Sindrom Costello : Penyebab – Gejala dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Apa Itu Sindrom Costello?

Sindrom Costello adalah sebuah kelainan genetik langka yang ditandai dengan keterlambatan perkembangan mental sekaligus fisik anak [1,2,3,4].

Berbagai masalah tumbuh kembang dapat terjadi pada penderita sindrom Costello karena sindrom ini memengaruhi berbagai bagian tubuh, luar maupun dalam [1,2,3,4].

Karakteristik wajah hingga organ bagian dalam seperti jantung dapat mengalami gangguan perkembangan [1,2,3,4].

Tinjauan
Sindrom Costello adalah sebuah kondisi kelainan genetik langka di mana anak penderita kondisi ini mengalami keterlambatan perkembangan fisik maupun mental.

Penyebab Sindrom Costello

Mutasi genetik merupakan faktor utama penyebab sindrom Costello di mana gen yang mengalami mutasi di sini adalah HRAS [1,2,3,4].

Gen ini memiliki fungsi utama sebagai pengatur produksi protein H-Ras oleh tubuh [1,3].

Tanpa adanya gen ini, pertumbuhan dan pembelahan sel-sel dalam tubuh tidak akan berjalan dengan baik [1,3].

Ketika mutasi terjadi pada gen ini, sel-sel dalam tubuh mengalami pertumbuhan dan pembelahan yang tidak terkontrol [1,3].

Pertumbuhan dan pembelahan sel akhirnya terjadi secara berlebihan sehingga hal ini mampu meningkatkan risiko timbulnya tumor, baik tumor jinak maupun tumor ganas [1,2,3,4].

Tidak hanya pertumbuhan tumor terjadi secara tak terkontrol, mutasi gen juga berpengaruh pada produksi serat halus jaringan dalam tubuh [5].

Padahal, serat-serat elastis tersebut berperan utama dalam pembentukan struktur organ-organ penting dalam tubuh [5].

Pembuluh darah besar, kulit, dan paru-paru hingga aorta memerlukan serat-serat tersebut untuk pembentukan struktur yang sempurna [5].

Sindrom Costello dapat dialami oleh seseorang ketika di dalam tubuh memiliki satu saja salinan dari gen HRAS yang bermutasi [1,3,4].

Dominan autosom adalah sifat dari gen yang diturunkan ini, namun sebenarnya sindrom Costello umumnya tidak diwarisi dari keluarga [1,2,3].

Tinjauan
Mutasi gen HRAS menjadi penyebab utama sindrom Costello dapat terjadi, namun alih-alih sebagai penyakit yang diturunkan, sindrom ini diketahui disebabkan oleh mutasi gen baru dan spontan.

Gejala Sindrom Costello

Sindrom Costello dapat menimbulkan sejumlah gejala yang bervariasi, tergantung dari area dan organ tubuh mana yang terpengaruh.

Gejala pada Sistem Saraf

Pada sistem saraf, gejala sindrom Costello yang dapat terjadi pada penderita adalah hidrosefalus [2,4].

Hidrosefalus merupakan sebuah kondisi penumpukan cairan pada otak ditandai dengan membesarnya ukuran kepala anak [2,4].

Jika sistem saraf terganggu, hidrosefalus dapat terjadi disertai dengan tubuh kejang [2,4].

Gejala pada Kepala

Beberapa gejala yang timbul pada kepala penderita sindrom Costello antara lain [1,2,3] :

  • Makrosefali atau ukuran kepala yang lebih besar dari normalnya.
  • Bibir lebih tebal dan mulut lebih lebar.
  • Posisi telinga lebih turun dari seharusnya.
  • Cuping telinga tampak lebih tebal dari normalnya dan berukuran lebih besar.
  • Nistagmus atau gerakan bola mata yang tidak terkendali.
  • Ptosis atau penurunan kelopak mata.
  • Strabismus atau mata juling.
  • Lubang hidung lebih besar dari normalnya.

Gejala pada Kulit

Sindrom Costello dapat menimbulkan sejumlah gejala pada kulit, seperti [1,2,4] :

  • Penebalan kulit.
  • Menghitamnya kulit.
  • Timbul kutil pada area lubang hidung atau anus dan mulut, khususnya pada anak usia lebih dari 2 tahun.
  • Peregangan kulit berlebihan atau Cutis laxa; penderita dapat mengalaminya pada telapak kaki dan tangan, jari tangan, hingga sekitar leher.

Gejala pada Jantung

Pada jantung penderita sindrom Costello, beberapa keluhan seperti berikut dapat terjadi [1,2,3,4] :

Gejala pada Tulang dan Sistem Otot

Sistem otot dan tulang pun dapat terpengaruh oleh mutasi gen penyebab sindrom Costello yang ditandai dengan beberapa hal berikut [2,3,4,6] :

  • Kelemahan sendi.
  • Hipotonia ata kelemahan kontraksi otot.
  • Tendon Achilles pada pergelangan kaki mengalami ketegangan.
  • Osteoporosis atau pengeroposan tulang.
  • Patah tulang
  • Pelebaran pada jari tangan dan pergelangan tangan.

Gejala pada Perkembangan Fisik

Pada perkembangan fisik penderita sindrom Costello, berikut ini adalah tanda-tanda yang penting untuk dikenali [2,7] :

  • Berhentinya pertumbuhan atau tinggi badan sehingga biasanya penderita memiliki postur tubuh lebih pendek dari normalnya.
  • Berat badan sulit bertambah.
  • Sistem gerakan tubuh yang terganggu.
  • Pubertas terganggu.
  • Keterbelakangan mental.
  • Penuaan dini.
Tinjauan
Gejala yang ditimbulkan oleh sindrom Costello bervariasi, mulai dari gejala pada kepala dan wajah, gejala perkembangan fisik, gejala pada tulang dan otot, gejala pada jantung, gejala pada sistem saraf, serta gejala yang terjadi pada kulit.

Pemeriksaan Sindrom Costello

Walau sindrom Castello nampak dari fisik pasien, dokter belum tentu dapat mencurigai gejala sebagai penyakit sindrom Castello.

Untuk itu, beberapa metode diagnosa di bawah ini perlu diterapkan kepada pasien agar mendapatkan kondisi yang pasti.

  • Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan

Pemeriksaan fisik adalah metode diagnosa yang umumnya dokter lakukan untuk memeriksa dan memastikan kondisi sindrom Costello [4].

Dalam hal ini dokter akan memeriksa langsung gejala fisik yang pasien alami, seperti mengukur kepala pasien, berat lahir pasien, dan tinggi badan pasien [4].

Prosedur pemeriksaan ini juga umumnya didukung dengan sejumlah pertanyaan terkait riwayat medis pasien maupun keluarga pasien [5].

  • Tes DNA

Sebagai tes penunjang untuk penegakkan diagnosa, dokter biasanya meminta pasien menempuh tes DNA [1,2,4].

Tes DNA sangat penting dalam mengetahui apakah pasien sindrom Costello mengalami mutasi gen HRAS [1,2,4].

Tinjauan
Pemeriksaan fisik dan tes DNA umumnya menjadi metode diagnosa yang dokter terapkan untuk memastikan bahwa pasien benar-benar mengalami sindrom Costello.

Pengobatan Sindrom Costello

Sindrom Costello sayangnya tidak dapat disembuhkan, sebab hingga saat ini belum ditemukan metode pengobatan yang benar-benar efektif menyembuhkan kondisi ini [4].

Perawatan yang diberikan kepada pasien biasanya secara khusus ditargetkan untuk beberapa gejala tertentu pasien alami [1].

Dan untuk mengurangi atau mengatasi gejala yang berhubungan dengan organ dalam pasien, khususnya jantung, sejumlah penanganan berikut dapat ditempuh oleh pasien [1,2,4].

1. Obat-obatan

Untuk pasien yang mengalami kelainan pada jantung sebagai salah satu gejala sindrom Costello, dokter dapat meresepkan sejumlah obat sebagai berikut :

  • Obat antiaritmia [1,2].
  • Calcium channel blockers [1].
  • Beta-blockers [1,8].

2. Operasi

Prosedur bedah umumnya direkomendasikan oleh dokter apabila pasien diketahui memiliki masalah pada jantung atau organ lainnya [1].

Namun tindakan medis ini hanya akan dokter anjurkan apabila memang diperlukan dan obat tak efektif menangani gejala yang pasien rasakan.

Dalam menentukan prosedur bedah, tingkat keparahan gejala dan lokasi keabnormalan anatomi menjadi pertimbangan utama [1].

Bayi penderita sindrom Costello yang mengalami kesulitan makan karena kondisinya pun akan diatasi dengan metode operasi [4].

3. Fisioterapi, Terapi Okupasi dan Bracing

Bracing diikuti dengan terapi okupasi maupun terapi fisik/fisioterapi dapat dokter rekomendasikan bagi pasien sindrom Costello dengan kondisi deviasi ulnar [1].

Jika pasien mengalami masalah pada pergelangan tangan dan diketahui bahwa hal tersebut berkaitan dengan deviasi ulnar, prosedur bedah, bracing, atau fisioterapi sangat dianjurkan [1,2,4].

4. Rehabilitasi dan Terapi Wicara

Berbagai terapi lain seperti terapi wicara dan rehabilitasi untuk penderita sindrom Costello dapat membantu pasien untuk meningkatkan potensi diri yang sempat terhambat berkembang [1,8].

Dukungan sosial dan medis pun dapat diperoleh pasien untuk meningkatkan kemampuan dan memaksimalkan pemulihannya [1].

Apakah prognosis sindrom Costello baik?

Ya, sebab penderita sindrom Costello memiliki kondisi yang tidak begitu mengancam dengan harapan hidup yang panjang [4].

Namun untuk kasus sindrom Costello bersama dengan penyakit jantung bawaan, penyakit ini tergolong lebih serius [4].

Risiko komplikasi lebih tinggi terjadi pada penderita sindrom Costello yang juga memiliki kelainan atau penyakit jantung sehingga kemungkinan prognosisnya akan buruk [4].

Tinjauan
- Penanganan sindrom Costello tidak untuk menyembuhkan karena hingga kini belum terdapat cara yang bisa membuat pasien sembuh sepenuhnya dari sindrom ini.
- Pemberian obat-obatan, operasi (tergantung dari organ mana yang terpengaruh oleh sindrom ini), bracing, terapi okupasi, terapi fisik, dan terapi wicara merupakan metode pengobatan untuk penderita sindrom Costello.

Komplikasi Sindrom Costello

Karena sindrom Costello berpengaruh pada sejumlah bagian dan organ tubuh berbeda, risiko komplikasinya pun tergantung dari faktor tersebut.

Sejumlah risiko komplikasi yang perlu diwaspadai dari kondisi ini meliputi :

  • Perkembangan otot jantung yang tak normal.
  • Cacat jantung.
  • Tumbuhnya tumor (dapat bersifat jinak atau ganas).
  • Gangguan kesehatan kulit.
  • Tonus otot yang buruk.
Tinjauan
Berbagai risiko komplikasi sindrom Costello yang dapat terjadi jika gejala tak segera ditangani adalah keabnormalan perkembangan otot jantung, cacat jantung, tumor, kondisi tonus otot yang buruk, hingga masalah kulit.

Pencegahan Sindrom Costello

Sindrom Costello tergolong sebagai jenis penyakit yang mustahil untuk dicegah karena berkaitan dengan mutasi gen.

Belum diketahui faktor penyebab gen bermutasi, sehingga sulit untuk mencegah agar mutasi tak terjadi.

Namun setidaknya, terdapat cara meminimalisir risiko komplikasinya, yakni dengan mengatasi gejala sejak dini.

Agar kondisi terkendali dengan baik, anak penderita sindrom Costello dapat dibantu untuk mengatasi segala hambatan terkait tumbuh kembangnya sejak usia bayi.

Tinjauan
Tidak ada cara untuk mencegah sindrom Costello karena penyebab mutasi gen tidak diketahui secara jelas. Namun deteksi dan penanganan dini dapat setidaknya meminimalisir risiko komplikasi yang berbahaya bagi penderita.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment