Sindrom Robinow: Penyebab – Gejala dan Cara Mengobati

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Sindrom Robinow merupakan sindrom yang tergolong sangat langka. [1, 4]

Angka kejadian sindrom Robinow berkisar antara 1: 500.000 dan rasio antara pria-wanita 1:1. Meskipun jarang terjadi, prevalensinya lebih rendah, karena adanya kematian pada bayi atau anak usia dini. [4]

Di Indonesia sendiri, belum terdapat data yang dapat mengungkapkan prevalensi Sindrom Robinow secara nasional.

Apa Itu Sindrom Robinow ?

Sindrom Robinow adalah kelainan genetik langka yang memengaruhi perkembangan tulang dan bagian tubuh lainnya. [1]

Seseorang yang mengalami sindrom Robinow memiliki kelainan tulang pada berbagai area di tubuh seperti wajah, lengan, kaki, tulang belakang, dan tulang rusuk. Selain itu, penderita juga mengalami cacat jantung bawaan dan kelainan genital. [5]

Para penderita kelainan ini dapat berasal dari jenis kelamin laki-laki maupun perempuan. [4]

Jenis Sindrom Robinow  

Ada dua bentuk sindrom Robinow yang dibedakan oleh tanda dan gejala, keparahan, cara pewarisan, dan gen yaitu Sindrom Robinow resesif autosom dan sindrom Robinow autosom dominan. [1, 3]

  • Sindrom Robinow Resesif Autosom 

Jenis sindrom Robinow ini lebih parah dan biasanya ditandai oleh tulang di lengan dan kaki yang pendek, jari tangan dan kaki pendek, tulang belakang berbentuk baji yang mengarah ke kelengkungan tulang belakang yang tidak normal (kyphoscoliosis); tulang rusuk yang menyatu atau hilang dan perawakan pendek.

Sindrom ini juga memiliki ciri-ciri yang khas pada wajah dimana kadang-kadang wajah mirip dengan wajah janin yang sedang berkembang. Ciri-ciri lainnya mungkin termasuk genitalia terbelakang; masalah gigi; cacat ginjal atau jantung; atau perkembangan tertunda. 

  • Sindrom Robinow Autosom Dominan

Jenis sindrom Robinow ini memiliki gejala yang mirip dengan sindrom Robinow resesif autosom tetapi lebih ringan. Gejala seperti anomali tulang belakang dan tulang rusuk biasanya tidak ada dan perawakan pendek yang terjadi biasanya tidak terlalu parah.

Beberapa orang yang menderita sindrom Robinow dominan autosomal juga mengalami peningkatan kepadatan mineral tulang (osteosclerosis). [1]

Fakta Sindrom Robinow  

Dibawah ini adalah fakta-fakta tentang sindrom Robinow yang penting untuk Anda ketahui: [1, 2, 3, 4, 5]

  • Sindrom Robinow disebabkan oleh mutasi pada gen ROR2, WNT5A, atau DVL1, yang diperlukan untuk perkembangan awal janin.
  • Ada 2 jenis Sindrom Robinow. Jenis resesif autosomal cenderung lebih parah daripada jenis dominan autosomal. 
  • Saat ini, tidak ada cara untuk mencegah terjadinya sindrom Robinow.

Siapa yang paling berisiko mengalami Sindrom Robinow?

Faktor risiko utama dan tunggal dari sindrom ini adalah orang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi sindrom Robinow. [5]

Penyebab Sindrom Robinow  

Sindrom Robinow resesif autosom dan autosom dominan disebabkan oleh perubahan (mutasi) pada gen yang berbeda. [1, 2]

Sindrom Robinow resesif autosom terjadi karena mutasi pada gen ROR2 yang  mengakibatkan kurangnya protein ROR2. Gen ROR2 berperan dalam pembuatan protein yang fungsinya tidak dipahami dengan baik. 

Berkurangnya protein ROR2 bisa mengakibatkan terganggunya pembentukan kerangka, jantung, dan alat kelamin. Mutasi pada gen ROR2 mencegah sel dari membuat protein ROR2 fungsional, yang mengganggu perkembangan mulai sebelum kelahiran dan mengarah pada gejala sindrom Robinow. [1, 2]

Sindrom Robinow autosom dominan terjadi karena mutasi dari beberapa gen, seperti FZD2 , WNT5A , DVL1 , dan DVL3 yang mengakibatkan kurangnya protein spesifik yang diperlukan untuk perkembangan normal. 

Terjadinya peningkatan kepadatan mineral tulang atau osteosclerotic dari kondisi ini merupakan hasil dari mutasi gen DVL1. Mutasi pada salah satu gen ini juga bisa mengubah produksi atau fungsi masing-masing protein, yang merusak sinyal kimiawi yang penting untuk awal perkembangan. [1, 2]

Beberapa kasus sindrom Robinow  tidak terjadi akibat mutasi pada gen-gen di atas. Dalam kasus ini, penyebab kondisinya tidak diketahui.

Gejala Sindrom Robinow  

Jenis gejala dan tingkat keparahan yang dialami oleh penderita sindrom Robinow dapat bervariasi dari satu orang dengan orang lainnya. [1]

Sebagian besar anak-anak dengan sindrom Robinow mengalami keterlambatan pertumbuhan setelah lahir, sehingga menyebabkan perawakan pendek hingga sedang.

Anak-anak yang menderita sindrom ini juga sebagian besar diantaranya memiliki kecerdasan yang normal.  Namun, sekitar 20 persen dari mereka memiliki cacat intelektual, dan keterlambatan dalam mengembangkan keterampilan bahasa. [1]

Anak-anak penderita sindrom ini memiliki ciri-ciri wajah yang khas. Ciri-ciri wajah yang dapat diamati diantaranya adalah: [1, 5]

  • Wajah mirip dengan janin yang sedang berkembang
  • Ukuran abnormal kepala yang terlalu besar (makrosefali)
  • Penonjolan dahi yang tidak biasa (frontal bossing).
  • Bagian tengah wajah yang kurang berkembang (hipoplasia bagian tengah wajah).
  • Kondisi yang membuat mata berjauhan (hipelorisme okuler).
  • Kondisi yang membuat salah satu atau kedua bola mata menonjol keluar (eksoftalmus).
  • Terdapat celah kelopak mata pada posisi tengah ( celah kelopak mata pada posisi tengah (fisura palpebral).
  • hidung kecil, dan lubang hidung lebih terbuka ke depan (anteverted).
  • Mulut lebar berbentuk segitiga disertai dengan lekukan panjang (philtrum) di bagian tengah bibir atas.
  • Dagu kecil.
  • Rahang kecil (mikrognatia).
  • Gusi yang tumbuh terlalu tinggi (hiperplasia gingiva).

Penderita sindrom Robinow dapat memiliki beberapa kelainan gigi seperti: [1, 5]

  • Gigi tidak selaras.
  • Gigi berjejal di belakang (posterior).
  • Erupsi gigi sekunder (permanen) yang tertunda.
  • Struktur jaringan lunak di belakang tenggorokan (uvula) abnormal.
  • Terdapatnya celah pada langit-langit mulut (sumbing langit-langit).
  • Ada celah atau belahan di bibir bagian atas (bibir sumbing).
  • Gerakan lidah yang terbatas (tongue-tie atau ankyloglossia).

Sindrom Robinow juga bisa menyebabkan malformasi sistem kerangka. Beberapa kondisi yang dapat diamati diantaranya adalah: [1]

  • Tulang lengan bawah (jari-jari dan ulna) yang pendek dan kurang berkembang (brachymelia lengan bawah).
  • Malformasi pergelangan tangan (penyakit Madelung pada pergelangan tangan).
  • Jari tangan atau kaki memendek (brachydactyly).
  • Jari kelima dalam posisi bengkok.
  • Tangan kecil yang tidak normal dengan ibu jari lebar.
  • Dislokasi pinggul.
  • Fusi abnormal atau tidak adanya tulang rusuk tertentu.
  • Tulang belakang melengkung (skoliosis).
  • Kurang berkembangnya satu sisi tulang (vertebra) di tengah (toraks) bagian dari tulang belakang (hemivertebrae).
  • Tulang dada  masuk ke dalam (pectus excavatum) dan lain-lain.

Sebagian besar penderita sindrom Robinow mengalami kelainan genital atau kelainan pada alat kelamin, yang berupa: [1]

  • Alat kelamin eksternal yang tidak jelas jantan atau betina (ambigu genitalia). Biasanya dialami oleh sebagian besar bayi yang terkena Robinow.
  • Pada wanita, klitoris dan lipatan kulit terluar memanjang di kedua sisi lubang vagina (labia majora) karena perkembangan jaringan atau organ yang tidak lengkap (hipoplastik).
  • Pada pria, penis berukuran kecil yang tidak normal (mikropenis) dan mungkin tersembunyi di bawah kulit di sekitarnya.
  • Salah satu atau kedua testis tidak turun kedalam skrotum (kriptorkismus) dan lain-lain.

Kelainan fisik lainnya juga dapat dialami oleh penderita sindrom Robinow, misalnya: [1]

  • Pembengkakan ginjal akibat penumpukan urin yang tidak biasa dalam ginjal (hidronefrosis).
  • Penonjolan bagian usus besar melalui pembukaan abnormal pada lapisan otot rongga perut (Hernia inguinalis).
  • Tonjolan bagian usus besar melalui dinding perut dekat pusar (hernia umbilikalis). 
  • Kelainan jantung dan lain-lain.

Kapan Anda harus menghubungi dokter?

Hubungi penyedia layanan kesehatan Anda jika anak Anda mengalami keterlambatan pertumbuhan atau jika Anda melihat gejala-gejala sindrom Robinow, seperti kelainan pada kepala, wajah, genitalia dan kelainan lainnya. [1, 4]

Komplikasi Sindrom Robinow

komplikasi yang mungkin timbul dari Sindrom Robinow, diantaranya: [5]

  • Obstruksi aliran darah ke arteri pulmonalis (pulmonary stenosis) menyebabkan sesak napas, nyeri dada, dan kelelahan. Kondisi ini dapat menyebabkan gagal jantung.
  • Penyempitan bagian atau lubang di tubuh (atresia). Anak-anak mungkin memiliki lubang hidung kecil dan/atau anus kecil.
  • Perkembangan pneumonia pada bayi.
  • Kelainan ginjal yang dapat menyebabkan gagal ginjal kronis.
  • Keterlambatan perkembangan pada anak.

Gangguan Terkait Sindrom Robinow

Gejala-gejala dari Sindrom Robinow dapat mirip dengan gejala dari kondisi medis lainnya, seperti: [1]

Adalah kelainan genetik yang ditandai oleh lengan dan kaki yang tidak normal atau pendek dan ukuran tubuh pendek (dwarfisme tungkai pendek), kondisi wajah yang abnormal, atau malformasi kerangka. [1]

Kelainan ini memiliki ciri-ciri  wajah yang khas meliputi ukuran abnormal kepala yang terlalu besar (makrosefali), penonjolan dahi yang tidak biasa (frontal bossing), bagian tengah wajah yang kurang berkembang (hipoplasia wajah tengah).

Malformasi kerangka dapat meliputi jari tangan dan kaki yang memendek (brachydactyly), tulang belakang bagian bawah terlalu bengkok  ke depan (lordosis), kaki yang berbentuk huruf o. 

Gejala lainnya meliputi kemampuan gerak siku dan pinggul yang terbatas, berkurangnya tonus otot (hipotonia), atau infeksi yang sering terjadi pada telinga tengah (otitis media).

  • Sindrom Aarskog 

Kelainan bawaan yang sangat jarang yang ditandai oleh kelainan kepala dan wajah (kraniofasial), perawakan pendek hingga sedang, malformasi kerangka, dan/atau kelainan alat kelamin. [1]

Diagnosa Sindrom Robinow

Diagnosis sindrom Robinow biasanya dilakukan setelah lahir berdasarkan tanda-tanda fisik yang terlihat meliputi perawakan pendek, ekstremitas dan kelainan genital serta ciri-ciri wajah yang khas. [1]

Untuk mengkonfirmasi diagnosis sindrom Robinow resesif autosom, maka dokter dapat menyarankan Anda melakukan tes genetik molekuler (analisis DNA) untuk untuk mutasi pada gen ROR2.

Sementara untuk mengkonfirmasi diagnosis sindrom Robinow dominan autosom, dokter dapat menyarankan Anda melakukan tes genetik molekuler (analisis DNA) untuk mutasi pada gen WNT5A dan gen DVL1. [1]

Pengobatan Sindrom Robinow

Pengobatan sindrom Robinow dilakukan berdasarkan pada gejala spesifik yang terlihat pada setiap pasien. Perawatan melibatkan sejumlah tim spesialis, seperti dokter anak, spesialis kelainan tulang (ahli ortopedi), ahli bedah, spesialis yang mendiagnosis dan mengobati masalah jantung (ahli jantung), ahli terapi fisik, dan ahli kesehatan lainnya juga mungkin diperlukan. [1, 5]

Perawatan yang bisa untuk mengobati sindrom Robinow, diantaranya adalah: [1]

  • Operasi

Pada beberapa anak, operasi diperlukan untuk mengobati kriptorkismus dan kelainan genital lainnya.

Operasi juga dapat dilakukan untuk mengobati gejala lainnya yang terjadi akibat sindrom Robbinow, yaitu mengobati hernia inguinalis, kelainan kraniofasial tertentu (kelainan tulang kepala dan tulang wajah), melengkungnya tulang belakang (skoliosis) sekunder akibat kelainan hemivertebra dan tulang rusuk, jari tangan atau jari kaki yang seluruhnya bersatu (sebagian), bibir/langit-langit sumbing, dan malformasi lainnya.

  • Terapi Hormon

Suplemen hormon bisa digunakan untuk mengobati mikropenis (ukuran genital yang sangat kecil) akibat sindrom Robinow. Dengan mengkonsumsi suplemen ini panjang penis dan volume testis dapat meningkat. [1]

  • Terapi Fisik

Terapi fisik dan penggunaan kawat gigi atau gips dapat membantu mengobati kelainan tulang belakang seperti tulang belakang melengkung (skoliosis) atau masalah pergerakan tangan atau sendi. Selain itu, juga dapat memperbaiki ketidaksejajaran gigi, serta kelainan gigi lainnya.

Pasien yang memiliki kekurangan hormon pertumbuhan telah diketahui memberikan respon yang positif setelah terapi hormon pertumbuhan. Namun, penerapan terapi hormon ini harus dipantau secara ketat oleh ahli endokrinologi anak. [1]

Terapi Konseling Genetik

Dokter dapat merekomendasikan Anda yang terkena sindrom Robinow dan keluarga untuk melakukan terapi konseling genetik. Pada terapi ini, Anda dan keluarga akan diberikan nasihat mengenai konsekuensi sindrom Robinow. [1]

Pengobatan Simtomatik 

Pengobatan lain yang dapat dokter rekomendasikan pada Anda adalah pengobatan simtomatik. Pengobatan ini untuk menghilangkan gejala yg timbul akibat sindrom Robinow. 

Pengobatan medis menyeluruh penting dilakukan pada bayi dan anak-anak yang menderita sindrom Robinow. Melalui pemeriksaan ini dokter dapat memastikan diagnosis dengan cepat dan menentukan perawatan yang tepat untuk kelainan jantung (jantung) yang mungkin berpotensi terkait dengan gangguan tersebut. [1]

Bayi dan anak-anak yang mengidap sindrom Robinow  juga harus dimonitor dengan hati-hati untuk membantu mencegah dan mendeteksi infeksi paru-paru (pneumonia) serta memastikan perawatan yang tepat untuk kondisi tersebut.

Cara Mencegah Sindrom Robinow

Karena sindrom Robinow merupakan kondisi genetik, sehingga tidak ada cara yang bisa mencegah Sindrom Robinow. [5]

Namun, tes genetik dari orang tua yang akan memiliki anak (dan anggota keluarga terkait) diikuti oleh diagnosis prenatal (pengujian molekuler janin selama kehamilan) dapat membantu dalam memahami risiko yang mungkin terjadi. [5]

Jika ada riwayat keluarga yang mengidap kondisi ini, maka konseling genetik akan membantu menilai risiko sebelum melahirkan anak.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment