8 Jenis Insomnia dan Cara Mengatasinya

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Insomnia merupakan gangguan tidur yang dapat mempengaruhi kualitas tidur, seperti kesulitan tidur, terjaga di malam hari [1,2], atau bangun lebih awal [2]. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa kantuk di siang hari karena tubuh masih kurang istirahat.

Studi dari klinik Cleveland menemukan bahwa sekitar 50 persen orang dewasa mengalami insomnia sesekali. Sementara itu, 1 dari 10 orang akan mengalami insomnia kronis. Meskipun insomnia dapat dialami siapa saja, akan tetapi kasus insomnia banyak dialami oleh wanita dan orang dewasa [1].

Sangat penting mengetahui jenis insomnia agar dapat mengobatinya secara efektif. Berikut ini penjelasan mengenai jenis insomnia yang dapat dialami oleh seseorang, diantaranya adalah :

1. Insomnia Akut

Insomnia akut merupakan insomnia jangka pendek yang berlangsung beberapa hari hingga minggu [1]. Insomnia akut umum dialami oleh seseorang. Kondisi ini terjadi saat seseorang mengalami peristiwa yang membuat stres seperti kehilangan orang yang dicintai dan memulai pekerjaan baru [1,3].

Selain stres, insomnia akut juga disebabkan oleh faktor lingkungan seperti cahaya atau kebisingan, tidur di tempat yang tidak dikenal, ketidaknyamanan fisik, penyakit, penat terbang, atau obat-obatan tertentu [1].

Gejala pada insomnia akut dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan waktu insiden stres yang menjadi penyebab insomnia. Namun apabila tidak kunjung hilang, insomnia ini dapat berupah menjadi kronis [5].

2. Insomnia Kronis

Seseorang dapat dikatakan mengalami insomnia kronis apabila tidak dapat tidur atau kesulitan tetap tertidur. Kondisi ini dialami setidaknya tiga kali dalam seminggu selama lebih dari tiga bulan [3].

Insomnia juga dapat disebut insomnia idiopatik [3]. Faktor yang menjadi penyebab kondisi ini ialah penyakit diabetes, parkinson, hipertiroidise, apnea tidur, kondisi kesehatan mental, obat-obatan, kafein, alkohol, dan gaya hidup [1].

Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan menjalani Terapi Perilaku Kognitif untuk Insomnia (CBT-I), yang merupakan konseling dengan tujuan membingkai ulang persepsi pasien mengenai tidur [3].

3. Insomnia Komorbid

Apabila insomnia terjadi akibat dari beberapa kondisi medis dan psikiatri lainnya, maka kondisi tersebut dapat disebut dengan insomnia komorbid [2,3]. Dalam beberapa kasus, insomnia akan memperburuk kondisi medis dan kejiwaan [2].

Misalnya, orang yang mengalami depresi atau kecemasan dapat membuat penderitanya tetap terjaga di malam hari karena mengalami refluks asam yang dapat membangunkan penderitanya [3].

Oleh karena itu, untuk mengobati insomnia komorbid perlu melakukan pengobatan terhadap kondisi medis dan kejiwaan terlebih dahulu [3].

4. Insomnia Onset

Insomnia onset merupakan kesulitan untuk memulai tidur. Jenis insomnia ini bersifat jangka pendek [1]. Penderita insomnia onset membutuhkan waktu lebih dari 30 menit untuk tertidur [3].

Salah satu penyebab dari insomnia onset adalah masalah psikologi atau kejiwaan seperti stres, kecemasan, hingga depresi. Meskipun beberapa faktor lain seperti kafein dan stimulan lainnya dapat mempengaruhi pula [1].

Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan CBT-I atau terapi pembatasan tidur. Terapi ini akan melibatkan spesialis untuk menentukan perbandingan waktu tidur dengan waktu di tempat tidur [3].

5. Insomnia Maintenance

Insomnia maintenance merupakan kondisi dimana seseorang dapat tertidur dengan baik namun akan terbangun di tengah malam dan tidak dapat tidur kembali [1,3]. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa khawatir tidak memiliki waktu tidur yang cukup sehingga dapat mengganggu untuk kembali tidur [1].

Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mengalami kondisi ini, seperti apnea tidur, penyakit refluks gastroesofagus, dengkuran, asma, sindrom kaki gelisah, gangguan gerakan tungkai periodik, atau depresi [1].

Untuk mengatasi insomnia maintenance, seseorang perlu mengetahui faktor penyebabnya terlebih dahulu. Kemudian upayakan untuk mengatasi masalah kesehatan yang menjadi penyebab insomnia jenis ini.

6. Insomnia Psikofisiologis

Insomnia psikofisiologis dapat dialami oleh seseorang yang khawatir tentang jam tidur bahkan beberapa orang mencatat jam tidur setiap malam. Fenomena ini justru akan menimbulkan kekhawatiran yang berujung stres [3].

Jenis insomnia ini umumnya dialami oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja lebih tua, hingga orang dewasa. Insomnia psikofisiologis bersifat sikut yang dapat berkembang dengan perlahan selama bertahun-tahun [4].

Untuk mengatasi kondisi ini, seseorang dapat melakukan pengobatan melalui terapi relaksasi. Terapi ini dapat mengarahkan pikiran menjadi lebih nyaman [3]. Selain itu, dapat juga diatasi menggunakan hipnotik [4].

7. Insomnia Perilaku Masa Kanak-kanak (Behavioral insomnia of childhood/BIC)

Insomnia jenis ini telah dialami oleh 25 persen anak-anak [1,4]. Saat anak-anak tumbuh, perilaku tidur mereka berubah secara drastis. Tidak ada tidur siang, sedangkan tidur malam memerlukan waktu yang lebih lama, sehingga waktu tidur akan mundur ke belakang [4].

Kondisi insomnia ini dapat dibagi menjadi tiga subtipe, diantaranya adalah [1,4,6] :

  • BIC sleep-onset: kondisi ini dapat terjadi akibat kebiasaan sebelum tidur seperti tidur dengan digoyang atau disusui dan dibacakan cerita.
  • BIC limit-setting: kondisi ini timbul akibat anak menolak untuk tidur dan mencoba menunda waktu tidur dengan cara meminta minum, pergi ke kamar mandi, dan lain sebagainya.
  • BIC combined type: Kondisi ini merupakan kombinasi dari kedua subtipe BIC.

8. Insomnia Paradoksal

Insomnia paradoksal merupakan insomnia parah yang dapat menyebabkan seseorang tidak tidur selama satu malam hingga lebih. Dampak yang ditimbulkan pun tergantung dari tingkat keparahan insomnia [4].

Banyak penderita insomnia paradoksal yang mengaku bahwa mereka meremehkan waktu tidur. Dalam sebuah penelitian di jurnal Neurotherapeutics menemukan bahwa kondisi insomnia jenis ini terjadi pada kurang dari 5% penderita insomnia [4].

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment