Lepirudin : Manfaat – Dosis dan Efek Sampingnya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Lepirudin adalah hirudin rekombinan yang berasal dari sel ragi. Lepirudin menghambat langsung trombin yang spesifik.[1]

Apa Itu Lepirudin?

Berikut ini info mengenai Lepirudin, mulai dari indikasi hingga peringatannya:[2]

IndikasiTromboemboli pada trombositopenia yang diinduksi heparin
KategoriObat Resep
KonsumsiDewasa
KelasAntikoagulan, Antiplatelet & Fibrinolitik (Trombolitik)
BentukLarutan, Injeksi
KontraindikasiHipersensitivitas
PeringatanPasien dengan kondisi berikut, wajib berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Lepirudin:
→ Hati-hati bila digunakan pada pasien dengan gangguan hati atau ginjal
→ Pasien yang mengalami perdarahan atau risiko perdarahan serius
→ Pasien dengan kelainan darah hemoragik
→ Pasien dengan perdarahan mayor baru-baru ini,
→ Pasien dengan gangguan serebrovaskular
→ Pasien dengan endokarditis bakterial, hipertensi berat
→ Operasi besar baru-baru ini atau tusukan pembuluh besar atau biopsi organ
→ Pemantauan aPTT yang ketat penting terutama selama terapi jangka panjang
→ Hindari inj IM karena dpt menyebabkan hematoma lokal
→ Kehamilan
Kategori Obat Pada Kehamilan & MenyusuiTidak tersedia

Manfaat Lepirudin

Lepirudin digunakan untuk antikoagulasi pada pasien dengan trombositopenia yang diinduksi heparin (HIT) dan penyakit tromboemboli terkait untuk mencegah komplikasi tromboemboli.

Trombositopenia adalah kondisi dimana pada saat jumlah keping darah (trombosit) rendah. Berkurangnya jumlah trombosit pada tubuh menyebabkan darah sukar membeku.

Saat terjadi luka atau kerusakan di pembuluh darah, trombosit berfungsi untuk menghentikan perdarahan. Adapun gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Mimisan
  • Gusi berdarah
  • Menstruasi yang lebih banyak dari biasanya
  • Hematuria
  • BAB berdarah atau berwarna hitam
  • Muntah darah atau berwarna seperti kopi

Tromboemboli atau sering disebut juga dengan “VTE” terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di dalam vena, biasanya di kaki. Ini termasuk pulmonary embolism (PE) yaitu keadaan dimana saat gumpalan pecah dan bergerak dari kaki ke paru-paru.

Tromboemboli merupakan kondisi serius yang dapat mengancam jiwa, sehingga sangat memerlukan perhatian medis[1,3,4].

Dosis Lepirudin

Lepirudin digunakan untuk tromboemboli pada trombositopenia yang diinduksi heparin. Pemberiannya hanya diperuntukan untuk dewasa.[2]

Dosis Lepirudin Dewasa

Tromboemboli intravena pada trombositopenia yang diinduksi heparin
→ Awal, 400 mcg / kg secara inj IV lambat, diikuti dengan dosis pemeliharaan 150 mcg / kg / jam dengan infus IV kontinu, disesuaikan menurut respon, biasanya selama 2-10 hari
→ Pantau respons sesuai rasio aPTT untuk mencapai target 1,5-2,5. 
Kecepatan infus maks: 210 mcg / kg / jam

Efek Samping Lepirudin

Lepirudin dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak di inginkan.

Efek yang paling sering sering dilaporkan adalah:[1]

  • Demam
  • Pendarahan dari tempat tusukan dan luka
  • Anemla atau penurunan hemoglobin yang terisolasi
  • Hematoma lain dan perdarahan yang tidak diklasifikasikan
  • Hematuria
  • Perdarahan gastrointestinal dan rektal
  • Epistaksis
  • Hemothorax
  • Pendarahan vagina
  • Perdarahan intrakranial

Gejala Overdosis Lepirudin (Segera pergi ke IGD / emergency bila terdapat beberapa gejala ini):[2]

  • Meningkatnya risiko perdarahan

Detail Lepirudin

Untuk memahami lebih detil mengenai Lepirudin, seperti overdosis, penyimpanan, cara kerja Lepirudin, interaksi dengan obat lain serta dengan makanan berikut datanya[2].

PenyimpananSimpan botol yang belum dibuka pada suhu 2-25 ° C
Cara KerjaDeskripsi: Lepirudin adalah hirudin rekombinan yang merupakan inhibitor trombin langsung. Ini digunakan sebagai antikoagulan dalam pengelolaan gangguan tromboemboli pada pasien dengan trombositopenia yang diinduksi heparin.
⇔ Farmakokinetik:
Distribusi: Terutama didistribusikan ke cairan ekstraseluler; 
waktu paruh awal: Kira-kira 10 menit.
Metabolisme: Memetabolisme ginjal.
Ekskresi: Sekitar 45% dari dosis IV terdeteksi dalam urin dan sekitar 35% diekskresikan tanpa perubahan. 
Waktu paruh terminal: Sekitar 1,3 jam; 
bisa meningkat pada gangguan ginjal berat.
Interaksi Dengan Obat Lain→ Terapi bersamaan dengan trombolitik (misalnya streptokinase) dapat meningkatkan risiko komplikasi perdarahan dan memperpanjang aPTT
→ Penisilin parenteral dapat meningkatkan waktu perdarahan dengan menghambat agregasi platelet
Interaksi Dengan MakananTidak tersedia
Overdosis→ Meningkatnya risiko perdarahan
→ Pengobatan bergejala
Pengaruh Pada Hasil Lab.Tidak tersedia

Pertanyaan Seputar Lepirudin

Bagaimana Lepirudin diberikan?

Lepirudin diberikan melalui infus intavena.[1]

Bagaimana jika terjadi overdosis?

Jika terjadi overdoisis segera hubungi dokter Anda.[1]

Apa yang harus dihindari setelah Lepirudin diberikan?

Hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin.[1]

Contoh Obat Lepirudin (Merek Dagang) di Pasaran

Berikut obat bermerek yang mengandung Lepirudin[1]

Brand Merek Dagang
Refludan
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment