Efusi Pleura: Gejala – Penyebab dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene, Sp.Ak
Efusi pleura adalah adanya penumpukkan cairan pada rongga pleura, yaitu rongga yang ada di antara lapisan tipis yang menyelubungi paru. Banyak kondisi medis yang dapat menyebabkan hal ini, sehingga terkadang... dokter perlu mengambil contoh cairan dari rongga pleura untuk diperiksakan di laboratorium. Efusi pleura dapat dibsebkan oleh gangguan jantung, hati, ginjal, atau dari paru itu sendiri. Gejala dapat berupa sesak napas, nyeri dada, batuk, atau tanpa gejala sama sekali jika jumlah cairan tersebut tidak terlalu banyak. Terapi akan ditujukan pada penyebab efusi pleura itu sendiri, seperti antibiotik dan diuretik. Jika cairan yang ada cukup banyak, maka dapat dilakukan drainase untuk membantu pasien bernapas dengan lebih baik dan mencegah komplikasi. Read more

Apa Itu Efusi Pleura ?

Efusi Pleura adalah suatu kondisi di mana terjadi akumulasi cairan di rongga pleura yang terletak di antara pleura parietal dan viseral [1].

Efusi Pleura yang merupakan salah satu dari penyebab utama mortalitas dan morbiditas paru paru ini dapat terjadi dengan sendirinya, atau disebabkan oleh penyakit parenkim seperti infeksi atau kondisi peradangan lainnya [1].

Cairan yang terakumulasi pada rongga pleura ini umumnya terjadi akibat ketidakseimbangan antara pembentukan dan pengeluaran cairan pleura [2].

Efusi Pleura ini diketahui juga merupakan suatu kondisi yang menyertai berbagai macam gangguan paru paru, pleura maupun gangguan sistemik lainnya [2].

Jenis Efusi Pleura

Efusi Pleura berdasarkan dengan penyebabnya diketahui dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis antara lain [3]:

  • Efusi Pleura Transudatif

Efusi Pleura transudatif ini diketahui disebabkan oleh bocornya cairan ke rongga pleura akibat [3]:

  1. Jumlah protein darah yang rendah
  2. Peningkatan tekanan di pembuluh darah

Namun, Efusi Pleura jenis ini paling sering terjadi disebabkan oleh penyakit gagal jantung kongestif.

  • Efusi Eksudatif

Efusi Pleura eksudatif ini merupakan jenis Efusi Pleura yang disebabkan oleh [3]:

  1. Getah bening atau pembuluh darah
  2. Peradangan
  3. Tumor
  4. Cedera paru-paru
  5. Emboli paru
  6. Pneumonia
  7. Infeksi jamur

Selain itu, Efusi Pleura juga dapat diklasifikasikan berdasarkan kerumitannya, yaitu [3]:

  • Efusi Pleura Yang Rumit

Efusi Pleura yang tidak rumit merupakan Efusi Pleura tanpa menimbulkan komplikasi yang berkaitan dengan infeksi atau peradangan.

Efusi Pleura jenis ini hanya memiliki risiko yang jauh lebih kecil untuk menimbulkan masalah atau gangguan paru paru permanen.

  • Efusi Yang Rumit

Efusi Pleura yang rumit adalah kebalikan dari Efusi Pleura yang tidak rumit, di mana cairan di rongga pleuranya menunjukkan infeksi atau peradangan yang signifikan.

Efusi Pleura jenis ini membutuhkan perawatan yang tepat sesegera mungkin, termasuk perawatan drainase dada.

Gejala Efusi Pleura

Efusi Pleura ini pada beberapa kasus tidak menunjukkan gejala gejala tertentu, sehingga membutuhkan rontgen dada atau pemeriksaan fisik untuk dapat mengetahui Efusi Pleura [3].

Adapun pada beberapa orang lainnya, Efusi Pleura ini menunjukkan beberapa gejala umum termasuk [3]:

  • Sakit dada
  • Batuk kering
  • Demam
  • Kesulitan bernapas saat berbaring
  • Sesak napas
  • Kesulitan mengambil napas dalam-dalam
  • Cegukan terus-menerus
  • Kesulitan dengan aktivitas fisik

Jika gejala gejala tersebut terjadi, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri kedokter agar dapat segera didiagnosis dan mendapatkan penanganan yang tepat [3].

Penyebab Efusi Pleura

Penyebab Efusi Pleura yang paling umum biasanya akan berkaitan dengan beberapa kondisi lain seperti [4]:

  • Penyakit hati atau ginjal, seperti sirosis
  • Gagal jantung kongestif
  • Pankreatitis
  • Kondisi sistemik, seperti lupus atau rheumatoid arthritis
  • Infeksi, seperti tuberkulosis atau pneumonia
  • Emboli paru, yang terjadi ketika gumpalan darah menyumbat arteri paru-paru
  • Setiap kanker yang mempengaruhi atau menyebar ke paru-paru atau pleura
  • Paparan asbes dan mesothelioma
  • Kerongkongan yang pecah

Selain kondisi medis tersebut, Efusi Pleura ini diketahui juga dapat disebabkan oleh beberapa perawatan medis tertentu, termasuk [4]:

  • Operasi jantung terbuka atau operasi lain yang melibatkan dada
  • Obat-obatan tertentu, termasuk metotreksat, amiodaron, dan fenitoin
  • Terapi radiasi
  • Hiperstimulasi ovarium

Komplikasi Efusi Pleura

Efusi Pleura diketahui juga dapat menimbulkan beberapa komplikasi tertentu yang potensial, termasuk [5]:

  • Jaringan parut paru-paru
  • Pneumotoraks (kolaps paru) sebagai komplikasi thoracentesis
  • Empiema (kumpulan nanah di dalam rongga pleura)
  • Sepsis (infeksi darah) terkadang menyebabkan kematian

Efusi Pleura Dan Kanker

Efusi Pleura dan kanker diketahui memiliki keterkaitan, di mana Efusi Pleura sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya dapat disebabkan oleh kondisi medis tertentu termasuk kanker [3].

Efusi Pleura yang disebabkan oleh kanker ini umumnya terjadi akibat sel kanker yang menghalangi aliran cairan di dalam pleura, sehingga cairan tertumpuk di rongga pleura [3].

Adapun jenis kanker yang memiliki kemungkinan yang lebih untuk menyebabkan kanker antara lain [3]:

Selain itu, pengobatan kanker tertentu diketahui juga dapat menjadi salah satu penyebab tertumpuknya cairan di rongga pleura hingga menyebabkan Efusi Pleura [3].

Pengobatan kanker yang dapat menyebabkan Efusi Pleura dapat berupa terapi radiasi atau pengobatan dengan metode kemoterapi [5].

Umumnya, pengobatan kanker ini akan membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih lemah, sehingga lebih rentan terhadap risiko terkena infeksi maupun komplikasi lainnya [5].

Jika Efusi Pleura disebabkan oleh kanker, maka tanda atau gejala yang mungkin muncul meliputi [5]:

  • Sesak napas
  • Batuk
  • Dada terasa sakit
  • Penurunan berat badan

Jika Efusi Pleura disebabkan oleh metastasis kanker, maka dokter juga akan mengobati kanker yang menjadi penyebabnya tersebut [5].

Efusi Pleura yang disebabkan kanker dapat berupa Efusi Pleura ganas, sehingga pengobatan yang sering digunakan salah satunya yaitu pleurodesis [5].

Selain itu, dalam pengobatan Efusi Pleura yang disebabkan kanker ini dokter mungkin juga akan meresepkan [5]:

  • Antibiotik (jika pasien rentan terhadap infeksi)
  • Steroid atau obat anti inflamasi lainnya (untuk mengurangi nyeri dan peradangan)

Diagnosis Efusi Pleura

Diagnosis Efusi Pleura umumnya akan dilakukan dengan beberapa cara yang meliputi [3]:

  • Pemeriksaan fisik dengan mendengarkan paru-paru menggunakan stetoskop
  • Melalukan rontgen dada untuk membantu mendiagnosis efusi pleura
  • Melakukan tes CT scan
  • Melakukan USG dada
  • Menganalisis cairan pleura dengan prosedur thoracentesis
  • Melalukan bronkoskopi
  • Melakukan biopsi pleura dengan mengambil sampel jaringan dari pleura
  • Melakukan torakoskopi yang merupakan operasi pembedahan untuk melihat rongga dada menggunakan kamera serat optic (jika jenis Efusi Pleura sulit didiagnosis)

Pengobatan Efusi Pleura

Pengobatan Efusi Pleura ini secara umum akan lebih difokuskan pada kondisi medis yang menyebabkannya. Adapun berikut ini merupakan beberapa metode pengobatan yang umumnya akan disarankan oleh dokter untuk menangani Efusi Pleura [6]:

  • Konsumsi Antibiotik Atau Diuretik

Jika Efusi Pleura disebabkan oleh kondisi medis seperti pneumonia, maka konsumsi antibiotik akan diresepkan oleh dokter.

Dan jika Efusi Pleura disebabkan oleh gagal jantung kongestif maka pengobatannya mungkin juga akan melibatkan konsumsi obat obatan diuretik.

  • Thoracentesis

Thoracentesis sebenarnya merupakan prosedur yang dilakukan untuk mengambil sampel cairan di rongga pleura dalam proses diagnosis Efusi Pleura.

Namun, thoracentesis ini ternyata juga dapat digunakan untuk mengambil cairan yang lebih banyak agar gejala Efusi Pleura menjadi lebih reda.

  • Tube Thoracostomy (Chest Tube)

Metode chest tube ini dilakukan dengan memasukkan selang ke rongga pleura melalui sayatan kecil yang dibuat di dinding dada pasien. Selang tersebut umumnya akan dipasang selama beberapa hari.

  • Pleural Drain

Untuk Efusi Pleura yang sering kambuh, umumnya dokter akan menggunakan metode perawatan pleural drain, di mana keteter jangka panjang dipasang di dalam rongga pleura.

Pasien diketahui dapat mengeringkan Efusi Pleura secara mandiri di rumah, namun harus sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh dokternya.

  • Pleurodesis

Dokter Anda menyuntikkan zat yang mengiritasi (seperti bedak atau doksisiklin) melalui tabung dada ke dalam rongga pleura. Zat tersebut mengobarkan pleura dan dinding dada, yang kemudian mengikat erat satu sama lain saat sembuh. Pleurodesis dapat mencegah efusi pleura kembali dalam banyak kasus.

  • Dekortikasi Pleura

Dekortikasi pleura dapat dilakukan sebagai operasi pembedahan di dalam rongga pleura, khususnya untuk menghilangkan peradangan atau jaringan yang berbahaya.

Risiko Pengobatan Efusi Pleura

Pengobatan dan perawatan Efusi Pleura diketahui dapat memberikan risiko berupa komplikasi ringan dan serius. Adapun untuk komplikasi pengobatan Efusi Pleura yang ringan dapat berupa [3]:

  • Sedikit rasa sakit
  • Ketidaknyamanan

Sedangkan untuk komplikasi pengobatan Efusi Pleura yang lebih serius dapat meliputi [3]:

  • Edema paru atau cairan di paru-paru (karena cairan terkuras terlalu cepat selama thoracentesis)
  • Paru-paru kolaps parsial
  • Infeksi atau perdarahan

Meskipun demikian, perlu diketahui bahwa hingga kini komplikasi serius pada pengobatan Efusi Pleura tersebut jarang terjadi karena dokter akan membantu menentukan pilihan pengobatan yang paling efektif lengkap dengan penanganan risikonya [3].

Pencegahan Efusi Pleura

Pencegahan Efusi Pleura ini tidak selalu dapat dilakukan, namun pada beberapa kasus perkembangannya dapat dicegah dengan melakukan pengobatan segera sedini mungkin [4].

Oleh karena itu, memperhatikan gejala yang ada dan segera menindaklanjuti dengan memeriksakan diri kedokter dapat menjadi salah satu cara mencegah Efusi Pleura berkembang.

Selain itu, pencegahan juga dapat dilakukan agar Efusi Pleura tidak terjadi secara berulang, yaitu dengan melakukan prosedur pleurodesis (menutup ruang pleura) [4].

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment