Kondrosarkoma: Penyebab, Gejala dan Cara Mengobatinya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene
Kondrosarkoma adalah tipe kanker yang biasanya berawal dari tulang, namun kadang bisa muncul pada jaringan lunak di sekitar tulang. Lokasi kondrosarkoma yang paling umum adalah tulang panggul dan bahu.... Beberapa tipe kondrosarkoma tumbuh perlahan dan berisiko rendah untuk menyebar ke organ lain, sedangkan beberapa tipe lainnya tumbuh dengan cepat dan berisiko tinggi untuk mengalami metastasis (menyebar ke organ lain). Gejala pada kondrosarkoma dapat berupa nyeri yang bertambah berat, adanya tumor/massa yang membengkak atau dapat teraba, fraktur akibat tulang yang melemah. Diagnosis ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan pencitraan, seperti X-ray, CT scan, atau MRI, dan juga biopsi tulang. Pilihan terapi disesuaikan dengan kondisi dan stadium tumor. Terapi untuk kondrosarkoma dapat dilakukan dengan pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi. Read more

Apa itu Kondrosarkoma?

Tulang rawan adalah komponen struktural penting tubuh. Tulang rawan merupakan jaringan ikat yang lebih kokoh, namun lembut dan fleksibel dibanding tulang biasa.

Tulang ini terdiri dari sel kondrosit yang dapat memproduksi serat kolagen, proteoglikan, dan serat elastin. Tidak ada pembuluh darah di tulang rawan. Contohnya adalah hidung dan telinga.[1]

Tulang rawan berperan dalam pertumbuhan, namun seperti organ tubuh lainnya, tulang rawan juga dapat mengalami kelainan yang dapat berpengaruh pada kesehatan, salah satunya yaitu Kondrosarkoma.[2]

Kondrosarkoma merupakan jenis kanker yang berkembang di tulang rawan. Kanker ini biasanya menyerang sel-sel tulang rawan femur (tulang paha), lengan, panggul, atau lutut. Meskipun lebih jarang, area lain seperti tulang rusuk juga mungkin dapat menjadi target dari kanker ini.[2]

Jenis kanker ini jarang menyerang seseorang di bawah usia 20 tahun. Risikonya terus meningkat hingga usia 75 tahun. Wanita dan pria memiliki peluang yang sama untuk terkena kondrosarkoma.[2]

Penyebab Kondrosarkoma

Penyebab pasti kondrosarkoma belum diketahui, namun penyakit ini sering dikaitkan dengan mutasi genetik tertentu. Beberapa jenis kondrosarkoma muncul dari transformasi lesi tulang rawan jinak menjadi kanker.[2,3]

Seseorang yang memiliki risiko untuk terkena kondrosarkoma adalah:[4]

  • Berusia 40 tahun atau lebih.
  • Memiliki Enchondroma, tumor tulang jinak yang biasanya berkembang di tangan, lengan, dan paha.
  • Memiliki Sindrom eksostosis ganda, penonjolan tulang akibat pertumbuhan tulang rawan di permukaan struktur tulang.
  • Memiliki riwayat radiasi dosis tinggi untuk pengobatan kanker.

Gejala Kondrosarkoma

Gejala kondrosarkoma dapat bervariasi tergantung pada lokasi. Berikut ini adalah gejala kondrosarkoma yang paling umum, yaitu:[2,3,4]

  • Meningkatnya rasa sakit di lokasi seiring waktu, apalagi jika malam hari. Rasa sakit ini dapat berkurang dengan mengonsumsi obat anti inflamasi, seperti ibuprofen namun tidak akan hilang meskipun dengan istirahat yang cukup.
  • Tumbuh benjolan atau bengkak di tulang.
  • Fraktur (patah tulang) akibat tulang yang melemah.
  • Jika tumor menekan sumsum tulang belakang, Anda mungkin mengalami kelemahan, mati rasa atau inkontinensia (sulit menahan buang air kecil sehingga mengompol).
  • Kaku, nyeri, atau perasaan tertekan di sekitar lokasi.

Komplikasi Kondrosarkoma

Penyakit kondrosarkoma dapat menimbulkan beberapa komplikasi yang serius bagi pasien, seperti:[5]

  • Reaksi periosteal, pembentukan tulang baru sebagai respons terhadap cedera yang biasanya diidentifikasi dengan X-rays
  • Produksi sel darah merah berkurang
  • Sakit tulang
  • Kanker tulang
  • Fraktur patologis, lemahnya struktur tulang akibat penyakit tertentu

Diagnosa Kondrosarkoma

Dalam memastikan diagnosa kondrosarkoma, dokter biasanya akan memulai dengan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan. Dokter juga akan memeriksa tanda-tanda penyakit dan menanyakan mengenai kebiasaan pasien.[2,3]

Beberapa tes yang mungkin dilakukan untuk memperkuat hasil diagnosa adalah:[2]

  • Tes pencitraan dengan X-rays, tindakan ini berguna untuk mengetahui gambar jaringan internal, tulang, dan organ
  • Pemindaian tomografi terkomputerisasi (CT Scan), mirip dengan tes pencitraan dengan X-rays, bedanya CT Scan lebih detail. Tes ini dapat memperlihatkan detail tulang, otot, lemak, dan organ.
  • Pencitraan resonansi magnetik (MRI), prosedur diagnostik yang menggunakan kombinasi magnet, frekuensi radio, dan komputer untuk menunjukkan gambar detail organ dan struktur di dalam tubuh.
  • Positron emission tomography (PET), tes pencitraan yang menggunakan pelacak radioaktif untuk melihat metabolisme pasien dan membantu mengetahui apakah tumor tersebut kanker atau bukan. Tes ini juga dapat menunjukkan apakah kanker telah menyebar dan menemukan lokasinya yang tepat.
  • Biopsi, prosedur pengambilan sampel jaringan (dengan jarum atau selama operasi) dari tubuh untuk diperiksa di laboratorium. Tindakan ini dilakukan untuk menentukan apakah ada kanker atau sel abnormal lainnya.

Cara Mengobati Kondrosarkoma

Sebelum melakukan pengobatan kondrasarkoma, dokter mungkin akan menyebutkan stadium kanker untuk menggambarkan seberapa cepat tumor tumbuh dan seberapa besar kemungkinannya akan menyebar. Penentuan stadium ini dapat membantu dokter memutuskan pengobatan terbaik.[4]

Penentuan stadium kanker atau tumor didasarkan pada:

  • Ukuran tumor
  • Apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening
  • Apakah kanker telah menyebar ke organ lain

Selain berdasarkan tingkat stadium, pemilihan pengobatan kondrosarkoma juga perlu memperhatikan:

  • Usia, kesehatan secara keseluruhan dan riwayat kesehatan
  • Jenis dan lokasi kanker
  • Toleransi pasien terhadap obat, prosedur dan terapi tertentu

Tujuan pengobatan kondrosarkoma adalah menghilangkan tumor atau kanker dan mengurangi kemungkinannya kembali. Beberapa tindakan medis yang dapat menjadi pertimbangan untuk mengobati kondrosarkoma adalah:[2]

  • Operasi pengangkatan tumor. Jika tumor ada di lengan atau tungkai, dokter bedah akan mencoba menyelamatkan anggota tubuh tersebut. Dalam beberapa kasus, dokter dapat melakukan amputasi
  • Terapi fisik. Perawatan ini membantu memulihkan kekuatan dan fungsi organ yang terkena setelah operasi.
  • Terapi radiasi. Terapi ini bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa, radiasi mungkin akan diberikan pada dosis tinggi.
  • Kemoterapi. Meski bukan pengobatan utama, kemoterapi mungkin diperlukan jika kanker telah menyebar ke area lain di tubuh.

Cara Mencegah Kondrosarkoma

Belum diketahui cara yang tepat untuk mencegah kondrosarkoma. Seseorang dengan kelainan tulang tertentu mungkin lebih berpotensi terkena kondrosarkoma. [6]

Beberapa ilmuan juga mengaitkan penyakit ini dengan cedera pada area yang terkena. Namun sampai sekarang belum diketahui apakah trauma tersebut memicu kanker atau tidak.[6]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment