8 Makanan yang Perlu Dihindari saat Diare

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Ketika diare melanda, hal paling utama yang perlu dilakukan adalah menghidrasi tubuh [1].

Mengonsumsi banyak cairan adalah yang terpenting, namun sebenarnya menjaga asupan makanan juga sama pentingnya [2,3].

Saat diare, pilihan asupan makanan dan minuman tidak boleh sembarangan karena pilihan makanan yang kurang tepat justru dapat memperburuk gejala diare [2,3].

Berikut ini adalah deretan makanan yang perlu dihindari sementara waktu saat sedang diare.

1. Makanan Pedas

Untuk pencinta makanan pedas yang tengah mengalami diare, sebaiknya fokus kepada pemulihan sistem pencernaan lebih dulu [2,3,4].

Hindari makanan-makanan dengan rasa pedas walaupun sedikit karena makanan pedas dapat mengiritasi sistem pencernaan [2,3,4].

Ketidaknyamanan perut saat diare bisa bertambah parah ketika memaksakan diri makan makanan pedas, baik pedas karena cabai maupun karena bumbu rempah lainnya [2,3].

Pilih penambahan garam atau bubuk rempah lain yang tidak pedas ke makanan selama masa pemulihan [2,3].

Saat kadar elektrolit sudah kembali seimbang dan imun tubuh sudah cukup kuat, biasanya diare akan mereda dan sembuh [2,3].

Bila sudah benar-benar sembuh dan perut sudah terasa nyaman kembali, makanan pedas bisa kembali dikonsumsi.

2. Makanan Pemicu Perut Bergas

Makanan-makanan pemicu perut bergas dan kembung seperti berikut juga sebaiknya dihindari sementara waktu sampai tubuh pulih benar [2].

Sayuran adalah sumber serat tinggi di mana serat memang tubuh perlukan, terutama serat larut yang akan memperlambat jalannya saluran pencernaan [2].

Penderita diare memerlukan serat larut agar diare segera berhenti.

Namun untuk sayuran yang disebutkan di atas, seperti halnya kembang kol, brokoli dan kubis, ketiganya tergolong jenis sayur dengan kandungan serat tidak larut [2].

Selain itu, beberapa jenis sayur maupun kacang-kacangan tersebut juga memiliki kandungan raffinose [2,5].

Raffinose adalah jenis gula yang lambung tidak bisa cerna dengan mudah sehingga asupannya justru berpotensi memperburuk kondisi diare [2,5].

3. Makanan Manis

Makanan manis atau makanan bergula tinggi juga perlu dihindari sementara waktu [2].

Asupan manis hanya membuat pencernaan melepaskan lebih banyak air yang justru semakin melunakkan atau mengencerkan feses [2,6].

Tidak hanya makanan manis, segala bentuk minuman manis juga sebaiknya tidak dikonsumsi sampai benar-benar pulih [2].

Minuman manis yang dimaksud terutama adalah yang sudah ditambahkan dengan pemanis buatan seperti aspartame dan stevia [2].

Minuman soda, permen, kue dan roti manis adalah asupan bergula yang bisa dihindari [2].

4. Buah-buahan

Buah-buahan tertentu yang memiliki sifat laksatif juga merupakan pantangan sementara bagi penderita diare [3].

Anggur, pir dan apel adalah tiga contoh buah yang sebaiknya tidak dikonsumsi sementara waktu [3].

Namun untuk apel saus atau applesauce dan pisang adalah dua jenis buah yang boleh dimakan saat diare [3,7].

Keduanya adalah pengecualian karena memberikan efek mengentalkan feses sehingga diare bisa berhenti segera [3,7].

5. Makanan Terbuat dari Susu

Susu dan produk olahannya pun tergolong sebagai pantangan penderita diare [2,3].

Hindari susu, krim, keju, mentega, dan berbagai macam produk susu lainnya saat gejala diare masih terjadi [2,3].

Namun untuk yogurt tawar, produk susu satu ini merupakan pengecualian karena kaya akan probiotik [2,3].

Penderita diare membutuhkan probiotik karena terkadang diare terjadi karena ketidakseimbangan bakteri di dalam usus [8].

Melalui asupan probiotik, tubuh dan usus akan menerima lebih banyak bakteri baik yang sempat berkurang [8].

Saat keseimbangan bakteri sudah kembali normal, fungsi sistem pencernaan juga akan ikut normal lagi [8].

Sistem pencernaan yang semakin pulih juga menjadikan gejala diare berhenti secepatnya [8].

6. Makanan Tinggi Lemak

Makanan berlemak juga meningkatkan risiko memburuknya gejala diare [2],7.

Kemampuan tubuh dalam menyerap lemak menjadi terganggu saat seseorang mengalami diare [2,7].

Karena tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk menyerap lemak, makanan akan jauh lebih cepat saat menuju sistem pencernaan [2,7].

Gorengan adalah makanan mengandung lemak tinggi yang paling perlu dihindari sementara waktu sampai pencernaan pulih kembali [2,7].

Daging berlemak, saus creamy, dressing berlemak, dan beberapa jenis kacang juga perlu dihindari [2].

7. Makanan Olahan

Keripik kentang, daging olahan (nugget, salami dan hotdogs, dan jenis makanan olahan, kemasan maupun cepat saji lainnya adalah pantangan selama diare belum membaik [3].

Makanan-makanan seperti ini cenderung tinggi gula dan lemak yang berbahaya bagi kondisi pencernaan [3].

Oleh sebab itu, sebagai gantinya, pilih daging tanpa lemak seperti bagian dada ayam [3].

Sup kaldu ayam dan roti putih panggang juga merupakan pilihan makanan yang lebih baik agar gejala diare cepat mereda [3].

8. Kafein

Asupan kafein, baik itu dalam bentuk makanan maupun minuman juga berbahaya bagi penderita diare [3,9].

Kafein merupakan stimulan yang seringkali diandalkan untuk memperlancar buang air besar [3,9].

Maka mengonsumsinya justru bisa memperburuk kondisi diare dan tidak dapat menghentikannya segera [3,9].

Teh, kopi, soda, dan minuman berenergi adalah asupan berkafein tinggi yang bisa dihindari [3].

Begitu pula dengan roti, kue, puding, atau makanan lain yang terbuat dari kopi maupun mengandung kafein sama berbahayanya [3].

Selama diare, pilih air putih sebagai minuman utama; boleh juga mengonsumsi air timun maupun air lemon untuk menghidrasi tubuh [3].

Makanan-makanan yang perlu dihindari saat diare tersebut hanya bersifat sementara; pastikan pencernaan sudah membaik bila ingin mengonsumsinya kembali.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment