ADHD Dewasa: Gejala – Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Apa Itu ADHD?

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan kesehatan mental, dimana didalamnya termasuk kombinasi masalah yang terus-menerus ada, seperti kesulitan fokus, hiperaktif, dan kebiasaan impulsif. [4]

ADHD dewasa dapat mengarah kepada hubungan yang tidak stabil, pekerjaan atau performa sekolah yang buruk, merasa harga dirinya rendah, dan masalah lainnya. [4]

ADHD terjadi pada sekitar 8,4% anak-anak dan 2,5% dewasa, menurut American Psychiatric Association (APA). Menurut pendapat The National Institute of Mental Health estimati angka tersebut seharusnya lebih tinggi. Banyak wanita dan dewasa lainnya yang tidak terdiagnosa. [3]

Kondisi ADHD dapat muncul karena faktor biologis dan lingkungan yang dipengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang, termasuk hubungan sosial. [3]

Gejala ADHD Dewasa

Beberapa orang dengan ADHD memiliki gejala yang semakin sedikit sering bertambahnya usia, tapi beberapa orang dewasa lainnya terus memiliki gejala utama yang mempengaruhi aktivitias harian. [4]

Pada orang dewasa, gejala utama dari ADHD adalah kesulitan fokus, impulsif, dan kegelisahan. Gejalanya juga dapat bervariasi dari ringan hingga berat. [4]

Banyak orang dewasa yang menderita ADHD tidak peduli dengan apa yang mereka alami. Mereka hanya tahu bahwa pekerjaan setiap harinya dapat menjadi sebuah tantangan. [4]

Penderita ADHD dewasa mengalami kesulitan untuk fokus dan membagi prioritas, menghasilkan tegat waktu yang terlewat dan rapat yang terlupakan. Ketidakmampuan dalam mengontrol perasaan yang impulsif dapat bervariasi dari rasa tidak sabar saat mengantri sampai perubahaan suasana hati secara cepat. [4]

Gejala ADHD dewasa dapat termasuk [1,4] :

  • Perasaan impulsif
  • Tidak bisa mengorganisasikan sesuatu dan tidak dapat membagi masalah-masalah dalam prioritas
  • Kemampuan mengatur waktu yang buruk
  • Kesulitan fokus pada pekerjaan
  • Kesulitan kerja ganda
  • Aktivitas berlebih atau gelisah
  • Perencanaan buruk
  • Toleransi frustasi rendah
  • Perubahan suasana hati yang cepat dan sering
  • Kesulitan mengikuti arahan dan menyelesaikan tugas
  • Mudah marah
  • Kesulitan mengatasi stres
  • Kesulitan mengingat informasi
  • Kesulitan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu

Penyebab ADHD Dewasa

Penyebab utama ADHD dewasa tidaklah jelas. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan ADHD dewasa , termasuk [4] :

  • Genetik

ADHD dapat terjadi dan menurun dalam keluarga. Studi mengindikasi adalah permainan genetik terhadap ADHD.

  • Lingkungan

Faktor lingkungan tertentu dapat meningkatkan risiko memiliki ADHD dewasa, seperti terpapar oleh timbal (keracunan timbal) saat masih kanak-kanak.

  • Gangguan Saat Perkembangan

Gangguan sistem saraf pusat pada masa perkembangan dan pertumbuhan dapat berperan dalam pembentukkan ADHD.

Faktor Risiko ADHD Dewasa

Risiko ADHD dewasa dapat meningkat jika [4] :

  • Anda memiliki kerabat, seperti orang tua atau saudara, yang memiliki ADHD atau gangguan mental lainnya
  • Saat hamil, ibu anda merokok, minum alkohol, atau menggunakan narkoba.
  • Saat masih anak-anak, anda terpapar racun lingkungan, seperti timbal yang dapat ditemukan pada cat tembok dan pipa bangunan tua.
  • Anda terlahir prematur

Kondisi Terkait ADHD

Walaupun ADHD tidak menyebabkan masalah perkembangan atau psikologikal lain, gangguan lain terkadang terjadi bersamaan dengan ADHD dewasa, sampai membuat penanganan menjadi lebih sulit. Hal ini termasuk [4] :

  • Ganguan Suasana Hati

Banyak penderita ADHD dewasa memiliki depresi, gangguan bipolar atau masalah suasana hati lainnya. Meskipun masalah suasana hati tidak selalu disebabkan secara langsung oleh ADHD, tapi kegagalan berulang dan frustasi karena ADHD dapat memperburuk kondisi depresi.

Gangguan ansietas sering terjadi pada orang dewasa yang menderita ADHD. Gangguan ansietasi dapat menyebabkan kecemasan berlebih, ketakutan, dan masalah lainnya. Ansietas dapat memburuk dengan tantangan dan masalah karena ADHD dewasa.

  • Gangguan Psikiatrik Lainnya

ADHD pada dewasa merupakan peningkatan dari gangguan psikiatrik lainnya, seperti gangguan personalitas, gangguan ledakan intermiten dan gangguan penggunaan senyawa tertentu.

  • Ketidakmampuan Belajar

ADHD pada dewasa dapat menurunkan nilai akademik yang seharusnya pada usia mereka, terutama intelijen dan edukasi. Ketidakmampuan belajar dapat termasuk masalah dalam memahami sesuatu dan dalam berkomunikasi

Komplikasi ADHD Dewasa

ADHD dewasa dapat membuat hidup anda sulit. ADHD dewasa sering dihubungkan dengan [4] :

  • Performa belajar atau kerja yang buruk
  • Tidak mendapat pekerjaan
  • Masalah finansial
  • Kesulitan dalam hukum
  • Penggunaan alkohol yang tidak seharusnya (alkoholisme)
  • Sering mengalami kecelakaan
  • Hubungan dengan pasangan tidak stabil
  • Kesehatan fisik dan mental yang buruk
  • Citra diri buruk
  • Mencoba bunuh diri

Diagnosa ADHD Dewasa

Psikiater dan dokter berpengalaman dapat mendiagnosa dan mengobati penderita ADHD dewasa. Dokter dapat [1] :

  • Meminta anda untuk melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan tidak ada masalah medis lainnya yang menyebabkan gejala ADHD
  • Mengambil darah anda dan melakukan uji terhadapnya
  • Merekomendasikan anda untuk melakukan uji psikologikal
  • Bertanya mengenai riwayat penyakit anda

Para ahli percaya bahwa seseorang tidak tiba-tiba menderita ADHD dewasa. Dokter akan menanyakan kebiasaan anda dan gejala lain yang mungkin anda alami saat masih kecil. Dokter juga dapat [1] :

  • Melihat hasil rapot sekolah anda. Dokter akan memperhatikan pada komentar guru mengenai masalah perilaku, fokus yang buruk, kekurangan kemampuan, atau pencapaian anda yang dibandingkan dengan potensi diri anda.
  • Berbicara kepada orang tua anda untuk melihat apakah anda mengalami gejala serupa saat masih kanak-kanak.

Seseorang dengan ADHD dapat merasa kesulitan saat berbaur dengan lingkungan saat mereka masih kecil atau di sekolah. Dokter juga mungkin bertanya apakah di keluarga anda ada yang menderita ADHD atau tidak. [1]

Pengobatan ADHD Dewasa

Jika ADHD anda ringan, anda dapat melakukan terapi perilaku kognitif atau bertemu dengan profesional. Mereka dapat membantu anda dalam mempelari bagaimana caranya untuk [3] :

  • Mengorganisasi sesuatu
  • Tetap berjalan pada rencana
  • Menyelesaikan aktivitas yang sudah anda mulai

Penting juga untuk anda melanjutkan pekerjaan secara sesuai agar tubuh anda siap menghadapi tantangan. Hal ini termasuk [3] :

  • Mengatur stres
  • Mengkonsumsi diet seimbang
  • Cukup tidur setiap harinya

Obat juga dapat memantu masalah ADHD. Untuk memahai obat yang sesuai dengan ADHD anda, bicaralah dengan tenaga kesehatan. [3]

Pencegahan ADHD Dewasa

  • Pencegahan Primer

Pencegahan primer mengalami munculnya gangguan atau cedera dan tipikalnya berupa insiatif kesehatan masyarakan, seperti menggunakan sabuk pengaman di mobil, inokulasi terhadap penyakit virus, atau berolahraga dan mengkonsumi makanan sehat untuk mencegah obesitas dan penyakit jantung. [2]

Pada ADHD dan gangguan perkembangan saraf lainnya, pencegahan primer termasuk program kesehatan kandungan saat masa kehamilan, seperti larangan alkohol dan rokok, pengurangan paparan racun dari lingkungan (contohnya timbal dan merkuri). [2]

  • Pencegahan Sekunder

Pencegahan sekunder dapat dilakukan apabila tahap awal ADHD sudah terbentuk. Pencegahan sekunder ini berguna untuk memperlambat pembentukkan ADHD dan mengubanya agar tidak terjadi komplikasi di masa yang akan datang. [2]

Contoh pencegahan sekunder adalah mengidentifikasi penyakit yang berpotensi membentuk ADHD dewasa dengan tes mamografi, tes stres jantung, dan kolonoskopi. [2]

  • Pencegahan Tersier

Pencegahan tersier merupakan pengobatan yang tidak bersifat kuratif atau menyembuhkan tetapi lebih kepada pengelolaan atau pembatasan komplikasi ADHD dewasa. Contohnya adalah penggunaan insulin pada penderita diabetes, program penanganan alkohol dan narkoba, dan psikostimulan atau pelatihan orang tua pada penderita ADHD dewasa. [2]

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment