Kembang Kol : Manfaat – Efek Samping dan Tips Konsumsi

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Kembang kol diperkenalkan di India pada tahun 1822 dari Inggris oleh Dr. Jemson, Incharge, Company Bagh, Saharanpur (Uttar Pradesh). Nama kembang kol berasal dari bahasa Latin ‘Caulis’ dan ‘Floris’ yang berarti batang dan bunga.

Kembang kol diperkirakan mulai ditanam di wilayah Mediterania. Menurut Boswell (1949), kembang kol berasal dari pulau Siprus kemudian meluas ke daerah lain seperti Suriah, Turki, Mesir, Italia, Spanyol, dan Eropa barat laut [3].

Sekilas Tentang Kembang Kol

Kembang Kol

Kembang kol merupakan tanaman yang masih termasuk dalam jenis Brassicae oleracea (suku kubis-kubisan) dengan nama latin brassicae oleracea var. botrytis.

Kembang kol memiliki beragam jenis yang dapat dibedakan melalui warnanya. Tanaman kembang kol memiliki daun yang agak panjang berbentuk oval dan berwarna hijau tua.

Sedangkan bagian kembang kol membentuk bulat padat dan berwarna putih atau berwarna putih kekuning-kuningan. Diameter Kembang kol sendiri dapat mencapai 20 cm dan dapat memiliki berat 0.5 – 1 kg lebih. [1]

Kandungan Nutrisi Kembang Kol

Berikut ini adalah kandungan per 100 g dari Kembang kol mentah:

IDNmedis.com Info Gizi (Per 100 Gram)
Kembang kol, mentah
Kalori:25Kalori Dari Lemak:0.8
  %Kebutuhan Harian
Total Lemak0.1      g 0.15 %
Lemak Jenuh0        g 0.07 %
Lemak Trans0        0    %
Kolesterol0        mg 0   %
Sodium30       mg 1.25 %
Total Karbohidrat5.3      g 1.77 %
Serat2.5      g 10   %
Gula2.4      g  
Protein2        g 3.96 %
Vitamin A0.26 %Vitamin c77.32 %
Kalsium2.2 %Zat besi2.44 %
© IDNmedis.com

Src : Kembang kol, mentah

*Kebutuhan harian berdasarkan diet 2,000 kalori. Kebutuhan anda bisa lebih besar/kecil.

Vitamin
Penyajian 100gr% kebutuhan Harian
Vitamin A13    IU0.26 %
Vitamin C46.4  mg77.32 %
Vitamin D0    0 %
Vitamin E (Alpha Tokoferol)0.1   mg0.4 %
Vitamin K16    mcg20 %
Tiamin0.1   mg3.8 %
Riboflavin0.1   mg3.71 %
Niasin0.5   mg2.63 %
Vitamin B60.2   mg11.1 %
Folat57    mcg14.25 %
Vitamin B120     mcg0 %
Asam Pantotenat0.7   mg6.52 %
Kolin45.2  mg0 %
Betaine0    0 %
© IDNmedis.com

Kandungan yang utama pada kembang kol dan memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh adalah glukorapanin dan sulforaphane.

Glukorapanin merupakan senyawa yang akan diubah menjadi isothiocyanates di dalam tubuh, sedangkan sulforaphane merupakan senyawa yang mengandung belerang dan kedua senyawa ini diketahui mampu mencegah atau mengobati beberapa penyakit kronis [6].

Kandungan Senyawa Pada Kembang Kol

Kembang kol merupakan sayuran yang terkenal dikalangan masyarakat karena kemudahan dalam mengolah dan kaya akan gizi. Kembang kol merupakan sayuran yang memiliki kandungan antioksidan yang tinggi.

Salah satu kandungan dari kembang kol yang menjadikannya sayuran antioksidan adalah I3C atau indole-3-carbinol. I3C merupakan senyawa yang sering ditemui pada sayur jenis brassica atau sayur silangan.

Disebut sayur silangan karena kembang kol memiliki empat kelopak bunga yang mebentuk silang sama seperti jenis tanaman brassica lainnya. Selain itu kembang kol juga mengandung senyawa sulforaphane yang merupakan senyawa yang berperan melawan sel kanker.

Sulforaphane adalah senyawa yang mengandung belerang pada tumbuhan. Sulforaphane berperan aktif dalam menghambat enzim histone deacetylase (HDAC) yang merupakan enzim yang bertanggung jawab dalam perkembangan sel kanker. [6]

Manfaat Kembang Kol Dalam Kesehatan

Kembang kol sudah diketahui sejak lama mempunyai kandungan gizi dan senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Kembang kol juga sering kali disarankan untuk dikonsumsi bagi para penderita penyakit tertentu.

Berikut ini beberapa manfaat kembang kol dalam dunia kesehatan :

Kembang kol memiliki kandungan glukoraphanin yang berfungsi menjaga kesehatan pembuluh darah dalam tubuh.

Glukoraphanin yang masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi isothiocyanates yang akan berperan sebagai anti peradangan dan menjaga penumpukan lemak pada pembuluh darah.

Hal ini akan membuat aliran darah menjadi lancar dan mencegah jantung bekerja terlalu keras dalam memompa darah

Selain itu kembang kol juga memiliki senyawa I3C atau indole-3-carbinol yang merupakan senyawa anti inflamasi yang berfungsi mencegah dorongan inflamasi padah tahap awal yang dapat memberikan kesehatan pada jantung. [6,7,8]

  • Mencegah Kolesterol

Glukorapanin dan sulforaphane merupakan senyawa yang mampu mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL) dan kedua senyawa ini ada pada kembang kol.

Selain itu kedua senyawa ini dapat menstimulasi kolesterol baik (HDL). Serat dan juga omega-3 pada kembang kol juga membantu dalam mengurangi kadara LDL di dalam tubuh. [7]

  • Mencegah Gangguan Pada Perut

Kembang kol merupakan sayuran yang kaya akan serat. Seperti yang diketahui, makanan yang kaya akan sumber serat mampu mengatasi masalah sembelit dan memperlancar BAB.

Selain itu, kandungan glukorapanin dan sulforophan pada kembang kol dapat membantu tubuh dalam melawan bakteri helicobacter pylori [6,7]

  • Asupan Otak

Kembang kol memiliki kandungan fosfor dan kolin yang merupakan senyawa efektif dalam memperbaiki daya dari membran sel. Hal ini diperlukan untuk menjaga fungsi dari sistem otak yang efisien.

Selain itu, kandungan vitamin B pada kembang kol berperan dalam menjaga kesehatan otak dan perkembangan otak pada anak-anak.

Kembang kol diketahui memiliki berbagai kandungan senyawa dan gizi yang bermanfaat untuk mencegah atau mengobati beberapa penyakit kronis.

Efek Samping Kembang Kol

Kembang kol selain memiliki kandungan gizi dan manfaat yang baik bagi kesehatan manusia, juga memiliki efek samping yang timbul akibat berlebihan dalam mengonsumsinya atau cara pengolahan yang salah pada kembang kol.

Berikut ini beberapa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh kembang kol :

Kembang kol mengandung senyawa karbohidrat kompleks yang sangat sulit dipecah oleh usus sehingga senyawa karbohidrat komplek ini akan dimakan oleh bakteri. Pada proses inilah yang menghasilkan gas dan membuat perut menjadi kembung.

Selain itu, kembang kol juga mengandung senyawa sulforophan yang merupakan senyawa yang mengandung belerang. Senyawa ini dapat membuat gas dalam perut tersebut berbau tidak enak. [9]

  • Asam Urat

Purin merupakan senyawa anorganik aromatik yang mengandung nitrogen. Senyawa ini terdapat di dalam kembang kol.

Senyawa inilah yang menyebabkan kembang kol dilarang untuk dikonsumsi bagi orang yang memiliki penyakit asam urat. Senyawa purin akan diubah di dalam tubuh menjadi senyawa asam urat.

Ketika senyawa asam urat terlalu berlebihan di dalam tubuh, senyawa ini akan menumpuk di daerah persendian yang berakibat timbulnya rasa nyeri pada sendi. [6]

Kembang kol terkadang dapat menimbulkan anafilaksis atau alergi pada seseorang. Walaupun jarang, alergi yang ditimbulkan pada seseorang tertentu akan reaksinya akan sangat parah.

Alergi yang ditimbulkan biasanya berupa gatal-gatal, kulit bentol-bentol hingga sesak nafas. [7]

  • Interaksi Pada Obat

Kembang kol diketahui memiliki interaksi terhadap beberapa obat. Salah satu obat yang memiliki interaksi pada kembang kol adalah obat pencegah pembekuan darah.

Hal ini dikarenakan kembang kol memiliki vitamin K yang berguna sebagai senyawa alami pembekuan darah.

Oleh sebab itu pengguna obat anti koagulan sebaiknya tidak mengonsumsi sayuran yang memiliki senyawa koagulan seperti kembang kol. [9]

Definisi koagulan sendiri menurut dunia medis adalah suatu zat yang dapat mempermudah atau mempercepat pembekuan darah pada tubuh.

Sedangkan anti koagulan merupakan sifat sebaliknya dari koagulan, yaitu mencegah terjadinya pembekuan darah pada tubuh.

Selain memiliki manfaat, Kembang kol ternyata juga memiliki efek samping yang ditimbulkan terutama pada orang yang memiliki penyakit tertentu.

Resiko Pestisida Pada Kembang Kol

Seperti halnya tanaman lain, kembang kol juga dapat terserang oleh hama yang dapat merusak tanaman dan mengurangi hasil panen pada petani. Oleh sebab itu petani kembang kol juga menggunakan pestisida untuk mengendalikan atau membasmi hama pada kembang kol.

Namun, penggunaan pestisida pada kembang kol juga dapat menimbulkan efek negatif ketika terkonsumsi oleh manusia. Residu pestisida pada kembang kol yang terbawa ketika masa panen dan kemudian terkonsumsi oleh konsumen akan menyebabkan beberapa penyakit kronis seperti, kanker, kerusakan hati dll. [10]

Residu pestisida yang tertinggal di kembang kol dapat diatasi dengan cara pencucian yang benar. Rendam kembang kol dengan air sebelum diolah agar residu pestisida dapat terangkat.

Perendaman kembang kol juga dapat ditambahkan dengan larutan cuka atau garam agar lebih efektif mengurangi risiko residu pestisida. Setelah itu cuci bersih kembang kol dengan air yang mengalir. [11]

Jenis-jenis Kembang Kol

Berikut ini merupakan jenis-jenis kembang kol [5] :

Kembang Kol

Kembang kol putih

Kembang kol terlihat seperti brokoli. Namun kembang kol bunganya putih padat. Biasanya, hanya bunganya yang dimakan. Tangkai dan daun hijau tebal tidak dimakan.

Kembang Kol Oranye

Kembang kol oranye

Kembang kol oranye adalah varietas baru yang memiliki rasa yang serupa dengan kembang kol putih. Kembang kol oranye memiliki sekitar 25 kali lebih banyak vitamin A daripada kembang kol putih.

Kembang Kol Ungu

Kembang kol ungu

Varietas ini memiliki bunga berwarna ungu. Saat dimasak, warnanya berubah dari ungu menjadi hijau. Kembang kol ungu dimasak lebih cepat daripada kembang kol putih. Kembang kol ungu memiliki rasa yang lebih ringan.

Broccoflower

Broccoflower

Broccoflower merupakan persilangan antara brokoli dan kembang kol. Terlihat seperti kembang kol namun memiliki warna hijau terang pada bunganya.

Varietas ini memiliki rasa yang lebih manis daripada kembang kol biasa. Dimakan mentah atau dimasak, rasanya mirip dengan brokoli. Broccoflower dapat disajikan dengan cara yang sama dengan kembang kol putih.

Pemilihan dan Penyimpanan Kembang Kol

Bagian berwarna putih yang dapat dimakan disebut bunga atau “Curd“. Pilihlah kembang kol yang bunganya berwarna putih/putih-krem, padat, keras, dan bersih.

Hindari kembang kol yang berubah warna dan memiliki bintik-bintik karena itu menandaka adanya pertumbuhan jamur danpembusukan sehingga harus dihindari [5].

Dalam penyimpanannnya ada beberapa cara yang tepat agar kembang kol tetap segar saati di simpan. Berikut ini beberapa langkah cara yang benar menyimpan kembang kol :

  • Kembang kol tidak perlu dicuci terlebih dahulu sebelum disimpan, untuk mempermudah penyimpanan potong kembang kol perkuntum agar mudah dimasukkan ke dalam plastik.
  • Kembang kol yang telah di potong dimasukkan kedalam plastik atau wadah tertutup.
  • Tempatkan kantong plastik kembang kol yang telah rapi ke dalam kulkas dengan suhu berkisar 1,6 sampai 4,44 derajat celcius. Kembang kol dapat disimpan di kulkas hingga 7 hari [5].

Cara Konsumsi Kembang Kol

Berdasarkan penelitian Eun- Sun Hwang (2019), kembang kol rebus mengandung konsentrasi glukosinolat, polifenol total, dan flavonoid total yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan dengan kembang kol mentah atau kembang kol yang dikukus.

Hasil ini jelas menunjukkan bahwa nutrisi penting kembang kol secara signifikan dipengaruhi oleh metode memasak: mentah > dikukus > direbus.

Jumlah polifenol total dan flavonoid total dalam kembang kol mentah yang diekstraksi dengan etanol 80% lebih tinggi daripada ekstrak kembang kol kukus dan rebus.

Ekstrak kembang kol yang dikukus dan direbus juga menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih rendah daripada ekstrak kembang kol yang tidak dimasak.

Berdasarkan hasil ini, kembang kol segar yang belum dimasak mengandung lebih banyak senyawa yang berguna bagi kesehatan dan aktivitas antioksidan yang tinggi.

Selain itu, mengukus mungkin lebih baik daripada merebus untuk meminimalkan hilangnya glukosinolat saat mengolah sayuran crucifera [4].

Tips Konsumsi Untuk Anak

Kembang kol memang memiliki segundang manfaat dan gizi yang baik bagi kesehatan manusia terutama bagi perkembangan pada masa anak-anak.

Namun, kebanyakan anak kecil tidak mau mengonsumsinya karena rasa dari kembang kol yang sedikit pahit. Rasa Pahit dari kembang kol ini berasal dari kandungan senyawa sulforaphan yang ada pada kembang kol.

Maka dari itu para orang tua diharapkan lebih kreatif dalam membuat masakan dari kembang kol yang nikmat dan menarik bagi si kecil. Salah satu masakan yang menarik dari kembang kol adalah sup kembang kol.

Pada sup kembang kol dapat ditambahkan sayuran lain, sosis, daging ayam atau daging sapi. Yang terpenting disini, pililah sayuran yang berwarna-warni dan tidak pucat agar si kecil lebih tertarik untuk memakannya.

Penambahan makaroni dengan berbagai bentuk yang lucu bisa mempercantik tampilan.

Namun jangan lupa, masukkan sayuran terutama kembang kol pada bagian akhir dari proses pengolahan soup untuk menjaga nilai gizi yang ada pada kembang kol.

Cara pengolahan pada kembang kol menentukan pada nilai gizi dan senyawa yang terkandung pada kembang kol. Cara pengolahan yang benar akan membuat kembang kol penuh gizi dan nikmat.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment