Bandotan : Manfaat – Efek Samping dan Cara Penggunaan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Bandotan adalah tanaman gulma yang berasal dari Amerika Selatan dan menyebar secara luas hingga ke Indonesia. Tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias, pembasmi hama, dan pengobatan tradisional[1].

Fakta Tentang Bandotan

Bandotan memiliki nama ilmiah Ageratum Conyzoides dan merupakan anggota keluarga dari Asteraceae. Tanaman ini memiliki banyak penyebutan lain babadotan dan wedusan di Indonesia; billygoat-weed, white weed, atau goatweed dalam bahasa Inggris; atau agerato di Brazil[1].

Bandotan sering dianggap menjadi tanaman pengganggu di perkebunan atau pekarangan rumah serta memiliki bau yang khas dari daun yaitu bau seperti kambing jantan. Ini yang mengakibatkan tanaman ini memiliki panggilan ‘tanaman kambing'[1].

Karakteristik Bandotan

Bandotan merupakan tanaman yang tersebar luas di wilayah tropis hingga subtropis. Tanaman ini dapat tumbuh di berbagai jenis tanah seperti di pinggir jalan, padang rumput, hutan, tanah kering, lahan terbuka, lahan basah, atau bukit pasir[1].

Beberapa ciri-ciri dari bandotan adalah sebagai berikut[1]:

  • Memiliki batang yang tegak, bercabang, memiliki serat, akar yang dangkal atau dapat menyentuh tanah, dan tinggi sekitar 5-150 cm;
  • Memiliki daun yang bertangkai, berukuran panjang sekitar 2-10 cm dan lebar 0.5-5 cm, tangkai daun memiliki bulu, helai daun berbentuk bulat telur yang lebar, kedua permukaan daun berbulu, dan urat daun yang menonjol;
  • Memiliki bunga yang berkumpul, membentuk kelompok dan bercabang, kepala bunga berwarna putih, biru muda atau ungu, serta ujung tangkai memiliki rambut;
  • Memiliki buah kurung yang berbulu kasar dan berwarna putih hingga krem.
Tanaman Bandotan
Tanaman Bandotan

Kandungan Bandotan

Bagian dari bandotan yang sering digunakan sebagai pengobatan tradisional adalah daun, tetapi beberapa pengobatan menggunakan bunga dan akar. Kandungan gizi dari daun segar Bandotan adalah sebagai berikut[2]:

Nama JumlahUnit
Fosfor4.49gram/ kilogram
Kalium11.91gram/ kilogram
Natrium11.71gram/ kilogram
Magnesium0.82gram/ kilogram
Kalsium2.21gram/ kilogram
Zat besi161.00miligram/ kilogram
Seng (Zinc)9.85miligram/ kilogram
Mangan0.50miligram/ kilogram
Tembaga6.90miligram/ kilogram
Protein mentah15.67persen
Lemak kasar5.67persen
Serat kasar18.24persen
Abu total16.72persen
Konten kelembaban10.33persen
Karbohidrat33.37persen
Lemak89.67persen
Kandungan Gizi Daun Bandotan

Beberapa kandungan senyawa dari daun bandotan adalah sebagai berikut[2,3,4,9]:

  • Senyawa alkaloid,
  • Senyawa cardenolide,
  • Senyawa antrakuinon,
  • Senyawa saponin,
  • Senyawa tannin,
  • Asam amino,
  • Senyawa flavonoid,
  • Senyawa triterpenoid dan sterol,
  • Senyawa monoterpenoid, seskuiterpen, kromena, kumarin, precocene dan benzenoid.

Kandungan senyawa dari akar adalah alkaloid, flavonoid, HCN, glikosida, fenol, protein, karbohidrat, lemak, dan minyak[17].

Kandungan senyawa dari bunga adalah alkaloid, flavonoid, tannin, saponin, HCN, glikosida, terpenoid, dan fenol[17].

Kandungan yang dimiliki oleh bandotan memberikan sifat anti mikroba, anti radang, antioksidan, analgesik, anti kanker, dan anti diabetik yang bermanfaat bagi tubuh[5].

Manfaat Bandotan

Beberapa manfaat dari daun bandotan adalah sebagai berikut:

  • Menurunkan kadar gula darah

Ekstrak air daun bandotan telah diuji aman dan ampuh bagi pasien diabetes. Ini dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan terhadap hewan diabetes yang diberikan ekstrak air daun bandotan. Hewan ini mengalami penurunan kadar gula darah setelah diberikan ekstrak tersebut[2].

Kandungan mineral khususnya magnesium, kalium dan seng serta senyawa aktif khususnya alkaloid dan cardenolide dalam daun bandotan mampu menurunkan kadar gula darah[2].

Kandungan mineral khususnya magnesium, kalium dan seng serta senyawa aktif khususnya alkaloid dan cardenolide dalam daun bandotan mampu mengatasi komplikasi diabetes seperti hipertensi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah[2].

  • Mengobati pedikulosis yang disebabkan oleh kutu rambut

Ekstrak daun bandotan telah diuji di Afrika untuk mengatasi pedikulosis yang disebabkan oleh kutu rambut. Senyawa aktif yang dimiliki ekstrak ini teruji ampuh membunuh kutu rambut dan mengatasi pedikulosis pada kepala tanpa efek samping dan iritasi pada kulit kepala terutama bagi anak-anak[3].

Daun bandotan dapat digunakan untuk mengatasi penyakit pedikulosis beserta dengan gejalanya seperti pruritus, urtikaria, dan kesulitan tidur.

Pedikulosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit pediculus yang terdapat pada kutu rambut di kepala.
  • Mengobati penyakit Skistosomiasis

Berdasarkan penelitian, kandungan minyak esensial dari daun bandotan mampu menurunkan aktivitas dan membunuh cacing Skistosoma yang dapat menyebabkan infeksi dalam tubuh yang disebut penyakit skitosomiasis atau sering disebut dengan penyakit demam siput[6].

  • Mengatasi berbagai infeksi dalam tubuh

Kandungan minyak esensial dari daun bandotan telah terbukti dapat membunuh bakteri Staphylococcus aureus dan Bacillus serta menurunkan produksi aflatoksin atau racun pada jamur yang dapat menimbulkan infeksi dalam tubuh[7].

Daun bandotan mampu mengatasi pertumbuhan jamur dalam tubuh dan mengobati berbagai infeksi dalam tubuh yang disebabkan oleh jamur dan bakteri seperti infeksi tenggorokan, infeksi pada usus, dan infeksi pada kandung kemih[7,18].

  • Mengandung antioksidan

Daun bandotan juga telah teruji memiliki aktivitas antioksidan yang mampu mencegah radikal bebas untuk merusak sel dalam tubuh, mampu mencegah penuaan dini, dan mampu mengatasi masalah pada kulit[5,7].

  • Mengatasi penyakit tidur dan penyakit malaria

Ekstrak daun dan bunga bandotan terbukti mampu untuk melawan parasit Trypanosoma brucei yang dapat menyebabkan penyakit tidur di Afrika[18].

Selain itu, ekstrak daun bandotan juga mampu melawan parasit plasmodium falciparum yang dapat menyebabkan penyakit malaria yang dapat mematikan yaitu malaria tropika. [8]

  • Mengatasi penyakit leishmaniasis

Berdasarkan penelitian, senyawa flavonoid dalam ekstrak daun bandotan juga mampu melawan parasit Leishmania donovani yang dapat menyebabkan infeksi dalam tubuh atau sering dikenal dengan penyakit leishmaniasis[8].

  • Mengobati luka luar pada kulit

Ekstrak metanol dari daun bandotan telah diuji dapat menyembuhkan luka pada kulit tikus selama 10 hari masa penelitian. Pada beberapa negara seperti Brazil, daun bandotan telah digunakan untuk mengobati luka luar pada kulit[2,10].

Penelitian dilakukan terhadap tikus yang diberikan ekstrak daun bandotan untuk menguji pengaruh obat terhadap darah. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun ini memberikan peningkatan yang signifikan terhadap limfosit. Ini membuktikan bahwa ekstrak daun bandotan dapat mengobati penyakit anemia[11].

  • Menghambat pertumbuhan kanker dan tumor

Senyawa aktif pada daun bandotan seperti flavonois, triterpenoid, dan alkaloid telah teruji mampu menghambat pertumbuhan kanker dan tumor pada tubuh. Hal ini juga disebabkan oleh sifat antioksidan yang kuat dalam daun bandotan dan mampu menghambat kerusakan dari sel dalam tubuh[12,13].

  • Menghambat kerusakan hati

Ekstrak daun bandotan telah diuji pada tikus yang mengalami keracunan alkohol untuk mengetahui tingkat efektivitas dalam menghambat kerusakan hati akibat alkohol. Hasil menunjukkan bahwa adanya penurunan enzim hati dan stres oksidatif yang disebabkan oleh alkohol sehingga menghambat terjadinya kerusakan hati[14].

Daun bandotan dapat digunakan untuk mengurangi kadar racun alkohol dalam tubuh dan melindungi hati dari kerusakan akibat alkohol[14].

  • Mencegah gangguan pada pencernaan

Ekstrak daun bandotan yang dilarutkan dalam air dan diberikan kepada tikus telah dibuktikan mampu meregangkan otot halus usus dan menghambat gangguan pada pencernaan[15].

Daun dan akar bandotan juga telah banyak digunakan untuk mengatasi diare dan nyeri pada perut di Afrika. Di India, daun bandotan telah digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk mengatasi disentri dan perut kembung[2,18].

  • Mengatasi radang dan nyeri

Ekstrak pada daun bandotan telah diuji mampu mengatasi radang dalam tubuh tikus. Selain itu, ekstrak daun ini juga telah banyak digunakan di Afrika Barat, Asia, Amerika Selatan dan Brazil sebagai pengobatan untuk mengatasi berbagai radang dan nyeri seperti radang usus[16,18].

Ekstrak daun bandotan juga telah diuji dan telah digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk mengurangi rasa sakit dan radang pada sendi[18].

  • Mengatasi sakit gigi dan demam

Ekstrak daun dan bunga dari bandotan telah diuji dan digunakan sebagai pengobatan tradisional di Kamerun untuk mengatasi sakit gigi[19].

Selain itu, ekstrak daun dan akar bandotan telah digunakan di berbagai negara seperti India, Brazil, Vietnam, dan Afrika untuk menurunkan demam[18].

  • Mengobati gangguan penglihatan dan infeksi mata

Ekstrak daun bandotan telah digunakan di Tanzania sebagai pengobatan tradisional untuk mengatasi infeksi pada mata dan gangguan penglihatan[20].

  • Mengobati penyakit lainnya

Di beberapa negara di Afrika, ekstrak daun bandotan telah digunakan untuk mengatasi asma, pneumonia, dan masalah buang air kecil[18].

  • Mengatasi masalah reproduksi

Ekstrak daun bandotan telah digunakan dan diuji di India untuk mengatasi masalah prostat pada pria serta gangguan menstruasi dan kandungan pada wanita[18].

Efek Samping Bandotan

Berdasarkan beberapa pengujian terhadap tanaman, ditemukan beberapa efek samping dari penggunaan tanaman herbal ini yaitu:

  • Dapat memberikan reaksi alergi

Beberapa pasien di India terkena alergi serbuk sari dari bunga bandotan saat menggunakan tanaman ini sebagai pengobatan tradisional. Reaksi alergi dapat terjadi bagi pasien yang memiliki alergi terhadap bunga[18].

  • Menyebabkan gangguan hati, ginjal dan darah

Sekelompok tikus diberikan air ekstrak daun bandotan sebanyak 500-1000 mg/ hari selama 90 hari dan ditemukan beberapa tikus yang memiliki gangguan pada hati, ginjal, darah, bahkan mati.

Senyawa alkaloid menjadi racun dalam tubuh bila digunakan setiap hari dan menyebabkan kerusakan pada hati, ginjal dan darah. Jadi, ekstrak daun bandotan tidak disarankan untuk digunakan setiap hari[21].

  • Menumbuhkan tumor

Berdasarkan penelitian di Cina, senyawa alkaloid dalam tanaman bandotan dapat menumbuhkan tumor dalam tubuh bila dikonsumsi secara berlebihan atau setiap hari[22].

Cara Penggunaan Bandotan

Beberapa cara penggunaan tanaman bandotan adalah sebagai berikut:

  • Membuat pasta daun bandotan

Daun bandotan diremas atau ditumbuk. Lalu, daun ini dapat langsung digunakan untuk ditempelkan pada luka kulit, dada untuk meredakan sesak, dan perut bayi untuk meredakan perut kembung[18].

Di Indonesia, daun yang sudah ditumbuk terkadang dicampur dengan minyak goreng atau kapur dan digunakan untuk luka pada kulit.

  • Membuat serbuk daun atau bunga bandotan

Daun atau bunga bandotan dicuci dan dikeringkan pada ruangan terbuka selama tiga hari. Lalu, dikeringkan lagi pada oven dengan suhu 45 celsius atau dapat dikeringkan pada wajan panas tanpa minyak. Daun atau bunga kering tersebut ditumbuk dan diayak[3].

Serbuk daun atau bunga bandotan dapat diseduh dengan air mendidih lalu disaring dan diminum untuk mengatasi gangguan pencernaan, penyakit tidur, infeksi, radang, demam, mencegah kerusakan hati, diabetes, serta hipertensi.

Serbuk daun atau bunga bandotan juga dapat digunakan sebagai obat sikat, obat kumur atau digosokkan pada gigi untuk mengatasi sakit gigi[19].

  • Membuat seduhan daun bandotan

Daun bandotan yang segar dicuci dengan bersih dan direbus bersama air hingga mendidih. Air seduhan daun bandotan ini diminum untuk sakit pada dada, malaria, demam, dan gangguan pada kardiovaskular[18].

  • Membuat seduhan akar bandotan

Akar bandotan ditumbuk lalu direbus dengan air hingga mendidih. Air seduhan tersebut disaring dan diminum untuk mengatasi diare pada bayi dan serbuk akar dapat dioleskan pada tubuh bayi untuk menurunkan demam[18].

  • Membuat minyak esensial daun bandotan

Serbuk daun bandotan dapat dicampur dengan etanol pada wadah tertutup. Lalu, didiamkan selama 2-3 hari sambil dikocok sebanyak 2-3 kali dalam sehari. Setelah itu, campuran tersebut dapat disaring dan dibiarkan sebentar agar alkohol menguap dan terpisah dari minyak. Lalu, minyak esensial tersebut dapat digunakan untuk mengobati radang, nyeri, dan demam[7].

  • Membuat obat tetes mata dari daun bandotan

Daun bandotan yang masih segar dicuci dengan bersih dan diremukkan bersama dengan air atau dapat menggunakan blender. Lalu, daun tersebut diperas dan airnya dapat dijadikan obat tetes untuk mengatasi infeksi pada mata dan gangguan penglihatan[20].

Cara Penyimpanan Bandotan

Daun, bunga atau akar bandotan yang telah diambil dari ladang atau tempat penanaman, dapat disimpan di ruang terbuka, dengan udara dan sinar yang cukup, dan tidak disimpan di kulkas[1].

Untuk serbuk daun atau bunga bandotan serta minyak esensial, disimpan dalam wadah tertutup, kering, diletakkan dalam suhu ruangan, dan tidak disimpan di kulkas[3,7].

Bandotan adalah tanaman yang memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Namun, penggunaannya disarankan dengan ijin dokter khususnya untuk pasien dengan penyakit kronis karena tanaman ini memiliki efek samping yang berbahaya.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment