Cegukan – Penyebab – Gejala dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Apa itu Cegukan?

Cegukan adalah kondisi ketika diafragma mengalami kontraksi dan disusul dengan penutupan laring sehingga suara hik timbul dari udara yang mengalir masuk ke paru-paru [1,3,4,6,7].

Cegukan adalah hal yang sangat wajar dan umum namun cukup mengganggu ketika cegukan terjadi berulang-ulang. Pada kondisi normal, cegukan dapat berlangsung dalam hitungan detik hingga menit saja.

Cegukan dapat dialami sehari hingga dua hari yang walaupun tergolong jarang hal ini dianggap tidak normal [1].

Namun bila cegukan terjadi selama lebih dari dua hari, hal ini disebut dengan cegukan persisten yang memungkinkan menjadi tanda adanya penyakit tertentu.

Tinjauan
Cegukan merupakan kondisi kontraksi diafragma yang menghasilkan bunyi hik secara tiba-tiba. Cegukan dapat terjadi berulang kali dalam beberapa menit namun biasanya tak lama kemudian akan berhenti.

Fakta Tentang Cegukan

  1. Cegukan memiliki istilah medis, yaitu singultus yang berasal dari bahasa Latin dan memiliki makna mengambil nafas saat menangis [1].
  2. Tidak hanya manusia yang dapat mengalami cegukan, karena hampir seluruh makhluk mamalia dapat cegukan [1].
  3. Cegukan terlama dialami oleh seorang pria bernama Charles Osborne di mana cegukan ini ia alami dari tahun 1922 sampai 1960, namun cegukan berhenti setahun sebelum ia meninggal dunia [1,7].
  4. Cegukan parah atau serius lebih umum dialami oleh penderita kanker [2].
  5. Cegukan kronis adalah suatu kondisi cegukan yang disebabkan oleh tindakan atau pengobatan medis tertentu (efek obat-obatan atau efek operasi tertentu) [7].
  6. Walau cegukan sangat normal dan bisa terjadi pada siapapun, cegukan kronis sendiri adalah kondisi yang sangat jarang dijumpai [7].

Penyebab Cegukan

Diafragma sangat jarang fungsinya terganggu, namun kadang kala gangguan terjadi ketika tarikan nafas membuat diafragma justru menarik air liur dengan menyentak dan air masuk ke tenggorokan.

Saat air liur masuk ke tenggorokan secara dadakan, pita suara dapat menutup secara tiba-tiba juga saat aliran udara masuk ke kotak suara sehingga timbul bunyi hik.

Tentu saja masalah pada diafragma tidak selalu tanpa alasan, sebab beberapa faktor yang dianggap menjadi peningkat risiko cegukan pada seseorang.

Faktor pemicu cegukan dibagi menjadi dua, yakni faktor penyebab cegukan jangka pendek serta faktor penyebab cegukan jangka panjang.

Penyebab Cegukan Jangka Pendek

Cegukan yang berlangsung tak sampai 48 jam termasuk cegukan jangka pendek di mana berbagai faktor yang bisa menjadi pemicunya antara lain adalah [6,8] :

  • Menelan udara terlalu banyak ke dalam tubuh (aerofagia)
  • Stres emosional
  • Mengunyah-ngunyah permen karet sehingga menyebabkan menelan banyak udara
  • Mengonsumsi makanan yang terlalu dingin atau terlalu panas
  • Mengonsumsi minuman bersoda
  • Mengonsumsi minuman beralkohol
  • Mengonsumsi makanan pedas
  • Makan terlalu banyak
  • Perubahan suhu udara yang terlalu mendadak

Penyebab Cegukan Jangka Panjang

Cegukan jangka panjang adalah cegukan yang berlangsung bisa lebih dari 48 jam di mana cegukan persisten seperti ini umumnya disebabkan oleh iritasi atau cedera.

Bentuk iritasi ataupun cedera pada saraf frenikus yang berfungsi utama sebagai pengontrol gerakan diagfragma sehingga memicu cegukan antara lain adalah [6] :

  • Iritasi tenggorokan atau sakit tenggorokan
  • Iritasi gendang telinga yang berpotensi dipicu kemasukan benda asing
  • Kista atau tumor pada tenggorokan
  • Asam lambung
  • Gondok atau kelenjar tiroid yang mengalami pembesaran/pembengkakan.

Selain iritasi dan cedera pada saraf frenikus, beberapa hal lain berikut ini pun mampu menjadi faktor penyebab cegukan berlangsung cukup lama, yaitu [2,6,8] :

  • Penggunaan tembakau atau merokok
  • Penyalahgunaan alkohol yang terlalu berlebihan
  • Penyakit diabetes
  • Reaksi anestesi atau obat bius usai menempuh prosedur operasi
  • Penyakit Parkinson
  • Kanker
  • Efek pengobatan kanker
  • Malformasi arteri-vena (sebuah kondisi saat vena dan arteri tersangkut di bagian otak)
  • Penyakit gagal ginjal
  • Elektrolit dalam tubuh tidak seimbang
  • Efek penggunaan obat tertentu (obat penenang, steroid atau barbiturat)
  • Penggunaan kateter dalam pemeriksaan atau perawatan otot jantung
  • Trakeostomi atau prosedur operasi pada area leher
  • Bronkoskopi

Penyebab Cegukan Persisten

Sistem saraf pusat di dalam tubuh manusia terdiri dari sumsum tulang belakang dan otak.

Ketika sistem saraf pusat terganggu atau mengalami kerusakan, maka cegukan persisten bisa saja terjadi.

Hal ini disebabkan oleh kemampuan tubuh dalam mengendalikan cegukan telah hilang.

Kerusakan pada sistem saraf pusat tersebut dapat disebabkan oleh beberapa kondisi di bawah ini [6] :

Faktor Risiko Cegukan

Cegukan adalah kondisi yang bisa sewaktu-waktu terjadi pada banyak orang tanpa mengenal usia.

Bahkan janin pun dapat mengalaminya saat masih berada di dalam perut ibu. Namun, faktor-faktor ini dapat menjadi peningkat risiko cegukan [6,8] :

  • Pria
  • Memiliki riwayat operasi perut
  • Mengalami reaksi fisik maupun mental atau emosional secara dratis, misal dari bersemangat dan gembira berubah menjadi kecemasan atau sebaliknya
  • Diberi obat bius atau anestesi
Tinjauan
Penyebab cegukan terbagi menurut durasi berlangsungnya cegukan tersebut. Hal ini dapat meliputi kebiasaan makan yang buruk, cedera pada sistem saraf, hingga terkait dengan kondisi atau efek perawatan medis serius lainnya.

Gejala Cegukan

Gejala cegukan yang paling utama tentunya terdengar bunyi hik yang timbul secara tiba-tiba yang seringkali tanpa ada sebabnya dan cukup mengagetkan diri sendiri [4,7].

Bunyi hik tersebut adalah pergerakan diafragma yang terjadi secara mendadak. Dalam beberapa menit, bunyi hik biasanya dapat hilang dengan sendirinya.

Namun bila cegukan berlangsung cukup lama, maka hal ini mampu meningkatkan potensi penderita mengalami kelelahan.

Jika cegukan berlangsung secara persisten atau terus-menerus dan dalam waktu lebih lama lagi, ada kemungkinan penderita akan mengalami penurunan berat badan.

Cegukan yang serius dan persisten dapat memengaruhi kualitas tidur hingga pola makan yang menurun sehingga berdampak dengan mudah pada berat badan.

Kapan seharusnya memeriksakan diri ke dokter?

Pada kebanyakan kasus cegukan tidaklah sampai harus memeriksakan diri ke dokter karena cegukan akan hilang sendiri dalam waktu beberapa menit.

Namun bila cegukan terjadi secara tidak biasa dan berlangsung hingga berjam-jam lalu sampai mengganggu tidur dan pola makan, segeralah ke dokter [5,8].

Pemeriksaan diri ke dokter sangat dianjurkan pula apabila cegukan disertai dengan sejumlah keluhan seperti berikut [4,5] :

  • Batuk berdarah
  • Muntah-muntah
  • Sakit tenggorokan atau ketidaknyamanan di bagian tenggorokan
  • Demam
  • Nyeri pada perut
  • Sesak nafas

Ketika ke dokter, pemeriksaan yang dokter terapkan biasanya berupa pemeriksaan dan evaluasi fisik pasien [4].

Sementara itu, tes lanjutan tidaklah diperlukan kecuali bila memang cegukan menandakan adanya kondisi medis serius pada tubuh pasien.

Bila cegukan mengarah pada penyakit tertentu, maka dokter kemungkinan akan meminta pasien untuk menempuh beberapa metode diagnosa ini [4,6,7] :

  • Tes Pemindaian : Tes seperti MRI scan, CT scan dan rontgen dada diperlukan untuk mengetahui kondisi diafragma pasien.
  • Tes Darah : Tes ini diperlukan agar dokter dapat mengetahui ada tidaknya tanda penyakit ginjal, diabetes, atau infeksi.
  • Bronkoskopi : Tes ini dilakukan oleh dokter dengan tujuan memeriksa kondisi paru-paru serta saluran udara dalam tubuh pasien.
  • Endoskopi : Tes ini kemungkinan diperlukan agar dokter dapat mengecek kondisi usus, perut, dan esofagus pasien.
  • Ekokardiogram : Tujuan tes ini adalah supaya dokter dapat mengecek kondisi fungsi jantung pasien.
  • Tes Fungsi Liver : Bila dokter mencurigai adanya hal-hal yang tidak beres berkaitan dengan organ hati, maka tes ini bisa saja diterapkan.

Diperlukan pemeriksaan oleh dokter ahli saraf jika cegukan berkaitan dengan penyakit stroke.

Diperlukan pemeriksaan oleh dokter ahli pernafasan jika cegukan berkaitan dengan penyakit paru atau pneumonia.

Dan bila cegukan merupakan salah satu tanda gangguan pencernaan pada lambung, maka temui dokter spesialis gangguan sistem pencernaan saja.

Tinjauan
Cegukan ditandai dengan keluarnya bunyi hik secara mendadak yang umumnya tidaklah berlangsung lama. Namun bila cegukan terjadi berjam-jam hingga berhari-hari, pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan penyebabnya.

Pengobatan Cegukan

Cegukan pada umumnya hanya perlu diatasi dengan cara mandiri atau rumahan dengan langkah-langkah alami serta sederhana.

Namun bila cegukan berlangsung sangat lama dan dicurigai adanya kondisi serius, perawatan medis sangat diperlukan.

Penanganan Mandiri

Cara menangani cegukan biasanya tidak serepot yang dibayangkan karena beberapa langkah ini dapat menghentikan dan merilekskan diafragma yang kontraksi sehingga cegukan hilang dengan lebih cepat walau beberapa belum terbukti efektif secara ilmiah [3,4,5,6,7,8] :

  • Minum segelas air putih namun dengan meneguknya cepat-cepat
  • Tahan nafas dalam beberapa detik
  • Gigit sebuah lemon
  • Tarik lidah sekuat-kuatnya
  • Minta bantuan orang lain untuk mengagetkan
  • Bernafas di dalam kantong kertas
  • Rileks dan lanjutkan dengan mengambil serta mengembuskan nafas secara perlahan-lahan
  • Pijat berulang secara pelan di area leher
  • Akupuntur

Penanganan Medis

Ketika penanganan secara mandiri di rumah tidak efektif dan cegukan terus berlangsung bahkan sampai berjam-jam (3 jam atau lebih), hubungi dokter atau langsung kunjungi dokter.

Untuk cegukan kronis, apalagi yang sudah lebih dari 48 jam hingga 1 bulan tidak juga membaik, dokter dapat meresepkan beberapa obat seperti [4] :

Pada beberapa kasus cegukan yang tak kunjung berhenti pun, penderitanya ada yang memutuskan untuk menempuh terapi hipnosis [7].

Hipnosis atau hipnoterapi perlu dilakukan oleh ahlinya (psikolog atau psikiater) di mana prosedur ini juga disebut dengan praktek relaksasi.

Pada kondisi saraf frenikus yang cukup serius kondisinya karena iritasi ataupun cedera, maka hal ini perlu diatasi dengan pasien menempuh operasi [3,4,6,7].

Prosedur operasi lebih direkomendasikan ketika penanganan lainnya baik secara mandiri maupun melalui obat-obatan tidak dapat menghentikan cegukan.

Penanganan Cegukan pada Anak

Cegukan dapat pula dialami oleh bayi dan balita kapan pun, namun umumnya tidaklah membahayakan si kecil [4].

  • Saat cegukan terjadi khususnya di saat si kecil sedang minum susu atau makan, hentikan itu segera (baik itu pemberian susu formula, ASI atau makanan/minuman lainnya).
  • Ubah posisi bayi pada gendongan dan pastikan untuk membantu si kecil bersendawa.
  • Saat si kecil sudah kembali tenang dan cegukan benar-benar telah berhenti, barulah lanjutkan memberi makan atau susu padanya.

Namun, ada kalanya cegukan bisa bertambah buruk karena tak kunjung berhenti walau sudah coba menghentikannya.

Jangan tunggu terlalu lama apalagi masih mencoba dengan upaya sendiri untuk menghentikan cegukan, segera bawa ke dokter spesialis anak untuk ditangani lebih tepat.

Tinjauan
Penanganan cegukan biasanya dapat dilakukan di rumah dengan cara sederhana seperti minum air putih banyak atau menahan nafas. Namun saat cegukan lebih serius, penanganan medis dengan pemberian obat-obatan akan dilakukan oleh dokter.

Komplikasi Cegukan

Khusus cegukan jangka panjang atau cegukan persisten, bila tak segera ditangani dengan tepat maka kemungkinan besar dapat membahayakan kesehatan penderitanya.

Berikut adalah sejumlah komplikasi yang dapat terjadi karena cegukan sudah sangat mengganggu [4,6] :

Pada kasus yang sangat langka, cegukan yang berlangsung sangat lama tanpa penanganan mampu berakibat pada GERD (gastroesophageal reflux disease) dan aritmia jantung.

Pencegahan Cegukan

Cegukan tanpa disadari sering timbul secara tiba-tiba, namun sebenarnya hal ini dapat terjadi ketika seseorang tak menyadari kebiasaan makan atau minumnya.

Walau seringkali cegukan tak dapat dicegah, berikut adalah beberapa cara untuk bisa menghindari cegukan [4,5,6] :

  • Hindari minum terlalu banyak
  • Hindari makan terlalu cepat
  • Hindari makan terlalu banyak
  • Hindari makan makanan yang terlalu pedas
  • Hindari makan makanan atau minuman yang sangat dingin tepat setelah menikmati yang panas
  • Hindari mengunyah permen karet atau merokok terlalu sering
  • Hindari mengonsumsi minuman bersoda terlalu berlebihan
  • Hindari suhu udara atau ruangan yang bisa berubah drastis
  • Tetap rileks dan tenang untuk menjaga kestabilan emosi maupun reaksi fisik
Tinjauan
Meski cegukan seringkali terjadi tiba-tiba, langkah pencegahan dapat tetap dilakukan dengan mengenali penyebab-penyebab cegukan supaya mampu menghindari faktor-faktor tersebut.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment