5 Jenis Penyakit Lambung dan Cara Pengobatannya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Lambung merupakan salah satu bagian organ sistem pencernaan yang terletak di sisi kiri perut bagian atas. lambung berfungsi menyimpan dan memecah makanan atau minuman menjadi cairan sebagai nutrisi yang mudah diserap usus halus. Selain itu, lambung juga mengeluarkan asam dan enzim yang berperan dalam mencerna makanan[1]

Meskipun demikian, kesehatan lambung juga dapat terganggu dengan berbagai penyakit sehingga lambung tidak dapat berfungsi secara maksimal dalam mencerna makanan atau minuman yang dikonsumsi. Hal ini perlu di waspadai, karena lambung berperan penting dalam pencernaan.

Berikut 5 jenis penyakit lambung yang perlu diketahui sebagai langkah untuk tetap menjaga kesehatan lambung:

1. Gastritis

Gastritis merupakan istilah yang digunakan secara umum untuk menggambarkan ketidaknyamanan perut disertai mual atau muntah[2]

Gangguan pencernaan ini biasanya terjadi setelah makan. Itu sebagai diagnosis peradangan dan kerusakan pada lapisan perut[2].

Terdiri dari gastritis akut dan gastritis kronis. Gastritis akut mengacu pada peradangan secara tiba-tiba pada lapisan lambung (mukosa lambung)[2].

Ini disebabkan iritasi pada lapisan lambung atau infeksi bakteri helicobacter pylori yang menyebabkan sakit perut akut. Namun, dengan perawatan sederhana untuk menghilangkan penyebabnya ini cepat disembuhkan[2].

Gastritis kronis mengacu pada peradangan dan kerusakan lapisan lambung dalam tingkat rendah.  Ini dapat disebabkan infeksi helicobacter pylori atau penyakit lain[2].

Gastritis kronis biasanya tidak menyebabkan gangguan pencernaan atau nyeri, tetapi kerusakan parah dapat menyebabkan anemia akibat kekurangan vitamin B12[2].

Pengobatan yang dapat dilakukan untuk penyakit Gastritis adalah menghilangkan iritasi dan infeksi untuk mengurangi jumlah asam di lambung dengan obat antasida, antibiotik, meningkatkan vitamin B12 dengan suntikan intermiten atau melakukan pemeriksaan ke dokter secara lebih lanjut[2].

Itu dapat disesuaikan dengan gejala yang muncul, apakah termasuk gejala gastritis akut atau gastritis kronis[2].

2. Tukak lambung

Tukak lambung merupakan gangguan pencernaan pada lapisan perut atau bagian atas usus kecil yang mengalami luka terbuka[3]

Itu terjadi ketika asam lambung mengikis lapisan pelindung saluran pencernaan dari lendir. Ini perlu diperhatikan karena beberapa tidak menimbulkan gejala atau muncul rasa nyeri pada lambung yang dapat  menyebabkan pendarahan internal[3].

Tukak lambung dapat disebabkan infeksi bakteri helicobacter pylori  yang meningkatkan jumlah asam, memecah lapisan pelindung lendir, dan mengiritasi saluran pencernaan[3]

Pereda nyeri seperti konsumsi aspirin  dalam jangka panjang, atau obat anti inflamasi, termasuk ibuprofen dan naproxen. Kebiasaan merokok, stres, atau konsumsi makanan pedas yang dapat menyebabkan peningkatan asam di lambung[3].

Beberapa tukak lambung sembuh dengan sendirinya. Namun, tetap jangan disepelekan karena akibat tukak lambung dapat mengikis dinding pembuluh darah di perut atau usus kecil, bahkan pembengkakan yang menghalangi makanan bergerak dari perut ke usus kecil[3].

Oleh karena itu, pengobatan tukak lambung dapat dilakukan dengan konsultasi kedokter. Sementara untuk pencegahannya[3]

  • Mengurangi makanan pedas
  • Berhati-hati mengkonsumsi obat pereda nyeri dengan menggunakan dosis serendah
  • Kelola stres dari penyebabnya lalu atasi solusinya
  • Konsumsi makanan yang mengandung probiotik seperti produk susu, sol parut, makanan yang mengandung kedelei
  • Menghilangkan kebiasaan merokok

3. Dispepsia

Dispepsia disebut juga dispepsia fungsional, ini merupakan gangguan pencernaan yang tidak diketahui penyebabnya. Namun, kemungkinan disebabkan ganguan perut atau bagian pertama dari usus kecil[4].

Termasuk sindrom iritasi usus besar dan gejala sakit perut bagian bawah, buang air besar tidak menentu, dan terlambat mengosongkan isi lambung ke dalam usus kecil (duodenum)[4].

Pengobatan dispesia dapat dilakukan dengan konsumsi obat penekan asam untuk mengurangi asam lambung, mengubah gaya hidup untuk memastikan makan dengan teratur[4].

4. Gastroparesis

Gastroparesis disebut juga pengosongan lambung yang tertunda, ini merupakan gangguan yang memperlambat atau menghentikan pergerakan makanan dari lambung ke usus kecil, meskipun tidak ada penyumbatan di lambung atau usus[5].

Gejala yang dapat timbul termasuk merasa kenyang setelah makan atau merasa kenyang setelah memulai makan, mual, dan muntah. Secara umum, penyakit ini disebabkan diabetes[5].

Diagnosa berdasarkan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, gejala, dan tes medis, seperti tes mengukur pengosongan perut[5].

Pengobatan gastroparesis dapat disesuaikan dengan penyebabnya, seberapa buruk gejala dan komplikasinya, dan seberapa baik sistem pencernaan menanggapi pengobatan yang berbeda[5]

Jika diabetes menyebabkan gastroparesis, kontrol kadar glukosa darah dengan menjaga asupan yang di makan untuk membantu meringankan gejala gastroparesis[5].

5. Gastroenteritis

Gastroenteritis merupakan gangguan iritasi dan peradangan pada perut dan usus. Penyebabnya biasanya infeksi virus atau bakteri. Gejala utama yang mungkin di alami adalah diare berair dan muntah[6]

Anda mungkin juga mengalami sakit perut , kram, demam, mual, sakit kepala, dan dehidrasi seperti kulit kering, mulut kering, mudah merasa haus[6].

Gastroenteritis dapat disebabkan kontak dengan seseorang yang memiliki virus. konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi, infeksi bakteri akibat kebiasaan tidak menerapkan budaya cuci tangan sesuai keperluan. Penyebab paling umum dari gastroenteritis adalah virus, yaitu rotavirus dan norovirus[6].

Rotavirus menjadi penyebab yang paling umum diare pada bayi atau anak kecil. Norovirus menjadi penyebab paling umum dari gastroenteritis serius dan juga wabah penyakit bawaan makanan[6].

Bakteri seperti E. coli dan salmonella juga bisa memicu flu perut. Bakteri Salmonella dan Campylobacter adalah bakteri penyebab gastroenteritis yang paling umum disebarkan oleh unggas, telur, atau olahan unggas yang kurang matang[6]

Bakteri Salmonella juga dapat menyebar melalui hewan peliharaan reptil atau unggas hidup. Bakteri lain, seperti shigella disebarkan dari makanan dan air minum yang terkontaminasi. Meskipun tidak umum, parasit juga dapat menyebabkan gastroenteritis[6].

Pengobatan gastroenteritis dapat dilakukan dengan cara mencegah dehidrasi melalui konsumsi larutan rehidrasi oral kepada anak-anak[6].

Untuk orang dewas minum cairan bening sebanyak mungkin secara perlahan-lahan dalam jumlah sedikit untuk beberapa kali. Hindari minum terlalu banyak atau terlalu cepat karena dapat memperburuk mual[6].

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment