15 Jenis Penyakit Kulit dan Gambarnya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Kulit adalah sebagian dari organ tubuh yang melindungi cairan dalam tubuh, mencegah dehidrasi, menjaga mikroba masuk dalam tubuh, mencegah infeksi. Kulit juga dapat merasakan rasa panas, dingin nyeri, menjaga suhu tubuh, dan membuat vitamin D saat datangnya matahari[1].

Iritasi dan penyumbatan dapat menyebabkan gejala seperti kulit merah, bengkak, terbakar, dan gatal. Alergi dan iritasi juga adalah salah satu masalah sistem kekebalan yang dapat menyebabkan ruam dan juga gatal dengan kondisi lainnya. Berikut ini beberapa jenis penyakit kulit yang umum dan penyakit kukit yang langka.

Jenis penyakit kulit yang paling umum

Penyakit kulit yang umum yang sering terjadi adalah adanya parasit, jamur, virus, dan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi. Beda penyebab penyakit kulti, beda pula cara pengobatannya. Munculnya perubahan kulit menjadi salah satu penyebab penyakit menular atau bahkan bisa berbahaya. Berikut jenis penyakit kulit umum yang terjadi, diantaranya :

1. Jerawat

Jerawat adalah penyakit kulit yang sangat umum terjadi. Jerawat ini adalah kondisi kulit akibat folikel rambut di kulit tersumbat. Sebum minyak pada kulit membantu dan menjaga kulit agar tidak kering. Sel-sel kulit yang mati dapat menyumbat pori-pori yang dapat menyebabkan munculnya lesi atau biasa disebut dengan jerawat. Jerawat paling umum muncul pada wajah, akan tetapi bisa juga muncul pada bagian tubuh lainnya seperti punggung, dada, dan bahu[2].

Jerawat memiliki kondisi dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda dari ringan, sedang, dan parah. Jerawat memiliki 2 jenis yaitu jerawat inflamasi dan jerawat non-inflamasi. Untuk jerawat non inflamasi seperti jerawat ringan dan komedo yang tidak berbahaya[3].

Jerawat parah bisa berkembang berhari-hari dan dapat bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama. Jerawat biasanya meninggalkan bekas berwarna merah kecil. Jerawat biasa atau yang normal akan terbentuk dan menghilang dengan cepat[3].

Kebanyakan remaja mengalami jerawat karena pertumbuhan hormon androgen pada masa pubertas. Hormon akan normal kembali pada usia 20-an dan jerawat akan hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, tidak semua remaja memiliki jerawat karena kandungan hormon yang berbeda-beda, atau bisa juga karena faktor genetik dan juga karena sistem kekebalan tubuh[3].

Ada banyak sekali obat untuk mengatasi jerawat dengan cara di oleskan atau ditelan. Perawatan yang sangat efektif adalah dengan menggunakan benzoil peroksida, antibiotik, dan retinoid. Perawatan jerawat tentunya membutuhkan kesabaran karena penyembuhan bisa berhari, berminggu-minggu, bahkan berbulan tergantung dengan kondisi jerawat tersebut[3].

2. Alopecia Areata

Alopecia areata (AA) sangat berpengaruh pada flikel rambut, kuku, epitel pigmen retina. Alopecia areata (AA) biasanya muncul dengan bercak bulat yaitu sejenis kerontokan pada rambut tanpa adanya jaringan pada parut[4]. Resiko muncul penyakit kulit ini bisa disebabkan oleh keluarga dengan kondisi tertentu seperti autoimun atau penyakit seperti diabetes, lupus, atau penyakit tiroid[5].

Alopecia areata adalah sejenis penyakit autoimun dengan sistem kekebalan tubuh yang menyerang pada tubuh pada bagian folikel rambut. Jika penyakit ini muncul gejala yang sering terjadi yaitu rontoknya rambut. Ada juga jika keadaan semakin parah bisa menyebabkan rambut menjadi botak karena kehilangan semua rambut[5].

3. Eksim

Eksim atau biasa disebut sebagai dermatitis atopik adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh genetik dan faktor lingkungan. Eksim paling sering terjadi pada anak-anak tetapi ada juga pada orang dewasa. Orang dengan penyakit eksim memiliki gejala kulit kering dan gatal dan sangat mudah terkena infeksi. Eksim biasanya dikenal dengan penyakit gatal dan ruam dikarenakan kulit menjadi kering yang disebabkan karena garukan. Perawatan eksim ini biasanya dengan menghidrasi kulit, steroid topikal khusus untuk flare-up[6].

Eksim yang menyebabkan kulit gatal menjadi sangat gatal sehingga menyebabkan kulit menjadi merah, bengkak, retak dan paling parah dapat mengeluarkan cairan bening, pengerasan pada kulit. Para peneliti belum mengetahui penyebab dari eksim, akan tetapi ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan eksim, yaitu gen, sistem kekebalan, dan lingkungan. Eksim tergantung dengan tingkat keparahannya dan gejala yang di alami [7] .

Pelembab kulit harian dengans salep dapat membantu menyembuhkan eksim sesuai dengan kondisi penyakit. Untuk menghindari agar tidak munculnya eksim yaitu dengan menghindari alergen lingkungan, sabun yang keras, deterjen, dan wewangian[6].

Jika eksim menjadi meradang dapat diobati dengan obat antiinflamasi topikal seperti steroid topikal atau menggunakan produk bebas steroid seperti pimecrolimus, tacrolimus, atau Eucirsa. Pada anak-anak, biasanya gatal akan berasa pada malam hari. Antihistamin dapat digunakan pada waktu tidur tidak untuk penggunaan pada siang hari. Pasien dengan penyakit eksim yang tidak dapat lagi diobati akan memiliki resiko infeksi kulit yang sangat tinggi[6].

4. Psoriasis

Psoriasis adalah sejenis penyakit kulit yang disebabkan adanya bercak yang terasa gatal atau perih seperti kulit tebal kemerahan dan bersisik berwarna perak. Psoriasis biasanya terjadi pada bagan siku, lutut, kulit kepala, punggung, wajah, telapak tangan, dan kaki. Akan tetapi, Psoriasis biasanya muncul pada tempat lain di tubuh[8].

Psoriasis bisa disebabkan karena sistem kekebalan tubuh karena adalanya pergantian sel kulit yang tumbuh jauh di dalam kulit dan bergerak naik ke bagian permukaan. Biasanya proses ini membutuhkan waktu yang sangat lama bisa sampai berbulan-bulan[8].

Psoriasis memiliki gejala yang sama dengan radang sendi, sehingga dokter memberikan pengobatan dengan obat-obatab seperti metotreksat. Psoriasis bagi yang yang memiliki penyakit radang sendi psoriatik dapat menggunakan obat metotreksat atau bisa juga di kombinasikan dengan kirm atau salep[9].

 5. Fenomena Raynaud

Raynaud’s adalah penyakit kulit yang dipengaruhi oleh jalannya arteri. Arteri adalah pembuluh darah mengalir dari jantung ke bagian tubuh lainnya. Raynaud’s biasanya disebut dengan penyakit sindrom yang dengan penyempitan pembuluh darah[10].

Raynaud’s dengan Vasospasme arteri dimana aliran darah ke jari tangan dan kaki tidak mencukupi akan sangat mempengaruhi jari-jari. 40% orang dengan Raynaud’s akan berpengaruh pada jari tangan dan kaki. Akan tetapi, Raynaud’s tidak berpengaruh pada hidung, telinga, puting susu, dan bibir[10].

Raynaud’s terbagi menjadi 2 yaitu :

  • Raynaud’s primer, yaitu penyakit yang tidak diketahui penyebabnya dan penyakit ini tidak terlalu parah.
  • Raynaud’s sekunder, yaitu penyakit yang disebabkan karena penyakit tertentu, kondisi, dan faktor lainnya.

Gejala Raynaud’s adalah suhu dingin, dan stress. Jika tidak ada asupan darah yang mencukupi penyakit ini akan menyerang tubuh. Akibatnya, kulit menjadi putih hingga menjadi biru. Ketika aliran darah kembali, kulit yang terkena akan menjadi merah dan berdenut, terbakar, atau bisa mati rasa[10].

Biasanya, dokter akan mendiagnosis kedua jenis penyakit Raynaud’s berdasarkan dengan riwayat kesehatan, berikut dengan pemeriksaan fsikl dan hasil tes[10].

6. Rosacea

Rosacea adalah penyakit kulit yang terjadi pada wajah dengan kondisi kronis yang tidak diketahui penyebabnya. Gejala biasanya berwarna merah, dan rasa hangat yang berlangsung selama lima menit. Penyakit ini dapat menyebar ke bagian leher dan juga dada[11].

50% sampai dengan 75% pasien dengan penyakit Rosacea dapat mengalami permasalahan pada mata dengan gejala mata kering, kemerahan, robek, rasa terbakar, terasa ada yang mengganjal, sensitif terhadap cahaya, dan penglihatan kabur. Selain itu, Rosacea dapat menyebabkan kecemasan, rasa malu, depresi[12].

Pengobatan yang dilakukan biasanya dengan menghindari sinar UV, perubahan cuaca, dan minum-minuman yang beralkohol. Perawatan kulit seperti facial kulit dengan pH seimbang, penggunaan tabir surya spf 30 atau lebih tinggi, dan juga pengunaan pelembab wajah secara teratur[12].

7. Kanker kulit 

Kanker kulit adalah jenis kanker yang sangat umum terjadi. Kanker kulit disebabkan karena adanya karsinoma sel skuamosa, karsino sel basal dan melanoma. Untuk melanoma sangat jarang terjadi dari jenis penyebab kanker kulit. Akan tetapi melanoma dapat menyerang pada jaringan tubuh dan menyebar ke seluruh tubuh. Melanoma adalah penyebab kanker kulit yang menyebabkan kematian[13].

Terlalu lama di bawah terik sinar matahari adalah faktor utama dalam perkembangan keganasan kanker kulit. Sebagian besar, melanoma disebabkan karena paparan sinar matahari. Faktor resiko lainnya seperti riwayat keluarga, bahan kimia, penggunaan tanning bed, HPV, jenis kulit fitzpatrick, melanositik nevi, imunosupresi[14].

Diagnosis dan pengobatan kanker kulit biasanya terletak pada kepala dan leher yang sering terkena paparan sinar matahari. Untuk pengobatannya bisa dengan pembedahan, crytotherapu, kemoterapi, imunoterapi, dan radiasi. Untuk menghindari kanker kulit sebaiknya gunakan tabir surya saat keluar ruangan apalagi lama di bawah terik sinar matahari[14].

8. Vitiligo

Vitiligo adalah kelainan kulit pigmentasi yang disebabkan karena tidak adanya sel pigmen dari epidermis yang menghasilkan makula putih dan bercak pada bagian tubuh. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan autoimun, kelainan tiroid[15].

Vitiligo memiliki beberapa gejala seperti bintik putih pada tubuh, dan sangat jelas jika kulit gelap. Lesi memiliki ciri-ciri bercak putih seperti mutiara atau dipegmentasi seperti bentuk oval, bulat, berbentuk linier, cembung, berukuran beberapa milimeter hingga centimeter, dan dapat membesar[15].

Vitiligo adalah penyebab yang umum dari depigmentasi yang muncul segala umur dan jenis kelamin. Berbagai jenis obat topikal dan sistemik, terapi bedah dapat digunakan untuk pengobatan vitiligo. Untuk pengobatan topikal seperti kortikosteroid, inhibitor kalsineurin, dan analog vitamin-D[15].

Untuk pengobatan lainnya dengn fototerapi, dimana pengobatan ini sangat efektif dengan cara menginduksi repigmentasi pada tahap awal. Excimer Laser dapat juga digunakan untuk pengobatan vitiligo dimana penyakit ini sangat resisten terhadap sebagian besar pengobatan, seperti kombinasi antara acrolimus dan kortikosteroid sistemik. Untuk terapi bsa menggunakan terapi penghambat Afamelanotide[15].

Perawatan bedah yang terbatas pada vitiligo meliputi suspensi epidermal nonkultur, cangkok dermo-epidermal tipis, cangkok epidermal suction, cangkok punch, dan kultur epidermis dengan melanosit[15].

Jenis penyakit kulit langka

Selain jenis penyakit kulit yang umum terjangkit, namun beberapa lainnya adalah kondisi yang jarang atau sangat jarang ditemui, diantaranya :

9. Actinic prurigo

Prurigo aktinik sangat mempengaruhi area kulit yang terkena paparan sinar matahari seperti leher, wajah, punggung atas. Prurigo aktinik biasanya muncul pada musim semi yang disebut dengan dermatitis papulonodular dengan gejala kulit terasa gatal dengan bentuk simetris. Jenis Prurigo aktinik ini bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama[16].

Pada kasus yang sangat parah, Prurigo aktinik juga bisa menyebabkan ekskoriasi, cheilitis, penyakit konjungtivita, dan jaringan parut. Prurigo aktinik bisa terjadi pada wanita remaja, akan tetapi dapat juga terjadi semua usia dan jenis kelamin[16].

Diagnosa dimulai dengan perlindungan kulit pada sinar matahari dengan perawatan antihistamin topikal, kortikosteroid, fotokemoterapi, dan terapi sistemik. Tanpa adanya pengobatan, perkembangan penyakit dari waktu ke waktu akan menjadi kronis[16].

10. Argyria

Argyria adalah penyakit kulit langka dengan gejala perubahan warna kulit yang menumpuk berwarna perak yang ada di permukaan kulit. Argyria adalah penyakit kulit yang disebabkan karena paparan atau mengkonsumsi perak sehingga muncul bercak yang berbahaya dengan gejala perubahan warna abu-abu atau biru[17].

Penyebab Argyria yang umum terjadi bisa karena di lingkungan tempat kerja dan penggunaan obat-obatan. Selain yang mengandung perak seperti perhiasan, penambang perak, pengrajin perak, dan pembuatan foto yang mengandung perak[17].

Baru-baru ini, beberapa penelitian menjelaskan penggunaan terapi laser Q-switched neodymium-doped yttrium aluminium garnet dapat menghilangkan Argyria dengan warna yang sangat gelap. Akan tetapi, penggunaan terapi laser ini sangat tinggi dan dapat menyebabkan pendarahan yang tepat dan rasa sakit[17].

11. Chromhidrosis

Chromhidrosis adalah kondisi yang sangat langka yang dapat menyebabkan keringat menjadi berwarna hitam, biru, hijau, kuning, atau bahkan coklat. Chromhidrosis terbagi menjadi 3 yaitu chromhidrosis apokrin, chromhidrosis ekrin, dan pseudochromhidrosis[18].

Chromhidrosis apokrin biasanya terjadi pada bagian kelopak mata, telinga, kulit kepala, batang tubuh, dan areola. Kelenjar apokrin biasanya akan mengeluarkan cairan minyak tidak berbau yang masuk ke bagian dalam saluran rambut hingga ke permukaan kulit. Hal tersebut disebabkan karena bakteri sehingga menyebabkan bau badan[18].

Chromhidrosis apokrin biasanya muncul pada remaja pubertas karena pada masa pubertas inilah fungsi sekresi apokrin bekerja. Chromhidrosis adalah penyakit kulit yang sangat kronis, akan tetapi seiring bertambahnya usia, sekresi apokrin akan berkurang. Untuk pseudochromhidrosis biasanya diobati dengan antimikroba atau sistemik yang biasanya digunakan untuk membasmi mikroorganisme[18].

12.  Icthyosis congenita

Icthyosis congenita adalah penyakit kulit dengan kelainan keratinisasi yang menyebabkan kulit menjadi kering, berkerak, dan mengelupas. Penyakit ini bisa beresiko pada janin atau bisa terjadi pada saat dewasa. Icthyosis congenita merupakan penyakit yang sangat langka dimana penyakit ini muncul dari orang tua yang memiliki riwayat Icthyosis congenita[19].

Diagnosis perinatal sangatlah penting, yaitu dengan cara pemeriksaan sel cairan ketuban dan ultrasonografi pada bagian mulut janin yang di lakukan pada minggu ke-17 kehamilan. Selain itu, mengetahui riwayat keluarga apakah ada beberapa memiliki kondisi bawaan atau tidak. Selain itu, diagnosis postnatal yang meliputi biopsi kulit jika janin sudah cukup untuk di lakukannya diagnosis [19].

13. Necrobiosis lipoidica (NL)

Necrobiosis lipoidica (NL) adalah jenis penyakit kulit yang sangat langka dengan ciri-ciri kulit bercak-bercak sehingga dapat menjadi bisul. Penyakit ini terkait dengan diabetes mellitus tipe 1 seperti penebalan pada dinding pembuluh darah, dan timbunan lemak[20].

Komplikasi yang timbul seperti terbentuknya ulkuks dan infeksi yang mungkin saja timbul. Penyebab dari penyakit kulit ini masih belum diketahui, akan tetapi faktor imun tubuh adalah penyebab terjadinya Necrobiosis lipoidica. Untuk pengobatannya pun belum terbukti efektif dalam penyembuhannya. Bagi penderita diabetes mellitus, penyeimbangan glukosa darah tidak ada sama sekali pengaruh terhadap penyakit[20].

Salah satu terapi yaitu kompresi yang berfungsi dapat mengontrol edema dan dapat meningktkan penyembuhan pasien dengan penyakit vena[20].

14. Pachyonychia Congenita

Pachyonychia congenita (PC) adalah penyakit kulit yang biasa terjadi pada bagian kuku. Gejala muncul pada awal kelahiran dengan kuku distrofi, nyeri palmoplantar keratoderma dan terik, leukokeratosis oral, kista pilosebaceous (termasuk steatocystoma dan kista rambut vellus), palmoplantar hiperhidrosis, dan keratosis folikel pada batang tubuh dan ekstremitas[21].

Gejala setiap orang bervariasi tergantung dengan jenisnya, akan tetapi gejala dengan kuku yang tebal dan kapalan di bagian telapak kaki banyak ditemukan. Gejala tersebut membuat penderita sulit berjalan dan memiliki efek menyakitkan[22].

Pengobatan dilakukan dengan 2 cara yaitu :

  • Pengobatan manifestasi

Pengobatan ini dapat mengurangi gejala seperti nyeri dan dapat menghidrasi stratum korneum. Biasanya pasien menggunakan kaos kaki wicking dan juga mengenakan alas kaki dengan rongga udara, sepatu yang nyaman[21].

  • Pencegahan komplikasi sekunder

Pencegahan ini untuk mencegah infeksi dengan cara mandi menggunakan larutan pemutih ringan yang tentunya membantu pencegahan infeksi. Hindari suhu tinggi dan kelembapan yang tinggi agar terhindari dari kondisi yang tidak diinginkan[21].

15. Pemphigus

Pemfigus adalah penyakit kulit dengan gejala kulit melepuh pada bagian dalam mulut, hidung, tenggorokan, mata, dan juga alat kelamin. Pemfigus merupakan penyakit autoimun yang dapat dengan mudah menyerang sel-sel lapisan atas kulit dan juga pada bagian selaput lendir[23].

Antibodi pada penderita penyakit kulit ini akan menghasilkan desmoglein, yaitu protein yang bekerja mengikat sel kulit. Kulit akan menjadi rapuh dan cairan akan menetap pada bagian lapisan, sehingga terbentuklah lepuh[23].

Ada beberapa jenis pemfigus, tetapi dua yang utama adalah:

  • Pemfigus vulgaris, yang biasanya menyerang kulit dan selaput lendir seperti bagian dalam mulut.
  • Pemfigus foliaceus, yang hanya menyerang kulit.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment