen. Akibatnya bisa saja tubuh menjadi lemas karena kekurangan darah bersih yang mengandung oksigen[14].

10.  Pernapasan yang sangat cepat

Pernapasan yang sangat cepat ini biasanya memiliki napas yang pendek dan dangal. Penderita Penyakit Paru-Paru Basah atau Pneumonia dapat mengalami pernapasan yang sangat cepat[14] yang berada diatas 20 napas per menit pada saat beristirahat. Pernapasan yang sangat cepat ini secara medis disebut dengan Tchypnea.

11.  Detak jantung cepat

Detak jantung dapat dikatakan cepat jika detak jantung tersebut memiliki lebih dari 100 denyut per menit dan dalam dunia medis dikenal dengan Takikardia. Denyut jantung yang sangat cepat biasanya memiliki ritme atau irama jantung yang tidak teratur. Denyut jantung yang sangat cepat bisa disebabkan karena kegiatan olahraga atau stress[17].

Tetapi, jika detak jantung terus berdenyut secara cepat dapat menimbulkan masalah Kesehatan seperti iskemia miokard, hipotensi, hipoperfusi perifer, gejala parah (nyeri dada, kelemahan, sinkop, pusing), kardiomiopati, henti jantung dan kematian[17].

12.  Bibir atau kuku membiru

Bibir atau kuku dapat berwarna biru diakrenakan darah tidak cukup mengandung oksigen. Perubahan warna kulit juga bisa berarti terdapat tingkat hemoglobin abnormal yang tinggi dalam darah. Keadaan dimana membran sel kulit pada bibir dan kuku berubah membiru secara medis disenut Cyanosis. Perubahan warna kebiruan meskipun oksigen yang memadai dapat disebabkan karena konsumsi obat-obatan, racun, atau logam yang disebut dengan Pseudocyanosis[18].

13.  Pusing

Pusing dapat ditandai dengan seperti tubuh mulai merasa lemas, goyang, dan merasa ingin pingsan. Pusing dapat dibedakan menjadi beberapa macam,diantaranya vertigo, disekuilibrium, presinkop, atau sakit kepala ringan. Pengobatan pusing ini beraneka macam sesuai dengan gejala pusing yang dialami[19].

Cara pencegahannya

Walaupun Penyakit Pneumonia termasuk penyakit serius tetapi, kita dapat melakukan pencegahan agar tidak terkena penyakit Pneumonia ini, diantaranya[5] :

  • Menutup mulut dan hidung saat bersin.
  • Segera buang tisu bekas menutup hidung dan mulut ke tempat sampah
  • Cuci tangan setiap bersentuhan dengan orang lain atau benda lain untuk mumutus mata rantai penularan kuman.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment