5 Penyakit yang Tidak Boleh Makan Buah Nangka

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Buah-buahan menjadi bagian yang penting untuk kebutuhan makanan sehat dan seimbang. Itu bermanfaat banyak bagi fungsi tubuh dari berbagai nutrisinya. Namun, apakah itu aman dikonsumsi dengan riwayat penyakit tertentu? Apakah buah tersebut juga dapat menjadi pantangan bagi kesehatan?

Salah satu jenis buah-buahan yaitu nangka, dalam istilah latin Artocarpus heterophyllus merupakan buah dari pohon tropis yang tumbuh di Asia, Amerika Selatan, dan Afrika. Pohonnya yang terbesar di dunia, memiliki berat mencapai 40 pon atau lebih[1]. Seperti yang kita ketahui, kulit buah nangka berwarna hijau atau kuning dan berduri sedangkan daging buahnya memiliki rasa manis dan berbau enak.

Buah nangka memiliki tekstur yang berserat, itu menjadi alasan mengapa buah nangka dapat menjadi pengganti vegan yang baik. Selain itu, kandungan proteinnya jauh lebih rendah daripada daging[1]. Namun, perlu diperhatikan beberapa kandungan lain yang ada pada buah nangka sebaiknya dihindari oleh pengidap penyakit berikut.

1. Diabetes

Diabetes yang merupakan gangguan metabolisme kronis, itu terjadi karena kadar glukosa darah meningkat. Itu menjadi penyakit epidemi di abad ke-21, India memimpin dunia sebagai jumlah subjek diabetes terbesar[2].

Selain itu, pengidap penyakit diabetes sebaiknya menghindari konsumsi buah ini. Karena buah nangka dapat meningkatkan glukosa. Fakta yang perlu diperhatikan, kadar karbohidrat yang ada dalam buah nangka memiliki jumlah banyak[3].

Indeks glikemik sebagai tolak ukur jumlah karbohidrat yang terkandung pada makanan secara akurat. Apakah itu akan berdampak pada tubuh seseorang, itu dipelajari dan diukur secara ilmiah untuk menentukan makanan yang aman untuk diabetes. Skala indeks glikemik makanan yang diukur mulai dari 0 hingga 100[3].

2. Alergi

Konsumsi buah nagkan juga dapat berakibat alergi, kandungan serbuk sari birch atau lateks yang ada pada buah ini dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang yang memiliki riwayat alergi. Bahkan orang yang sama sekali belum pernah konsumsi buah nangka bisa berisiko terkena alergi[4].

Hal itu perlu diwaspadai dengan menghindari konsumsi buah nangka untuk mengurangi risiko alergi yang dapat menyebabkan banyak reaksi peradangan dan ketidaknyamanan di tubuh[4].

Dalam penelitian terhadap dua pasien yang memiliki riwayat penyakit alergi buah nangka. Melalui riwayat pribadi dan karakteristik alergen serta reaktivitas silang antibodi IgE (Immunoglobulin E) spesifik terhadap serbuk sari (birch) dan alergen makanan[4]

Semua pasien memiliki respon skin prick testing (SPT) positif terhadap buah nangka dan bereaksi dengan gejala alergi oral, yaitu mengalami radang pada mulut atau tenggorokan, bibir yang gatal atau sedikit bengkak, atau telinga gatal dalam kasus tertentu. Skin prick testing (SPT) itu sendiri sebagai metode handal untuk mendiagnosis penyakit alergi yang diperantarai IgE pada pasien[4].

3. Penderita gangguan darah

Orang yang memiliki masalah gangguan darah dari sejak awal sebaiknya menghindari buah nangka. Ternyata buah tersebut dapat meningkatkan proses pembekuan darah di tubuh. Meskipun, dalam kondisi tubuh yang normal, konsumsi buah nangka diperbolehkan karena tidak berdampak buruk[5].

Hal itu dapat berbahaya karena dapat menyebabkan peningkatan koagulasi dalam darah. Selain itu orang yang akan atau sesudah melakukan operasi disarankan untuk tidak makan buah nangka[5].

Dalam sebuah penelitian, bagian buah nangka lainnya seperti ekstrak biji nangka yang jika dikonsumsi. Itu menjadi perhatian, karena dapat memperlambat pembekuan darah dan bahkan mencegah pembentukan gumpalan pada manusia[5].

4. Penderita gangguan pencernaan

Konsumsi buah nangka bagi penderita gangguan pencernaan, seperti diare tidak disarankan. Kandungan buah nangka yang kaya akan serat dapat menyebabkan gangguan pencernaan secara tidak normal dan gerakan usus yang longgar. Dimana kinerja buah nangka pada pencernaan berbanding terbalik dengan kondisi penderita diare[6].

Selain itu, bagian lain buah nangka seperti bijinya mengandung antinutrisi kuat yang disebut tanin dan penghambat tripsin. Itu dapat mengganggu pencernaan protein termasuk penyerapan nutrisi. Buah nangka sebagai makanan nabati memiliki jenis polifenol yang disebut tanin. Ini berfungsi mengikat mineral, seperti zat seng, besi, membentuk massa yang tidak larut, dan mengurangi kemampuan penyerapan mineral pada pencernaan[6].

Penelitian menunujukkan efek tanin pada bioavailabilitas dan status besi, dan kemungkinan tanin yang dapat mengurangi efek antinutrisi dari konsumsi tanin dari waktu ke waktu.  Tanin tertentu dapat menghambat bioavailabilitas besi. Tambahan, studi epidemiologi dan uji coba jangka panjang yang ditinjau menunjukkan bahwa status zat besi individu sering tidak terpengaruh oleh konsumsi tanin[6].

5. Penyakit ginjal kronis

Penyakit ginjal kronis merupakan kondisi ginjal yang mengalami kerusakan dan tidak dapat menyaring darah secara baik. Karena kelebihan cairan dari darah yang tetap berada di dalam tubuh dan dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya, seperti penyakit jantung dan stroke. Itu memiliki tingkat keseriusan yang bervariasi[7]

Dalam penelitian, buah nangka sebagai sumber yang kaya potasium, dengan 303mg ditemukan dalam 100g nangka[8]. Itu dapat berbahaya bagi orang yang memiliki penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal akut. Selain itu, memungkinkan memperlambat perkembangan dan kinerja ginjal[7].

Potasium merupakan jenis kalium, sehingga orang dengan kondisi tersebut jika mengkonsumsi makanan dengan kandungan kalium jumlah tinggi dapat memicu terjadinya hiperkalemia. Hiperkalemia adalah penumpukan kalium dalam darah yang dapat menyebabkan kelemahan, serangan jantung, dan kelumpuhan[7].

Oleh karena itu perlu diwaspadai bagi orang yang memiliki riwayat penyakit ginjal kronis harus menghindari konsumsi buah nangka, untuk mengurangi risiko gagal ginjal atau penyakit kardiovaskular dini[7].

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment