Bolehkah Lansia Konsumsi Minyak Ikan? – Dosis, Manfaat dan Efek Samping

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Minyak ikan yang dikenal sebagai minyak atau lemak dari ikan mengandung asam lemak omega-3 tinggi dan sangat baik dikonsumsi terutama oleh anak-anak [1].

Dalam masa tumbuh kembang mereka, anak-anak memerlukan nutrisi yang mendukung perkembangan otak mereka [1].

Meski demikian, konsumsi minyak ikan sama pentingnya bagi orang dewasa untuk fungsi tubuh lebih optimal [2].

Untuk orang dewasa yang sudah tergolong lansia, seringkali mereka ragu apakah mengonsumsi minyak ikan aman dan boleh bagi mereka.

Ketahui seberapa aman dan baik minyak ikan untuk lansia, apa saja manfaat maupun dosis yang paling tepat.

Bolehkah lansia konsumsi minyak ikan?

Boleh, sebab minyak ikan pada dasarnya aman bagi lansia sekalipun walau tetap ada beberapa risiko efek sampingnya [2].

Dosis minyak ikan untuk lansia sendiri bervariasi dan belum terdapat peraturan maupun rekomendasi resmi mengenai dosis paling tepat [2].

Minyak ikan adalah sumber omega-3 di mana omega-3 terdiri pula dari tiga jenis, yakni [3]:

  • EPA yang menghambat proses peradangan atau setidaknya membuat proses tersebut berkurang di dalam tubuh [4].
  • DHA yang baik bagi perkembangan maupun kesehatan fungsi otak [4].
  • ALA yang melalui proses metabolisme tubuh menjadi EPA dan DHA [4].

Untuk jenis minyak ikan EPA dan DHA, rekomendasi asupan harian untuk memenuhi kebutuhan omega-3 tubuh adalah 500 mg dan 250 mg pada orang dewasa [2].

Namun untuk lansia, biasanya asupan harian harus kurang dari 250 mg baik EPA maupun DHA [2].

Lansia juga perlu mengecek kadar kolesterol, trigliserida dan tekanan darah lebih dulu sebelum minum minyak ikan [2].

Melakukan konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya juga lebih dianjurkan agar dosis tidak berlebihan [2].

Jika lansia memiliki kadar trigliserida tinggi, maka biasanya rekomendasi konsumsi minyak ikan oleh dokter adalah 15 gram per hari [2].

Sedangkan bagi penderita rheumatoid arthritis dan tekanan darah tinggi/hipertensi, rekomendasi asupan minyak ikan oleh dokter umumnya hanya 10 gram per hari [2].

Jadi selama konsumsi dalam dosis tepat (terutama setelah melakukan konsultasi dengan dokter jika memiliki kondisi kesehatan tertentu), minyak ikan aman untuk lansia [2].

Apa saja manfaat dan efek samping minum minyak ikan bagi lansia?

Bila lansia mengonsumsi minyak ikan dalam dosis tepat, biasanya akan aman dan justru bermanfaat bagi kesehatan seperti berikut :

  • Mengurangi Peradangan

Minyak ikan memiliki sifat anti-inflamasi yang terkandung di dalam omega-3 [5,6].

Semakin usia bertambah tua, risiko peradangan pun semakin tinggi di mana kondisi ini kemudian bisa berakibat pada penyakit-penyakit kronis [7].

Radang sendi, radang pada pencernaan, hingga stroke, penyakit jantung dan diabetes pun bisa terjadi karena berawal dari peradangan di dalam tubuh [7].

Untuk itu, lansia tetap membutuhkan minyak ikan dalam dosis yang benar dan biasanya boleh diminum bersama dengan obat antiradang resep dokter.

  • Mengatur Kadar Trigliserida

Trigliserida berkadar tinggi biasanya meningkatkan risiko sumbatan pada pembuluh arteri karena penumpukan plak [5].

Trigliserida tinggi juga umumnya berkaitan dengan ketidakseimbangan kadar kolesterol jahat (LDL) dan kolesterol baik (HDL) [5].

Ketika LDL di dalam darah lebih tinggi, risiko penyakit stroke dan jantung juga akan lebih tinggi [5].

Maka dengan konsumsi minyak ikan rutin sesuai anjuran dokter, kadar trigliserida dapat menjadi lebih teratur dan stabil [2,5].

  • Meningkatkan Kekuatan Tulang dan Sendi

Untuk sendi dan tulang yang lebih sehat, terutama pada usia lanjut, pemenuhan kebutuhan omega-3 melalui asupan minyak ikan sangat penting [5].

Bagi lansia penderita rheumatoid arthritis, omega-3 dari minyak ikan mampu mengendalikan atau mengurangi gejala yang dikeluhkan [5].

Selain itu, minum minyak ikan rutin juga mampu meningkatkan kekuatan tulang serta sendi secara alami dan menghindarkan keduanya dari kekakuan [5].

Asam lemak omega-3 dari minyak ikan juga sangat baik bagi jantung dan mampu menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler [5,8].

Berkat nutrisi tersebut, tubuh akan memiliki peredaran darah yang lebih lancar sehingga sistem kardiovaskuler juga ikut menjadi lebih optimal [5,8].

  • Meningkatkan Fungsi Pernafasan

Bagi lansia dengan riwayat atau gejala gangguan pernafasan karena menderita penyakit paru obstruktif kronis maupun asma, minyak ikan adalah asupan tepat [5,9].

Asam lemak omega-3 dari minyak ikan akan melegakan dan meningkatkan fungsi pernafasan [5,9].

  • Menurunkan Risiko Gangguan Kesehatan Mental

Omega-3 adalah kebutuhan tubuh yang juga penting untuk menjaga kesehatan otak dan mental [5,10].

Risiko gangguan kesehatan mental yang berkaitan dengan perubahan fungsi otak akan berkurang dengan mengasup minyak ikan [5].

Penyakit demensia, Alzheimer, hingga risiko depresi dapat diminimalisir apabila lansia mengonsumsi minyak ikan [5,10].

Namun ketika konsumsi minyak ikan berlebihan, beberapa efek samping berpotensi untuk terjadi, seperti di bawah ini [2] :

  • Ketidaknyamanan pada pencernaan
  • Keringat berbau amis
  • Heartburn (sensasi nyeri atau panas di ulu hati)
  • Mual
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Bau mulut
  • Lidah pahit

Pada orang-orang berusia lanjut, seringkali mereka sudah mengonsumsi berbagai macam obat karena penyakit tertentu [2].

Perlu diketahui bahwa minyak ikan hanya dapat berinteraksi dengan obat tertentu, seperti antikoagulan atau obat pengencer darah [2].

Sementara itu, obat yang berefek pada pembekuan dan penggumpalan darah kurang cocok dikonsumsi bersama minyak ikan [2].

Bila dikonsumsi bersamaan, terdapat risiko berbahaya bagi kesehatan; oleh karena itu, lansia perlu melakukan konsultasi dan memperoleh izin dokter lebih dulu sebelum minum minyak ikan [2].

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment