Keracunan Karbon Monoksida: Gejala – Penyebab & Cara Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Apa Itu Keracunan Karbon Monoksida?

Karbon Monoksida (CO) adalah gas yang tidak berbau dan berwarna yang cukup berbahaya [2, 4, 9]. Keracunan gas karbon monoksida terjadi bila aliran darahmu mengandung banyak CO [1].

Seseorang yang menghirup gas ini bisa mengalami keracunan dengan gejala tertentu, misalnya pusing, sulit bernapas, hingga kejang-kejang. Paparan gas kabon monoksida yang tinggi bisa menyebabkan kematian [1, 2, 3, 10, 11].

Gejala Keracunan Karbon Monoksida

Gejala keracunan karbon monoksida tidak selalu tampak, khususnya ketika masih dalam paparan yang rendah. Gejala yang paling banyak untuk keracunan level ini adalah sakit kepala bagian depan (biasanya area dahi) [3].

Gejala lainnya termasuk [3]:

  • Pusing.
  • Perasaan mual.
  • Kelelahan dan kebingungan.
  • Sakit perut.
  • Napas yang pendek hingga kesulitan bernapas.

Gejala untuk paparan yang lemah hampir menyerupai keracunan makanan dan flu (tapi tidak menyebabkan badan panas) [3, 4].

Semakin lama seseorang terpapar, maka semakin berbahaya gejala yang timbul, misalnya [4]:

  • Kehilangan kesadaran.
  • Masalah penglihatan.
  • Masala ingatan.
  • Hilangnya kesadaran.

Paparan karbon monoksida jangka panjang bisa menyebabkan gejala neurologis seperti [3]:

  • Kesulitan berkonsentrasi.
  • Emosi yang mudah berubah. Misalnya, mudah tersinggung, depresi, atau membuat keputusan tak masuk akal.

Apalagi ketika Anda terpapar karbon monoksida dengan konsentrasi yang tinggi. Berikut beberapa gejalanya:[ 3, 5, 7, 8]

  • Keadaan mental yang lemah dan kepribadian yang berubah-ubah
  • Vertigo, yaitu perasaan seakan semua hal di sekelilingmu berputar hingga menggangu keseimbangan.
  • Ataksia, yaitu gangguan yang membuat seseorang kesulitan berjalan, berbicara, mengunyah, melihat, dan sebagainya.
  • Kesulitan bernapas dan detk jantung yang melebihi 100 bpm.
  • Dada yang sakit akibat angina (berkurangnya aliran darah menuju otot jantung) atau serangan janung.
  • Kacaunya aktivitas listrik di otak secara tiba-tiba yang biasanya menyebabkan kejang-kejang.
  • Hilangnya kesadaran. JIka level karbon monoksidanya terlalu tinggi, seseorang bisa mengalami kematian.

Orang yang memiliki masalah jantung lebih mudah terkenan keracunan karbon monoksida. Begitu pula wanita hamil, bayi, dan anak kecil [3].

Penyebab Keracunan Karbon Monoksida

Peralatan rumah tangga misalnya alat pemanas air, kompor gas, pemanas ruangan, dan sebagainya memungkinkan untuk menjadi sumber karbon monoksida. Hal ini terjadi bila pembakaran tidak sempurna [4].

Jika peralatan tersebut diservis dengan baik, mereka hanya akan mengeluarkan jumlah CO yang sangat kecil [4].

Beriku adalah beberapa hal yang bisa meningkatkan level CO di dalam darah [4].

  • Merokok.
  • Meninggalkan mesin menyala di ruangan tertutup.
  • Membakar arang di ruangan tertutup.
  • Cerobong asap atau ventilasi yang mampet bisa membuat CO tertahan di dalam rumah.
  • Uap dari penghilang cat dan cairan pembersih yang mengandung metil klorid bisa menyebabkan keracunan CO.

Komplikasi Keracunan Karbon Monoksida

Paparan gas CO yang berlangsung lama bisa menyebabkan komplikasi yang serius [3]. Pada konsentrasi yang yang tinggi, gas ini bisa menyebabkan peningkatan laju pernapasan, takikardia, kardiak aritmia, dan kesadaran yang buruk [11].

Pada konsentrasi >10%, seseorang kemungkinan bisa kejang-kejang, koma, atau bahkan meninggal [11].

Sekitar 10-15% orang yang mengalami keracunan karbon monoksida yang parah memeroleh kompllikasi jangka panjang, seperti [3]:

Paparan gas yang lama memenyebabkan masalah memori dan kesulitan berkonsentrasi. Selain itu, seseorang bisa pula mengalami kehilangan penglihatan dan pendengaran [3].

Dalam kasus yang langka, seseorang bisa menderita Parkinsonisme (berbeda dengan Parkison yang berhubungan dengan usia). Parkinsomnisme diciri dengan tremor, kekakuan otot, dan gerakan yang lambat [3].

Penyakit jantung koroner adalah masalah serius lainnya yang merupakan hasil dari paparan gas CO jangka panjang [3].

Penyakit jantung koroner terjadi ketika persediaan darah di jantung diganggu oleh substansi berlemak di arteri koroner [3].

Persediaan darah yang terbatas dapat menyebabkan angina. Dan bila arteri koroner benar-benar tertutup sepenuhnya, seseorang bisa mengalami serangan jantung [3].

  • Kerusakan pada Janin

Paparan CO pada wanita hamil bisa merugikan si calon bayi. Berikut adalah beberapa resiko yang mungkin diterima [3]:

  • Bobot bayi yang rendah.
  • Kematian bayi dalam kandungan.
  • Kematian bayi beberapa minggu setelah dilahirkan.
  • Masalah kelakuan si bayi.

Diagnosis Keracunan Karbon Monoksida

Kita perlu sadar akan tanda-tanda keracunan karbon monoksida. Contohnya adalah sebagai berikut [4]:

  • Banyak orang yang mengalami gejala yang sama dalam satu ruangan.
  • Gejala menghilang ketika seseorang menjauh dari sebuah lingkingan dan muncul lagi jika dia kembali.
  • Gejala musiman, yang mungkin disebabkan oleh sistem pemanas, alat pembakaran, atau semacamnya yang hanya digunakan beberapa kali setahun.

Dokter mungkin akan meminta Anda melakukan tes darah untuk mendeteksi karboksihemoglobin (CO + hemoglobin) dan elektrokardiogram (EKG) untuk mengetahui seberapa baik jantungmu memompa darah ke seluruh tubuh [4].

Pengobatan Keracunan Karbon Monoksida

Langkah pertama adalah dengan menghindar dari area yang diduga menjadi sumber gas CO. Jika gejalanya cukup parah, orang tersebut perlu dibawa ke rumah sakit [4].

Setelah sampai di rumah sakit dokter akan segera memberimu penanganan. Penanganan yang cepat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi yang bisa merenggut nyawa. IPenanganan itu bisa berupa [9]:

  • Oksigen Konsentrator

Ia adalah sebuah alat yang mengambil oksigen dar suatu ruangan lalu mengonentrasikannya untuk tujuan terapeutik dan menghilangkan gas-gas lainnya. Oksigen didistribusikan dari tangki melalui selang. Udara akan memasuki paru-paru melalui selang nasal atau masker wajah [10].

  • Terapi Oksigen Hiperbarik

Terapi ini dlakukan dengan cara meminta pasien masuk ke ruangan terturup rapat untuk menghirup oksigen murni. Tekanan pada ruangan ini ditingkatkan menjadi tiga sampai empat kali lebih besar dari yang normal. Terapi ini akan membantu meningkatkan jumlah oksigen di dalam jaringan tubuh [10].

  • Perawatan Darurat

Sebaiknya Anda tidak menangani keracunan karbon monoksida sendirian. Jangan pergi ke rumah sakit sendirian karena ada kemungkinan Anda akan pingsan selama dalam perjalanan. Sebaiknya minta kerabat mengantar atau langsung hubungi ambulans [9].

Lamanya proses penyembuhan bergantung pada berapa banyak karbon monoksida yang terhirup dan berapa lama Anda terpapar gas tersebut [3].

Pencegahan Keracunan Karbon Monoksida

  • Pasanglah Alat Pendeteksi Karbon Monoksida

Letakkan alat ini di area yang mudah terdengar bila berbunyi, misalnya di koridor dekar kamar tidur. Periksalah baterainya setidaknya dua kali dalam setahun. Jika alatnya berbunyi, tinggalkan rumah dan panggil nomor darurat 113 untuk pemadam kebakaran. Ganti alat pendeteksi setiap 5 tahun sekali [1, 2].

  • Pastikan Membuka Pintu Garasi Sebelum Menghidupkan Mobil

Hati-hatilah bila Anda menghidupkan mesin di dalam garasi yang terhubung langsung dengan bagian dalam rumah karena ini beresiko [1, 2].

  • Jagalah Agar Mesin dan Peralatan Berbahan Bakar Memiliki Ventilasi yang Baik

Alat-alat ini termasuk: pemanas ruangan, pemanggang batu bara, pemanas air, tungku pembakaran, generator portabel, kompor berbahan bakar kayu, mesin mobil, dan sebagainya [1, 2].

Usahakan agar peralatan di atas diservis oleh tukang yang berpengalaman setiap tahunnya [1, 2].

  • Jagalah Agar Ventilasi tidak Tertutup Selama Renovasi

Periksa agar tidak ada terpal dan puing-puing yang menutupi [2].

  • Perbaiki Sumbernya Sebelum Kembali ke Tempat Insiden

Jika seseorang di rumahmu mengalami keracunan gas karbon monoksida, sebaiknya temukan dan perbaiki sumber CO sebelum Anda menetap di sana lagi. Pemadam kebakaran mungkin bisa membantu untuk masalah ini [1].

  • Berhati-hatilah Ketika Bekerja di Ruang Tertutup

Metil klorida adalah larutan yang biasanya ditemukan di bahan lukis dan penghilang pernis. Pelarut ini bisa menyebakan keracunan karbon monoksida [1].

  • Jangan Membakar Arang di Dalam Ruangan

Pembakaran arang menghasilkan karbonmonosida yang akan mematikan jika rumah tertutup rapat [2].

  • Gunakakan Perlatan Gas Sesuai Rekomendasi

Jangan gunakan gas kompor untuk atau oven untuk menghangatkan rumah. Gunakan kompor gas poetabel hanya di luar ruangan. Dan hanya gunakan penghangat ruangat ketika ada orang yang bisa memonitor keadaan. Jangan menghidupkan generator di dalam ruangan tertutup [1].

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment