Kanker Mata : Penyebab – Gejala dan Pengobatan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Tinjauan Medis : dr. Maria Arlene
Kanker mata dapat merujuk kepada kanker apapun yang dimulai pada mata. Tipe kanker mata yang paling umum adalah melanoma, namun ada beberapa tipe kanker lain yang mengenai berbagai sel berbeda pada mata.... Pada orang dewasa kanker mata yang paling umum adalah melanoma dan limfoma Non-Hodgkin, sedangkan pada anak-anak yang paling umum adalah retinoblastoma dan medulloepithelioma. Kanker juga dapat dimulai dari jaringan tubuh lain seperti paru dan payudara, kemudian menyebar ke mata. Kanker mata tidak selalu menunjukkam gejala yang jelas, dan mungkin saja baru terdeteksi saat melakukan pemeriksaan mata rutin. Gejala yang muncul dapat berupa adanya bayangan atau kilatan cahaya pada pandangan, pandangan kabur, adanya lesi hitam pada mata yang semakin membesar, salah satu mata terlihat menonjol, adanya benjolan pada kelopak mata atau di dalam mata yang semakin besar. Konsultasikan kepada dokter jika Anda merasa ada yang tidak biasa dari mata Anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan mata, mungkin dengan menggunakan beberapa modalitas yang berbeda untuk membantu menegakkan diagnosis. Terapi kanker mata berbeda-beda bergantung pada lokasi dan ukuran tumor. Read more

Apa Itu Kanker Mata?

Kanker Mata
Kanker Mata ( img : The Daily Star )

Kanker mata atau kanker okular merupakan sebuah kondisi ketika jaringan atau sel-sel organ mata mengalami pertumbuhan abnormal yang bersifat ganas, tak terkendali dan sangat cepat [1,2,4,5,6].

Karena tak terkendali dan tumbuh dengan cepat, maka penyebaran sel-sel abnormal ini dapat terjadi hingga mencapai bagian tubuh lain [1,4,5,6].

Bahkan sel-sel dan jaringan sehat yang ada di sekeliling organ mata dapat ikut terpengaruh dan mengalami kerusakan pada akhirnya.

Walau merupakan jenis penyakit yang jarang, orang-orang sebaiknya mewaspadai kanker mata terutama karena kanker ini dapat terjadi di tiga bagian mata utama.

Bola mata atau globe, orbita atau jaringan yang mengelilingi bola mata, serta aksesoris mata (meliputi kelopak mata dan kelenjar air mata) merupakan lokasi-lokasi area mata yang dapat ditumbuhi kanker [8].

Tinjauan
Kanker mata adalah sebuah kondisi sel kanker yang tumbuh pada jaringan mata atau hasil dari penyebaran kanker organ lain yang sampai ke mata.

Fakta Tentang Kanker Mata

  1. Melanoma okular adalah kanker mata primer yang paling sering dijumpai dengan jumlah pasien sebanyak 2.500 orang setiap tahunnya di Amerika Serikat [1].
  2. Melanoma okular walau tergolong sebagai penyakit yang jarang, diperkirakan 5-6 orang per 1.000.000 populasi umum menderita penyakit ini [1].
  3. Prevalensi kanker di Indonesia menurut hasil survei Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 adalah sekitar 4,3% dengan kasus tergolong tinggi di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (9,6%) serta Maluku (1,5%); namun untuk prevalensi kanker mata di Indonesia belum diketahui secara spesifik [2].
  4. Prognosis kanker mata beragam, tergantung dari sedini apa kondisi terdeteksi dan tertangani dengan benar. Jika kanker mata terdiagnosa dini, tingkat kelangsungan hidup 5 tahun adalah 85% [3].
  5. Rata-rata tingkat kelangsungan hidup 5 tahun penderita kanker mata adalah sekitar 80% di mana terdapat kurang lebih 73% orang yang terdiagnosa dini menderita kanker mata [3,4].
  6. Jumlah pasien yang terdiagnosa kanker mata berukuran besar dengan tingkat kelangsungan hidup 5 tahun adalah 50% [4].
  7. Jumlah kasus kanker mata per tahun di Inggris adalah sekitar 750 kasus [4].

Kanker Mata Primer dan Sekunder

Seperti halnya kasus kanker jenis lainnya, kanker mata pun terdiri dari dua jenis kondisi, yaitu kanker mata primer dan kanker mata sekunder.

Kanker Mata Primer

Kanker mata ini adalah sebuah kondisi ketika sel kanker tumbuh berawal dari bagian mata dan tipe kanker mata ini tergolong jarang [5,7].

Bagian mata yang dimaksud adalah bola mata, aksesoris mata dan orbita seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Kanker Mata Sekunder

Sementara itu kanker mata sekunder adalah jenis kanker mata di mana sel kanker tumbuh berawal dari organ tubuh lain lalu menyebar hingga ke mata [5,7].

Misalnya saja kanker otak, jika kanker ini semakin parah dan menyebar, maka area mata dapat terpengaruh [7].

Kanker mata ini disebut dengan kondisi kanker mata sekunder karena sel kanker tidak tumbuh berawal dari bagian mata.

Tinjauan
Kanker mata terdiri dari kanker mata primer (kanker yang tumbuh berawal dari jaringan mata) dan sekunder (kanker yang berawal dari organ lain dan menyebar sampai ke mata).

Jenis-jenis Kanker Mata Menurut Jaringan Asal

Terdapat beberapa jenis kanker mata menurut jaringan asalnya, yaitu sebagai berikut :

Retinoblastoma

Retinoblastoma adalah jenis kanker mata yang paling rentan terjadi pada anak-anak yang diakibatkan oleh mutasi gen retina serta mampu terjadi di satu maupun kedua sisi mata [4,5,7].

Terjadi pembelahan sel-sel retina secara cepat karena mutasi gen tersebut sehingga kemudian penyebaran sampai ke jaringan mata.

Bukan tidak mungkin, pembelahan sel retina abnormal menyebar sampai pada organ atau jaringan tubuh lain.

Kanker Kelenjar Air Mata

Malignant mixed epithelial tumor adalah istilah untuk kanker kelenjar air mata di mana kanker ini berawal dari sel-sel kelenjar [8].

Seperti tanda kanker pada jenis lainnya, kelenjar air mata akan membengkak dan terdapat benjolan di sana.

Jika kanker yang tumbuh ini tak segera memperoleh penanganan, penyebaran dapat terjadi hingga lebih luas lagi.

Kanker Orbita

Pada mata, terdapat serangkaian otot yang berfungsi menggerakkan jaringan ikat sekitar bola mata serta bola mata itu sendiri [1].

Bila bagian tersebut ditumbuhi kanker, maka jenis kanker ini disebut dengan istilah kanker orbita.

Kanker Kelopak Mata

Jika bagian kelopak mata ditumbuhi sel tak normal, maka inilah yang disebut dengan tumor atau kanker kelopak mata [8].

Permukaan kulit kelopak mata akan nampak lebih besar, karena adanya benjolan atau pembengkakan di sana.

Kanker kelopak mata juga diketahui termasuk dalam varian kanker kulit, seperti karsinoma sel skuamosa atau karsinomal sel basal [8].

Limfoma Intraokular

Jenis kanker mata lainnya adalah limfoma intraokular, yakni jenis kanker yang berawal dari sel-sel kelenjar getah bening di dalam mata [10].

Penderita gangguan sistem imun, termasuk juga HIV/AIDS yang melemahkan tubuh berpotensi lebih besar mengidap kanker mata ini [9].

Pada kasus limfoma intraokular, kemunculannya biasanya di saat yang sama dengan PCNSL (primary central nervous system lymphoma) atau limfoma pada sistem saraf pusat [11].

Jenis kanker mata satu ini pun diketahui termasuk limfoma non-Hodgkin.

Melanoma Intraokular

Jenis kanker mata paling umum adalah melanoma intraokular di mana perkembangan melanoma terjadi dari sel-sel penghasil pigmen [12].

Melanosit adalah sebutan bagi sel-sel yang menghasilkan pigmen atau zat warna dan bagian ini berlokasi di jaringan uvea [12].

Timbulnya jenis kanker ini seringkali ada pada koroid, meski demikian tak juga menutup kemungkinan pertumbuhan kanker terjadi pada selaput pelangi atau jaringan iris [12].

Melanoma Konjungtiva

Membran konjungtiva adalah salah satu bagian mata yang bertugas sebagai pelapis kelopak mata dan bola mata [1,6,8].

Melanoma konjungtiva artinya adalah sebuah kondisi di mana kanker tumbuh di bagian mata tersebut.

Tanda utama dari melanoma konjungtiva adalah munculnya noda berwarna hitam pada mata yang merupakan kanker itu sendiri.

Tinjauan
Kanker mata terklasifikasi menjadi beberapa jenis kondisi, yaitu retinoblastoma, kanker kelenjar air mata, kanker orbita, kanker kelopak mata, limfoma intraokular, melanoma intraokular, dan melanoma konjungtiva.

Penyebab Kanker Mata

Penyebab kanker mata belum diketahui secara jelas, namun mutasi gen diduga kuat menjadi alasan kanker mata terjadi.

Mutasi gen biasanya terjadi pada jaringan mata, khususnya gen-gen yang berperan utama sebagai pengatur dan pengendali tumbuhnya sel [1,5,6,7].

Walau penyebab utama belum diketahui secara pasti, beberapa faktor berikut mampu menjadi peningkat risiko kanker mata dan perlu diwaspadai :

  • Faktor usia, terutama bila usia sudah menginjak lebih dari 50 tahun [6,13].
  • Faktor riwayat kelainan tertentu, seperti adanya bercak hitam di mata (nevus of Ota) atau banyak tahi lalat di tubuh (dysplastic nevus syndrome) [1,4].
  • Faktor riwayat kesehatan keluarga, di mana risiko terkena kanker mata semakin tinggi apabila terdapat anggota keluarga yang pernah menderita kanker mata, terutama jenis melanoma intraokular [1].
  • Faktor warna bola mata, seperti hijau atau biru [1,4,6].
  • Faktor warna kulit, seperti warna kulit putih [1,4,6].
  • Faktor lingkungan, seperti paparan sinar matahari, zat kimia, lampu ultraviolet yang mengenai mata terlalu sering dan bersifat berbahaya [1,4].
  • Faktor pekerjaan, seperti pekerjaan menjadi tukang las yang hampir setiap hari kedua matanya terpapar sinar dari alat las [6,8].
Tinjauan
Mutasi gen kerap dikaitkan dengan timbulnya kanker, termasuk kanker mata. Namun, beberapa faktor seperti usia, riwayat keluarga pengidap kanker mata, riwayat kelainan tertentu, warna bola mata, warna kulit, faktor lingkungan, dan faktor pekerjaan dapat meningkatkan risiko kanker mata.

Gejala Kanker Mata

Seringkali, kanker mata tidak menunjukkan adanya gejala abnormal atau mencurigakan di awal [1].

Meski tampak biasa saja dan normal, hati-hati karena sel-sel kanker tetap dapat tumbuh semakin ganas.

Gejala kanker mata baru akan timbul kemungkinan setelah kanker pada mata mulai menyebar.

Gejala kanker mata yang dialami oleh antar penderitanya tidak sama sebab gejala yang timbul sesuai dengan jenis kanker.

Gejala kanker mata pun tidak mudah disadari oleh penderita karena memiliki kemiripan dengan gejala penyakit mata lainnya [1].

Hanya saja, sejumlah gejala kanker mata yang umum terjadi antara lain adalah [1,4,5,7] :

  • Ruang pandang menyempit.
  • Terdapat bintik pada iris yang berwarna gelap.
  • Mata terasa nyeri.
  • Timbul benjolan di sekitar mata, terutama biasanya di kelopak mata atau permukaan mata.
  • Konjungtivitis
  • Mata iritasi yang ditandai dengan mata memerah.
  • Satu sisi mata lebih menonjol dari sisi mata lainnya.
  • Juling atau strabismus.
  • Bentuk dan ukuran pupil berubah.
  • Seperti melihat adanya kilatan cahaya.
  • Mata seperti menangkap benda-benda yang beterbangan/floaters, melihat bintik-bintik atau garis-garis.
  • Penglihatan terganggu.
  • Pada anak dengan kondisi retinoblastoma, mata akan tampak seperti mata kucing atau terlihat adanya bercak berwarna putih ketika matanya terkena sinar.

Kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter?

Seperti telah disebutkan bahwa gejala kanker mata memiliki kemiripan dengan penyakit mata lainnya, maka sangat dianjurkan untuk segera ke dokter ketika keluhan-keluhan di atas mulai terjadi.

Bila gejala-gejala tersebut dirasakan atau dialami dan dalam waktu 2 minggu lebih tidak kunjung mereda, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter.

Alangkah lebih baik jika melakukan pemeriksaan mata secara rutin setidaknya setahun sekali agar risiko kanker mata dapat dihindari karena gejala awal terdeteksi dini.

Tinjauan
Beberapa gejala yang dapat dialami sebagai tanda seseorang mengalami kanker mata adalah ruang pandang menyempit, bintik gelap di iris mata, nyeri mata, benjolan di sekitar mata, konjungtivitis, iritasi dan kemerahan pada mata, sisi mata satu lebih menonjol dari sisi mata lainnya, juling, perubahan ukuran dan bentuk pupil mata, hingga penglihatan terganggu.

Pemeriksaan Kanker Mata

Ketika memeriksakan diri ke dokter, biasanya dokter akan melakukan sejumlah metode diagnosa sebagai berikut :

  • Pemeriksaan Fisik

Dokter akan menerapkan pemeriksaan fisik lebih dulu kepada pasien, yakni pemeriksaan mata menggunakan gonioskopi, slit lamp, dan oftalmoskop [1,4].

Kondisi mata akan dapat terlihat lebih jelas menggunakan ketiga metode tersebut.

Selain itu, dokter juga mengetahui seberapa baik kemampuan melihat pasien, gerakan bola mata pasien, serta keadaan pembuluh darah mata pasien.

  • Pemeriksaan Riwayat Kesehatan

Pemeriksaan lainnya yang dokter biasanya perlu lakukan adalah pemeriksaan riwayat gejala atau medis yang pasien alami [1,8].

Dokter akan bertanya kepada pasien mengenai sejak kapan gejala terlihat atau dirasakan, apa yang dapat memicunya, serta apa yang membuat gejala bisa reda [1].

Dokter juga perlu mengetahui riwayat kesehatan umum pasien sebagai penegak diagnosa.

  • Tes Pemindaian

Tes pemindaian dapat menjadi tes penunjang untuk membantu dokter menegakkan diagnosa [1,4].

Biasanya, tes pemindaian meliputi CT scan, MRI scan, dan USG mata [1,4].

Tujuan utama tes pemindaian adalah untuk mengidentifikasi ukuran tepat sel kanker yang tumbuh pada mata serta lokasi sel kanker [4].

Untuk memastikan apakah gejala-gejala yang dikeluhkan oleh pasien merupakan sebuah kondisi kanker mata, biopsi terkadang diperlukan sebagai tes penunjang [4,6].

Pada prosedur ini, dokter akan mengambil sampel jaringan mata yang dicurigai telah ditumbuhi kanker [4].

Dokter selanjutnya akan membawa sampel jaringan ini ke laboratorium guna menganalisanya lebih jauh.

  • Lumbal Pungsi

Lumbal pungsi juga diperlukan dalam proses pemeriksaan kanker mata sebagai pendeteksi dan pengonfirmasi apakah kanker limfoma intraokular-lah yang terjadi [14].

Biasanya, lumbal pungsi juga digunakan oleh dokter untuk mengetahui tingkat penyebaran kanker limfoma intraokular khususnya di otak maupun saraf tulang belakang serta pemeriksaan retinoblastoma [14].

  • Angiogram Fluoresens

Pada prosedur diagnosa ini, dokter akan menyuntikkan cairan berwarna khusus lebih dulu ke aliran darah pasien [4].

Kamera khusus kemudian akan digunakan untuk mendeteksi keberadaan tumor dengan mengambil gambar.

Tinjauan
Metode diagnosa yang umumnya diterapkan oleh dokter adalah pemeriksaan mata, pemeriksaan riwayat gejala dan kesehatan, tes pemindaian, biopsi, lumbal pungsi, dan angiogram fluoresens

Pengobatan Kanker Mata

Pengobatan yang ditempuh oleh pasien kanker mata sama sekali tidak menjamin kesembuhan.

Karena baik tidaknya prognosis kanker mata atau besar kecilnya peluang pasien untuk sembuh tergantung dari tingkat keparahan/penyebaran kanker, ukuran tumor, serta lokasi area mata yang ditumbuhi tumor.

Bahkan usai perawatan kanker mata dan dokter menyatakan pasien telah sembuh, tetap ada potensi kanker mata untuk kembali kambuh.

Beberapa metode pengobatan kanker mata yang umumnya dapat diperoleh atau dijalani oleh pasien antara lain :

1. Prosedur Operasi

Prosedur operasi menjadi tindakan utama untuk mengatasi kanker mata pasien, namun ukuran kanker dan lokasinya menjadi pertimbangan penting dalam menentukan jenis operasi.

Dokter akan memberi bius total kepada pasien sebelum prosedur operasi dilakukan.

Berikut ini merupakan jenis-jenis tindakan operasi yang biasanya direkomendasikan oleh dokter :

  • Iridotrabulektomi atau operasi untuk mengangkat bagian dari iris mata sekaligus melibatkan bagian luar bola mata sedikit apabila diperlukan; biasanya, operasi ini dilakukan untuk menangani melanoma pada iris [15].
  • Iridektomi atau operasi untuk mengangkat bagian iris mata yang terkena kanker melanoma; hanya saja, operasi ini diterapkan pada kasus iris yang ukurannya kecil [15].
  • Enukleasi atau prosedur bedah untuk mengangkat seluruh bola mata karena melanoma berukuran besar. Enukleasi adalah jenis operasi yang paling dibutuhkan oleh pasien yang penglihatannya sudah hilang [1,4,6,7,15].
  • Iridosikletomi atau operasi untuk mengangkat bagian iris dan juga badan siliaris sebagian dalam waktu yang sama; tujuannya adalah untuk menangani kasus melanoma iris [15].
  • Eksenterasi mata atau prosedur bedah untuk mengangkat bola mata serta bagian mata lain yang terpengaruh seperti saraf, kelopak mata, otot mata, atau jaringan pada rongga mata lainnya [6,15].
  • Reseksi transkleral atau prosedur bedah untuk mengangkat kanker melanoma yang menyerang badan siliaris atau koroid [15].

2. Terapi Laser

Selain berbagai jenis prosedur bedah, terapi laser juga kemungkinan akan dokter rekomendasikan kepada pasien [1,6,15].

Fungsi tindakan medis ini adalah sebagai penghancur jaringan kanker dengan memanfaatkan sinar laser yang diarahkan ke target lokasi kanker [1,15].

Untuk pasien retinoblastoma dan melanoma intraokular kecil, biasanya terapi laser ini bisa diterapkan, namun tidak bagi pasien limfoma intraokular [1,15].

3. Kemoterapi

Metode pengobatan kanker mata lainnya yang juga umum diterapkan untuk mengatasi kanker secara umum adalah kemoterapi [1,4,7,15].

Kemoterapi adalah terapi obat di mana pemberiannya dilakukan dengan menyuntikkan langsung ke intraokular (area mata) [1].

Ada pula yang diberikan secara langsung melalui suntikan ke dalam intratekal atau cairan serebrospinal maupun infus [7].

4. Radioterapi

Terapi radiasi atau radioterapi adalah sebuah prosedur penanganan kanker yang dokter lakukan menggunakan sinar-X bertenaga tinggi [1,4,6,7,15].

Dokter akan menembakkan sinar-X ini ke jaringan kanker secara langsung yang memang memiliki risiko tinggi pada pasien.

Kerusakan bola mata hingga kehilangan penglihatan memang menjadi risiko besar pada tindakan medis ini.

Di bawah ini merupakan dua jenis radioterapi yang dapat pasien tempuh sesuai kondisi kesehatan :

  • Radioterapi eksternal atau tindakan terapi radiasi yang dokter lakukan dengan penembakan sinar-X ke mata secara langsung, hanya saja beberapa jaringan sehat di dekat tumbuhnya kanker akan ikut rusak [1,4,15].
  • Brakiterapi atau tindakan terapi radiasi di mana dokter menggunakan pelat radioaktif kecil dan memasukkannya ke area mata yang dekat dengan tumbuhnya jaringan kanker [1,4,15,16].

5. Krioterapi

Krioterapi adalah prosedur pembekuan jaringan kanker yang lebih diperuntukkan bagi pasien dengan retinoblastoma ukuran kecil [1,17].

6. Obat-obatan

Obat antikanker bukan satu-satunya yang kemungkinan diberikan oleh dokter, melainkan ada pula obat imunoterapi untuk mendukung efektivitas obat kemoterapi [1,18].

Ipilimumab dan pembrolizumab merupakan obat golongan imunoterapi yang dapat diandalkan terutama oleh pasien penderita melanoma [18].

Tinjauan
Pengobatan kanker mata umumnya meliputi prosedur bedah (jenis operasi tergantung ukuran dan lokasi kanker pada mata), terapi laser, kemoterapi, radioterapi, krioterapi, serta imunoterapi.

Komplikasi Kanker Mata

Ketika kanker mata tak segera ditangani, maka beberapa risiko komplikasi yang dapat dialami oleh penderitanya antara lain adalah [1,5,6] :

  • Metastasis atau penyebaran kanker mata ke organ-organ tubuh lainnya secara lebih luas.
  • Rekuren kanker.
  • Glaukoma atau rusaknya saraf mata karena tumor yang semakin besar menekan bola mata.
  • Kebutaan
Tinjauan
Sejumlah risiko komplikasi yang perlu diwaspadai oleh penderita kanker mata adalah metastasis (penyebaran kanker), tumbuh kembalinya kanker walau sudah diobati, glaukoma, hingga kebutaan.

Pencegahan Kanker Mata

Sulit untuk mencegah kanker mata karena tak semua jenis kondisi kanker mata diketahui sebabnya.

Namun setidaknya, beberapa upaya berikut dapat dilakukan untuk meminimalisir risiko kanker mata [19].

  • Mencegah infeksi HIV agar limfoma intraokular tidak terjadi.
  • Melindungi diri dengan baik melalui penggunaan kacamata UV-protected misalnya, supaya mata tidak gampang terpapar sinar matahari atau sinar ultraviolet.
  • Memeriksakan kondisi mata secara rutin sekali setahun, terutama dari usia kanak-kanak agar risiko kanker mata dapat ditekan, terutama bila mengetahui bahwa anggota keluarga ada yang mempunyai riwayat kanker mata.
Tinjauan
Sulit untuk mencegah kanker pada mata, namun upaya-upaya seperti mencegah HIV, penggunaan kacamata khusus sebagai pelindung mata dari sinar ultraviolet, serta pemeriksaan mata rutin sejak masih anak-anak.
fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment