Kanker Tulang A-Z – Penyebab – Gejala – Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Kanker tulang adalah suatu kondisi ketika sel-sel abnormal atau sel kanker berawal muncul dan tumbuh dari tulang bagian tubuh manapun.

Meski bisa timbul pada tulang mana saja, umumnya kanker ini menyerang tulang panjang lengan serta kaki ataupun bagian panggul.

Walau bukan termasuk kanker yang banyak diderita dan tak banyak kasus tumor maupun kanker tulang, kanker ini tetap berbahaya baik bagi anak-anak maupun orang dewasa.

Fakta Tentang Kanker Tulang

  1. Sebagian besar kanker yang menyerang tulang tergolong metastasis.
  2. Sebagian besar kanker yang menyerang tulang tergolong juga penyakit sekunder yang artinya kanker tulang adalah hasil dari penyakit lainnya.
  3. Kanker tulang primer atau kanker yang langsung tumbuh berkembang langsung dari tulang justru adalah kasus jarang.
  4. Tidak semua tumor tulang memiliki sifat kanker dan ganas.
  5. Pada akhir 2018, di Amerika Serikat sekitar 280.000 orang dewasa usia antara 18-64 tahun hidup mengidap kanker metastasis pada tulang.
  6. Di Indonesia, pasien kanker tulang jenis osteosarcoma berhasil dioperasi tanpa dokter harus mengamputasinya.

Jenis-jenis Kanker Tulang

Kanker tulang memiliki 2 jenis utama yaitu primer dan sekunder, untuk primer masih terdiri beberapa sub jenis lagi, berikut perbedaannya.

Kanker Tulang Primer

Kanker tulang primer adalah yang paling berbahaya dari seluruh jenis kanker tulang karena terbentuk langsung di tulang dan jaringan sekitarnya.

Walau demikian, justru kanker tulang primer adalah jenis kanker yang paling jarang karena kanker tulang sekunderlah yang paling umum.

Kanker Tulang
Img src : medxclusive org

Kanker sekunder adalah kanker tulang yang merupakan hasil dari penyebaran kanker di organ lain lalu sampai ke tulang. Atau bisa juga, kanker tulang disebabkan oleh penyakit tertentu.

Kanker yang menyebar dari satu organ tubuh ke organ tubuh lainnya, baik dekat maupun jauh disebut juga dengan kanker metastasis.

Berikut adalah beberapa jenis kanker tulang primer yang perlu untuk diketahui :

1. Ewing Sarcoma

Jenis kanker tulang ini kemunculannya berawal dari tulang, namun terkadang dapat juga tumbuh di jaringan lunak.

Jaringan lunak tempat berkembangnya kanker ini adalah seperti pembuluh darah, jaringan fibrosa, lemak, otot maupun jaringan lainnya.

Terbentuknya ewing sarcoma dapat terjadi di tulang rusuk, kaki, maupun panggul. Namun tetap ada potensi untuk tumbuh dan berkembang cepat di manapun.

Bahkan penyebarannya bisa sangat pesat sampai ke organ vital yang lain, seperti paru-paru. Anak-anak dan remaja laki-laki usia di bawah 19 tahun adalah yang paling rentan mengalami kanker ini.

2. Multiple Myeloma

Jenis kanker tulang ini adalah kanker primer yang paling banyak terjadi karena pertumbuhan sel-sel kanker terjadi pada sumsum tulang.

Jenis kanker tulang ini jugalah yang menjadi penyebab tumor kemudian muncul di berbagai tulang pada tubuh. Hanya saja, biasanya orang dewasalah yang mengidap penyakit ini.

Namun, para pengidap kanker ini justru rata-rata tak membutuhkan pengobatan untuk bisa sembuh di antara jenis kanker tulang lainnya.

3. Chordoma

Jenis kanker ini termasuk sangat langka dengan pembentukan tumor pada tulang belakang dan umumnya diderita oleh orang dewasa menginjak usia lanjut.

Pria memiliki risiko dua kali lipat lebih besar daripada wanita dalam mengidap chordoma. Umumnya, kanker ini menyerang pada tulang belakang leher serta pangkal tengkorak.

4. Osteosarcoma

Dikenal juga dengan istilah osteogenic sarcoma, kanker tulang jenis ini umumnya diderita oleh anak-anak dan remaja, namun orang dewasa dapat mengidapnya juga.

Walau berasal dari ujung tulang panjang pada lengan dan kaki, kanker jenis ini dapat juga muncul pada bahu, pinggul maupun lokasi lain.

5. Chondrosarcoma

Kanker tulang jenis ini umumnya menyerang orang dewasa yang lebih tua dengan muncul dan berkembang pada bahu, paha, dan panggul.

Pembentukan sel kanker ada pada jaringan subchondral atau jaringan ikat antara tulang. Kanker tulang primer ini pun menjadi yang paling banyak dijumpai.

Kanker Tulang Sekunder

Kanker tulang dapat pula terjadi ketika seseorang mengidap kanker lain. Ada banyak jenis kanker lain yang penyebarannya sampai ke tulang lalu menyebabkan kanker tulang.

Hanya saja, orang-orang penderita kanker prostat dan kanker payudara adalah yang paling berisiko tinggi memiliki kanker tulang juga. Kanker jenis ini dapat memicu beberapa keluhan, seperti hiperkalsemia (kelebihan kalsium dalam tubuh), patah tulang karena semakin rapuh, hingga nyeri tulang.

Stadium Kanker Tulang

Seperti kanker pada umumnya, ada tahapan atau stadium dalam menentukan letak dan perkembangan kanker sudah sejauh mana.

Dengan adanya stadium kanker tulang primer ini, akan lebih mudah pula dalam mengetahui bagian tubuh mana saja yang sudah terkena dampak penyebaran kanker.

  • Stadium 1 : Pada tahap ini, kanker yang tumbuh dari tulang tertentu masih berada di sana dan belum menyebar.
  • Stadium 2 : Kanker belum menyebar pada tahap ini, namun dapat bersifat invasif dan menjadi ancaman bagi jaringan di sekitar tulang tempat tumbuhnya kanker.
  • Stadium 3 : Kanker telah menyebar pada satu atau lebih area sekitar dekat tulang dan dapat lebih meluas lagi.
  • Stadium 4 : Kanker telah menyebar tak hanya di area sekitar tulang tempat tumbuhnya tumor, tapi sudah mencapai organ vital lain seperti otak dan paru-paru.

Penyebab Kanker Tulang

Penyebab dari kanker tulang primer sendiri belumlah diketahui secara jelas, namun mutasi atau perubahan DNA sel menjadi faktor utama yang ditengarai sebagai penyebabnya.

Selain itu, masih ada sejumlah faktor yang wajib diwaspadai karena mampu menjadi peningkat risiko kanker tulang pada tubuh seseorang.

1. Faktor Keturunan

Pada beberapa kasus kanker tulang, kondisi keturunan menjadi faktor penyebabnya. Contohnya saja seperti anggota keluarga yang memiliki sindrom Li-Fraumeni punya risiko terkena chondrosarcoma dan osteosarcoma lebih tinggi.

Anak-anak dengan kanker mata tak biasa, seperti retinoblastoma herediter pun lebih rentan terkena osteosarkoma. Risiko jauh lebih besar lagi bila perawatan radiasi adalah yang mereka jalani.

Komponen genetik bawaan juga rupanya mampu memperbesar risiko terkena Ewing sarcoma walau tak ada kaitannya dengan sindrom kanker hereditas dan semacamnya.

2. Penyakit Paget Tulang

Pada orang dewasa dengan usia 40 tahun ke atas dengan kondisi kelainan formasi tulang ini, risiko terkena osteosarcoma menjadi lebih tinggi.

Pada penyakit Paget tulang sendiri adalah kemunculan sel tulang baru yang berkembang secara tak normal walaupun termasuk kondisi tulang jinak.

3. Penggunaan Radiasi pada Pengobatan Kanker Sebelumnya

Orang-orang yang punya riwayat kanker dan pernah ditangani dengan metode radiasi punya risiko mengembangkan kanker tulang lebih besar. Pada sekitar 5% anak-anak yang menempuh transplantasi sel induk/punca hemaopoietik myeloablative dapat mengembangkan osteosarcoma.

Gejala Kanker Tulang

Kanker tulang dapat menimbulkan sejumlah gejala yang mungkin biasanya dianggap biasa namun dapat berkembang menjadi lebih buruk bila dibiarkan.

  • Tubuh lemah
  • Tubuh cepat lelah
  • Tulang tempat tumbuhnya tumor terasa nyeri dan bahkan membengkak.
  • Tulang semakin rapuh
  • Mudah terjadi patah tulang
  • Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.
  • Demam tinggi, namun gejala ini cukup jarang.
  • Berkeringat terus-menerus khususnya pada waktu malam.

Segera ke dokter dan tempuh jalur pemeriksaan ketika gejala datang dan pergi, tak dapat diredakan dengan penggunaan obat pereda nyeri, maupun gejala serasa lebih buruk di malam hari.

Bila ke dokter, maka beberapa jenis pemeriksaan inilah yang perlu dijalani untuk bisa menentukan seberapa serius kanker tulang dan apa jenis kanker yang menyerang.

  • Pemeriksaan Fisik : Dokter akan mengecek kondisi gejala fisik pasien lebih dulu sebelum menyarankan pemeriksaan lainnya.
  • Sinar-X : Dokter perlu mengecek bagian dalam tubuh pasien, termasuk melihat kondisi tulang, kerusakan tulang akibat kanker, atau ada tidaknya keberadaan tulang baru yang tumbuh karena kanker.
  • Biopsi : Pengambilan sampel jaringan dari tulang yang terkena kanker dapat menentukan jenis kanker dan stadiumnya.
  • Scan Tulang : Untuk informasi hasil pemeriksaan lebih detail di bagian dalam tulang, dokter perlu melakukan scan tulang.
  • CT Scan : Tujuan pemeriksaan ini adalah supaya dokter bisa tahu sudah seberapa jauh dan sudah sampai mana penyebaran kanker, khususnya apakah telah merambah paru-paru.
  • MRI Scan : Tes ini akan menunjukkan kondisi jaringan lunak dan juga tulang pasien. Dokter juga akan tahu dari pemeriksaan ini tentang tingkat penyebaran kanker serta ukuran tumor.

Pengobatan Kanker Tulang

Dengan rangkaian pemeriksaan yang ditempuh pasien, dokter barulah mampu menentukan jenis pengobatan yang sesuai dengan jenis kanker tulang.

Umumnya, berikut ini adalah perawatan yang diberikan kepada pasien kanker tulang menurut kondisi pasien menyeluruh dan stadiumnya.

  • Operasi

Seperti halnya kanker kulit, kanker mulut, atau kanker lainnya, operasi pengangkatan tumor adalah langkah utama yang kemungkinan besar dokter anjurkan.

Ada metode operasi yang bertujuan hanya mengangkat tumor satu bagian saja beserta jaringan sehat sebagian kecil di sekitarnya.

Operasi penggantian tulang yang hilang pun bisa saja diterapkan jika memang diperlukan. Bahan pengganti biasanya dari bank tulang, atau bisa saja yang terbuat dari plastik keras maupun logam.

Pada kasus tumor yang sudah sangat besar dan stadium lanjut, amputasi adalah solusinya. Tindakan ini adalah mengangkat sebagian saja atau seluruh anggota tubuh yang terkena.

  • Kemoterapi

Pada kasus chondrosarcoma, kemoterapi kurang efektif. Namun untuk Ewing sarcoma dan osteosarcoma, kemoterapi sangat penting untuk dilakukan.

Metode terapi ini adalah melalui pemberian obat-obatan dengan sifat antikanker yang disuntikkan atau diminum agar sel-sel kanker terbunuh.

  • Terapi Radiasi

Tujuan terapi menggunakan sinar berenergi tinggi ini adalah supaya tumor dapat mengecil lalu akan lebih mudah bagi dokter mengangkatnya lewat operasi.

Ketika operasi gagal mengangkat sebagian tumor di dalam tubuh pasien, biasanya terapi radiasi menjadi lanjutan dalam membunuh sisa sel kanker.

Terapi radiasi ini pun bagi penderita kanker tulang stadium lanjut dapat menjadi penolong dalam mengendalikan nyeri yang dirasakan.

  • Cryosurgery

Penggunaan nitrogen cair diterapkan dalam metode pengobatan ini agar sel-sel kanker dapat dibekukan lebih dulu. Usai berhasil membekukannya, barulah membunuh sel-sel kanker ini jadi lebih mudah. Cara ini terkadang lebih dipilih daripada operasi biasa.

Komplikasi Kanker Tulang

Pada kasus kanker tulang yang mengalami keterlambatan penanganan, bahaya komplikasi berikut dapat mengancam kesehatan penderitanya.

  • Metastasis : Sel kanker menyebar lebih luas dan jauh melalui aliran darah atau sistem limfatik. Penyebarannya bahkan bisa sampai ke paru-paru; organ yang paling banyak terkena efek kanker tulang.
  • Osteomyelitis : Risiko komplikasi infeksi tulang ini sangat besar pada pasien yang sedang menjalani perawatan. Kondisi ini ditandai dengan nyeri, menggigil dan demam.
  • Kelebihan Kalsium : Penumpukan kalsium dalam tubuh dapat menyebabkan gagal ginjal, konstipasi, kram, kehilangan kesadaran, dan penurunan kemampuan untuk konsentrasi.
  • Patah Tulang : Komplikasi paling umum adalah patah tulang karena kanker menyebabkan tulang melemah dan merapuh.
  • Pincang : Pada pasien dengan kanker tulang menyerang kaki, rasa sakit yang terus meningkat tanpa mereda dapat membuat pasien kesulitan berjalan.

Pencegahan Kanker Tulang

Orang-orang perlu mengetahui riwayat kesehatan keluarganya untuk bisa mencegah kanker tulang.

Ini karena hingga kini belum ditemukan langkah apa yang paling baik untuk mencegah kanker tulang sama sekali.

Dengan mengetahui riwayat anggota keluarga yang pernah mengalami kelainan atau kanker tulang, setidaknya jika terserang kanker tulang dapat terdiagnosa secara dini.

Dalam meminimalisir potensi terserang kanker tulang, beberapa langkah ini bisa dilakukan :

  • Tidak merokok, karena tak hanya kanker paru-paru saja bahayanya, zat-zat racunnya dapat mengancam organ tubuh manapun.
  • Diet sehat penuh nutrisi, yakni dengan asupan rendah lemak, tinggi serat, cukup mineral dan kalori.
  • Olahraga, apapun jenis aktivitas fisiknya aktif bergerak akan melancarkan peredaran darah sekaligus menghambat sel-sel kanker yang akan berkembang.
  • Cek kesehatan, khususnya saat ada gejala awal yang nampaknya mencurigakan segeralah ke dokter.
  • Konsumsi ginseng, kunyit, atau teh hijau yang kaya antioksidan dan anti-inflamasi yang mampu melawan kanker maupun menghambat pertumbuhan sel kanker.
  • Menghindari stres berlebihan, yakni dengan mengelolanya secara benar dan melakukan hal-hal positif yang membuat suasana hati membaik.

Menjaga kesehatan dengan menerapkan diet sehat tak hanya mengurangi risiko penyakit degeneratif seperti penyakit jantung ataupun diabetes.

Penerapan pola tidur, makan, dan istirahat yang baik dan benar pun berguna dalam meminimalisir risiko kanker apapun, tak terkecuali kanker tulang.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment