Apa Perbedaan Pneumonia dan Bronkitis?

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Christine Verina
Pneumonia dan bronkitis adalah penyakit di saluran pernapasan yang ditandai dengan batuk. Terdapat perbedaan gejala di antara kedua penyakit tersebut dimana pada pneumonia, gejala demam batuk disertai... sesak atau rasa tidak nyaman bernapas lebih dominan. Sedangkan pada bronkitis khas dengan batuk lama. Penyebab pneumonia lebih dominan ada infeksi baik bakteri, virus maupun jamur. Pada bronkitis penyebabnya di antara lain alergi, paparan zat kimia berulang dan bisa juga infeksi kronis. Pencegahan pneumonia dan bronkitis bisa dengan vaksinasi, gaya hidup sehat (makanan sehat dan olahraga), serta hindari paparan asap rokok. Read more

Batuk merupakan tanda dari permasalahan saluran pernapasan yang seringnya dianggap biasa oleh banyak orang.

Namun saat seseorang menderita batuk yang hebat terus menerus disertai oleh beberapa dampak lain yang mengiringi, di sinilah anda perlu lebih waspada. Karena bisa jadi sakit yang diderita itu adalah sesuatu yang lebih berat lagi seperti pneumonia atau bronkitis.

Artikel ini akan mengajak Anda mengenal perbedaan pneumonia dan bronkitis, baik gejala yang ditimbulkan maupun tindakan pencegahannya.

Pengertian Pneumonia dan Bronkitis

Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi pada saluran pernapasan alveolus yang menimbulkan peradangan pada paru-paru.

Posisi Alveolus berada di bagian terbawah paru-paru yang berfungsi sebagai tempat pertukaran oksigen. Infeksi pada alveolus akan menyebabkan fungsi paru-paru menjadi terganggu.

Bronkitis

Bronkitis adalah infeksi yang menyebabkan radang pada saluran masuk dan keluarnya udara dari paru-paru (bronkus).

Perbedaannya dengan pneumonia adalah infeksi pada bronkitis tidak menyerang paru-paru seperti pneumonia.

Perbedaan Gejala Pneumonia dan Bronkitis

Pneumonia :

  1. Demam.
  2. Mudah berkeringat.
  3. Menggigil karena demam.
  4. Sesak napas.
  5. Dada terasa nyeri saat bernapas.
  6. Mual hingga muntah.
  7. Diare.
  8. Jantung berdetak lebih cepat.
  9. Selera makan menurun.
  10. Iritasi mata.
  11. Berkurangnya kesadaran pada penderita lanjut usia.
  12. Gejala khusus pada bayi dan balita berupa ujung tangan yang kaku dan terasa dingin, lidah membiru, kejang-kejang dan susah minum.

Bronkitis :

  1. Batuk berdahak selama lebih dari dua minggu yang kadang disertai darah.
  2. Penderitanya mudah merasa lelah.
  3. Napas terasa lebih pendek.
  4. Demam dengan suhu yang tidak terlalu tinggi.
  5. Dada terasa nyeri.
  6. Sesak napas.
  7. Sendi-sendi terasa nyeri.
  8. Nyeri pada dada dan perut akibat batuk yang terus menerus.
  9. Nyeri pada tenggorokan.
  10. Sakit kepala.
  11. Meriang.
  12. Menggigil karena demam.
  13. Hidung tersumbat dan beringus.
  14. Penurunan berat badan.

Perbedaan Penyebab Pneumonia dan Bronkitis

Penyebab Pneumonia:

  • Pneumonia karena jamur

Pneumonia ini dapat diakibatkan karena spora jamur yang masuk saluran pernapasan dalam jumlah yang cukup banyak.

Istilah medis dari penyakit ini adalah Pneumocystis pneumonia atau PCP yang disebabkan oleh jamur Pneumonia jirovecii.

Pneumonia jenis ini jarang terjadi, biasanya karena disebabkan oleh daya tahan tubuh seseorang yang sangat lemah karena suatu penyakit.

  • Pneumonia karena virus

Disebut juga sebagai Pneumonia Viral, pneumonia ini disebabkan oleh infeksi virus influenza, virus respiratory syncytial (terutama pada anak-anak dan bayi), virus parainfluenza, adenovirus dan virus varicella.

Pneumonia karena virus menimbulkan dampak yang lebih ringan dibandingkan penumonia yang disebabkan oleh bakteri.

  • Pneumonia karena bakteri

Pneumonia atau disebut juga Bacterial Pneumonia yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococus pneumoniae, Legionella pneumophila, Haemophilus influenzae, Staphylococcus sp dan Chlamydophila pneumonia.

  • Pneumonia karena mycoplasma

Miycoplasma adalah sejenis organisme yang menyerupai virus dan bakteri tetapi bukan keduanya. Pneumonia jenis ini biasanya menjangkiti orang-orang di bawah usia 40 tahun.

Pneumonia yang disebabkan oleh organisme mycoplasma pneumoniae ini tergolong berdampak paling ringan dibandingkan yang disebabkan oleh bakteri dan virus.

  • Pneumonia karena parasit

Parasit dapat memasuki tubuh melalui kontak langsung antara kulit, melalui saluran pencernaan atau dengan perantaraan serangga.

Jenis parasit penyebab pneumonia ini adalah Toxoplasma gondi, Strongycides stercoralis, Ascaris Lumbricoides dan Plasmodium Malariae.

Penyebab Bronkitis:

  • Virus influenza

Virus penyebab sakit flu yang tergolong ringan ini dapat menimbulkan infeksi karena virus dan bakteri lain seperti Mycoplasma Pneumoniae dan Chlamydia yang membuat bronkitis menjadi lebih parah.

  • Asam lambung tinggi

Naiknya asam lambung hingga tenggorokan dapat memudahkan terjadinya infeksi pada saluran pernapasan.

  • Terpapar bahan berbahaya dalam waktu yang lama

Contohnya amonia, sulfur dan nikotin pada asap rokok dapat menyebabkan infeksi. Bayi dan anak-anak termasuk yang sangat rentan terkena infeksi saluran pernapasan (ISPA) melalui asap rokok.

ISPA pada bayi diketahui dapat berakibat menimbulkan penyakit lain yang tidak kalah fatalnya termasuk bronkitis.

  • Zat yang menyebabkan alergi

Bulu hewan, debu dan serbuk sari bunga adalah contoh zat alergen atau pemicu alergi yang dapat menyebabkan infeksi.

Perbedaan Pencegahan Pneumonia dan Bronkitis

Cara Mencegah Pneumonia:

  • Vaksinasi

Pemberian kuman yang telah dilumpuhkan ke dalam tubuh ini terbukti ampuh untuk mencegah terjangkitnya pneumonia. Pemberian vaksin pneumonia diberikan berbeda untuk anak-anak dan dewasa.

  • Selalu menjaga kebersihan diri

Kebiasaan mencuci tangan dapat menjaga penularan melalui benda yang sering kita sentuh sehari-hari yang kemungkinan mengandung kuman penyakit.

Nikotin dari rokok yang menempel akan membuat paru-paru menjadi rentan akan infeksi. Bagi Anda yang tidak merokok sebaiknya menghindari asap rokok dari perokok di sekitar anda (perokok pasif) terutama bagi bayi dan anak-anak.

Bahaya perokok pasif dan aktif sama sama mematikan, asap rokok dapat menimbulkan penyakit lain yang lebih berat seperti penyakit jantung, tumor dan kanker paru-paru, kanker serviks, kanker tenggorokan, gagal jantung, kanker mulut, stroke, dan penyakit mematikan lainnya.

  • Meningkatkan daya tahan tubuh

Imunitas yang baik akan mampu mengurangi potensi infeksi kuman pada tubuh. Terapkan pola hidup sehat dengan rutin berolahraga, makan makanan bergizi dan beristirahat yang cukup.

Cara Mencegah Bronkitis

  • Jaga selalu kesehatan diri

Dengan sering mencuci tangan untuk mengurangi kemungkinan penularan. Jaga kebersihan lingkungan sekitar untuk menghindari berkembangnya virus dan bakteri terutama melalui udara.

  • Menggunakan penutup hidung atau masker

Virus dan bakteri dapat menular dengan cepat melalui jalur pernapasan. Menggunakan masker di kerumunan orang atau daerah yang kurang higienis akan membantu upaya pencegahan tertular.

  • Jaga kondisi tubuh

Perkuat daya tahan tubuh dengan selalu mengkonsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup. Daya tahan tubuh yang kuat termasuk salah satu faktor penting dalam menghindari berbagai macam penyakit.

Kunci dari pencegahan kemungkinan tertular pneumonia dan bronkitis adalah dengan tidak menyepelekan gejala ringan yang timbul yang sesuai dengan ciri-ciri kedua penyakit tersebut.

Jangan buang waktu, segera periksakan diri ke dokter setelah mengenali gejala yang ada. Kepekaan Anda dapat menolong menghndari kemungkinan dampak yang lebih fatal lagi ke depannya.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment