Sindrom Sezary: Penyebab – Gejala dan Cara Mengobati

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Sindrom Sezary  merupakan jenis paling umum kedua dari limfoma sel T kulit setelah fungoides mikosis, terhitung sekitar 3 sampai 5 persen dari kasus limfoma sel T kulit. [4]

Menurut Dermnet New Zealand tahun 2015, kasus kejadian sindrom Sezary di seluruh dunia diperkirakan mencapai 0,8-0,9 per juta dengan rasio pria dan wanita 2: 1. [5]

Di Indonesia sendiri, belum terdapat data yang dapat mengungkapkan kasus sindrom sezary secara nasional.

Apa itu Sindrom Sezary?

Sindrom Sezary adalah jenis kanker darah yang termasuk dalam kelompok limfoma sel-T yang diketahui mempengaruhi kulit. [3]

Limfoma sel T kulit adalah suatu kondisi ketika sel darah putih tertentu, yang disebut sel T, menjadi kanker. Kanker-kanker ini kemudian secara khas mempengaruhi kulit dan menyebabkan berbagai jenis lesi kulit. [4]

Sindrom Sezary
gambar: Surgical Pathology Clinic: Sézary Syndrome (via ScienceDirect)

Pada sindrom Sezary, sel T kanker, yang disebut sel Sezary, dapat ditemukan dalam darah, kulit, dan kelenjar getah bening. Sel Sezary memiliki karakteristik berupa nukleus berbentuk tidak normal, yang digambarkan sebagai inti serebriform. [4]

Orang yang menderita sindrom ini akan mengalami ruam merah, sangat gatal (eritroderma) yang menutupi sebagian besar tubuh mereka, dan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati). [3, 4]

Fakta Sindrom Sezary    

Di bawah ini ada beberapa fakta seputar sindrom Sezary yang harus Anda ketahui diantaranya yaitu: [2, 3, 4, 5]

  • Sindrom Sezary merupakan sebuah kondisi yang jarang terjadi.
  • Sindrom Sezary terkait erat dengan mikosis fungoides, yang merupakan bentuk lain dari limfoma sel T kulit.
  • Sindrom Sezary dinamai oleh seorang ahli dermatologi Prancis yang lahir pada tahun 1880 bernama Albert Sezary.
  • Penyebab sindrom sezary sebagian besar masih belum dapat dipastikan.
Tinjauan umum:
Sindrom sezary adalah salah satu jenis kanker darah yang umumnya terjadi pada orang dewasa.

Siapa yang Paling Berisiko Menderita Sindrom Sezary?

Siapa pun bisa mengalami sindrom Sezary, tetapi umumnya kondisi ini paling sering dialami oleh orang dewasa yang berusia di atas 60 tahun dan biasanya sel T kanker akan berkembang dengan cepat. [2, 3, 4]

Sindrom ini juga diduga terkait dengan tingkat kelangsungan hidup yang sangat rendah. Sindrom Sezary sebagian besar terjadi pada pria dibandingkan wanita dan lebih sering terjadi pada individu dengan keturunan Afrika-Amerika. 

Belum ditentukan pola genetik dari sindrom Sezary. Sindrom ini seringkali terjadi pada orang yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tersebut dan dalam banyak kasus tidak dianggap dapat mewarisi kepada keturunannya. [4]

Penyebab Sindrom Sezary

Penyebab sindrom Sezary belum dapat diketahui secara pasti. Tetapi kebanyakan penderita sindrom Sezary memiliki satu atau lebih kelainan kromosom dalam DNA sel kanker, seperti kehilangan atau penambahan materi genetik. Sindrom ini terjadi seumur hidup seseorang (bukan cacat bawaan) dan hanya ditemukan dalam DNA sel kanker. 

Kelainan telah ditemukan terjadi pada sebagian besar kromosom. Tetapi, ada beberapa kromosom tertentu yang lebih sering terkena daripada yang lain. Orang dengan kondisi ini cenderung mengalami kehilangan DNA dari kromosom 10 dan 17 atau penambahan DNA pada kromosom 8 dan 17.

Namun, masih belum jelas apakah perubahan ini berperan dalam sindrom Sezary, meskipun kecenderungan untuk memperoleh kelainan kromosom dapat menjadi tanda dari banyak kanker. Sindrom ini dapat menyebabkan perubahan genetik yang memungkinkan sel untuk tumbuh dan membelah tanpa terkendali. [2, 4]

Gejala Sindrom Sezary    

Tanda khas sindrom Sezary adalah ruam merah, gatal yang akhirnya dapat menutupi hingga 80 persen tubuh (erythroderma). Tanda dan gejala lain dari sindrom Sezary meliputi: [2, 3, 4]

  • Pembengkakan kulit (edema).
  • Plak dan tumor kulit.
  • Pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati).
  • Penebalan kulit di telapak tangan dan telapak kaki (palmoplantar keratoderma).
  • Kelainan kuku.
  • Kelopak mata bawah yang berubah ke arah luar (ektropion).
  • Rambut rontok (alopecia).
  • Suhu tubuh yang sulit dikontrol.

Sindrom Sezary juga dapat menyebabkan pembengkakan limpa atau masalah dengan paru-paru, hati, dan saluran pencernaan. Selain itu, sindrom ini juga meningkatkan risiko seseorang terkena  limfoma atau jenis kanker lainnya.

Kapan Anda Harus Periksa ke Dokter?

Jika Anda mencurigai bahwa Anda menderita sindrom Sezary, temuilah dokter Anda dan mulai perawatan sesegera mungkin untuk memastikan Anda mendapatkan penganan yang tepat. [2]

Stadium Sindrom Sezary

Seperti kanker lainnya, Sindrom Sezary terbagi ke dalam beberapa stadium diantaranya sebagai berikut: [2, 3]

  • 1A: Kurang dari 10 persen kulit ditutupi bercak merah atau plak.
  • 1B : Lebih dari 10 persen kulitnya merah.
  • 2A: Jumlah kulit yang terlibat. Kelenjar getah bening membesar, tetapi tidak kanker.
  • 2B: Satu atau lebih tumor yang berukuran lebih dari 1 cm telah terbentuk di kulit. Kelenjar getah bening membesar, tetapi tidak kanker.
  • 3A: Sebagian besar kulit berwarna merah dan mungkin memiliki tumor, plak, atau bercak. Kelenjar getah bening normal atau membesar, tetapi tidak kanker. Darah mungkin mengandung atau tidak mengandung beberapa sel Sezary.
  • 3B: Ada lesi di sebagian besar kulit. Kelenjar getah bening mungkin atau mungkin tidak diperbesar. Jumlah sel Sezary dalam darah rendah.
  • 4A (1): Lesi kulit menutupi bagian mana pun dari permukaan kulit. Kelenjar getah bening mungkin atau mungkin tidak diperbesar. Jumlah sel Sezary dalam darah tinggi.
  • 4A (2): Lesi kulit menutupi bagian mana pun dari permukaan kulit. Ada pembesaran kelenjar getah bening dan sel-sel terlihat sangat abnormal di bawah pemeriksaan mikroskopis. Sel-sel Sezary mungkin atau mungkin tidak ada dalam darah.
  • 4B: Lesi kulit menutupi bagian mana pun dari permukaan kulit. Kelenjar getah bening mungkin normal atau abnormal. Sel-sel Sezary mungkin atau mungkin tidak ada dalam darah. Sel limfoma telah menyebar ke organ atau jaringan lain.

Diagnosis Sindrom Sezary

Tahap awal diagnosis dilakukan oleh dokter dengan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien terkait dengan gejala yang dialami. Selain itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik kulit Anda untuk menilai kemungkinan sindrom Sezary. 

Tes diagnostik yang diperlukan dapat meliputi: [2, 3]

  • Tes Darah

Sel Sezary adalah sel mononuklear atipikal besar dengan inti serebriform yang besar.  Dimana sel ini sebagian besar ditemukan dalam darah tepi pasien dengan sindrom Sezary.

Sementara, pada pasien yang sehat atau pasien dengan penyakit lain hanya terdapat sebagian kecil saja. Oleh karena itu, diperlukan tes darah untuk mengidentifikasi penanda (antigen) pada permukaan sel dalam darah.

Sama halnya dengan kanker lainnya, biopsi adalah langkah terbaik untuk memastikan diagnosis. Biopsi dilakukan oleh dokter dengan mengambil sampel kecil jaringan kulit Anda. Seorang ahli patologi akan memeriksa sampel di bawah mikroskop cahaya untuk mencari sel-sel kanker.

Biopsi eksisi juga mungkin diperlukan untuk membedakan antara perubahan kelenjar getah bening dermatopatik dan perubahan kelenjar getah bening reaktif.

  • Tes Pencitraan

Tes pencitraan, seperti CT , MRI, atau PET scan, pada dada, perut, dan panggul dapat membantu menentukan apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain.

Pengobatan Sindrom Sezary   

Pengobatan untuk sindrom Sezary ditentukan oleh stadium penyakit, usia, dan masalah kesehatan lainnya.

Berikut ini adalah beberapa perawatan untuk sindrom sezary:

  • Psoralen dan UVA (PUVA)

Psoralen digunakan sebagai obat untuk mengobati kanker dengan cara disuntikkan ke dalam vena. Obat ini menjadi aktif ketika terkena sinar ultraviolet A (UVA) yang diarahkan ke kulit Anda. Proses ini menghancurkan sel-sel kanker dengan kerusakan yang minimal pada jaringan sehat. [2]

  • Photochemotherapy/Photopheresis Extracorporeal (ECP)

ECP adalah terapi kekebalan di mana obat  fotosensitisasi (psoralen / 8-methoxsalen) dikombinasikan dengan sinar ultraviolet UVA untuk mengobati darah tepi yang diekstraksi, diiradiasi, dan dikembalikan ke pasien.

Pengobatan ini memiliki efek samping yang meliputi sakit kepala, kelelahan, gatal dan hipotensi sementara (tekanan darah rendah) dengan kemungkinan sinkop (kolaps). [5]

  • Terapi Radiasi

Terapi ini menggunakan sinar-X berkekuatan tinggi untuk menghancurkan sel-sel kanker. Sinar dikirimkan oleh mesin radiasi sinar eksternal ke area yang ditargetkan pada tubuh Anda. Dengan terapi ini, rasa sakit dan gejala lainnya juga dapat hilang. [2]

Terapi radiasi total skin electron beam (TSEB) menggunakan mesin radiasi eksternal yang berfungsi untuk mengarahkan elektron pada kulit di seluruh tubuh Anda.

Anda juga dapat menjalani terapi radiasi UVA dan ultraviolet B (UVB) menggunakan sinar khusus yang diarahkan pada kulit Anda.

  • Kemoterapi

Kemoterapi merupakan suatu pengobatan sistemik yang digunakan untuk membunuh sel kanker atau menghentikan pembelahannya. Beberapa obat kemoterapi tersedia dalam bentuk pil, dan adapula yang diberikkan melalui intravena. [2]

  • Imunoterapi (terapi biologis)

Obat-obatan seperti interferon digunakan untuk mendorong sistem kekebalan tubuh Anda untuk dapat melawan kanker.

Obat yang digunakan untuk mengobati sindrom Sezary meliputi: [2]

  • Alemtuzumab, untuk antibodi monoklonal.
  • Bexarotene, retinoid.
  • Brentuximab vedotin.
  • Chlorambucil, obat kemoterapi.
  • Kortikosteroid untuk meringankan gejala kulit.
  • Cyclophosphamide, obat kemoterapi.
  • Denileukin difitox, pengubah respons biologis.
  • Gemcitabine, kemoterapi antimetabolit.
  • Interferon alfa atau interleukin-2, stimulan imun.
  • Lenalidomide, suatu penghambat angiogenesis.
  • Liposomal doxorubicin, obat kemoterapi.
  • Methotrexate, kemoterapi antimetabolit.
  • Pentostatin, kemoterapi antimetabolit.
  • Romidepsin, penghambat histone deacetylase.
  • Vorinostat, penghambat histone deacetylase.

Dokter Anda dapat meresepkan obat yang penggunaannya dikombinasikan dengan obat-obatan lain. Obat ini diberikan berdasarkan pada stadium kanker dan seberapa baik Anda merespons pengobatan tertentu.

Obat untuk stadium 1 dan 2 termasuk: [2]

  • Kortikosteroid topikal.
  • Retinoid, lenalidomide, histone deacetylase inhibitor.
  • Terapi PUVA.
  • Radiasi dengan TSEB atau UVB.
  • Terapi biologis dengan sendirinya atau dengan terapi kulit.
  • Kemoterapi topikal.
  • Kemoterapi sistemik, kemungkinan dikombinasikan dengan terapi kulit.

Stadium 3 dan 4 dapat meliputi: [2]

  • Kortikosteroid topikal.
  • Lenalidomide, bexarotene, histone deacetylase inhibitor.
  • Terapi PUVA.
  • ECP sendiri atau dengan TSEB.
  • Radiasi dengan radiasi TSEB atau UVB dan UVA.
  • Terapi biologis dengan sendirinya atau dengan terapi kulit.
  • Kemoterapi topikal.
  • Kemoterapi sistemik, kemungkinan dikombinasikan dengan terapi kulit.

Jika dengan perawatan pasien tidak juga membaik, transplantasi sel induk dapat menjadi pilihan.

Cara Mencegah Sindrom Sezary   

Karena penyebab Limfoma sel T kulit (CTCL) termasuk sindrom sezary tidak diketahui, sehingga tidak ada cara yang dapat mencegah penyakit ini. [1, 2, 3]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment