Kenali Ciri-ciri Jantung Sehat Berikut Ini!

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Di setiap harinya, kita melakukan berbagai aktivitas dan pekerjaan yang mungkin cukup melelahkan. Namun, tanpa kita sadari semua kemampuan itu bisa kita lalui karena ada 1 organ tubuh yang menopangnya, yaitu jantung. Jantung merupakan organ tubuh yang paling penting karena peranannya dalam memompa darah dan oksigen ke seluruh tubuh [1].

Jika kita tidak merawat jantung dengan baik, maka bisa terjadi masalah yang serius pada dinding arteri kita, yang akan memicu pembentukan plak. Hal tersebut dapat menyebabkan serangan jantung dan penyumbatan darah pada pembuluh arteri [1].

Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan jantung. Jantung yang sehat juga memiliki beberapa ciri-ciri. Berikut ini adalah ciri-ciri jantung sehat yang harus kita ketahui [1,2,3,4]:

1. Laju Detak Jantung yang Stabil

Laju detak jantung adalah total jumlah detak jantung di setiap menitnya. Laju detak jantung merupakan salah satu indikator terpenting yang menunjukkan kesehatan pada tubuh. Jantung yang sehat cenderung memiliki laju detak jantung yang normal kapanpun dan di manapun kita berada [2].

Selain pada jantung, ada 4 letak bagian tubuh yang kita bisa ketahui detaknya, yaitu pergelangan tangan, bagian dalam siku, sisi leher, dan bagian atas kaki. Untuk mengukur laju detaknya, kita hanya perlu melakukan langkah-langkah berikut [2.3]:

  • Siapkan jam atau stopwatch.
  • Letakkan jari telunjuk dan jari tengah pada salah satu bagian tubuh tadi, lalu rasakan detaknya yang seperti “mengetuk-ngetuk”.
  • Hitung jumlah detaknya selama 10 detik.
  • Kalikan 6 jumlah detak tadi untuk mengetahui laju detak jantung selama 1 menit.

Detak jantung yang normal saat kita sedang bersantai dan tidak sakit adalah sekitar 60-100 detak per menit (dpm). Namun bagi orang yang sering berolahraga dengan intensitas tinggi biasanya memiliki detak jantung normal sekitar 40-60 dpm. Pada dasarnya laju detak jantung juga dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut [2]:

  • Suhu udara: Ketika suhu udara naik, jantung akan memompa darah sedikit lebih banyak sehingga detak jantung akan meningkat. Namun, peningkatannya biasanya tidak lebih dari 10 dpm.
  • Posisi tubuh: Saat kita sedang beristirahat baik duduk atau berdiri, biasanya detak jantung akan tetap sama. Namun saat kita beranjak, detak jantung akan naik sedikit pada 20 detik pernama. Setelah itu, laju detak jantung akan menurun kembali.
  • Emosi: Emosi dapat meningkatkan laju detak jantung kita, terutama saat kita stres, cemas, dan terlalu sedih.
  • Berat Badan: Berat badan biasanya tidak berpengaruh terhadap laju detak jantung. Namun jika kita kelebihan berat badan, maka laju detak jantung akan melebihi normal, tapi tidak sampai melebihi 200 dpm.
  • Penggunaan obatobatan: Obat yang bisa menghalangi hormon adrenalin biasanya akan menurunkan laju detak jantung. Sedangkan obat yang mengandung banyak tiroid akan meningkatkan laju detak jantung.

2. Memiliki Tekanan Darah Normal

Saat kita mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi), kekuatan darah yang mengalir terhadap dinding arteri juga semakin tinggi. Jika tidak segera ditangani, maka hipertensi bisa membahayakan pembuluh nadi, jantung, dan ginjal. Lebih jauh lagi, penyakit ini bisa menyebabkan serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal [1].

Oleh karena itu, alangkah baiknya bagi kita untuk selalu menjaga tekanan darah kita agar tetap normal. Untuk bisa menjaga tekanan darah, kita juga harus tahu cara mengeceknya. Ada 2 cara dalam mengecek tekanan darah, yaitu [3]:

  • Tekanan darah sistolik: Tekanan darah saat otot jantung berkontraksi dalam memompa darah ke seluruh tubuh.
  • Tekanan darah diastolik: Tekanan darah saat otot jantung berelaksasi sebelum kembali memompa darah.

Tekanan darah yang normal bagi orang dewasa adalah 120 untuk tekanan sistolik dan 79 untuk tekanan diastolik. Tekanan darah sebaiknya dicek selama dua tahun sekali setelah berumur 20 tahun. Guna mencegah atau mengatasi hipertensi, maka kita bisa melakukan beberapa kebiasaan berikut [1]:

  • Makan Makanan Sehat: buah-buahan, sayuran, gandum, susu rendah gula, kacang-kacangan , ikan, ikan salmon, adalah beberapa contoh makanan sehat. Selain itu, batasi makanan yang mengandung lemak jenuh dan trans, garam, dan gula yang berlebih.
  • Rajin Berolahraga: Jika kita memang sedang sakit jantung atau ada penyakit lain, maka konsultasikan terlebih dahulu pada dokter. Olahraga yang baik untuk tekanan darah adalah olahraga aerobik seperti berlari, bersepeda, dan berenang selama 30 menit setiap hari.
  • Jaga Kestabilan Emosi: Stres atau emosi berlebih dapat meningkatkan tekanan darah, jadi kita harus lebih pintar untuk mencari cara agar tetap tenang. Berolahraga, tidur yang cukup, atau berdiam diri selama 15 menit bisa mengurangi stres dan membuat tubuh kita menjadi santai.
  • Hindari Rokok Sebisa Mungkin: Merokok baik secara aktif atau pasif sangat berbahaya bagi tekanan darah. Oleh karena itu, ada baiknya untuk tidak mencoba dan berhenti merokok.
  • Kurangi Makanan Yang Mengandung Garam: Kebanyakan garam berasal dari makanan olahan. Oleh karena itu, ada baiknya untuk mengurangi makanan olahan atau kemasan. Perbanyaklah makanan-makanan yang segar.

3. Tingkat Kolesterol Rendah

Tingkat kolesterol biasanya akan diperiksa saat kita mengecek darah. Ada 2 jenis kolesterol yang akan diukur, yaitu HDL (High Density Lipoprotein) dan LDL (Low Density Lipoprotein) yang diukur dalam satuan miligram per desiliter (mg/dl) [4].

Untuk mengecek kesehatan jantung dengan tingkat kolesterol, biasanya juga akan dicek usia, jenis kelamin, dan latar belakang penyakit pada keluarga. Faktor penyakit lain seperti hipertensi, merokok, dan diabetes juga akan dipertimbangkan [4].

Kadar kolesterol normal bagi orang dewasa adalah kurang dari 200 mg/dL dan untuk anak-anak adalah kurang dari 170 mg/dL. Bagi orang dewasa di atas 20 tahun, tingkat kolesterol harus dicek selama 4-6 tahun sekali. Namun jika orang tersebut memang punya penyakit jantung, maka pengecekan harus lebih sering dilakukan [4].

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment