Dalteparin Sodium: Manfaat – Dosis dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Dalteparin sodium adalah salah satu jenis dari heparin dengan berat molekul yang rendah, dan sering digunakan sebagai antikoagulan.[1]

Dalteparin sodium biasanya digunakan sebagai profilaksis sebelum dan sesudah prosedur pembedahan, emboli pulmonary atau trombosis vena.[1]

Apa Itu Dalteparin Sodium?

Dalteparin sodium adalah heparin dengan berat molekul rendah, dengan berat molekul rata-rata sekitar 5000 Da. sama seperti heparin dengan molekul rendah lainnya, dalteparin sodium memiliki beberapa keuntungan, yang paling utama adalah kemampuan bioavailabilitas melalui injeksi subkutannya yang sangat baik.[1]

Berikut merupakan tabel yang berisi informasi mengenai dalteparin sodium. Mulai dari indikasi, kontraindikasi, sediaan hingga peringatan yang harus diperhatikan:[2]

Indikasi→ Profilaksis sebelum dan sesudah prosedur pembedahan 
→ Emboli pulmonary
→ Trombosis vena
KategoriObat resep
KonsumsiDewasa
KelasAntikoagulan, Antiplatelet, dan Fibrinolitik
BentukSediaan bubuk yang dilarutkan dalam infus
Kontraindikasi→ Pasien yang memiliki riwayat hipersensitifitas
→ Keadaan trombositopenia.
→ Tukak gastroduodenum
→ Perdarahan cerebral
→ Endokarditis
PeringatanHal-hal yang harus diperhatikan sebelum pemberian dalteparin sodium, sehingga butuh konsultasi lebih lanjut dengan dokter, terutama pada:
→ Pasien dengan risiko komplikasi pendarahan, stroke, gagal hati atau gagal ginjal.
→ Pasien dengan hipertensi yang tidak terkontrol.
→ pasien yang sedang menjalani terapi dengan obat-obatan antikoagulan atau antiplatelet.
→ Pasien yang sedang menjalani anastesi spinal atau epidural.
→ Pasien yang alergi terhadap heparin dan enoxaparin.
→ Pasien yang menderita diabetes.
→ Pasien yang sedang berada di masa kehamilan atau sedang merencanakan kehamilan.
Kategori Obat Pada Kehamilan & Menyusui Cara Pemberian Obat:
↔ Melalui Injeksi Subkutan:
Kategori B: Studi pada reproduksi hewan tidak menemukan risiko pada janin. Belum ada studi yang memadai dan terkontrol pada wanita hamil.

Manfaat Dalteparin Sodium

Dalteparin sodium biasanya digunakan sebagai antikoagulan atau agen anti pembekuan darah dengan mekanisme menurunkan aktivitas pembekuan protein dalam darah, terutama pada keadaan:[3]
1. Emboli pulmonary.
2. Trombosis vena.
3. Sebagai profilaksis sebelum dan sesudah prosedur pembedahan.

Selain beberapa keadaan diatas, menurut Food and Drug Association (FDA), dalteparin sodium juga dapat digunakan sebagai injeksi yang digunakan untuk menurunkan rekurensi tromboli vena simptomatik (VTE) pada pasien anak-anak berusia kurang dari 1 bulan.[1]

Dosis Dalteparin Sodium

Pemberian dosis dalteparin sodium menyesuaikan dengan keadaan yang ingin diatasi pada pasien. Pembagian dosisnya ialah seperti berikut:[2]

Parenteral/Injeksi
Profilaksis antikoagulan selama prosedur hemodialisis atau hemofiltrasi:
→ Injeksi intravena 30-40 IU/kg, dilanjutkan dengan 10-15 IU/kg/jam melalui infus intravena.

Terapi tromboemboli vena, tromboemboli vena dalam dan emboli paru:
→ 200 IU/kg/hari, diberikan satu atau dua kali. Dengan dosis maksimal tidak lebih dari 18.000 IU.

⇔ Profilaksis tromboemboli vena selama prosedur operasi:
↔ Pada pasien dengan risiko sedang:
→ 2500 IU diberikan 1 sampai 2 jam sebelum pembedahan dan sesudahnya, diberikan melalui injeksi subkutan. Dilanjutkan dengan pemberian injeksi subkutan 2500 IU setiap pagi sampai pasien selama 5 sampai 7 hari atau lebih, atau sampai pasien pulih.

↔ Pada pasien dengan risiko tinggi:
→ 2500 IU diberikan 1 sampai 2 jam sebelum pembedahan dan ulangi dosis 8 sampai 12 jam sesudahnya, diberikan melalui injeksi subkutan. Dilanjutkan dengan pemberian injeksi subkutan 5000 IU setiap pagi sampai pasien selama 5 sampai 7 hari atau lebih, atau sampai pasien pulih.

Efek Samping Dalteparin Sodium

Penggunaan dalteparin sodium dapat memberikan gambaran efek samping yang berbeda-beda bagi tiap individu, namun berikut ini daftar gambaran efek samping yang paling sering terlihat selama penggunaan dalteparin sodium:[3]

  1. Perdarahan
  2. Memar
  3. Hematoma pada daerah injeksi
  4. Pusing
  5. Sesak napas
  6. Osteoporosis setelah penggunaan jangka panjang
  7. Denyut jantung cepat
  8. Mati rasa, kesemutan, atau kelemahan otot terutama di kaki dan telapak kaki
  9. Hilangnya koordinasi gerak
  10. Kelemahan mendadak, sakit kepala, kebingungan, atau masalah dengan cara bicara, penglihatan, atau keseimbangan
  11. Reaksi hipersensitifitas termasuk urtikaria dan angioderma

Jika merasakan salah satu atau beberapa keluhan terkait efek samping setelah penggunaan dalteparin sodium, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pertolongan dan menentukan rencana perawatan selanjutnya.

Selain gambaran efek samping di atas, dalteparin sodium juga memiliki beberapa efek yang cukup fatal, antara lain:[2]

  1. Hematoma epidural atau spinal yang mungkin menyebabkan paralisis permanen
  2. Hemorage akut
  3. Trombositopenia

Detail Dalteparin Sodium

Informasi detail dalteparin sodium meliputi cara kerja, petunjuk penyimpanan, overdosis, dan interaksi obat bisa dilihat pada tabel berikut:[2]

Penyimpanan→ Simpan di tempat kering dengan suhu kamar, berkisar antara 20 sampai 25°C.
→ Lindungi dari cahaya matahari langsung dan kelembaban tinggi.
Cara KerjaDeskripsi: Dalteparin sodium merupakan obat golongan antikoagulan yang berfungsi sebagai agen antipembekuan darah. Mekanisme kerjanya ialah dengan cara menghambat faktor Xa dan thrombin dengan antithrombin. Di mana mekanisme kerja ini memungkinkan potensi penghambatan faktor Xa menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan obat golongan serupa yang mekanisme kerjanya melalui perpanjangan aPTT 9Activated Partial Thromboplastin Time).
Onset: Onset kerja dalteparin sodium sekitar 1 sampai 2 jam.
Durasi: Durasi kerja dalteparin sodium ialah lebih dari 12 jam.
Penyerapan: Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak konsentrasi plasma sekitar 4 jam bila diberikan melalui injeksi subkutan dengan bioavailabilitas sebesar 87%.
Distribusi: Volume distribusinya sekitar 0,4 sampai 0,6 L/Kg dengan kemampuan mengikat protein yang rendah.
Metabolisme: Tidak dimetabolisme oleh enzim sitokrom P450.
Ekskresi: Ekskresi utama melalui urine. Waktu paruh eliminasi sekitar 2 jam (jika obat diberikan melalui injeksi intravena) dan 3 sampai 5 jam (jika obat diberikan melalui injeksi subkutan).
Interaksi Dengan Obat LainBiasanya tidak dianjurkan mengonsumsi dalteparin sodium bersamaan dengan salah satu obat-obatan berikut:
Abciximab
Warfarin
Aceclofenac
Acemetacin
→ Golongan antihistamin, tetrasiklin dan asam askorbat karena dapat menurunkan efek antikoagulasi dalteparin sodium.
Interaksi Dengan MakananBeberapa obat dapat berinteraksi dengan makanan tertentu. Dalam beberapa kasus hal ini dapat membahayakan sehingga tenaga medis harus memberi daftar jenis makanan yang harus dihindari. Untuk dalteparin sodium sendiri, tidak ada makanan tertentu yang harus dihindari selama penggunaan obat.
Overdosis⇔ Gejala: Reaksi hipersensitifitas seperti gatal-gatal, sulit bernapas, pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan. Komplikasi hemorage.
⇔ Cara Mengatasi: Berikan injeksi protamin intravena selama 10 menit. Tiap 1 mg protamin dapat menghambat 100 IU dalteparin sodium.

Pertanyaan Seputar Dalteparin Sodium

Apakah dalteparin sodium aman digunakan oleh ibu hamil dan menyusui?

Dalteparin sodium masuk dalam obat-obatan kategori B pada ibu hamil dan menyusui. Ini artinya belum ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui sehingga penggunaannya pada ibu hamil dan menyusui harus dalam pengawasan dokter.[2]

Apakah makanan dapat berinteraksi dengan dalteparin sodium?

Tidak ada makanan atau minuman yang harus dihindari selama penggunaan dalteparin sodium.[3]

Kondisi apa saja yang dapat harus diperhatikan sebelum pemberian dalteparin sodium?

Beberapa kondisi yang harus diperhatikan sebelum pemberian dalteparin sodium, antara lain :
1. Pasien dengan resiko komplikasi pendarahan, stroke, gagal hati atau gagal ginjal.
2. Pasien dengan hipertensi yang tidak terkontrol.
3. pasien yang sedang menjalani terapi dengan obat-obatan antikoagulan atau antiplatelet.
4. Pasien yang sedang menjalani anastesi spinal atau epidural.
5. Pasien yang alergi terhadap heparin dan enoxaparin.
6. Pasien yang menderita diabetes.
7. Pasien yang sedang berada di masa kehamilan atau sedang merencanakan kehamilan.

Jika pasien berada dalam kondisi tersebut, maka harus dilakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter-dokter terkait.[2]

Apa saja efek samping yang mungkin terjadi berkaitan dengan penggunaan dalteparin sodium?

Dalteparin sodium memberikan gambaran efek samping yang berbeda-beda pada tiap individu, namun yang paling umum terjadi ialah perdarahan dan memar pada kulit.[3]

Obat apa saja yang tidak boleh digunakan bersamaan dengan dalteparin sodium?

Penggunaan Dalteparin sodium tidak bisa diberikan bersamaan dengan obat-obat di bawah ini:
1. Abciximab
2. Warfarin
3. Aceclofenac
4. Acemetacin
5. Golongan antihistamin, tetrasiklin dan asam askorbat karena dapet menurunkan efek anti koagulasi dalteparin sodium.
Jika memang harus diberikan bersamaan maka perlu konsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk menentukan dosis lebih lanjut.[3]

Contoh Obat Dalteparin Sodium (Merk Dagang) di Pasaran

Berikut adalah beberapa merek obat yang mengandung dalteparin sodium:[4]

Brand Merek Dagang
Conpac
Eurodal
Fragmin
Resolmin
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment