Herpangina: Gejala – Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Herpangina adalah infeksi virus yang gejalanya berupa demam akut dengan lesi ulseratif atau sariawan pada bagian belakang langit-langit mulut. Walaupun penyakit ini banyak mengenai anak-anak dibawah usia... 10 tahun, namun kasus terhadap bayi baru lahir, remaja, dan dewasa muda telah dilaporkan. Penyakit ini sangat menular terutama saat cuaca panas. Gejala biasanya berupa demam tinggi, anak rewel, tidak mau makan, sakit tenggorokan yang mendahului fase muncul lesi sariawan di belakang tenggorokan. Lesi ini akan berubah menjadi lenting berukuran kurang dari 5 milimeter dan berlangsung sekitar satu minggu. Penyakit ini sebenarnya adalah penyakit yang dapat sembuh sendiri, dan pengobatan terutama bersifat suportif, ditujukan untuk gejala, dan obat antivirus. Pasien harus ditempatkan di ruang dengan ventilasi baik untuk mencegah penularan, mendapatkan diet sehat dengan makanan cair atau semi cair, dan menghindari makanan panas, pedas, atau yang mengiritasi. Pasien juga dapat berkumur dengan cairan saline atau air garam, minum dengan cukup, atau mendapatkan tambahan cairan elektrolit jika dibutuhkan. Read more

Apa Itu Herpangina ?

Herpangina merupakan penyakit yang ditimbulkan oleh infeksi virus yang menyebabkan demam akut dengan lesi ulseratif atau vesikuler kecil di orofaring posterior [1].

Herpangina ini lebih banyak menyerang anak anak, namun dapat juga terjadi pada bayi baru lahir, remaja atau bahkan dewasa [1].

Herpangina ini juga merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi human enterovirus (HEVs) atau lebih sering dikaitkan dengan serotipe virus coxsackie B [1, 2].

Musim panas merupakan waktu di mana lebih banyak kasus Herpangina yang terjadi. Herpangina ini diketahui berkaitan juga dengan exanthem enteroviral dan beberapa kondisi neurologis, termasuk, meningitis aseptik, paralisis flaksid akut, dan ensefalitis [1].

Gejala Herpangina

Herpangina umumnya akan menimbulkan gejala yang berbeda beda pada masing masing individu, namun gejala yang umum terjadi dapat meliputi [3]:

  • Demam tinggi
  • Sakit tenggorokan
  • Lepuh atau borok di tenggorokan dan mulut yang berwarna abu-abu dengan garis merah
  • Nafsu makan berkurang atau bahkan hilang
  • Kesulitan menelan
  • Sakit kepala
  • Sakit leher
  • Kelenjar getah bening yang membengkak
  • Kelelahan
  • Air liur berlebih
  • Muntah
  • Dehidrasi (akibat tidak mau makan atau minum)

Penyebab Herpangina

Herpangina umumnya disebabkan oleh virus yang sangat mudah menular dengan mudah, khususnya pada anak anak [4].

Adapun jenis enterovirus paling umum yang menyebabkan Herpangina yang diketahui hingga kini antara lain [3, 4]:

  • Virus coxsackie A
  • Virus coxsackie B
  • Enterovirus 71
  • Echovirus (lebih jarang)

Adapun Herpangina dapat menular dari satu anak ke anak lain melalui [4]:

  • Tetesan atau cairan yang keluar ketika bersin
  • Tetesan atau cairan yang keluar ketika batuk
  • Adanya kontak dengan kotoran

Herpangina Pada Bayi

Herpangina pada bayi tidak selalu menunjukkan gejala, sehingga akan sulit untuk mengetahuinya. Namun, gejala Herpangina yang ditemui pada bayi mungkin meliputi [4]:

  • Sakit perut
  • Mual
  • Terdapat bisul di mulut, amandel, atau di langit-langit lunak
  • Kehilangan selera makan
  • Bayi lebih tidak tenang daripada biasanya
  • Lebih sering terlihat mengantuk
  • Demam
  • Sakit tenggorokan

Herpangina Pada Dewasa

Herpangina umumnya memang lebih banyak terjadi pada anak anak, namun Herpangina juga dapat terjadi pada orang dewasa [4].

Herpangina lebih sedikit terjadi pada orang dewasa karena orang dewasa telah menciptakan kekebalan tubuh alami terhadap virus pada masa kecilnya dahulu [4].

Adapun Herpangina dapat terjadi pada orang dewasa umumnya karena adanya anggota keluarga atau orang terdekat yang menderita Herpangina [4].

Gejala Herpangina pada orang dewasa kemungkinan besar akan hilang dengan sendirinya setelah 7 hingga 10 hari [4].

Siapa Yang Berisiko ?

Berikut ini merupakan orang orang yang lebih berisiko terkena Herpangina [4]:

  • Anak anak (usia 3 hingga 10 tahun)
  • Anak yang bersekolah umum
  • Anak yang sering dititipkan di fasilitas penitipan anak umum
  • Orang dewasa yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Orang dewasa yang tinggal atau dekat atau sering berkontak dengan penderita Herpangina

Faktor Risiko Herpangina

Adapun faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena atau tertular Herpangina antara lain [4]:

  • Faktor usia, usia 3 hingga 10 tahun
  • Faktor musim, musim kemarau lebih banyak kasus Herpangina
  • Faktor kesehatan, sistem kekebalan tubuh lemah tidak dapat melawan virus

Komplikasi Herpangina

Herpangina ini termasuk penyakit yang gejalanya dapat hilang sendiri setelah 7 atau 10 hari, namun obat obatan mungkin dapat meringankan atau mempercepat hilangnya gejala [4].

Herpangina diketahui tidak dapat diobati atau disembuhkan, namun jarang menimbulkan komplikasi serius [4].

Meskipun demikian, Herpangina pada bayi ini jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat mungkin dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti gagal hati [4].

Selain itu, Herpangina yang terjadi pada bayi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya malasah yang jauh lebih serius seperti [4]:

  • Pembengkakan otak
  • Infeksi meninges (jaringan yang menutupi dan melindungi otak dan sumsum tulang belakang)
  • Akibat fatal seperti kematian jika terjadi pada bayi di bawah satu tahun (jarang terjadi)

Jika pada bayi Herpangina menimbulkan komplikasi atau masalah yang lebih serius, Herpangina pada orang dewasa cenderung jarang mengembangkan komplikasi [4].

Komplikasi Herpangina yang paling umum terjadi pada orang dewasa yaitu dehidrasi. Namun, untuk wanita hamil berbeda, Herpangina juga dapat mengakibatkan komplikasi pada proses kehamilan dan kelahirannya termasuk [4]:

  • Berat badan lahir rendah
  • Persalinan prematur
  • Bayi yang lebih kecil jika dibandingkan usia kehamilan

Kapan Harus Kedokter ?

Segera periksakan diri kedokter jika mengalami gejala gejala berikut ini [4]:

  • Demam yang lebih dari 39 ° C
  • Demam yang tidak kunjung sembuh
  • Sariawan yang berlangsung selama lebih dari lima hari
  • Sakit tenggorokan yang berlangsung selama lebih dari lima hari
  • Mulut kering
  • Air mata berkurang
  • Kelelahan
  • Urin lebih sedikit dari biasanya
  • Urin berwarna lebih gelap dari biasanya
  • Mata cekung

Diagnosis Herpangina

Diagnosis Herpangina umumnya akan dilakukan dengan beberapa langkah, termasuk [3]:

  • Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik umumnya akan dilakukan untuk mendiagnosis Herpangina, di mana kondisi ulkus yang sangat berbeda dapat mempermudah untuk membedakan antara Herpangina dengan gangguan mulut dan tenggorokan lainnya.

  • Identifikasi Riwayat Kesehatan

Identifikasi riwayat kesehatan pasien dan keluarga mungkin juga akan membantu dalam diagnosis Herpangina.

Pengobatan Herpangina

Herpangina hingga kini belum dapat disembuhkan, karena antibiotik tidak dapat membunuh virus sedangkan antivirusnya sendiri juga belum ditemukan [3].

Oleh karena itu, pengobatan Herpangina ini umumnya dilakukan bukan untuk menyembuhkan Herpangina namun lebih fokus pada meringankan atau mengurangi ketidaknyamanan gejala Herpangina [3].

Berikut ini merupakan beberapa cara yang umumnya digunakan untuk mengelola gejala Herpangina [3]:

  • Konsumsi Obat Pereda Nyeri

Obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau asetaminofen diketahui dapat digunakan untuk membantu meredakan demam, sakit kepala, dan nyeri di mulut dan tenggorokan yang disebabkan oleh Herpangina.

  • Anestesi Topikal

Anestesi topikal seperti lidokain dan krim serta gel dapat dioleskan secara topikal untuk meredakan nyeri mulut dan tenggorokan yang disebabkan oleh Herpangina.

Adapun penggunaan anestesi topikal ini harus selalu disesuaikan dengan usia dan kondisi kesehatan dari penderita Herpangina.

  • Menggunakan Larutan Air Dan Garam

Larutan air hangat dan garam yang dibilaskan ke area mulut diketahui dapat membantu meredakan sakit di mulut dan tenggorokan.

Pembilasan mulut dengan larutan air hangat dan garam ini harus diulangi sesering yang dibutuhkan, hingga mulut dan tenggorokan tidak terasa sakit.

  • Menjaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Herpangina diketahui dapat menyebabkan komplikasi seperti dehidrasi. Oleh karena itu, menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dapat mencegah terjadinya komplikasi tersebut.

Adapun untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat dilakukan dengan cara [3]:

  1. Minum air sesuai anjuran dokter
  2. Minum es loli beku (non-jeruk)

Minum es loli beku tanpa bahan jeruk selain dapat menjaga cairan tubuh diketahui juga dapat meredakan nyeri.

Sedangkan, minuman panas dan jus buah tidak dianjurkan karena dapat memperparah sakit mulut dan tenggorokan.

  • Mengontrol Konsumsi Makanan dan Minuman

Penderita Herpangina umumnya sangat disarankan untuk menghindari konsumsi makanan atau minuman yang dapat menyebabkan iritasi pada mulut atau tenggorokan.

Adapun makanan atau minuman yang harus dihindari antara lain [3]:

  1. Makanan panas
  2. Makanan yang digoreng
  3. Makanan pedas
  4. Makanan asin
  5. Jeruk atau minuman jeruk

Sedangkan makanan atau minuman yang disarankan untuk dikonsumsi penderita Herpangina antara lain [3]:

  1. Buah-buahan non-jeruk (seperti pisang)
  2. Sayuran
  3. Produk susu
  4. Smoothie

Pencegahan Herpangina

Berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah Herpangina [3, 4]:

  • Cuci Tangan Secara Teratur

Mencuci tangan dengan cara yang benar secara teratur diketahui dapat sangat membantu untuk mencegah penyebaran virus.

Ajari atau damping anak anak untuk mencuci tangan dengan benar, agar dapat terhindar dan menghindari penularan pada orang lain.

Mencuci tangan harus dilakukan seperti sebelum atau sesudah makan, sebelum atau sesudah dari kamar mandi atau sebelum menyentuh muka.

  • Menjaga Kebersihan Permukaan Tertentu

Kebersihan permukaan yang sering dipegang oleh umum, seperti kenop pintu, remote control, dan tarikan laci atau pegangan pintu lemari es, harus dijaga.

  • Mempraktikkan Batuk Dan Bersin Yang Baik

Ketika batuk atau bersin, tutupi hidung dan mulut menggunakan lengan untuk mencegah penyebaran virus.

  • Desinfeksi Ruang Atau Peralatan Tertentu

Bersihkan dan disinfeksi ruang atau peralatan tertentu seperti meja dapur, kamar mandi, mainan, dan pakaian secara menyeluruh untuk menghancurkan virus.

  • Menghindari Keramaian

Anak yang menderita Herpangina, disarankan untuk menghindari keramainan seperti aktivitas sekolah atau kamp untuk mengurangi risiko penularan penyakit kepada orang lain.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment