Jati Tiongkok : Manfaat – Efek Samping dan Cara Penggunaan

√ Scientific Base Pass quality & scientific checked by redaction team, read our quality control guidelance for more info

Jati tiongkok atau sering dikenal dengan jati cina adalah tanaman yang berasal dari Timur tengah dan sering dijadikan tanaman hias serta pengobatan tradisional[1].

Tanaman ini sudah dikenal dan tersebar di wilayah tropis dan sub tropis seperti Meksiko, Afrika, Pakistan, Saudi Arabia, Cina, Korea, Indonesia, serta negara lainnya[1].

Fakta Jati Tiongkok

Jati tiongkok berasal dari keluarga Fabaceae dan memiliki nama ilmiah yaitu senna alexandrina Mill[1].

Tanaman ini memiliki sebutan lainnya seperti senna, atau egyptian senna dalam bahasa Inggris, sebutan fan xie ye di Cina, dan lain sebagainya[2].

Karakteristik Jati Tiongkok

Jati tiongkok merupakan tanaman berbunga yang tumbuh di padang rumput, ladang, tanah yang lembab, dan memiliki drainase yang baik[1].

Beberapa ciri – ciri fisik dari tanaman jati tiongkok adalah sebagai berikut[1]:

  • Memiliki batang dengan tinggi sekitar 0.5-1 meter, lurus, bercabang, dan berwarna hijau;
  • Memiliki daun yang menyirip dan bentuk lonjong, terdiri dari 10-20 lembar, berbulu keras, dan berwarna hijau pucat;
  • Memiliki bunga yang kecil, tersusun dengan bentuk paku, tidak harum, terletak di ujung dahan, dan kelopak berwarna kuning;
  • Memiliki buah yang berbentuk polong, berbulu, berisi biji sebanyak 6 biji dan berwarna hitam saat buah matang.
Jati Tiongkok
Jati Tiongkok

Kandungan Jati Tiongkok

Bagian dari tanaman jati tiongkok yang sering digunakan sebagai pengobatan tradisional adalah daun dan buah dari tanaman ini[1].

Kandungan senyawa kimia dari 100 gram buah jati tiongkok adalah sebagai berikut[2]:

Nama Senyawa KimiaJumlahUnit
Asam galat15.94miligram
Asam gentisat363.21miligram
Asam kafeat13.34miligram
Asam neoklorogenik65.15miligram
Asama protokatekuat31.52miligram
Asam syringic5.88miligram
Asam vanilli5.06miligram
Asam benzoat369.15miligram
Beta karoten2.4mikrogram
Epigallocatechin187.50miligram
6-Hydroxy- 4-methylcoumarin62.72miligram
Cynaroside73.28miligram
Kaempferol137.74miligram
Kuersetin80.06miligram
Isoquercetin195.15miligram
Luteolin22.81miligram
Rhamnetin291.31miligram
Psoralene20.93miligram
Isorhamnetin51.31miligram
Tabel Kandungan Senyawa Kimia Biji Jati Tiongkok

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa biji jati tiongkok memiliki komponen flavonoid, asam fenolik, serta kumarin yang cukup banyak sehingga memberikan aktivitas antioksidan yang baik[2].

Kandungan senyawa kimia dari daun jati tiongkok yang berguna untuk kesehatan tubuh adalah sebagai[2,3,4]:

  • Glikosida;
  • Senyawa antrakuinon yang terdiri sennoside A, B, C, hingga D;
  • Sakarida atau karbohidrat;
  • Komponen naftalena;
  • Senyawa fitosterol;
  • Minyak esensial;
  • Tannin;
  • Flavonoid;
  • Garam mineral;
  • Alkaloid;
  • Saponin;
  • Fenol;
  • Getah serta lendir.

Manfaat Jati Tiongkok

Beberapa manfaat dari tanaman jati jongkok adalah sebagai berikut:

  • Mengatasi dan mencegah penyakit cacingan

Ekstrak daun jati tiongkok dapat membunuh parasit Paramphistomum gracile, salah satu parasit yang berbentuk cacing dan dapat hidup di dalam usus[5].

Penumpukan parasit seperti cacing ini didalam usus, dapat menyebabkan infeksi pada perut yang dikenal dengan penyakit cacingan. Jadi, daun jati tiongkok dapat mengatasi dan mencegah penyakit cacingan[5,6].

  • Kaya akan antioksidan

Daun dan buah dari jati tiongkok memiliki antioksidan yang tinggi karena memiliki kandungan senyawa yang dimiliki, salah satunya adalah beta karoten[2,7].

Tanaman ini bekerja secara aktif untuk mencegah radikal bebas serta racun masuk ke dalam tubuh dan melindungi kerusakan sel tubuh. Tanaman ini juga meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah penuaan dini[7].

Antioksidan yang terkandung dalam tanaman ini juga bekerja untuk mengatasi radang yang terjadi di dalam tubuh seperti radang sendi serta asam urat[3,7].

  • Melindungi hati

Daun dan buah dari jati tiongkok mampu melindungi hati dari kerusakan yang disebabkan oleh racun atau radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh[7].

Kandungan dalam tanaman ini meningkatkan perlindungan hati, mencegah reaksi oksidatif, serta menghambat kerusakan sel dalam hati atau radang yang menyebabkan gangguan hati[7].

Daun dari jati tiongkok juga telah mengatasi gangguan pada hati seperti hepatomegali, penyakit kuning, serta anemia[3].

Kandungan antrakuinon di dalam daun dan buah jati tiongkok menyebabkan tanaman ini dapat berperan sebagai obat pencahar. Ini karena kandungan tersebut dapat meningkatkan gerakan peristaltik serta merangsang saluran usus untuk mengeluarkan tinja[8].

Aktivitas ini sangat baik untuk mengatasi wasir atau sembelit karena dapat meningkatkan keinginan untuk buang air besar dan mengurangi kesulitan untuk buang air besar[8].

  • Membersihkan usus besar

Pembersihan usus besar sangat penting dilakukan untuk pasien yang akan melakukan pemeriksaan usus besar dengan menggunakan kolonoskopi[9].

Daun dan buah jati tiongkok dapat digunakan untuk membersihkan usus besar sebelum melakukan pemeriksaan dengan kolonoskopi. Kandungan dari tanaman ini dapat membersihkan penumpukan cairan dan elektrolit di usus besar serta sisa makanan yang menumpuk di perut[9].

  • Mengatasi gangguan pencernaan

Buah jati tiongkok dapat melawan bakteri Escherichia coli, Bacillus cereus, Listeria monocytogenes, serta Micrococcus flavus yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan karena adanya keracunan makanan[2,4].

Beberapa gangguan pencernaan yang dapat diatasi adalah diare, perut kembung, nyeri perut, muntah serta mual[2,4].

  • Mengatasi gangguan kulit

Buah serta daun dari jati tiongkok dapat melawan bakteri serta jamur yang dapat menyebabkan gangguan kulit yaitu Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Candida albicans, serta Aspergillus flavus[2,4].

Beberapa penyakit kulit yang dapat diatasi dari tanaman ini adalah bisul, jerawat, dermatitis, infeksi kulit, iritasi atau radang kulit, serta nanah pada kulit[2,4].

  • Menyembuhkan luka

Minyak esensial yang terdapat dalam daun jati tiongkok dapat membantu untuk mengeringkan luka serta mengembalikan kerusakan sel yang disebabkan oleh luka atau infeksi luka[10].

Selain itu, tanaman ini juga dapat mengurangi radang yang disebabkan oleh luka. Tanaman ini telah digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk mengatasi luka di Persia[10].

Daun jati tiongkok dapat menurunkan kadar lemak dan berat badan secara signifikan karena aktivitas pencahar yang dimilikinya[3,11].

Tanaman ini ini juga dapat mengurangi peradangan kronis yang terjadi dalam tubuh karena kelebihan berat badan atau obesitas. jadi, tanaman ini baik untuk dikonsumsi penderita obesitas[3,11].

Daun jati tiongkok telah banyak digunakan untuk menurunkan badan secara efektif dan dikonsumsi sebagai salah satu terapi diet herbal.

  • Menurunkan demam dan kadar gula darah

Daun jati tiongkok dapat menghambat enzim alfa glikosida yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Tanaman ini dapat menurunkan kadar gula serta meningkatkan produksi insulin dalam darah[12].

Daun ini juga dapat menurunkan demam pada tubuh dan telah digunakan di beberapa negara untuk mengatasi demam[12].

  • Mengatasi infeksi pada saluran pernapasan

Daun jati tiongkok dapat melawan bakteri Staphylococcus aureus dan Klebsiella pneumoniae yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan seperti pneumonia dan meningitis[4].

Tanaman ini juga telah digunakan di beberapa negara seperti India untuk mengatasi batuk, bronkitis, susah atau sesak napas, serta bau mulut[3].

Efek Samping Jati Tiongkok

Jati tiongkok memiliki beberapa efek samping bila digunakan untuk jangka panjang dan secara berlebihan khususnya untuk anak-anak, wanita hamil dan menyusui serta penderita penyakit hati akut, gagal jantung serta radang usus[18,19].

Beberapa efek samping dari tanaman ini adalah sebagai berikut:

  • Menyebabkan gangguan pencernaan

Jati tiongkok yang digunakan secara berlebihan dan berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti perut kram serta diare yang parah khususnya bagi anak- anak yang berusia di bawah 2 tahun[3].

  • Menyebabkan gangguan jantung dan otot

Jati tiongkok yang berlebihan dalam tubuh dapat membuat otot menjadi lebih lemah dan masalah pada jantung. Ini karena tubuh mengeluarkan elektrolit yang terlalu banyak termasuk kalium[3].

  • Menyebabkan gangguan makan

Terapi diet herbal dengan jati tiongkok tidak disarankan untuk dilakukan bagi seseorang yang tidak mengalami obesitas serta dilakukan dalam jangka panjang khususnya bagi remaja[13].

Penggunaan obat pencahar untuk menurunkan berat badan dapat menyebabkan ketergantungan dan adanya gangguan atau kelainan makan seperti anoreksia[3,13].

  • Menyebabkan ruam kulit pada bayi

Jati tiongkok yang diberikan kepada bayi dapat menyebabkan dermatitis atau disebut dengan ruam popok. Tanaman ini dapat membuat kulit bayi melepuh dan seperti terbakar khususnya pada bayi yang menggunakan popok[14,15].

Untuk itu, tanaman jati tiongkok tidak disarankan untuk diberikan secara berlebihan kepada bayi dan diberikan pada siang hari[15].

  • Menyebabkan gangguan ginjal dan gagal hati

Jati tiongkok yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan ginjal, gagal hati, serta kematian. Jumlah antrakuinon glikosida yang terlalu banyak dalam tubuh dapat berubah menjadi racun bagi hati dan menyebabkan gagal hati[16].

Selain itu, kandungan cairan, elektrolit, serta serum globulin dikeluarkan terlalu banyak dari tubuh sehingga ginjal tidak dapat bekerja dengan baik dan menyebabkan gangguan pada ginjal[17].

  • Memberikan reaksi buruk bila digunakan dengan beberapa obat

Jati tiongkok merupakan salah satu tanaman herbal yang berperan sebagai obat pencahar. Tanaman ini akan memberikan reaksi buruk bila digunakan bersamaan dengan obat pencahar atau pil air, obat pengencer darah seperti warfarin, serta obat untuk jantung[19].

Cara Penggunaan Jati Tiongkok

Beberapa cara penggunaan dari jati tiongkok adalah sebagai berikut:

  • Membuat teh daun jati tiongkok

Daun jati tiongkok yang dicuci bersih dan direndam dalam air mendidih selama 5-10 menit. Lalu, teh ini disaring dan didinginkan serta diminum untuk mengatasi wasir, nyeri perut, diabetes, pasien obesitas, serta gangguan pernapasan[20].

Teh daun juga dapat dibuat dari daun kering yang telah dijadikan bubuk dan dapat dicampur dengan jahe, tanaman adas, kunyit, kayu manis, atau kulit jeruk. Lalu, ini direbus dengan air hingga mendidih dan disaring untuk dijadikan teh daun[20].

Teh daun juga dapat dibuat dengan cara yaitu menghancurkan daun segar, tanaman adas, dan jahe hingga berbentuk sedikit kasar. Lalu, merendam ini dengan air mendidih selama 5-10 menit dan disaring serta didinginkan untuk menjadi teh daun.

Teh daun ini dapat ditambahkan dengan madu atau sedikit gula untuk menambahkan rasa manis[20].

  • Membuat pasta daun

Daun jati jongkok yang segar ditumbuk hingga halus dan sedikit berair. Lalu, ini dioleskan pada luka, jerawat, bisul, infeksi kulit atau dermatitis[20].

  • Menggunakan tablet atau kapsul jati jongkok

Ekstrak buah jati jongkok telah diekstraksi dan dibuat menjadi obat herbal yang berbentuk tablet atau kapsul. Ini juga dapat digunakan untuk mengatasi beberapa penyakit seperti obat pencahar, melindungi hati serta mengatasi obesitas[3].

Cara Penyimpanan Jati Tiongkok

Jati tiongkok dapat disimpan di wadah terbuka dan diletakkan pada suhu ruangan. Tanaman ini tidak disarankan untuk disimpan di bawah sinar matahari kecuali tanaman ini ingin dikeringkan[20].

Jati tiongkok merupakan tanaman yang sudah dikenal sebagai obat pencahar, tetapi tanaman ini tidak dapat digunakan untuk berkepanjangan dan secara berlebihan karena memiliki efek samping yang berbahaya khususnya bagi anak-anak, wanita hamil, wanita menyusui serta penderita gangguan jantung, hati dan radang usus.

fbWhatsappTwitterLinkedIn

Add Comment