Perbedaan Flek dan Keputihan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Diantara dua masa menstruasi, vagina bisa mengeluarkan cairan lain yang kita sebut sebagai keputihan. Kondisi ini pada umumnya normal dan biasa terjadi pada wanita, meskipun ada beberapa jenis keputihan yang menandakan terjadinya infeksi.

Selain keputihan, banyak wanita juga pernah mengalami flek, yaitu pendarahan ringan yang terjadi di luar waktu haid yang normal. Flek umumnya terjadi seminggu sebelum haid, setelah melakukan hubungan seks, atau bahkan saat masa ovulasi.

Lalu apa perbedaan antara flek dan keputihan? Berikut penjelasannya:

Keputihan

Keputihan yang normal adalah bagian dari fungsi tubuh. Cairan ini keluar sebagai cara tubuh untuk membersihkan dan melindungi vagina. Misalnya, ketika tubuh sedang membentuk sel telur atau ovulasi, saat berolahraga, karena penggunaan pil KB, atau bahkan stres secara emosional.

Keputihan dianggap normal dan tidak perlu dikhawatirkan bila tanda-tandanya seperti berikut:

  • Tidak memiliki aroma yang tajam atau tidak enak
  • Bening atau putih
  • Kental dan lengket
  • Licin dan basah

Jumlah keputihan yang keluar tidak selalu sama. Keputihan biasanya lebih banyak saat sedang hamil, aktif secara seksual, atau menggunakan pil KB.

Selain itu, keputihan juga bisa berwarna cokelat atau mengandung darah, namun ini juga masih dianggap normal terutama bila terjadi saat atau setelah siklus menstruasi. Keputihan di akhir masa haid juga biasanya berwarna kecokelatan. [2, 4]

Pada kasus yang jarang terjadi, keputihan berwarna cokelat atau berdarah bisa menjadi tanda terjadinya kanker serviks atau endometrium, atau masalah lain misalnya fibroid atau pertumbuhan jaringan abnormal lainnya. [2]

Ini sebabnya wanit dianjurkan untuk rutin melakukan pemeriksaan panggul dan pap smear setahun sekali untuk mengetahui sedini mungkin jika ada hal-hal yang tidak wajar pada organ-organ reproduksinya sehingga bisa segera ditangani.

Flek

Flek adalah perdarahan dari vagina yang terjadi di luar masa haid. Kebanyakan wanita mengalami haid setiap 28 hari. Flek bisa termasuk perdarahan antara dua masa haid normal, setelah melakukan hubungan seks, menjelang masa pubertas, serta setelah mengalami menopause. Wanita hamil juga mungkin mengalami flek. [1, 3]

Penyebab terjadinya flek bisa beragam, tergantung dari usia seorang wanita serta tahap kehidupannya. Misalnya, seorang wnaita muda bisa mendapatkan flek di tahun-tahun pertama mengalami haid.

Wanita yang berada di usia subur dan mengalami kelainan organ reproduksi, misalnya fibroid atau polip, atau komplikasi dari alat kontrasepsi yang mempengaruhi hormon, juga bisa mengalami flek. Lalu, wanita yang mendekati masa menopause juga mungkin mengalami flek selain haid tidak teratur.

Flek juga bisa disebabkan oleh konsumsi obat, infeksi yang tidak diobati, atau kelainan penggumpalan darah. Tapi, perlu dicatat, darah yang keluar dari vagina tidak selalu berasal dari organ reproduksi. Darah yang keluar sebagai flek ini bisa datang dari saluran kencing atau wasir. [3]

Keputihan vs Flek

Mungkin ada yang menganggap bahwa flek sama dengan keputihan yang mengandung darah atau berwarna kecokelatan. Tapi sebenarnya kedua kondisi ini berbeda.

Flek adalah darah yang keluar hanya sedikit, sementara keputihan yang kecokelatan berlendir dan biasanya menggumpal di celana dalam atau pantyliner.

Keputihan dan flek bisa sama-sama dianggap normal selama tidak disertai gejala-gejala seperti demam, nyeri di area perut, atau kelelahan yang tidak wajar. Namun, flek bisa disebabkan oleh lebih banyak kemungkinan gangguan organ reproduksi atau penyakit lainnya. [1, 2, 3, 4]

Meskipun normal, setiap wanita disarankan untuk tetap menjalankan pemeriksaan organ reproduksi secara berkala untuk memastikan semuanya normal, dan jika pun ada kelainan bisa segera ditangani sebelum kondisinya menjadi serius.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment